Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
Kegiatan Promosi Produksi Pengrajin Purun “Galoeh Bandjar†Kelurahan Palam Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Kelompok usaha wanita pengrajin purun “Galoeh Bandjarâ€Â Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dibentuk oleh Pemerintah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan sebagai wadah kelompok usaha yang bergerak dibidang kerajinan anyaman purun dan pengembangan destinasi wisata Kampung Purun. Tujuan kegiatan adalah memberikan informasi penjualan elektronik (e-commerce) berbasis online dan melakukan pelatihan dan pendampingan dalam pembukaan toko jualan produk kerajinan purun secara online. Metode yang diterapkan melalui pertemuan, penyampaian materi, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan dapat memberikan perubahan sikap dan pengetahuan kelompok mitra dari kurang mengetahui menjadi cukup banyak mengetahui tentang promosi produksi kerajinan purun secara online atau e-commerce. Informasi yang diberikan secara teori dan melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap promosi produksi kerajinan purun secara online atau e-commerce memberikan pengaruh peningkatan pemahaman kepada kelompok mitra, walaupun peningkatan baru terjadi beberapa angota kelompok mitra. Informasi yang diberikan berupa pelatihan dan pendamping memberikan dampak peningkatan yang positif, terjadinya adopsi dan promosi produk oleh anggota kelompok mitra ke anggota masyarakat lainnya mengalami perubahan ke arah positif yaitu dari kriteria cukup menjadi kriteria baik
Pemberdayaan Poklahsar dalam Pengolahan Tepung Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Tanjung Pinang
Siput Gonggong menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Siput Gonggong memiliki cangkang yang berukuran relatif besar dan keras dengan penyumbang 60% berat bagian dari Gonggong. Cangkang Gonggong menjadi limbah dikarenakan masyarakat menganggap bahwa cangkang Gonggong sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan pada umumnya hanya dijadikan sebagai kerajinan souvenir dengan harga yang murah. Oleh karena itu program ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Pengujan dalam memanfaatkan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan campuran pakan ternak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Desa Pengujan memanfaatkan cangkang Gonggong yang ada di lingkungan sekitar sehingga meningkatkan nilai ekonomi.Â
Inisiasi Budidaya Hidroponik Guna Meningkatkan Perekonomian dan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Rembang, Kabupaten Kediri
Dunia pertanian menduduki peran penting di masyarakat karena merupakan sumber pangan utama dan menjadikannya kebutuhan utama pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Karakteristik masyarakat saat ini memiliki tempat tinggal dengan lahan yang sempit namun tetap ingin melakukan budidaya tanaman, maka metode hidroponik ini menjadi salah satu alternatif yang tepat. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang budidaya tanaman secara hidroponik untuk memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik yang dapat menunjang kebutuhan ekonomi dan kebutuhan pangan mitra. Tim PKM UPBJJ-UT Malang melaksanakan kegiatan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah warga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai budidaya hidroponik sehingga warga memahami bahwa budidaya tanaman secara hidroponik dapat bernilai tambah ekonomi dan meningkatkan ketahanan pangan. Warga juga telah dapat melakukan budidaya hidroponik tanaman sayur pakcoy, kangkung dan selada secara mandiri.Â
The Effect of Catalyst Amount and Time on the Results of Converting Rubber Wood Chip Waste by Catalytic Pyrolysis into Alternative Energy
In the rubber plantations of South Sumatra, covering an area of 1,013,969 hectares, there exists an underutilized waste stream known as rubber wood waste. This waste can be subjected to pyrolysis to Yield char, bio-oil, and syngas products. This research is centred on pyrolyzing rubber wood waste, employing various zeolite catalysts and time durations, to explore the potential of alternative energy sources and calculate the Specific Energy Consumption (SEC). The pyrolysis results, with variations in catalysts and time, indicate that the optimal combination is at a temperature of 390°C, using 6% zeolite catalyst, and a duration of 70 minutes. The resultant Yields comprise char at 21.73% with a calorific value of 6264.87 kcal/g, bio-oil at 22.50%, and syngas at 45.28% with a CH4 content of 55.52%. The most SEC-optimal variation is at a temperature of 390°C, using a 6% zeolite catalyst, and 30 minutes, with an SEC value of 3.25 kWh/L
Perawatan Pasien Stroke Dengan Terapi Komplementer Dan Alternatif Di Rumah: Studi Fenomenologi
A stroke is a brain attack that can result in disability. It is scarce to know the integration between complementary and alternative therapy into conventional treatment for stroke survivors. Indonesia has various complementary and alternative therapies due to the length of the country then it is necessary to know any types of complementary and alternative therapy used by patients. The study aims to explore the treatment of stroke patients using complementary and alternative therapies. The qualitative design with a phenomenological approach was used. Data were collected through in-depth interviews with eight families with stroke survivors according to the inclusion criteria and using source triangulation. The sampling technique used was purposive sampling. A selective analysis approach and focus are used for data analysis. Results showed there were three themes derived including types of complementary and alternative therapy, method of manufacture, method of administration, and therapeutic dose. Types of complementary and alternative therapies used by the participant include herbal therapy, massage, exercise, magnetic therapy, light therapy, thalassotherapy, electrical stimulation, and diet. Further research is needed to test the effectiveness, dosage, and safety procedures to combined with conventional treatment
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
Tujuan: Deretan kasus penyalahgunaan, penyelewengan, maupun penyimpangan pengelolaan keuangan desa yang sampai saat ini terjadi, merupakan suatu fenomena yang memprihatinkan dan merupakan indikator pula akan lemahnya akuntabilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Mengingat sifatnya tersebut, penelitian ini masuk ke dalam ranah paradigma positivisme. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi dan penyerahan kuesioner secara langsung kepada responden, Analisis data: jenis analisisdata yang digunakan adalah regresi berganda, Hasil dan diskusi: hasil uji parsial (uji-t) menunjukkan bahwa peran perangkat desa berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Hal ini ditunjukkan dengan signifikasi kurang dari 0,05, yakni 0,020. Sementara itu variabel aksebilitas laporan keuangan juga berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Ini terbukti dengan nilai signifikansinya di bawah 0,05, yakni 0,004. Tidak hanya itu, variabel pemahaman system akuntansi keuangan desa juga berpengaruh secara signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa (nilai signifikansi 0,000). Sementara itu hasil uji simultan juga menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa (nilai signifikansi 0,000), Kesimpulan: Mengingat hasil r square yang menunjukkan nilai 0,781, ini bisa diartikan bahwa dimungkinkan ada variabel lain di luar model persamaan regresi berganda tersebut (nilai 0,219), yang akan mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Dengan demikian, untuk penelitian selanjutnya bisa digunakan variabel independent lainnya untuk diuji pengaruhnya terhadap variabel akuntabilitas pengelolaan keuangan desa
Analisis Dampak Covid-19 Terhadap Pendapatan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Desa Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang
Di dalam Penelitian ini mengkaji tentang dampak akibat adanya wabah virus covid-19 terhadap pendapatan bisnis UMKM di Desa Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat adanya pandemi covid-19 terhadap keadaan ekonomi di masyarakat terutama pada usaha kecil dan menengah ( UMKM ) di Desa Batang Kuis.. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara  kepada beberapa pedagang yang berjualan di sekitar  Desa  Batang Kuis,  seperti  pedagang sayur,  pedagang buah,  pedagang bahan  pokok  dan lainnya yang berjumlah 20 responden. Pendekatan peneletian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dampak  yang ditimbulkan  dari adanya pandemi covid-19 ini adalah tingkat daya beli masyarakat menurun dan keadaan pasar menjadi sepi
KAJIAN SISTEM CADANGAN PANGAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN AKIBAT COVID 19 UNTUK MENGURANGI RESIKO KERAWANAN PANGAN DI MALANG RAYA
Along development Covid 19 which puts forward aspect Economy and aspect social, then serious attention. There is an impact on endurance food with an increased request for food society. So solution offered is to strengthen institutional food in the area by observing the existence of unrest in public due to covid-19. This study aims to analyze composite individual and vulnerability food for knowing the scarcity of food consequence covid 19, and the Vulnerability consequence impact covid 19 during a pandemic.Ln= α i X i +β Ability: Pi = method opportunities scale small to hold stash food because Pi = 1 for scale small that can be conducted stash food and P i = 0 for scale small that doesn't conduct stash food. X i = Model of the predicted factors that influence household do backup food among other things, level production commodity food, land assets, level income house stairs, commodity prices food, i = variable estimator. Method controller logistics (logs). Model by large with give logit. The study chooses Malang City and Regency Poor as region studies. Analysis to provision reduced impact level starving held to the up level as well as small tiers scale macro analysis developed on area base marriage on empirical also obtained by World Food Program (WFP). Analysis subtraction risks vulnerable food conducted with simulation from indicator starving food tree that can be controlled, and related including growth agrarian nor development in the sector agrarian. Results analysis obtained village data that still have potency for vulnerability food, with beware existence covid 19 so have scales namely 1, 2 and 3. which later will so the recommendation to districts city in Malangraya During the pandemic
INVESTIGASI FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN KUALITAS RANTAI PASOK PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Integrasi manajemen mutu dan rantai pasokan memastikan bahwa semua organisasi mitra terkait dapat diukur dan ditingkatkan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan meneliti serta mengambil informasi dari suatu populasi dan sampel yang ditetapkan secara statistic sebagai acuan dalam pengambilan keputusan untuk menguji asumsi atau hipotesis. Tujuan pengujian hipotesis adalah untuk memutuskan apakah akan menolak atau menerima hipotesis yang sedang diuji. Penelitian ini dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling. dan menggunakan teknik purposive sampling.Hipotesis yang telah di uji menggunakan analisis regresi, hasil yang di uji sangat mendukung semua variabel. Dari hasil kesimpulan yang diperoleh, penulis memberi saran dan rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu dengan menambahkan variabel Kualitas Sistem Teknologi Informasi ataupun variabel independent lain yang dapat mempengaruhi Manajemen Kualitas Rantai Pasok. Studi ini mengidentifikasi Faktor Keberhasilan Kritis untuk meningkatkan Manajemen Kualitas Rantai Pasok di bawah pengaruh perkembangan Industri 4.0. Fokus pelanggan, Manajemen kualitas pemasok, integrasi proses dan kepemimpinan merupakan faktor positif untuk peningkatan Manajemen Kualitas Rantai Pasok di Perusahaan studi kasus.Â
Penguatan Usahatani dan Tata Kelola Hukum Organisasi KWT Ratu Nahrasiyah Desa Bendosewu
The Ratu Nahrasiyah Women's Farmers Group (KWT) was recently founded with a simple organizational structure due to a lack of insight into the law in organizing. This is an obstacle in the continuity of the organization at KWT. One of the programs that is a priority for KWT is the use of KWT members' home land by cultivating vegetables in the context of food security at the household level. The obstacle faced by most KWT members is that the vegetable plants they cultivate cannot grow optimally. The solution offered is to improve the skills of KWT members in crop production in home gardens and provide assistance regarding the law and legality of an organization to strengthen the knowledge and insight of KWT members in running the organization. The implementation method is through training, mentoring and practice for KWT members. Training and assistance in plant production by creating vegetable cultivation demonstration plots. Training and assistance in managing organizations as well as understanding the basics of organizational law. The results obtained from training in vegetable cultivation techniques for KWT members are an increase in the knowledge and skills of KWT members in vegetable production. Most of the harvest is sold within the KWT member area, so that the turnaround of small-scale businesses has been successfully implemented. The result of training and assistance in organizational governance is that KWT administrators and members are able to prepare basic budgets/household budgets. Increasing the active role of KWT members in organizations is important for the sustainability of the existence of an organization.ABSTRAKKelompok Wanita Tani (KWT) Ratu Nahrasiyah belum lama didirikan dengan struktur organisasi yang sederhana karena minimnya wawasan tentang hukum dalam berorganisasi. Hal ini menjadi kendala dalam kelangsungan organisasi di KWT. Salah satu program yang menjadi prioritas KWT adalah pemanfaatan lahan rumah para anggota KWT dengan budidaya sayuran dalam rangka ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kendala yang dihadapi sebagian besar anggota KWT adalah tanaman sayuran yang dibudidayakan tidak dapat tumbuh optimal. Solusi yang ditawarkan yaitu meningkatkan skill anggota KWT dalam produksi tanaman di lahan pekarangan dan memberikan pendampingan tentang hukum dan legalitas suatu organisasi untuk memperkuat pengetahuan dan wawasan anggota KWT dalam menjalankan organisasi. Metode pelaksanaan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktek kepada anggota KWT. Pelatihan dan pendampingan produksi tanaman dengan pembuatan demoplot budidaya sayuran. Pelatihan dan pendampingann mengelola organisasi serta pemahaman dasar-dasar hukum berorganisasi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan teknik budidaya sayuran kepada anggota KWT adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam produksi tanaman sayuran. Sebagian besar hasil panen dijual di lingkungan anggota KWT, sehingga perputaran usaha skala kecil telah berhasil dilaksanakan. Hasil dari pelatihan dan pendampingan tata kelola organisasi adalah pengurus dan anggota KWT mampu menyusun anggaran dasar/anggaran rumah tangga. Peningkatan peran aktif anggota KWT dalam berorganisasi penting untuk keberlanjutan berdirinya sebuah organisas