Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
Menjaga Asa Ekonomi Desa: Studi Keberlanjutan Kelembagaan BUM DESA Larasati
BUM Desa is a legal entity established by the village and/or together with the village, which is used to manage the company, use assets, develop investment and productivity, provide services, and provide other types of activities. One of the BUM Desa that is growing rapidly in Tulungagung is BUM Desa Larasati. Even though institutional sustainability has developed, it must still be considered. This study aims to determine and analyze the institutional sustainability of BUM Desa Larasati. The type of research used is qualitative with a case study approach. The data collection technique used is by conducting observations, interviews, documentation, and literature studies. Determination of research subjects was carried out using purposive sampling technique. The analysis in this study is based on the concept of institutional sustainability by Uphoff (1986) in Rydin (2010) Â Â that sustainability can be seen from 3 components, namely adequate resources, organization and having rules of the game (norm). The results of the study indicate that the sustainability of the BUM Desa Larasati has good Resources, Organization, and Norms and can support institutional sustainability.BUM Desa adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa, yang digunakan untuk mengelola perusahaan, menggunakan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, memberikan pelayanan, dan menyediakan jenis kegiatan lainnya. Salah satu BUM Desa yang berkembang pesat di Tulungagung adalah BUM Desa Larasati. Walaupun sudah berkembang keberlanjutan kelembagaan tetap harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa keberlanjutan kelembagaan dari BUM Desa Larasati. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Penentuan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada konsep keberlanjutan kelembagaan oleh Uphoff (1986) dalam Rydin (2010) Â bahwa keberlanjutan dapat dilihat dari 3 komponen yaitu Sumberdaya (Resources) yang memadai, organisasi (Organization) dan memiliki aturan main (Norm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan BUM Desa Larasati mempunyai Resource, Organization, dan Norm yang baik dan dapat mendukung keberlanjutan kelembagaan
Membangun Ketahanan Pemuda berbasis Modal Sosial dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika: Studi Tiga SMA di Jakarta Selatan
This research is based on the high rate of drug abuse among young people. The high rate of abuse has an impact on the vulnerability of the community in terms of social, economic and health. This research aims to identify the forms of social capital that contribute to young people's resilience, by focusing on several youth communities in the South Jakarta area. Using the social capital theory proposed by Robert D. Putnam, this research explores the role of norms, social networks and trust in creating a supportive environment for drug abuse prevention through a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data collection techniques used interviews and document studies. Interviews were conducted with teacher and student from three senior high schools in South Jakarta. The results showed that the anti-narcotics norms socialized by schools through cooperation with BNN can help build students' collective awareness. To form social capital that contributes to young people's resilience is not easy. It requires a process through the social network support that BNN builds with schools through extracurricular activities and student council involvement and the group communication built through it. This is a form of emotional support that can prevent young people from getting involved with drugs. Positive meanings through communication between teachers and students, students and other students, both interpersonal communication and routine and intensive group communication in social networks contribute to the formation of social capital that can build young people's resilience to drugs.Penelitian ini didasari oleh tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan orang muda. Tingginya angka penyalahgunaan berdampak pada kerentanan masyarakat dari segi sosial, ekonomi dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, dengan memusatkan perhatian pada beberapa komunitas remaja di kawasan Jakarta Selatan. Dengan menggunakan teori modal sosial yang dikemukakan oleh Robert Putnam, penelitian ini mengeksplorasi peran norma, jaringan sosial dan kepercayaan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa dari tiga SMA di Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma antinarkotika yang disosialisasikan sekolah melalui kerja sama dengan BNN dapat membantu membangun kesadaran kolektif siswa. Untuk membentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, tidak mudah. Membutuhkan proses melalui dukungan jaringan sosial yang dibangun BNN dengan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keterlibatan OSIS serta komunikasi kelompok yang dibangun melaluinya. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat mencegah orang muda untuk terlibat dengan narkotika. Pemaknaan yang positif melalui komunikasi guru dengan siswa, siswa dengan siswa lainnya baik komunikasi interpersonal maupun komunikasi kelompok yang rutin dan intensif dalam jaringan sosial berkontribusi kepada terbentuknya modal sosial yang dapat membangun ketahanan orang muda terhadap narkotika
Prevensi Infertilitas Melalui Skrining dan Edukasi PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) Pada Remaja Putri
Keberhasilan suatu negara salah satunya ditentukan dari kualitas generasi muda yang dimiliki. Usia remaja merupakan usia pubertas, dimana pada usia ini rentan memicu ketidakstabilan hormon. Wanita remaja dengan PCOS berisiko mengalami gangguan kualitas hidup termasuk, gangguan kesuburan (infertil), gangguan psikologis dan perilaku termasuk depresi, gangguan bipolar, kegelisahan dan gangguan makan dan sindroma metabolik. Hasil survei yang dilakukan pada bulan Mei Tahun 2024 menunjukkan terdapat gejala PCOS pada siswi SMKN 13. Hal ini perlu segera ditindaklanjuti agar komplikasi infertilitas dan penyakit metabolik dapat dihindari sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang PCOS, mendeteksi gejala PCOS pada remaja, dan memodifikasi gaya hidup remaja putri agar terhindar dari PCOS. Kegiatan pengabdian ini menggunakan intrumen “Primary care prescreening tool for PCOS†sebagai alat skrining tanda dan gejala PCOS. Kegiatan skrining mendapatkan data sebanyak tanda dan gejala PCOS pada 70% (35 orang) siswi. Kemudian edukasi pencegahan PCOS dan infertilitas menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik sebesar 41% dan cukup sebesar 50%. Tindakan memodifikasi gaya hidup remaja putri dilakukan dengan cara memberikan buku panduan pola nutrisi dan aktivitas yang sehat untuk sistem reproduksi serta memberikan penjelasan menerapakan gaya hidup sesuai buku panduan. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan gaya hidup remaja putri terhadap pencegahan PCOS dan infertilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai sangat bermanfaat dan penting, karena diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas remaja putri.Â
Pendampingan Pelatihan Analisis Gula Dan Molase PT Pabrik Gula Rajawali I
Dinamika pendidikan di Indonesia terus berupaya mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku bisnis menjadi sarana yang efektif untuk memastikan relevansi kurikulum dan mempercepat pemecahan masalah di dunia kerja nyata. Universitas WR. Supratman (UNIPRA) di Surabaya bekerja sama dengan PT PG Rajawali I, sebuah perusahaan industri gula, untuk meningkatkan standar mutu produksi melalui pelatihan bagi karyawan. Fokus pelatihan ini adalah analisis gula dan molase, sehingga karyawan PT PG Rajawali I dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mendalam terkait analisis gula dan molase. Sebanyak 25 karyawan PT PG Rajawali I dilibatkan dalam pelatihan, yang diselenggarakan oleh dosen dan alumni UNIPRA, dengan mengacu pada standar nasional terbaru. Pelatihan ini terdiri dari dua sesi: teori dan praktik. Pelatihan ini telah berhasil memperkaya pengetahuan yang menggabungkan teori mendalam dengan praktik langsung di laboratorium, sehingga mampu mendapatkan hasil evaluasi keberhasilan berdasarkan nilai peserta (rata-rata di atas 75) serta meningkatkan antusiasme kerja staf di departemen produksi, laboratorium, serta riset dan pengembangan.Â
ANALYSIS OF PROBLEM SOLVING ABILITY BASED ON POLYA'S THEORY OF LAND CADETS IN APPLIED MATHEMATICS COURSE
Purpose: This research aims to determine the initial problem solving ability of land cadets in applied mathematics courses. Methods: This research method is descriptive quantitative, where this method is taken to describe the condition situation with descriptive quantitative description. Abalysis: The research subjects were cadets of the D-IV Land study programme of the National Land College who took applied mathematics courses in the 2024/2025 academic year. The research data studied in this study are cadets' answer sheets on the pre-test. Result and discussion: From the results of the study, it was concluded that the problem solving ability of cadets was in the "very poor" category with the most dominant indicator of problem solving ability was the ability to plan problem solving, which was 74.62%. In addition, the indicators of problem-solving skills that are still lacking are indicators of understanding the problem, planning the problem, and indicators of checking back taken, which respectively have a mastery percentage of 16.5, 9.5% and 2% and 54.62%. Conclusion: With this we know the condition of students, weaknesses, strengths and what to do in order to improve problem solving skills
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM POSING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MEDIA INTERAKTIF
This study aims to determine students' perceptions of the implementation of the problem posing approach assisted by interactive media in mathematics learning, especially in shaping the professional readiness of prospective teachers. The urgency of this study is based on the importance of learning strategies that can improve critical thinking skills, creativity, and learning motivation of prospective teacher students. This study is a quantitative descriptive study involving 27 students of the mathematics education study program. Data were collected through a questionnaire consisting of ten questions grouped into three main categories, namely the problem posing aspect, interactive media, and the integration of both. The data obtained were analyzed descriptively using percentages to determine the tendency of students' perceptions of each indicator studied. The results showed that students' perceptions of the problem posing model were quite positive, with P1, P2 and P3 each scoring 77%, 86% and 87%. In the interactive media aspect, all statements (P4–P6) received very positive responses above 83%, indicating their effectiveness in facilitating understanding of concepts. The synergy between the two was also perceived very positively, with P10 recording the highest score of 98%. All items in the questionnaire were declared valid (r-count 0.381) and reliable (Cronbach's Alpha = 0.75). These findings indicate that the integration of problem posing and interactive media is effective in improving the quality of learning and shaping the professional readiness of prospective teachers. It is recommended that this approach be applied more widely in the education of prospective educators for optimal results
FROM PERCEPTION TO PERFORMANCE: INVESTIGATING STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES IN MOBILE-BASED ENGLISH PROFICIENCY TESTING
This research aims to determine the extent to which students’ English proficiency levels improve over the course of the program as measured by the British Council EnglishScore (BCES), and to evaluate the effect size of the observed change in test scores. The study employed a pre-experimental, one-group pretest-posttest design. English proficiency score was assessed through pre- and post-tests using the BCES platform. The pretest and posttest scores were analyzed using descriptive and inferential statistics. A paired samples t-test was conducted to determine statistical significance, and Cohen's d was calculated to assess the effect size of the intervention. The findings demonstrate a statistically significant improvement in students’ EnglishScore performance following the intervention. However, the effect size indicates that the gain was modest. While students showed progress on average, the improvement was not dramatic, suggesting that the impact of the short-term intervention was limited. These results highlight the importance of sustained instructional design and the need for realistic expectations when implementing short-term English language programs. Future research should consider longer-term interventions, incorporate control groups for comparison, and include qualitative data to better understand learners' experiences and engagement with digital proficiency assessments
ANALISIS POTENSI DESA PANAMBANGAN KABUPATEN CIREBON SEBAGAI DESA WISATA BERBASIS PARTICIPATORY MAPPING
Panambangan Village has been designated as a tourist village in Cirebon Regency; however, its potential has not been optimally managed due to a lack of comprehensive planning. The purpose of this study is to analyze the potential of Panambangan Village and formulate recommendations for its development concept as a community-based tourism village. The research method employed is a descriptive qualitative approach, with a special emphasis on participatory mapping, which was implemented through focus group discussions (FGDs). This research process consists of three main stages: potential inventory, analysis, and formulation of recommendations. The results showed that Panambangan Village has significant potential, including natural attractions such as mountain views, rice fields, and rivers, supported by good environmental quality, as well as cultural potential. Basic infrastructure is adequate for supporting tourism, and the other side infrastructure, such as transportation and accommodation access, still requires improvement. The culmination of this research, through participatory mapping activities, successfully mapped the village's potential points, which were then grouped into three recommended development zones: the revitalization zone, the settlement zone, and the cultural zone
Analisis Eksternalitas Pembangunan Pada Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Studi pada Masyarakat Kabupaten Tulungagung)
One of the development processes that must be carried out by a country physically is infrastructure development. Infrastructure development has an important role in fostering social interaction and ensuring the stability of the economic system. This study aims to examine the externalities and impacts of toll road development in the Kediri-Tulungagung area. In this aspect, several theoretical frameworks are used, namely impact analysis and SWOT analysis. The research method uses two types, namely qualitative to describe data and documentation and quantitative to analyze the precision of the impact on the community around the toll road development. The results have a positive impact on the distribution channels of goods and services, especially for large business actors in the Kediri-Tulungagung area, but there are some negative impacts on the environment and small economy around the development. Researchers recommend that they can cooperate with small and medium economic actors to be able to collaborate either through toll road business entities or in other forms such as BUMD and the government can provide facilities in the form of support facilities that are indeed provided for investors, both small and large scale.Salah satu proses pembangunan yang harus dilakukan suatu negara secara fisik adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam membina interaksi sosial dan menjamin stabilitas sistem perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti eksternalitas beserta dampak dari pembangunan jalan tol di wilayah Kediri-Tulungagung. Pada aspek ini menggunakan beberapa kerangka teoritis yaitu analisa dampak dan analisa SWOT. Metode penelitian menggunakan dua jenis yaitu kualitatif untuk dapat mendeskripsikan data dan dokumentasi dan kuantitatif untuk menganalisa kepresisian dari dampak pada masyarakat di sekitar pembangunan jalan tol. Hasilnya memiliki dampak positif pada jalur distribusi barang dan jasa terutama bagi para pelaku usaha besar yang berada pada wilayah Kediri-Tulungagung, namun terdapat sebagian dampak negatif pada lingkungan dan ekonomi kecil di sekitar pembangunan. Peneliti merekomendasikan untuk bisa bekerjasama dengan para pelaku usaha ekonomi kecil menengah untuk dapat berkolaborasi baik melalui badan usaha jalan tol maupun dalam bentuk yang lain seperti BUMD dan pemerintah dapat memberikan sarana berupa dukungan fasilitas yang memang disediakan bagi investor baik skala kecil maupun besar
Dari Kultural ke Elektoral: Peran Modal Sosial Etnis dan Agama dalam Strategi Politik Pasangan H.Priyanto Pamungkas-Hj.Umi Laila pada Pilkada Kabupaten Pringsewu Tahun 2024
Pringsewu Regency has so far held 3 (three) regional head elections, namely the 2011, 2017 and most recently the 2024 elections, which will coincide with the simultaneous regional head elections on November 27, 2024. In this regional election, there were four candidate pairs, and the pair of H. Riyanto Pamungkas as Regent and Hj. Umi Laila as Deputy Regent were elected for the 2025-2030 period. The couple H. Riyanto Pamungkas and Hj. Umi Laila is a couple that is an alliance of modernist Islam and traditional Islam. The regent was supported by the Prosperous Justice Party, and the deputy regent was an elite NU administrator and also the chairman of the Gerindra Party of Pringsewu Regency. With this combination, the pair has strong social capital with the majority of Muslims in Pringsewu Regency reaching 95%. The couple is also ethnically Javanese, and this is relevant because almost 80% of Pringsewu's population is Javanese, thus the theory of social capital as theorized by Putnam and Bourdeu can be used to analyze social capital in regional elections.The results of this study found that all the social capital possessed by the couple H. Riyanto Pamungkas and Hj. Umi Laila has the potential to be transformed into political strength and support, in the form of social networks, values and identities, friends and neighbors, as well as the support of the central figure of Pringsewu Regency, KH. Sujadi Saddat. The relationship between social capital or modality in the politics of winning elections is confirmed in this study. Kabupaten Pringsewu hingga saat ini telah melakukan 3 (tiga) kali pemilihan kepala daerah, yakni pilkada tahun 2011, 2017 dan terakhir tahun 2024 karena berbarengan dengan pilkada serentak tanggal 27 November 2024. Dalam pilkada kali ini terdapat 4 (empat) pasangan calon, dan yang kemudian terpilih pasangan calon H. Riyanto Pamungkas sebagai Bupati dan Hj. Umi Laila sebagai wakil Bupati untuk periode 2025-2030. Pasangan H. Riyanto Pamungkas dan Hj. Umi Laila adalah pasangan yang merupakan aliansi islam modernis dan islam tradisional. Pihak bupati diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, dan wakil bupati merupakan elit pengurus NU dan juga ketua Partai Gerindra Kabupten Pringsewu. Dengan kombinasi tersebut maka pasangan ini memiliki modal sosial yang kuat dengan mayoritas penganut islam di Kabupaten Pringsewu mencapai 95 % . Pasangan ini juga secara etnisitas adalah Jawa, dan ini relevan karena hampir 80 % penduduk Pringsewu adalah Jawa, dengan demikian teori modalitas/modal sosial seperti yang di teorikan oleh Putnam dan Bourdeu dapat dipakai untuk melakukan analisis modal sosial dalam pilkada.Hasil dari penelitian ini menemukan semua modal sosial yang dipunyai pasangan H. Riyanto Pamungkas dan Hj. Umi Laila memiliki potensi untuk diubah menjadi kekuatan politik dan dukungan, baik berupa jaringan sosial, nilai dan identitas, teman dan tetangga dan juga dukungan tokoh sentral kabupaten Pringsewu KH. Sujadi Saddat. Hubungan modal sosial atau modalitas dalam politik pemenangan pilkada terkonfirmasi dalam penelitian ini.Â