Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
    1771 research outputs found

    OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) MELALUI INTERAKSI BIOCHAR BERLAPIS ASAM HUMAT DAN JARAK TANAM

    Full text link
    Land degradation challenges rice productivity in Indonesia, demanding innovative agronomic solutions. This study evaluated the interaction between humic acid-coated biochar rates and plant spacing on the growth and yield of rice (var. IR-64). A field experiment using a factorial Randomized Complete Block Design was conducted in Malang. The treatments used a 2 factorial, the first factor included four biochar rates (0, 5, 10, and 15 t haâ»Â¹) and the second factor used three plant spacings (20x20, 20x30, and 20x40 cm). The result showed a significant interaction (P 0.05) between biochar rate and spacing for the number of tillers and stem diameter. The highest tiller count (35.27) was recorded in the 5 t haâ»Â¹ biochar rate, combined with 20x40 cm spacing. While the main effect of biochar on yield was not significant, plant spacing had a dominant impact; the 20x30 cm spacing yielded the highest grain weight per plot (8.74 kg). These findings highlight that rice yield optimization depends on the specific synergy between soil ameliorants and planting densit

    OPTIMALISASI WAKTU FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN BIOAKTIF TEPUNG LENGKUAS MERAH (Alpinia officinarum) MENGGUNAKAN Lactobacillus plantarum

    Full text link
    Red galangal (Alpinia officinarum) is an Indonesian native herb rich in bioactive compounds. Fermentation is a promising method to enhance these components. This study aimed to determine the optimal fermentation time using Lactobacillus plantarum to maximize the bioactive content of red galangal flour. A Randomized Block Design was employed, with fermentation times ranging from 1 to 7 days. The fermented flour was extracted using a two-step aqueous maceration process. Total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC) were analyzed spectrophotometrically. The results showed that fermentation significantly increased both TPC and TFC compared to the unfermented control. The optimal fermentation duration was 5 days, yielding the highest TPC of 1100.74 mg GAE/100 g and a significantly higher TFC of 34.30 mg QE/100 g (P 0.01). After this point, the bioactive content began to decline. This study demonstrates that a 5-day fermentation period is optimal for enhancing the phenolic and flavonoid compounds in red galangal flour, highlighting a viable method for developing functional food ingredients

    United States Strategy Change: From Build Back Better World (B3W) To Partnership For Global Infrastructure And Investment (PGII)

    Full text link
    In June 2021, U.S. President Joe Biden and G7 leaders launched the Build Back Better World (B3W) initiative – an ambitious global infrastructure partnership grounded in democratic values, transparency, and high standards. B3W was seen as a response to China’s Belt and Road Initiative (BRI), aimed at expanding its influence across developing countries. However, a year later, the United States and G7 nations introduced a new strategy known as the Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII), marking a significant shift in their approach. This study employs a qualitative research method based on discourse analysis to examine this strategic transformation. The findings indicate that the shift from B3W to PGII was driven not only by geopolitical considerations but also by domestic political dynamics in the United States, particularly resistance in Congress. Internal political pressure prompted the Biden administration to adopt a more pragmatic and realistic approach. Accordingly, this study highlights how the interplay between domestic factors and great power rivalry has shaped U.S. foreign policy directions in responding to China’s influence through the BRI. Pada Juni 2021, Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin G7 meluncurkan inisiatif infrastruktur global baru yang ambisius: Bangun Kembali Dunia yang Lebih Baik (B3W), sebuah kemitraan infrastruktur yang didorong oleh nilai-nilai, berstandar tinggi, dan transparan. B3W dipandang sebagai respons terhadap Belt and Road Initiative (BRI) yang diusung Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya di negara-negara berkembang. Namun, setahun kemudian, Amerika Serikat dan negara-negara G7 memperkenalkan strategi baru bernama Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (PGII), menandai perubahan signifikan dalam pendekatan mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis wacana untuk menelaah dinamika tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pergeseran dari B3W ke PGII tidak hanya dipengaruhi oleh konteks geopolitik, tetapi juga oleh dinamika politik domestik di Amerika Serikat, terutama resistensi dari Kongres. Tekanan politik internal mendorong pemerintahan Biden  untuk mengadopsi pendekatan yang lebih pragmatis dan realistis. Dengan demikian, studi ini menyoroti bagaimana interaksi antara faktor domestik dan rivalitas kekuatan besar membentuk arah kebijakan luar negeri AS dalan merespons pengaruh Tiongkok melalui BRI

    Analisis Kinerja Pegawai berdasarkan Disiplin Kerja, Kompensasi dan Lingkungan Kerja (Studi Pada Pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Banten)

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of Work Discipline, Compensation, and Work Environment on Employee Performance at the Regional Public Drinking Water Company Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) of Tangerang Regency, both simultaneously and partially. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The F-test results show that all three independent variables have a significant simultaneous effect on employee performance. The t-test results indicate that Work Discipline and Work Environment have a significant partial effect, while Compensation does not significantly influence performance.This study contributes a novel perspective to human resource management in the public service sector by revealing that compensation is not necessarily a key driver of employee performance. The research emphasizes the importance of strengthening a culture of discipline and providing a supportive work environment as the main pillars of employee performance. The findings suggest the need for a more integrated, technology-based human resource management strategy and a greater focus on non-financial approaches to sustain employee motivation and loyalty.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Disiplin Kerja, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Uji t secara parsial menunjukkan bahwa Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja memiliki pengaruh signifikan, sementara Kompensasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi baru terhadap studi manajemen sumber daya manusia di sektor pelayanan publik, khususnya dengan menunjukkan bahwa kompensasi bukan merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya disiplin dan lingkungan kerja yang mendukung sebagai pilar utama kinerja pegawai. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada perlunya strategi pengelolaan SDM yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, serta pendekatan non-finansial dalam menjaga motivasi dan loyalitas pegawai.  Â

    Pelatihan Dan Pendampingan Kewirausahaan Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo

    Full text link
    Rendahnya kesiapan siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo dalam berwirausaha disebabkan oleh pembelajaran kewirausahaan yang masih bersifat teoritis dan belum kontekstual dengan jurusan produktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa secara komprehensif, mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis praktik yang terintegrasi dengan Teaching Factory dan pendekatan project-based learning selama 10 hari. Rangkaian kegiatan mencakup pembekalan teori, workshop, simulasi, pendampingan konsultatif, penguatan kelembagaan usaha sekolah, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra industri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi siswa, dengan nilai rata-rata pre-test meningkat dari 61,0 menjadi 95,8 pada post-test. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rencana usaha siswa, prototipe produk inovatif, dan terbentuknya unit kewirausahaan sekolah sebagai wadah pengembangan bisnis nyata. Program ini terbukti memberikan manfaat langsung bagi siswa, sekolah, dan mitra, serta memperkuat sistem pendidikan vokasi sebagai model pembelajaran kewirausahaan berbasis kompetensi yang efektif. Disarankan agar program serupa direplikasi di sekolah vokasi lain dengan penyesuaian karakteristik lokal

    Penyuluhan Penulisan Ilmiah bagi Guru MTs: Strategi Praktis Menuju Publikasi Akademik

    Full text link
    Permasalahan rendahnya kompetensi guru MTs Miftahul Huda Silir Wates–Kediri dalam penulisan karya ilmiah menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Minimnya pelatihan teknis, keterbatasan akses referensi ilmiah, serta rendahnya kepercayaan diri dalam menulis ilmiah menjadi faktor penyebab utama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan motivasi guru dalam menyusun artikel ilmiah, sekaligus menumbuhkan budaya literasi akademik yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi melalui workshop partisipatif, yang terdiri dari sesi teori, praktik menulis, pelatihan penggunaan aplikasi referensi (Mendeley), serta simulasi pengecekan plagiarisme menggunakan Turnitin. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui angket, wawancara, serta analisis terhadap draf artikel peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% peserta mampu menyusun artikel ilmiah secara utuh dan 90% menganggap kegiatan ini sangat bermanfaat. Kegiatan ini juga menghasilkan terbentuknya komunitas literasi guru sebagai forum kolaboratif dalam pengembangan tulisan ilmiah. Kesimpulannya, pendekatan berbasis praktik reflektif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas literasi ilmiah guru madrasah. Disarankan agar model kegiatan ini direplikasi di madrasah lain, serta direkomendasikan untuk didukung dengan program pendampingan lanjutan dan kolaborasi kelembagaan bersama perguruan tinggi guna menjaga kesinambungan hasil kegiatan.Â

    Pelatihan Video Content Creator Sebagai Upaya Peningkatan Ketrampilan Dan Kesejahteraan Pemuda Dan Karang Taruna Di Desa Kucur

    Full text link
    Rendahnya kesiapan siswa SMKN 3 Buduran Sidoarjo dalam berwirausaha disebabkan oleh pembelajaran kewirausahaan yang masih bersifat teoritis dan belum kontekstual dengan jurusan produktif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa secara komprehensif, mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis praktik yang terintegrasi dengan Teaching Factory dan pendekatan project-based learning selama 10 hari. Rangkaian kegiatan mencakup pembekalan teori, workshop, simulasi, pendampingan konsultatif, penguatan kelembagaan usaha sekolah, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra industri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi siswa, dengan nilai rata-rata pre-test meningkat dari 61,0 menjadi 95,8 pada post-test. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rencana usaha siswa, prototipe produk inovatif, dan terbentuknya unit kewirausahaan sekolah sebagai wadah pengembangan bisnis nyata. Program ini terbukti memberikan manfaat langsung bagi siswa, sekolah, dan mitra, serta memperkuat sistem pendidikan vokasi sebagai model pembelajaran kewirausahaan berbasis kompetensi yang efektif. Disarankan agar program serupa direplikasi di sekolah vokasi lain dengan penyesuaian karakteristik lokal

    Pelatihan Pembuatan Kompos Daun Pisang dengan Biochar Sekam Padi sebagai Solusi Ramah Lingkungan

    Full text link
    Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City, some residents in RW 06 run a home industry producing lontong, contributing to economic growth and employment. However, this industry's growth impacts the environment, especially the accumulation of banana leaf waste from lontong wrappers. This waste is often dumped on the riverbank, resulting in a decline in environmental quality and pollution, while waste management officers cannot handle the increasing volume of waste. The remaining leaves are generally thrown away, potentially creating environmental problems if not appropriately managed, including the risk of flooding. Although often considered waste, banana leaves have the potential to be useful compost material. Proper processing of banana leaves can be an effective organic fertilizer, reduce waste volume, and utilize resources sustainably. However, the high cellulose in banana leaves can slow decomposition if not appropriately handled. Another obstacle is the lack of knowledge and access to efficient technology for processing banana leaves into compost. Environmental factors such as humidity and temperature also affect the quality of compost. Therefore, making banana leaf compost with rice husk biochar can be an effective solution that benefits the community and the environment. Training in making banana leaf compost with the addition of rice husk biochar effectively increases community capacity, reduces organic waste, and opens up new economic opportunities through environmentally friendly waste management.ABSTRAKDesa Mejosari di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, sebagian warganya di wilayah RW 06 menjalankan industri rumah tangga yang memproduksi lontong, yang berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan lapangan kerja. Namun, pertumbuhan industri tersebut berdampak pada lingkungan, khususnya penumpukan limbah daun pisang dari pembungkus lontong. Limbah ini sering dibuang di tepi sungai, yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran, termasuk risiko bencana seperti banjir. Meski sering dianggap limbah, daun pisang memiliki potensi sebagai bahan kompos yang berguna. Pengolahan yang tepat, daun pisang dapat menjadi pupuk organik yang efektif, mengurangi volume limbah, dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Namun, tinggi selulosa dalam daun pisang dapat memperlambat proses dekomposisi jika tidak ditangani dengan baik. Kendala lain adalah kurangnya pengetahuan dan akses terhadap teknologi yang efisien untuk pengolahan daun pisang menjadi kompos. Oleh karena itu, penerapan metode pembuatan kompos daun pisang dengan biochar sekam padi bisa menjadi solusi yang efektif, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Pelatihan pembuatan kompos daun pisang dengan tambahan biochar sekam padi, efektif dalam menekan limbah organik, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengelolaan sampah yang ramah lingkungan

    Penerapan Desain Lambung Berbasis Variasi Sudut Deadrise untuk Meningkatkan Efisiensi Perahu Wisata Skala Kecil di Waduk Lecari

    Full text link
    Lecari Reservoir in Wringinagung Village, Gambiran, Banyuwangi, is a new natural tourism destination resulting from a community initiative that has successfully transformed a slum area into a clean and comfortable tourist area. Although the number of visitors is relatively high, especially on weekends, tourism development still faces obstacles such as the lack of variety of water rides, so visitors easily get bored. The solution offered is the design of a two-person tourist boat, with attention to good maneuverability so that it can operate optimally in the relatively narrow reservoir (area 1,829 m², depth 7 meters, width ± 25 meters). Maneuverability analysis is the primary focus because it affects the safety and comfort of boat operations. As part of the community service activities, research was also conducted to evaluate the effect of variations in the deadrise angle of the boat's hull on the Curve of Sectional Area (CSA) and boat resistance performance through numerical simulations. Five deadrise angle configurations (13°, 15°, 17°, 19°, and 21°) were tested at a speed of 15 knots. The results show that a 21° deadrise angle produces the lowest total resistance of 0.66 kN, thus recommending its application in the design of tourist boats in Lecari Reservoir. The results of this community service contribute to the design of a more efficient and environmentally friendly small-scale tourist boat hull to support the development of local tourism based on natural potential.ABSTRAKWaduk Lecari di Desa Wringinagung, Gambiran, Banyuwangi, merupakan destinasi wisata alam baru hasil inisiatif warga yang berhasil mengubah kawasan kumuh menjadi area wisata yang bersih dan nyaman. Meski jumlah pengunjung cukup tinggi, khususnya pada akhir pekan, pengembangan wisata masih menghadapi kendala pada kurangnya variasi wahana air, sehingga pengunjung mudah merasa bosan. Solusi yang ditawarkan adalah perancangan perahu wisata berkapasitas dua orang, dengan memperhatikan kemampuan manuver yang baik agar dapat beroperasi optimal di waduk yang relatif sempit (luas 1.829 m², kedalaman 7 meter, lebar ±25 meter). Analisis manuver menjadi fokus utama karena mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan operasional perahu. Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian, dilakukan juga penelitian untuk mengevaluasi pengaruh variasi sudut deadrise lambung perahu terhadap Curve of Sectional Area (CSA) dan kinerja tahanan perahu melalui simulasi numerik. Lima konfigurasi sudut deadrise (13°, 15°, 17°, 19°, dan 21°) diuji pada kecepatan 15 knot. Hasil menunjukkan bahwa sudut deadrise 21° menghasilkan tahanan total terendah sebesar 0,66 kN, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan pada desain perahu wisata di Waduk Lecari. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan kontribusi dalam perancangan lambung perahu wisata skala kecil yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mendukung pengembangan wisata lokal berbasis potensi ala

    Sweet Potato Leaf-Based Functional Drinks for Anemia Prevention in Stunting Locus Areas of Kuningan Regency

    Full text link
    Stunting remains a significant public health concern despite a decline in prevalence from 24.4% (2021) to 21.6% (2022), as reported by the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). One strategy to address stunting is preventing anemia in adolescents. This study examines the effectiveness of a sweet potato leaf-based functional drink in preventing anemia among adolescents in the Nusaherang Health Center, Kuningan Regency, where sweet potato cultivation is abundant. A quasi-experimental pre-test and post-test control design was used, with stratified random sampling to select adolescents aged 10–19 years who met inclusion criteria. Hb levels were measured before and after the intervention. Results showed a median Hb level increase from 11 to 12, with a p-value 0.001, indicating a statistically significant improvement. These findings suggest that sweet potato leaf-based functional drinks are effective in preventing anemia, offering a cost-efficient and accessible intervention for adolescent health

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇