Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
1771 research outputs found
Sort by
Table Disaster Exercise (TDE) Simulation Media For Improving Knowledge Of Nursing Students In Conducting Triage
Disasters are a series of events that disrupt and threaten social life with natural and non-natural causes (human factors) resulting in loss of life, property damage, and psychological impacts. One of the obstacles to overcoming health problems in disaster areas is the lack of knowledge and disaster management skills from nurses and other health workers which has an impact on poor health services. This thing gives the public the impression that medical and nursing personnel are late in responding to all disaster events. The absence of disaster learning during lectures causes graduated nurses to not have adequate knowledge and skills. Tabletop Disaster Exercise (TDE) is one Media to measure preparedness in disaster management by the reactions of training participants through scenarios. Thus, this research aims to determine Tabletop Disaster Exercise (TDE) Simulation Media to Increase Students' Triage Knowledge of Disaster Victims. The Ministry of Health Pangkalpinang Health Polytechnic is one of the higher vocational education institutions having a Nursing study program whose vision is to produce competitive nurse graduates in the emergency field. Students are expected to be equipped with knowledge about providing basic life support and the ability to deal with disasters. This study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group pre-test and post-test design. The population included all nursing students at the Pangkalpinang Health Polytechnic, with a sample size of 60 respondents identified through non-probability purposive sampling. The sample was divided into two groups: a control group of 30 respondents and a treatment group of 30 respondents. The research instrument was a questionnaire administered before and after the intervention. The dependent variable was the level of student knowledge regarding the use of Tabletop Disaster Exercise (TDE) media
Implementasi Kebijakan Terkait Hari dan Jam Kerja Pegawai ASN di Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional
This research aims to determine the causal factors that influence the implementation of policies regarding employee working days and hours within BRIN. This research uses a qualitative method with a case study approach. The data collection method used was interviews with participants. The selection of participants was carried out using purposive sampling technique. The interview results were then analyzed by processing the information into written segments or coding, then determining sub-themes and themes of research findings based on the coding that emerged. The results of this research show that policy implementation is influenced by communication and resource factors, while bureaucratic disposition and structure do not influence the implementation of working day and hour policies in the BRIN environment. The resource factor is the most dominant factor influencing the implementation of working days and hours policies within the BRIN environment.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang memengaruhi implementasi kebijakan terkait hari dan jam kerja pegawai di lingkungan BRIN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara kepada partisipan. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling (teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu). Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengolah informasi menjadi segmen-segmen tulisan atau koding, selanjutnya menentukan sub tema dan tema temuan penelitian berdasarkan koding yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan hari dan jam kerja di lingkungan BRIN dipengaruhi oleh faktor komunikasi dan sumber daya. Faktor sumber daya merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi implementasi kebijakan hari dan jam kerja di lingkungan BRIN
Representasi dan Konstruksi Iklan Pada Produk Kosmetik Halal di Media Sosial
Indonesia is a country with a majority Muslim population and has an influence on developing culture, including the pattern of consumerism among the Indonesian Muslim community. Based on these conditions, companies that create halal certified products. Starting from products consumed directly or indirectly. Several products other than food and drinks in Indonesia that have halal certification include cosmetic products. This research aims to analyze the representation and construction of advertising for halal cosmetic products on social media, especially Instagram. This research uses a qualitative method with Roland Barthes' semiotic approach to examine the form of signs and signifiers. This research uses the perspective of Network Society theory (Jurgen Habermas) to analyze the forms of norms and lifewords in halal product advertisements. This research is based on media analysis so that the data collection technique is through advertisements obtained from Instagram. The research results show that representation in symbolic form in advertisements for cosmetic products with halal logos can be seen from the use of models, words and scenarios created by producers. The norms used are religious norms because the cosmetic products used by Muslim women are halal products. Meanwhile, lifeworld is the message the producers want to convey.AbstrakIndonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dan berpengaruh terhadap kultur yang berkembang, termasuk pola konsumerisme di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Berangkat dari kondisi tersebut, perusahaan yang menciptakan produk bersertifikasi halal. Mulai dari produk yang dikonsumsi secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa produk selain makanan dan minuman di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi halal diantaranya produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dan konstruksi iklan pada produk kosmetik halal di media sosial, teutama Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengkaji bentuk tanda dan penanda. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Masyarakat Jejaring (Jurgen Habermas) untuk menganalisis bentuk norma dan lifeword dalam iklan produk halal. Penelitian ini berbasis analisis media sehingga teknik pengumpulan data melalui iklan yang diperoleh dari Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi dalam bentuk simbolik pada iklan produk kosmetik dengan logo halal telihat dari penggunaan model, kata-kata serta skenario yang dibuat oleh produser. Norma yang digunakan adalah norma agama dikarenakan produk kosmetik yang digunakan wanita muslim adalah produk yang halal. Sedangkan lifeworld adalah pesan yang ingin disampaikan oleh produsen
Pengembangan Desain Master Plan Taman Rekreasi Sebagai Upaya Peningkatan Potensi Wisata Berbasis Alam Di Desa Wonokerso
Desa Wonokerso yang terletak di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang merupakan sebuah desa dengan topografi yang relative datar. Wilayah desa yang relative datar membuat sebagian lahan desa digunakan sebagai lahan pertanian padi. Dengan letak yang strategis, yang dilalui jalan utama penghubung ke Kepanjen, Desa Wonokerso menjadi area yang cocok untuk pengembangan taman hiburan atau rest area. Peningkatan potensi wisata Desa Wonokerso dengan pembuatan master plan rest area ini telah dimulai oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Akan tetapi pengembangan taman rekreasi masih diperlukan, terutama di penambahan kolam renang anak. Oleh karena itu dalam pengabdian wilayah mitra ini, solusi yang ditawarkan adalah pelaksanaan re-desain master plan rest area atau taman hiburan dengan penambahan kolam renang anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masayarakat adalah membuat desain master plan rest area dan kolam renang. Metode yang digunakan adalah model pendampingan partisipatif akan dilakukan dalam proses desain master plan. Warga desa, Bumdes, dan perangkat desa secara aktif dilibatkan dalam proses desain, agar kebutuhan warga terwadahi dengan tepat di dalam desain. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan master plan yang menjadi pedoman oleh masyarakat desa. Selain itu warga, Bumdes maupun perangkat desa menyatakan puas dengan hasil desain master plan taman rekreasi di Desa Wonokerso.Â
Pelestarian Kawasan Konservasi Pengelolaan Hutan Lindung Dan Penguatan Usaha Desa
Program pemberdayaan petani hutan untuk konservasi dan restorasi ekosistem yang telah dilakukan oleh Pemdes Jetak Kecamatan Montong kabupaten Tuban pada tahun 2022 dipandang cukup efektif untuk memanfaatkan lahan di bawah tegakan hutan, namun kesinambungan program dalam bentuk pelestarian masih terus diperlukan. Pelestarian kawasan konservasi pengelolaan hutan masih perlu digalakkan agar terjadi keseimbangan ekosistem. Di lain pihak tumbuhnya kelompok usaha baru sebagai sumber penghasilan rumah tangga di luar sektor pertanian (batik, makanan dari produk pertanian, dan pewarna alami batik). Namun masih mengalami beberapa kendala yang berkaitan dengan produksi daun tanaman, manajemen produksi pewarna batik, legal formal ijin usaha, brand produk dan pemasaran digital. Untuk itu perlu penguatan usaha desa sebagai program yang dapat mengatasi kendala tersebut.  Di bawah tegakan pohon masih banyak lahan yang pengelolaannya kurang maksimal sehingga berpotensi dikelola untuk tanaman indigofera tinctoria sebagai bahan baku pewarna alami kain batik dengan inovasi teknologi pemupukan yang menerapkan biochar. Program bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan budidaya tanaman di bawah tegakan hutan serta penguatan usaha desa. Optimalisasi pemanfaatan lahan dilakukan dengan scalling up agroforestri kopi. Penguatan usaha desa dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan legal formal perijinan, branding produk, dan pemasaran digital. Hasil dari program ada penambahan agroforestry kopi dari 3.000 pohon menjadi 4.500 pohon, ada formal legal ijin usaha desa, dan tersedia toko online untuk produk desa. Agar ekosistem hutan lindung terjaga maka program konservasi perlu terus diupayakan. Disamping itu sebagai program keberlanjutan usaha desa, maka Pemdes perlu mendorong pelaku usaha agar memanfaatkan toko online yang tersedia
Pelatihan dan Pendampingan Ekstraksi Minyak Maggot dan Penepungan Maggot di UKM Grand Larva Kota Malang
 Black Soldier Fly (BSF) larvae can bioconvert organic waste quickly. Grand Larva SME cultivates BSF larvae to bioconvert restaurant and domestic waste as feed for BSF larvae growth. So far, Grand Larva SME only produces fresh and dry BSF larvae. Even though BSF larvae can still be processed into maggot flour and oil which have high selling value. BSF larvae flour has a high protein content of 46 – 78% potential for animal feed, while BSF larvae oil contains oil with a lauric fatty acid content of up to 60% which can be used for pharmaceuticals and cosmetics. This community service introduces siege process and oil extraction technology to partners. The methods used are in the form of lectures, training and mentoring. Result of this community service, partners can absorb and apply the technology provided so that they can diversify maggot products. The results of applying technology from 3 kg of fresh maggots produce 1 kg of roasted maggots. Meanwhile, roasted maggot after pressing (oil extraction) produces 55% oil and 45% maggot cake. Maggot meal is then processed into maggot flour. This diversification of maggot products can increase sales value and increase income.ABSTRAKMaggot adalah larva dari BSF (Black Soldier Fly) sejenis lalat yang dapat melakukan biokonversi sampah organik dengan cepat. UKM Grand Larva membudidayakan maggot untuk melakukan biokonversi sampah restoran dan domestik sebagai makanan untuk pertumbuhan maggot. Selama ini UKM Grand Larva hanya menghasilkan maggot dalam keadaan segar dan kering. Padahal maggot masih dapat diolah menjadi tepung dan minyak maggot yang mempunyai nilai jual tinggi. Tepung maggot mempunyai kandungan protein tinggi 46 – 78% potensial untuk pakan ternak, sementara minyak maggot mengandung minyak dengan kandungan asam lemak laurat sampai 60% yang dapat digunakan untuk farmasi dan kosmetik. Pengabdian kepada masyarakat ini melakukan introduksi teknologi penepungan dan ekstraksi minyak kepada mitra. Metode yang digunakan dalam bentuk ceramah, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pengabdian masyarakat ini mitra dapat menyerap dan mengaplikasikan teknologi yang diberikan sehingga dapat melakukan diversifikasi produk maggot. Hasil penerapan teknologi dari 3 kg maggot segar dihasilkan 1 kg maggot sangrai. Sementara maggot sangrai setelah dilakukan pengepresan (ekstraksi minyak) menghasilkan 55% minyak dan 45% bungkil maggot. Bungkil maggot selanjutnya diolah menjadi tepung maggot. Diversifikasi produk maggot ini dapat meningkatkan nilai jual dan peningkatan pendapatan
IMPLEMENTASI MEDIA MOTARO BERBASIS TPACK PADA PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
The purpose of this research is to improve students learning motivation by using TPACK-based MOTARO media in social studies subjects. The type of research method is classroom research which is carried out for 2 cycles. Data analysis was carried out through interviews, observations, questionnaires and documentation to see the level of students learning motivation after using TPACK-based MOTARO media in social studies subjects. The results of observing student motivation obtained a score percentage of 71%, including the high motivation category, and at the second meeting using media, the average class obtained a score percentage of 82%, including the very high motivation category. Then it was obtained through a learning motivation questionnaire that students got the class average score at the first meeting with a percentage of 74% which was included in the high motivation category and at the second meeting there was an increase with the class average with a percentage of 88% which was included in the very high motivation category. So, from the results of the questionnaire and observations obtained, the implementation of TPACK-based MOTARO media in social studies subjects can increase students learning motivation
KORELASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA DI PEKANBARU
The aim of this research is to find out whether there is a correlation between school principal leadership and learning effectiveness in their curriculum era at private Madrasah Ibtidaiyah schools in Pekanbaru. This research is quantitative research. This research involved 354 people, including teachers, school principals and students from four private Madrasah Ibtidaiyah located in the city of Pekanbaru. .  As a research sample, respondents who are met by chance and are willing to participate will be taken by chance (accidental sampling method). After the data was collected, the Spearman Rank statistical technique was used to analyze the correlation between two variables using Spearman rho. The results of this research are that there is a positive correlation between school principal leadership and learning effectiveness in their curriculum era at private Madrasah Ibtidaiyah schools in Pekanbaru
STIMULASI PERTUMBUHAN AWAL BENIH MELON (Cucumis melo L.) MELALUI SKARIFIKASI DAN GIBERELIN
The aim of this study was to determine the effect of scarification and gibberellin soaking on seed stimuli in melon. The study used a factorial randomized block design with two treatment factors. The first treatment factor, mechanical interruption of seed dormancy (F), consisted of two treatments: F1 = control (no treatment) and F2 = seed scarification, while the second treatment factor, ZPT gibberellin soaking (G), consisted of four levels: G1 = 0 ppm gibberellin, G2 = 20 ppm gibberellin, G3 = 40 ppm gibberellin, and G4 = 40 ppm gibberellin. The parameters observed were the early vegetative growth of melon, i.e. plant height (cm) and number of leaves (stems). The results showed that The results showed that interaction occurred due to the scarification treatment and Gibberellin soaking, with the best results brought by the scarification treatment with a Gibberellin concentration of 30 ppm on the parameters of plant height and number of leaves
PKM Pemberdayaan Petani Produktif Tembakau Na’us Dusun Kramat, Kecamatan Kranjingan, Kabupaten Jember
Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Kramat Jaya adalah kelompok petani tembakau Na’us di Desa Kramat, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, yang berdiri sejak 6 Juni 1996 dengan ketua Bapak Taufik Hidayat dan beranggotakan 100 petani. Saat ini, kelompok ini menghadapi permasalahan dalam kapasitas produksi ±65 ton per panen di lahan seluas 10 hektar akibat penggunaan peralatan manual dan keterbatasan tenaga kerja, yang memperlambat proses pengeringan tembakau. Program PKM ini bertujuan menciptakan kerja sama positif antara GAPOKTAN dan tim pelaksana untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui inovasi teknologi berupa mesin perajang tembakau, mengembangkan produk baru seperti pestisida alami, serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan berwirausaha bagi petani. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kader petani muda yang sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hasil program diharapkan dapat mempercepat proses produksi, memperluas pasar, serta memberdayakan ekonomi masyarakat Dusun Kramat. Dengan keberhasilan implementasi alat perajang, pelatihan berkelanjutan, dan diversifikasi produk, GAPOKTAN Kramat Jaya dapat menjadi model pemberdayaan petani di wilayah tersebut