Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
MEMAKSIMALKAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN MELALUI PELATIHAN DAN PERAWATAN MODUL SURYA DI DESA KALI BESAR, KECAMATAN KURAU
Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi energi terbarukan melalui pelatihan dan perawatan modul surya bagi masyarakat Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam hal pemanfaatan dan perawatan modul surya sebagai sumber energi terbarukan. Metode pelaksanaan yang diberikan adalah memberikan pelatihan dan perawatan modul surya yang sesuai dan baik bagi Masyarakat desa Kali Besar. Prioritas solusi dalam pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang potensi energi terbarukan, serta memberikan keterampilan bagi masyarakat dalam perawatan modul surya. Khalayak sasaran dari pelatihan ini adalah masyarakat Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan dan perawatan modul surya.Melalui pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi energi terbarukan di Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut dan membantu memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat setempat. Sambutan Mitra dan masyarakat cukup baik sangat membantu kelancaran pelaksanaan pengabdian. Masyarakat yang mengikuti pelatihan sangat antusias, yang digambarkan dengan pemahaman mereka yang tadinya hanya sekitar 30% menjadi 100%
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KTP-ELELTRONIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANJARMASIN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan buruknya pelayanan publik yang masih belum memenuhi syarat di negara berkembang, terlihat dari masih adanya keluhan dari masyarakat tentang buruknya pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap pelayanan KTP-EL di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin dan melakukan analisis perbaikan terhadap masing-masing unsur yang memperoleh indeks kepuasan masyarakat terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat cukup puas dengan pelayanan KTP-EL. Namun demikian, jika dimasukkan ke dalam perhitungan indeks kepuasan, hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap layanan KTP-EL memperoleh nilai 59,95 yang menempatkannya pada kategori Kurang Baik. Hal ini mungkin disebabkan oleh nilai interval kepuasan yang ditetapkan dalam Permenpan RB RI No. 14 Tahun 2017. Penelitian ini tidak hanya melihat seberapa puas masyarakat terhadap layanan, tetapi juga seberapa senang mereka terhadap layanan tersebut. Hal ini didasari oleh kemampuan untuk mengetahui analisis yang lebih mendalam karena dengan tercapainya kepuasan dan harapan dapat memudahkan masyarakat untuk memberikan rekomendasi. Hasil perhitungan ini juga menunjukkan bahwa rata-rata Indeks Harapan Masyarakat terhadap layanan KTP-EL sebesar 78,72, yang berarti semakin tinggi tingkat harapan masyarakat dibandingkan dengan tingkat kepuasan yang mereka rasakan, maka semakin besar pula tuntutan untuk meningkatkan kinerja
KUALITAS PELAYANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD PPA) TERHADAP TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA PEREMPUAN DI KOTA BANJARMASIN
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dianggap sebagai masalah sosial yang terlalu kompleks dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak terkait, mengingat dampak krusial yang dialami korban KDRT baik secara fisik maupun psikis. UPTD PPA Kota Banjarmasin sebagai pelaksana yang bertanggung jawab dalam menangani kasus KDRT dan memberikan pendampingan kepada korban juga menghadapi kendala tersendiri yang menyebabkan pelayanan terhadap korban KDRT belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pelayanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam menangani perempuan korban KDRT di Kota Banjarmasin dan kendala yang dihadapi oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam memberikan pelayanan kepada korban KDRT di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menggunakan 5 (lima) dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Hambatan yang ditemukan dari penelitian ini terkait dengan sumber daya manusia, sarana prasarana dan kerjasama dengan klien. Kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa pelayanan UPTD PPA untuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan sudah cukup baik. Sementara itu, hambatan dalam pelayanan UPTD PPA terkait dengan kurangnya sumber daya manusia, sarana prasarana yang kurang memadai, dan rendahnya kerjasama dengan klien.KUALITAS PELAYANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD PPA) TERHADAP TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA PEREMPUAN DI KOTA BANJARMASI
RANCANG BANGUN SISTEM PENCATAT KEHADIRAN DI LABORATORIUM MENGGUNAKAN RFID DAN ESP32-CAM BERBASIS IOT
Laboratorium pendidikan merupakan unit yang penting pada universitas yang terdiri dari raungan pengujian, kalibrasi dan embuatan produk skala terbatas. Pengelolaan laboratorium sangatlah penting salahsatunya adalah pencataan kehadiran mahasiswa yang menggunakan laboratorium. Salah satu kekurangan sistem pencatatan kehadiran adalah masih menggunakan formulir kertas yang mempunyai bebrapa kekurangan sehingga diperlukan suatu sistem yang mampu mencatat kehairan mahsiswa secara akurat dan tercacat secara digital serta mencacat tanggal jam nama nim dan foto mahsiswa. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem pencatat kehadiran menggunakan RFID dan ESP32-Cam terdiri dari empat tahapan yaitu mengumpulkan pustaka, Perancangan alat, pembuatan alat dan pengujian alat. Dari hasil penelitian penelitian rancang bangun sistem pencacat kehadiran dilaboratorium menggunakn RFID dan ESP32 diperoleh hasil jarak maksimal pembacaan kartu terhadap MFRC522 adalah 4.0 cm. Hasil foto yang diambil oelh ESP32-Cam menggunakan format gambar jpeg dengan kualitas gambar VGA yang mempunyai resolusi 640x480 pixel dengan ukuran file antara 19KB-21KB. Hasil dari penggunaan sistem untuk pencacat kehadiran seluruh data tercatat pada google Sheets yang terdiri dari data tanggal, jam, NIM, nama dan link foto dari mahasiswa. Kata Kunci: RFID, NodeMCU, ESP32-Cam, google sheet
SISTEM INFORMASI PELAYANAN SPKT BERBASIS WEB MOBILE DALAM MENINGKATKAN KETERJANGKAUAN PENGGUNA ( STUDY KASUS : POLSEK PRINGSEWU )
Perkembangan teknologi sistem informasi yang pesat dan hal ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Sistem informasi sangat diperlukan untuk mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas, tidak terkecuali dalam bidang kepolisian. Salah satu unit atau fungsi POLRI adalah Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang memberikan layanan kepada masyarakat, hal ini berupa penerimaan laporan dan pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat, seperti laporan kehilangan,laporan tindak pidana, atau juga penyelesaian sengketa antar warga. Peneliti melakukan wawancara pada petugas layanan SPKT di kantor Polsek Pringsewu yang masih menggunakan sistem konvensional atau manual, dimana kekurangan dari sistem ini yakni pada saat proses berlangsung membutuhkan waktu yang cukup lama, memungkinkan terjadi kesalahan dalam pencatatan dan keterlambatan dalam pencarian data yang diperlukan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi)). Pada penelitian ini menggunakan metode SDLC dalam melakukan pengembangan sistem nya, dan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sistem SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) sudah terkomputerisasi, petugas bisa mendapatkan data pemohon dengan mudah dan pengarsipan lebih efektif, sementara kemudahan untuk pemohon yaitu bisa mendapatkan informasi tentang pengaduan dengan jelas, dan pemohon tidak harus antri untuk membuat STTLP karena pengisian formulir dan persyatan dilakukan secara online bisa dimana saja. Kata kunci : Sistem Informasi, SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi
SISTEM PEMANTAUAN TERAPI INTRAVENA (IV) BERBASIS IoT UNTUK PERAWATAN LANSIA
Perkembangan teknologi yang pesat memberikan dampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang medis. Salah satu inovasi terbesarnya adalah Internet of Things (IoT), yang memungkinkan konektivitas perangkat elektronik secara efisien. Dalam konteks kesehatan, IoT telah menciptakan solusi cerdas, seperti sistem pemantauan infus untuk pasien lanjut usia yang menjalani perawatan rawat jalan. Pasien lansia sering membutuhkan terapi infus yang memerlukan pemantauan intensif. Namun, keterbatasan fisik dan kognitif sering kali membuat mereka kesulitan dalam mengoperasikan alat infus secara mandiri. Oleh karena itu, sistem pemantauan infus berbasis IoT dirancang untuk memberikan kemudahan bagi para lansia dalam memantau infus mereka dari rumah. Sistem ini memungkinkan pemantauan volume infus secara real-time dan memberikan peringatan jika terjadi masalah atau kegagalan dalam pemberian cairan. Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien lansia, memberikan rasa aman, serta mengurangi kebutuhan untuk datang ke rumah sakit secara berkala
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH TAMBAK UDANG DI KECAMATAN MANANGGU MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS
Limbah tambak udang mengandung zat organik dan anorganik yang dapat mempengaruhi kualitas air di sekitarnya, khususnya di sungai dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air limbah tambak udang di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, dengan mengukur parameter fisika dan kimia seperti suhu, TDS, TSS, salinitas, pH, DO, nitrat, nitrit, sulfat, amonia, fosfat, COD, dan BOD. Sampel diambil dari tiga titik berbeda: Titik 1 (drainase tambak), Titik 2 (aliran sungai), dan Titik 3 (muara). Analisis menggunakan metode SNI dengan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter suhu (30-31°C), TSS (15-17 mg/L), salinitas (5.000-35.000 mg/L), pH (6-7), DO (7-8 mg/L), nitrat (4-6 mg/L), nitrit (0,5-0,9 mg/L), dan BOD (11-16 mg/L) masih sesuai standar baku mutu. Namun, TDS (1.186-2.725 mg/L), sulfat (16,44-16,67 mg/L), amonia (0,66-1,16 mg/L), fosfat (0,63-0,95 mg/L), dan COD (69-98 mg/L) melebihi batas baku mutu sesuai KEPMEN-Kelautan & Perikanan No. 28 Tahun 2004
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin)
Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di kampus tersebut. Gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kampus yang semakin berkembang dan mendukung pengelolaan akademik serta administratif secara lebih optimal. Pondasi yang digunakan pada pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB adalah pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan bangunan bertingkat. Dengan hal ini peneliti mencoba untuk meneliti sebuah perbandingan pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan pondasi tiang spun pile diameter 30 cm dan 40 cm, manakah pondasi tiang yang paling ekonomis. Penelitian dilakukan di Komplek Agra Budi, Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian korelasional yaitu penelitian yang identik dengan membandingkan antara satu variabel dengan variable yang lainnya dalam penelitian tersebut. Hasil dari analisis daya dukung pondasi mini pile diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 476,74 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 2502,89 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 30 cm diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 253,83 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 989,94 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 40 cm diperoleh nilai Qult tunggal adalah sebesar 374,24 ton, dan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 1.212.,54 ton. Ditinjau dari nilai ekonomis diperoleh pondasi yang paling ekonomis adalah menggunakan pondasi tiang spun pile diameter 40 cm. Namun disisi lain kelemahan dari pondasi spun pile adalah pada proses pengiriman materialnya yang memerlukan waktu lebih lama, karna di cetak dan dibeli dari luar dari pulau Kalimantan. Biasanya memerlukan waktu berkisar antara 4-5 minggu
Analisa Biaya Siklus Hidup pada Gedung Sekolah MAN 4 Kabupaten Banjar
Ketika bangunan telah lama digunakan dan usang, nilai ekonomi dan fungsionalnya menurun secara signifikan. Terdapat permasalahan terkait kinerja bangunan, seperti lingkungan dan penggunaan material yang tidak tepat. Bangunan harus dipelihara untuk menjamin kesinambungan penggunaannya sepanjang masa manfaatnya. Rumusan masalah penelitian adalah Life Cycle Cost untuk mengukur besarnya biaya pemeliharaan pada gedung MAN 4 Banjar selama 10 tahun ke depan, dan bagian mana yang mempunyai Life Cycle Cost tertinggi dan terendah berdasarkan siklus hidup bangunan tersebut. Biaya pemeliharaan struktur dan komponen kelistrikan, mesin, tata letak eksterior dan pembersihan. Berdasarkan hasil penelitian, biaya pembangunan MAN 4 Banjar 10 tahun mendatang (2024-2033) dengan kenaikan sebesar 4,00% adalah Rp 133.961.875,00 (100%). Biaya pemeliharaan rumah MAN 4 Banjar setiap tahunnya selama 10 tahun sebesar Rp 133.961.875,00. Biaya pemeliharaan tertinggi dalam satu siklus hidup gedung MAN 4 Banjar adalah sebesar Rp. Sektor ketenagalistrikan sebesar 46.449.227 (34,67%), sektor terkecil sebesar Rp. Sektor konstruksi sebesar 624.318,00 (0,47%)