Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
PURCHASE DECISION PADA CANVA PRO: PERAN PERCEIVED VALUE DAN CUSTOMER EXPERIENCE MELALUI CUSTOMER SATISFACTION PADA KALANGAN GEN Z DI SIDOARJO
Purpose: This study aims to analyze the effect of Perceived Value and Customer Experience on Purchase Decision through Customer Satisfaction as a mediating variable among Gen Z users of Canva Pro in Sidoarjo. Methods: A quantitative approach was employed using a survey method, with data collected from 170 respondents selected through purposive sampling. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. Analysis Data: The research utilized outer model analysis to test validity and reliability, followed by inner model analysis to examine the direct and indirect effects among variables. Results Discussion: The findings reveal that Perceived Value and Customer Experience significantly influence Purchase Decision, both directly and indirectly through Customer Satisfaction. The most dominant indicators are Service Quality for Perceived Value and Outcomes Focus for Customer Experience. Conclusion: This study confirms the role of Customer Satisfaction as a partial mediator between Perceived Value, Customer Experience, and Purchase Decision. Practically, Canva should enhance service quality and customer experience to increase user satisfaction and encourage subscription conversions
Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan Lahan Permukiman Menuju Desa Wisata di Kelurahan Kuin Utara Kota Banjarmasin
This study aims to examine community attitudes towards the policy of converting residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. Good governance thrives through community involvement in policy implementation; in this situation, understanding the perceptions of local communities is very important, considering that the community is the direct beneficiary of the development of tourist villages. This study examines community perceptions of the transformation of residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. With a focus on social change, economic impacts, infrastructure development, environmental concerns, and cultural preservation, this study uses a quantitative approach through questionnaires and field observations used to collect 100 research samples. The results of the study indicate complex dynamics in community views, reflecting their hopes and concerns about the changes that occur so that findings in the field indicate that the Kuin Utara Village community has a supportive attitude towards converting residential land into a tourist destination. This is indicated by the active involvement of the community in the management of tourist attractions, as well as local community projects that aim to utilize tourism potential to improve welfare.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan alih fungsi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Tata kelola pemerintahan yang baik tumbuh subur melalui keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan; dalam situasi ini, pemahaman terhadap persepsi masyarakat setempat menjadi sangat penting, mengingat masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari pembangunan desa wisata. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap transformasi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Dengan fokus pada perubahan sosial, dampak sosial budaya, pengembangan infrastruktur, kekhawatiran lingkungan, dan pelestarian budaya, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuisioner dan observasi lapangan yang digunakan untuk mengumpulkan 100 sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika kompleks dalam pandangan masyarakat, mencerminkan harapan dan kekhawatiran mereka terhadap perubahan yang terjadi sehingga temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Kuin Utara memiliki sikap mendukung alih fungsi lahan permukiman menjadi destinasi wisata. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan objek wisata, serta proyek-proyek masyarakat setempat yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan
Efektivitas Program Pemberdayaan Usaha Mikro pada Sektor Usaha Pendukung Pariwisata di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan
This research aims to determine the effectiveness of the Bintan Regency Micro Business Cooperative Industry and Trade Department's empowerment program on the micro business sector that supports tourism. This research uses a qualitative approach to describe and analyze social phenomena and activities related to the effectiveness of the micro business empowerment program organized by the Department. The data collection techniques applied include observation, interviews and documentation studies, which were comprehensively utilized to collect relevant and in-depth data in accordance with the objectives of this research. The research results show that the Bintan Regency DKUPP shows good capabilities in internal and external integration, with the formation of a cross-sector verification team for grants and strong collaboration with OPD and related institutions. However, internal evaluation of grant activities still needs to be strengthened. Adaptation to the environment is also an important focus, especially in procuring and filling a workforce that does not yet fully meet needs, although steps have been taken to respond to this. The conclusion of this research shows that although the Bintan Regency DKUPP has achieved some success in empowering micro businesses, there are areas that still require improvement to increase effectiveness and efficiency in achieving organizational goals.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program pemberdayaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan terhadap sektor usaha mikro yang mendukung pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis fenomena serta aktivitas sosial terkait efektivitas program pemberdayaan usaha mikro yang diselenggarakan oleh Dinas tersebut. Teknik pengumpulan data yang diterapkan mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang secara komprehensif dimanfaatkan untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam sesuai dengan tujuan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan DKUPP Kabupaten Bintan menunjukkan kemampuan baik dalam integrasi internal dan eksternal, dengan terbentuknya tim verifikasi lintas bidang untuk hibah dan kerjasama yang kuat dengan OPD dan lembaga terkait. Namun, evaluasi internal terhadap kegiatan hibah masih perlu diperkuat. Adaptasi terhadap lingkungan juga menjadi fokus penting, terutama dalam pengadaan dan pengisian tenaga kerja yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan, meskipun langkah-langkah telah diambil untuk menanggapi hal ini. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun DKUPP Kabupaten Bintan telah mencapai beberapa keberhasilan dalam pemberdayaan usaha mikro, terdapat area yang masih memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan organisasi
Effectiveness Of Dengue Fever Education On Knowledge, Attitudes, And Behavior Of Housewives
Dengue fever is one of the challenging public health problems in Indonesia with an increasing trend in cases. This study aims to evaluate the effectiveness of dengue fever education on improving the knowledge, attitudes, and behaviors of housewives in preventing dengue fever. The study used a quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. The respondents were chosen through a simple random sampling resulting 102 of 423 housewives living in Wiloso, Gondowangi Village, Malang Regency. The intervention was carried out through lectures using presentation media and 3M Plus videos. Data were collected using knowledge, attitude, and behavior questionnaires that had been previously validated through a Pearson correlation test (r = 0.519–0.816) and shown to be reliable with Cronbach’s Alpha values of 0.856 (knowledge), 0.778 (attitude), and 0.832 (behavior). Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test with a significance level of p 0.05. The results showed a significant increase in knowledge (p = 0.000) and behavior (p = 0.000), while attitudes did not show significant changes (p = 0.064). This indicates that education can improve understanding and practice of dengue prevention, but attitude requires more intensive and sustained intervention. This study confirmed that empowering housewives as agents of change at the household level is very important to control dengue. The results of this study are expected to serve as a reference in the development of community-based public health education strategies in endemic areas
PROFIL FENOTIP DAN PRODUKSI PEJANTAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DI WILAYAH SUMBER BIBIT KABUPATEN BOJONEGORO
This study profiles the phenotypic characteristics and production performance of Peranakan Ongole (PO) bulls in Bojonegoro Regency, an officially designated PO cattle breed-source site, and evaluates their capacity to support sustainable community-based breeding. A descriptive-quantitative survey was conducted over two months in three subdistricts (Tambakrejo, Sekar, and Kedungadem), selecting 180 purposively sampled bulls aged ≤50 months. Primary data comprised qualitative (coat color, horn shape, ear hair pigmentation, and other SNI–specified traits) and quantitative (heart girth, body length, height at rump) phenotypic measurements; secondary data on birth, weaning, and one-year body weights were obtained via farmer questionnaires, key-informant interviews, and official records. Descriptive statistics revealed that all sampled bulls met SNI qualitative standards, with the sole exception of progressive ear-hair graying in mature animals. Quantitative traits consistently exceeded Class I SNI minimum (such as mean chest girth 163–191 cm; body length 130–158 cm; withers height 130–141 cm). Mean production weights were 20.0 ± 3.3 kg at birth, 116.5 ± 9.0 kg at weaning, and 138.3 ± 13.6 kg at one year, surpassing or matching earlier reports. Observed genotype, environment synergy, driven by abundant local forage and traditional management, underscores the bulls’ preserved genetic merit and breeding potential. These findings furnish a strategic basis for selective male choice and policy interventions to enhance PO genetic improvement and breeder livelihoods in Bojonegoro
Pengembangan Produk Kerajinan Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing
Kelompok usaha wanita pengrajin purun “Galoeh Bandjar” yang berlokasi di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan merupakan kelompok binaan Pemerintah Kota Banjarbaru yang berfokus pada kegiatan kerajinan anyaman purun sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata Kampung Purun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok mitra dalam upaya penerapan inovasi penambahan gagang kayu pada produk tas berbahan dasar anyaman purun tikus. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan pertemuan, penyampaian materi, diskusi interaktif, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif terhadap sikap dan pengetahuan anggota kelompok mitra, dari yang sebelumnya memiliki pemahaman terbatas menjadi lebih memahami teknik penambahan gagang kayu pada produk tas purun tikus. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan secara teori maupun praktik memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pemahaman peserta, meskipun peningkatan signifikan baru terjadi pada sebagian anggota kelompok. Kegiatan tersebut secara keseluruhan memberikan dampak positif berupa peningkatan kemampuan, adopsi inovasi, serta perubahan tingkat penilaian kelompok mitra terhadap aspek kreativitas dan kualitas produk dari kategori “cukup” menjadi “baik” dengan kisaran peningkatan 50-60%
Edukasi Kreatif Anti-Bullying: Upaya Pencegahan Melalui Pendekatan Partisipatif
Bullying di sekolah dasar merupakan masalah serius yang mengganggu perkembangan psikologis dan sosial siswa. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku anti-bullying melalui program edukasi kreatif berbasis partisipatif pada siswa kelas III di SDN Merjosari 3. Menggunakan metode kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan siswa dan guru, serta analisis dokumen. 5 program ini melibatkan edukasi interaktif, simulasi peran, permainan edukatif, pembuatan poster, dan sosialisasi bersama guru, siswa, dan wali murid. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bullying dan keterampilan sosial yang lebih baik. Peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying dan keterampilan sosial diukur menggunakan beberapa instrumen, yaitu angket pemahaman bullying berbentuk skala Likert. Poster dan sosialisasi memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah. Pendekatan partisipatif dan metode kreatif terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diimplementasikan di sekolah dasar sebagai upaya pencegahan perundungan
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Desa Samatan Melalui Praktik Budidaya Tanaman TOGA
Family Medicinal Plants (TOGA) are a local nature-based solution for improving family health independently. The current condition reveals that the TOGA plants in the Samatan Village Garden are not well-managed (neglected) by the Samatan Village PKK group, and the group's members do not understand the health benefits of TOGA plants. Therefore, as the implementation team, we are conducting a service activity as a solution to the problems faced by the Samatan Village PKK group. The types of plants introduced include butterfly pea flowers, roselle, cat's whiskers, purple leaves, and seven thorns. The results of the service activities that we have carried out show a 100% increase in TOGA cultivation efficiency, 100% active participation from all group members with full involvement in practice, a 94.50% increase in participants' understanding, and 100% of group members are now able to apply TOGA cultivation techniques correctly and appropriately. In addition to providing health benefits, this activity also offers business opportunities for herbal products, thereby enhancing the economic well-being of the group and promoting the independence of the mothers in the Samatan Village PKK in the field of family health.ABSTRAKTanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan solusi lokal berbasis alam dalam meningkatkan kesehatan keluarga secara mandiri. Kondisi saat ini menunjukkan tanaman TOGA di Taman Desa Samatan belum dikelola dengan baik (terbengkalai) oleh kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Samatan dan anggota kelompok belum memahami manfaat tanaman TOGA bagi kesehatan. Oleh karena itu kami sebagai tim pelaksana pengabdian melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Ibu-Ibu PKK Desa Samatan. Jenis tanaman yang diperkenalkan meliputi bunga telang, rosella, kumis kucing, daun ungu, dan tujuh duri. Hasil kegiatan pengabdian yang telah kami laksanakan adalah efisiensi budidaya TOGA meningkat hingga 100%, Partisipasi aktif 100% anggota kelompok dengan keterlibatan penuh dalam praktik, Peningkatan pemahaman peserta sebesar 93,85%, serta 100% anggota kelompok kini mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara baik dan benar. Selain membawa manfaat kesehatan, kegiatan ini juga memberikan peluang bisnis produk herbal sehingga dapat meningkatkan perekonomian kelompok serta mendorong kemandirian ibu-ibu PKK Desa Samatan dalam bidang kesehatan keluarga
EKSPLORASI STRATEGI PEMASARAN UTAMA UNTUK PENGEMBANGAN JERUK DI DESA WISATA SELOREJO : ANALISIS STUDI KASUS
Jeruk manis merupakan komoditas unggulan yang dimiliki oleh desa wisata Selorejo. Dalam menghadapi persaingan dan pengebangan usaha diperlukan adanya strategi pemasaran utama untuk pengembangan komoditas jeruk manis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi eksisting dan menganalisis strategi pemasaran utama jeruk manis di desa wisata Selorejo. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan informan ketua kelompok tani Makmur, PPL, dan Koordinator BPP Kecamatan Dau. analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran terkait kondisi pemasaran eksisting, sedangkan SWOT (Strenghs, Weakness, Opportunities and Threats), untuk mencari strategi pemasaran utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pemasaran utama untuk pengembangan jeruk di desa wisata Selorejo adalah dengan peningkatan kualitas produk jeruk manis dengan menyasar pasar wisatawan yang meningkat, melalui paket tur wisata dan pengembangan fasilitas wisata
Penggunaan Pantun dalam Komunikasi Politik: Studi Kasus Kampanye & Debat Pilgub Jakarta 2024-2029
This study examines the use of pantun in political communication during the Jakarta gubernatorial campaign and debate for the 2024-2029 election. Pantun, a form of traditional poetry deeply rooted in Indonesian culture, is frequently utilized as a political communication tool, allowing candidates to convey messages in a subtle, entertaining, and educational manner. The focus of this study is to analyze the communication styles of the gubernatorial candidates through the use of pantun in public debates, along with examining its impact on the audience. This research employs a qualitative approach using discourse analysis methods to identify patterns and themes of pantun usage throughout the campaign and debate. The findings reveal that pantun serves not only as a rhetorical tool for diplomatically conveying both criticism and praise but also as an effective means of building rapport with the audience. Moreover, pantun strengthens the candidates' public image, showcasing their cultural affinity and creativity, which resonates with Indonesian voters and enhances their political appeal.Penelitian ini mengkaji penggunaan pantun dalam komunikasi politik selama kampanye dan debat pemilihan gubernur Jakarta periode 2024-2029. Pantun, sebagai salah satu bentuk puisi tradisional yang mengakar kuat dalam budaya Indonesia, sering dimanfaatkan sebagai alat komunikasi politik yang memungkinkan para kandidat menyampaikan pesan secara halus, menghibur, dan edukatif. Fokus penelitian ini adalah menganalisis gaya komunikasi para kandidat gubernur melalui penggunaan pantun dalam debat publik serta dampaknya terhadap audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana untuk mengidentifikasi pola dan tema penggunaan pantun dalam kampanye dan debat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika untuk menyampaikan kritik dan pujian secara diplomatis, tetapi juga menjadi cara yang efektif dalam membangun kedekatan dengan audiens. Selain itu, pantun memperkuat citra publik para kandidat, menampilkan kedekatan mereka dengan budaya dan kreativitas yang dimiliki, sehingga meningkatkan daya tarik politik mereka di mata pemilih Indonesia