Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KABUPATEN BARITO TIMUR
Penelitian ini dengan tujuan (1) Mendeskripsikan Perencanaan supervisi akademik kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri kabupaten Barito Timur. (2) Mendeskripsikan Pelaksanaan supervisi akademik kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri kabupaten Barito Timur. (3) Mendeskripsikan Evaluasi supervisi akademik kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri kabupaten Barito Timur. (4) Mendeskripsikan Tindak lanjut supervisi akademik kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri kabupaten Barito Timur. (5) Mendeskripsikan Kendala kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri kabupaten Barito Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala madrasah dan guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik Analisis data yaitu memvalidasi data, mengorganisasikan data, penyajian data dan penafsiran data atau membuat kesimpulan.Hasil menunjukan supervisi akademik kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sebagai berikut (1) Tahap perencanaan menentukan jadwal pelaksanaan supervisi, penyusunan dokumen-dokumen pembelajaran untuk supervisi serta lembar penilaian oleh kepala madrasah. (2) Tahap pelaksanaan dengan observasi kelas dan kunjungan kelas melihat pembelajaran secara langsung kemudian mencatat dan menilai proses pembelajaran yang berlangsung tersebut. (3) Tahap evaluasi yaitu memanggil langsung guru yang disupervisi satu persatu, menyampaikan mengenai beberapa catatan maupun masukan yang berkaitan dengan hasil dari penilaian selama supervisi dilakukan seperti kesesuaian RPP dan Modul Ajar, metode, media dan teknik penilaian pembelajaran. (4) Tahap tindak lanjut setelah dilakukan evaluasi supervisi oleh kepala madrasah yaitu dengan memberikan pelatihan sebagai penguatan dan menambah wawasan pengetahuan bagi dewan guru agar lebih baik lagi kedepannya. (5) Kendala yang dihadapi oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru terutama dalam kegiatan supervisi akademik yaitu keterbatasan waktu kepala madrasah untuk memanggil dewan guru satu-persatu untuk dievaluasi, kekurangan guru dan jumlah jam guru mengajar yang sangat padat sehingga sulit untuk mengatur jadwal kegiatan supervisi, kesulitan dalam mengalokasikan waktu untuk kegiatan tindak lanjut karena padatnya jam mengajar guru
ANALISIS BIOMEKANIKA TERHADAP GERAK LAY-UP MAHASISWA OLAHRAGA STKIP PGRI BANGKALAN 2022 MENGGUNAKAN APLIKASI KINOVEA
Pentingnya analisis biomekanika dalam kegiatan olahraga untuk pengembangan gerak mekanika olahraga. Penelitian ini, menggunakan instrumen pengumpulan data menggunakan software kinovea dalam bentuk menganalisis suatu video lay-up bola basket mahasiswa pendidikan olahraga 2022 untuk mengukur seberapa tepat gerakan yang di praktekkan. Dalam penelitian ini, sebelum menganalisis data terlebih dahulu peneliti harus mengambil video atau gambar secara langsung pada saat mahasiswa pendidikan olahraga 2022 melaksanakan lay-up bola basket. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sementara pengambilan video atau gambar diambil secara langsung dengan menggunakan kamera iphone. Pada penelitian ini pengumpulan data menggunakan aplikasi kinovea, yang mana aplikasi tersebut merupakan suatu alat bantu untuk menganalisis video kondisi fisik atau gerak tubuh pada saat mahasiswa melakukan lay-up. Sampel yang akan penulis ambil dengan menggunakan metode purposive sampling, Jika sebuah populasi itu besar disebuah penelitian maka tidak mungkin dapat mempelajari keseluruhannya dikarenakan keterbatasan pada waktu dan tenaga, itu sebabnya peneliti dapat memakai sampel sebagai populasi dalam penelitian
ANALISIS HASIL BELAJAR GULING (ROLL) DEPAN MENGGUNAKAN BANTUAN BIDANG MIRING PADA SISWA SMPN 2 TAMALATEA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil pembelajaran siswa SMPN 2 Tamalatea cara guling (roll) depan dengan bantuan bidang miring. Penelitian ini bersifat deskriptif. Metode survei dan tes digunakan dalam metode ini. Sampel penelitian sebanyak 31 siswa dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes guling (roll) depan pada senam lantai. Analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase digunakan dalam analisis data. Dari data hasil keseluruhan penelitian ini menunjukkan dari 31 siswa yang mengikuti tes diketahui bahwa: hasil belajar guling (roll) depan menggunakan bantuan bidang miring pada siswa SMPN 2 Tamalatea berada pada kategori "sangat kurang" sebesar 0% (0 siswa), kategori "kurang" sebesar 21.4% (6 siswa), kategori "sedang" sebesar 53.6% (15 siswa), kategori "baik" sebesar 17.9% (5 siswa), dan kategori "sangat baik" sebesar 7.1% (2 siswa). Berdasarkan nilai rata-rata yaitu 11.07, hasil belajar guling (roll) depan menggunakan bantuan bidang miring pada siswa SMPN 2 Tamalatea masuk dalam kategori sedan
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DENGAN PENAMBAHAN DUEL STAGE KOMBINASI SUDU
Turbin angin Darrieus kombinasi adalah sebuah jenis turbin angin yang terdiri dari beberapa bentuk Darrieus rotor yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan efisiensi turbin angin. penelitian ini di tekankan pada kombinasi rotor sudu yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. Mengingat kecepatan angin di wilayah banjarmasin tergolong rendah. Sehingga di perlukan desain turbin yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. penambahan duel stage kombinasi sudu pada rotor turbin angin darrieus, yang di posisikan secara vertikal dan sejajar satu sama lain di duga mampu mengoptimalkan kinerja turbin. Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu juga memiliki swap area lebih besar dalam mengekstrak energi kinetik menjadi energi mekanik. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini Mengetahui pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu terhadap kinerja turbin angin darrieus saat pengujian, Mengetahui penambahan duel stage kombinasi sudu darrieus terhadap berbagai kondisi kecepatan angin saat pengujian. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini melakukan ekspriment membuat alat, pengujian alat, yang di simulasikan menggunakan wind tunnel, selanjutnya melakukan pengamatan data secara langsung pada Turbin Darrieus tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu dan menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Hasilnya Turbin Darrieus dengan penambahan duel stage kombinasi sudu menghasilkan kinerja lebih baik di bandingkan tanpa menggunakan konsep penambahan duel stage kombinasi sudu. Pada kecepatan angin terendah 2,14 m/s putaran generator sebesar 49,40 rpm, daya generator sebesar 0,71 Watt, dan efesiensi 0,02%. Sedangkan pada kecepatan angin tertinggi 6,33 m/s mampu mencapai putaran generator sebesar 301,80 rpm, daya generator sebesar 217,53 Watt, dan efesiensi 2,59%. Sedangkan Pengaruh penambahan duel stage kombinasi sudu mampu mengoptimalkan swap area sapuan angin lebih besar sehingga membuat rasio putaran ujung bilah sudu memiliki keseimbangan akibat gaya dorong angin yang besar memutar generator. Hal ini dapat di lihat dari nilai tsr yang di hasilkan pada berbagai kondisi angin, di mana pada kecepatan angin terendah sebesar 2,99 dan tertinggi sebesar 53,9 lebih baik jika di bandingkan tanpa penambahan duel stage kombinasi sudu.Kata Kunci : Kecepatan angin, duel stage kombinasi , kinerja turbin
ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TEMPERING PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA ST.40 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO
Hardening merupakan proses perlakuan panas pada baja yang bertujuan untuk meningkatkan kekerasan baja. Oleh karena itu pada baja tersebut perlu dilakukan proses lanjut yaitu tempering untuk menurunkan tegangan dalam dan kerapuhan hingga memenuhi syarat penggunaan. Metode yang digunakan adalah experimental research. Spesimen uji yang digunakan baja ST.40. Penelitian ini dilakukan dengan memanaskan spesimen uji pada suhu pemanasan 9000C selama 90 menit, dan kemudian dilanjutkan proses Heat Treatmen dengan pendingin oli. Lalu ditemper dengan variasi suhu 2000C, 3000C, 4000C, 5000C dan 6000C selama 30 menit. Setelah itu spesimen diuji terhadap sifat mekanik serta dilihat mikrostrukturnya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu tempering, kekerasan cenderung menurun dan tidak berpengaruh terhadap kekuatan tarik, sedangkan regangan total semakin meningkat. Hal ini menunjukkan spesimen semakin ulet disebabkan oleh semakin besarnya ukuran butiran ferit dan perlit. Kekerasan rata-rata terendah adalah 200,64 VHN pada suhu tempering 6000C. Kekuatan tarik rata-rata terendah adalah 27,31 kg/mm2 berada pada suhu tempering 5000C
STRATEGI PUBLIC RELATIONS ELITA KERUDUNG DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA ”ELITA YOUR PASSION MATE”
Penampilan merupakan salah satu kepercayaan diri dan representasi untuk menunjukan kepribadian seseorang. Hal tersebut menjadi faktor utama dari bertambah banyaknya brand fashion di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya brand spesialisasi kerudung yaitu elita kerudung, yang didirikan sejak tahun 2012 dan mampu bertahan hingga sampai saat ini. Dengan bertahannya elita kerudung di tengah banyaknya persaingan brand fashion muslim di Indonesia, tentunya menjadi tugas dari Public Relations perusahaan dalam melakukan branding dan mempertahankan strategi komunikasi agar citra sebagai brand fashion muslim di Indonesia yang mengusung konsep ”ELITA YOUR PASSION MATE” agar tetap terjaga. Penelitian dilakukan untuk menemukan hasil dari strategi yang digunakan Public Relations elita kerudung untuk mempertahankan citra perusahaan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, sekaligus dengan metode studi kasus guna untuk menghasilkan penelitian dengan deskripsi yang secara jelas berdasarkan penelitian yang dilakukan. Pengumpulan data secara primer dilakukan dengan cara wawancara bersama pihak Public Relations Elita kerudung, dua karyawan, dan tiga customer. Sedangkan data sekunder melalui observasi, dokumentasi dan jurnal-jurnal terkait. Teknik analisis data penelitian akan mengikuti model analisis data dari Miles dan Huberman berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan berupa verifikasi. Serta untuk menguji keakuratan data yang didapat dari penelitian ini yaitu dengan triangulasi sumber. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa elita kerudung ingin melakukan penyegaran dengan memutuskan untuk melakukan rebranding mengingat usia brand mempengaruhi daya minat beli serta elita kerudung tidak hanya ingin membersamai tetapi juga ingin perempuan aktif lebih percaya diri dalam mengidentifikasi dan mengekspresikan dir
The Service Quality on Customer Loyalty: The Role of Customer Satisfaction of Landline Delivery Services
This study aims to determine the influence of service quality on customer loyalty through customer satisfaction of land delivery services in JNE Kediri customers. This study uses a quantitative method, which is a method that describes in detail about something that is the object of research. The population in this study is all consumers who deliver goods or services at JNE Kediri. Meanwhile, the sample in this study is also 150 people/respondents. The data collection method uses questionnaire or questionnaire methods, observation, documentation, and literature studies. Data analysis methods with descriptive analysis and quantitative analysis, t-test (partial test), and path analysis. From the results of this study, it can be concluded that: (1) Service quality has a positive effect on customer loyalty. This is evidenced by the calculated t-value of 7.040 with a significance level of 0.000<0.05; and a regression coefficient of 0.409. (2) Service quality has a positive effect on customer satisfaction. This is evidenced by the t-calculated value of 5.001 with a significance level of 0.000<0.05; and a regression coefficient of 0.479. (3) Customer satisfaction has a positive effect on customer loyalty. This is evidenced by the calculated t-value of 5.873 with a significance level of 0.000<0.05; and a regression coefficient of 0.282. (4) Service quality has no effect on customer loyalty mediated by customer satisfaction at JNE Kediri. This is evidenced by the mediation coefficient of 0.0887 which is smaller than the direct influence value of 0.40
Application Of Artificial Intelligence In Increasing The Effectiveness Of HR Behavior In The Era Of Industry 4.0 Systematic Literature Review Method
In the context of Sustainable Development Goals (SDGs), the integration of artificial intelligence (AI) in human resource (HR) management during the Industry 4.0 era is crucial for enhancing organizational performance. This analysis, conducted through a Systematic Literature Review (SLR), explores how AI models are applied in HR practices. The findings underscore AI's capacity to streamline HR processes such as recruitment, selection, and performance management, leveraging algorithms and automation. Moreover, AI facilitates data-driven decision-making, aiding companies in making strategic choices based on comprehensive data analyses. However, alongside its advantages, AI in HR poses challenges, including privacy concerns and risks of bias in decision-making algorithms. Thus, prudent implementation is essential, ensuring robust data protection measures and mitigating bias risks to safeguard employee welfare and uphold ethical standards. By addressing these challenges thoughtfully, companies can harness AI's potential to optimize HR practices, thereby advancing towards their business objectives in the Industry 4.0 era within the framework of sustainable development. This streamlined approach ensures that AI adoption in HR aligns with SDG principles, promoting inclusive growth and ethical use of technology to foster sustainable business practices
TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA KINERJA PENYULUH DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA PARIS KECAMATAN MOOTILANGO
The study aimed to determine the level of farmer satisfaction with the agricultural extension program in extension program in Paris Village. This research was conducted in Paris Village, Mootilango Subdistrict using a survey research type with information collection techniques carried out using a list of questions compiled in a questionnaire. This study had a sample of 39 respondents who used the Important Performance Analysis (IPA) analysis technique. Based on the results of this analysis, it is found that the performance of agricultural extension workers is good in carrying out extension activities on time and carrying out tasks according to their needs. Agricultural extension workers have good insight and communication skills so that farmers in Paris Village quickly understand the delivery provided by agricultural extension workers and extension workers can provide solutions to solving problems and work together in practicing farming activities, comply with each other in the agricultural system, have many ideas and offer innovations in guiding agricultural extension activities
LAJU TUMBUH GULMA PADA BERBAGAI PUPUK ORGANIK DAN UKURAN BENIH DI PERTANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DATARAN MEDIUM
Weeds are one of the causes of the decline in potato production in the central plains. This research aimed to assess the diversity of weeds that appear on granola-variety potato plants (Solanum tuberosum L.) This research uses a quantitative approach by arranging frames measuring 50x50 cm in five locations spread diagonally. Weed samples were taken at 20 and 40 days after planting, and then the weed vegetation was analyzed using the index formula and weed dominance. The research found nine types of weeds, namely: Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides L., Common purslane, Eleusine indica L. Gaertn, Commelia benghalensis, Panicum repens L., Amaranthus spinosus L., Gynura procumbens, and Bidens pilosa L. Analysis result the variety shows the level of weed diversity at 20 days after planting in the P0 treatment wich gives the best result with the lowest average value. Meanwhile, in weed diversity parameters at 60 days after planting, the highest average value was achieved by treatment P1, while the lowest average value was seen in treatment P3