Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
Bimbingan dan Konseling di Pesantren Sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Santri
Guidance and counseling are not limited to age, gender, religion, culture, and place, including within the Islamic boarding school environment. The implementation of guidance and counseling in Islamic boarding schools is an important part of guiding students, especially as an effort to maintain mental health. This research aims to learn about Islamic boarding school-based guidance and counseling services in maintaining mental health. The research method uses a qualitative descriptive approach, through interviews, observations, and documentation at the Al-Kautsar Islamic Boarding School in Pamekasan-Madura. The research results show: that, first, there is no specific guidance and counseling program in Islamic boarding schools like in formal schools, but guidance and counseling services are provided incidentally and conditionally and are based on Islamic boarding school values. Forms of guidance and counseling services consist of study, social, personal, and career guidance and counseling for students who have problems. Apart from that, there are coaching activities to guide students. Second, guidance and counseling services and coaching activities for students are an effort to maintain their mental health. Third, the guidance or coaching activities provided are provisions for students for the future, especially for final-year students. ____________________________________________________________________Bimbingan dan konseling tidak terbatas pada usia, jenis kelamin, agama, budaya, dan tempat, termasuk dalam lingkungan Pesantren. Penerapan bimbingan dan konseling di Pesantren menjadi bagian penting dalam memberikan pembinaan kepada santri, terutama sebagai upaya untuk menjaga kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengengetahui layanan bimbingan dan konseling berbasis Pesantren dalam menjaga kesehatan mental. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumenrasi yang dilakukan pada Pondok Pesantren Al-Kautsar di Pamekasan-Madura. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa, pertama, tidak ada program bimbingan dan konseling secara khusus di Pesantren seperti di Sekolah formal, namun layanan bimbingan dan konseling diberikan secara insidental dan kondisional, serta berlandaskan nilai-nilai Pesantren. Bentuk layanan bimbingan dan konseling, terdiri atas bimbingan belajar, sosial, pribadi, karir, dan pelaksanaan konseling kepada santri yang memiliki permasalahan. Selain itu terdapat kegiatan-kegiatan pembinaan untuk membimbing santri. Kedua, layanan bimbingan dan konseling dan kegiatan pembinaan kepada santri merupakan upaya untuk menjaga kesehatan mental santri. Ketiga, kegiatan bimbingan atau pembinaan yang diberikan merupakan bekal bagi santri untuk masa yang akan datang, terutama bagi santri tingkat akhir
RANCANG BANGUN POROS BACK WHEEL PADA PROTOTIPE MOBIL LISTRIK HEULANG GALUNGGUNG
Penelitian ini bertujuan untuk merancang poros back wheel dan mengetahui kekuatan poros terhadap momen puntir dan lentur pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung secara numerik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototipe dan eksperimen pembuatan prototipe fisik dari poros roda belakang yang dirancang. Prototipe tersebut kemudian diuji melalui tes kinerja, tes reliabilitas, dan tes penelitian lainnya ketika dalam kondisi yang sesuai baik di lingkungan laboratorium maupun di uji coba di lapangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu perancangan poros back wheel pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung dilakukan dengan pembuatan poros roda belakang dan dudukan gear yang berjalan dengan lancar, meskipun terdapat kendala pada pemotongan komponennya. Namun, kendala tersebut tidak menjadi penghambat dari segi kegunaannya pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung. Selain kendala tersebut, terdapat kendala yang muncul ketika pengujian Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung berlangsung yaitu adanya suara bising yang disebabkan dari putaran poros roda belakang. Hasil perhitungan numerik momen puntir dan lentur poros roda belakang didapatkan bahwa analisis yang dilakukan secara numerik menjelaskan bahwa poros roda belakang pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung dinyatakan aman digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini merupakan beberapa saran yang diberikan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan rancang bangun poros back wheel pada Prototipe Mobil Listrik Heulang Galunggung yaitu rancang bangun poros lebih baik menggunakan tipe tunggal daripada tipe ganda karena kinerja yang dihasilkan kurang maksimal. Rancang bangun poros dengan type ganda sebaiknya menggunakan gear differensial karena penggunaan roda gigi lebih baik daripada dudukan penghubung
VARIASI KEKERASAN AGREGAT TERHADAP KINERJA PADA CAMPURAN ASPAL BERPORI
Lapisan aspal berpori memiliki ketahanan selip yang baik dan dapat mengurangi efek dari genangan air di saat hujan ekstrim. Permeabilitas merupakan salah satu kinerja fungsional dari campuran aspal berpori. Dalam penelitian ini menggunakan agregat lokal sebagai bahan perbandingan pada campuran aspal berpori. Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah experimen dengan menggunakan 108 benda uji, 30 Marshal, 30 Asphalt Flow Down, 30 Cantabro Loss, dan 18 Kadar apal Optimum. Pada pengujian agregat, agregat Katunun lebih baik dengan hasil Abrasi 21,15%. Pada campuran aspal berpori perbandingan di hitung melalui kadar aspal optimum, agregat Awang Bangkal KAO 4,5%, Katunun 4,75% dengan pengujian KAO Marshall, Cantabro, dan Permeabilitas. Pada pengujian Stabilitas Marshall Agregat Awang Bangkal lebih baik dengan nilai 598, 825 kg, untuk flow agregat Katunun lebih baik dengan hasil 2,29 mm, untuk Kekakuan agregat Awang Bangkal lebih baik dengan hasil 257,72 kg/mm, untuk kadar rongga agregat Katunun lebih baik dengan hasil 20,909, untuk Cantabro lebih baik agregat Awang Bangkal dengan hasil 18,27 %, untuk permeabilitas lebih baik agregat Katunun dengan Hasil 0,01172. Dari pengujian kedua agregat sama sama memenuhi spesifikasi AAPA
Studi Penggunaan Limbah Plastik Tipe Polyethlene Terephthalate (PET) Sebagai Subsitusi Agregat Pada Campuran Aspal Berpori
Di era globalisasi saat ini, penggunaan kemasan plastik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Konsumsi plastik terus meningkat setiap tahunnya. Namun, penanganan limbah plastik masih belum optimal. Plastik sulit terurai di tanah, dan jika dibakar, asapnya dapat membahayakan kesehatan. Proses daur ulang plastik pun sering kali hanya menghasilkan produk baru yang, ketika tidak lagi digunakan, kembali menjadi sampah. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik jenis PET dengan mencampurkannya ke dalam aspal porus. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah eksperimental, di mana campuran aspal dengan variasi persentase agregat kasar plastik (10%, 20%, dan 30%) diuji menggunakan uji Marshall, Cantabro Loss, dan Permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi PET memenuhi spesifikasi pada parameter Stabilitas, Flow (kelelehan), Kekakuan, dan Cantabro Loss. Namun, untuk parameter Kadar Rongga dan Permeabilitas, campuran dengan 20% dan 30% plastik PET belum memenuhi standar AAPA 2004. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase plastik PET pada aspal, rongga dalam aspal porus akan semakin tertutup. Sebaliknya, peningkatan persentase PET juga meningkatkan Stabilitas, Flow, dan Cantabro Loss pada sampel aspal porus
Politics Policy Indonesia's Moving A New Capital City To East Kalimantan: Its Impact On The Environment, Marginalization Of Local Communities, And Under The Shadow Of The Oligarch Interest
This paper discusses the political policy of President Joko Widodo's government to move Indonesia's national capital from Jakarta to East Kalimantan. This controversial decision has sparked debate among various stakeholders, both domestically and internationally. The official justification for relocating the capital is Jakarta's overpopulation, severe traffic congestion, and flooding problems, along with the goal of fostering economic development and income equality outside Java. However, these reasons are overshadowed by significant political and business interests, particularly those of foreign investors, due to East Kalimantan's rich natural resources. These underlying interests drive President Joko Widodo's determination to proceed with the capital relocation amidst domestic economic and political challenges. The project exacerbates socio- economic inequality and national debt, benefiting a few oligarchs at the expense of many. Additionally, the relocation project has resulted in massive environmental damage, displacing tens of thousands of hectares and disrupting the lives of indigenous communities, such as the Balik tribe. This project erodes local wisdom and social systems that have existed for generations. The capital relocation is heavily influenced by Chinese business interests, facilitated by Government Regulation No. 12 of 2023, which provides a legal framework for investor control for 190 years. This regulation is seen as more exploitative than colonial practices of the past. Internationally, the project has drawn criticism for its environmental destruction amid global concerns about climate change. Ultimately, the New Capital City Relocation Mega Project raises critical questions about who truly benefits and who suffers from this massive undertaking
PEMBERIAN MOL KEONG MAS DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG NAGARA DI LAHAN GAMBUT
This research aims to examine the effect of the interaction of golden snail MOL with chicken manure on the growth and yield of nagara bean plants and to examine the best combination of golden snail MOL and chicken manure on the growth and yield of nagara bean plants. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor of the MOL dose for golden snails consists of 4 levels, m1 = 5 ml L-1 : m2 = 10 ml L-1 : m3 = 15 ml L-1 : m4 = 20 ml L-1. The second factor of chicken manure dosage (K) consists of 4 levels, k0 = 0 t ha-1 :k1 = 5 t ha-1 :k2 = 10 t ha-1 :k3 = 15 t ha-1. The results of the study showed that there was no interaction between golden snail MOL and chicken manure on all observed parameters. The single factor of giving MOL golden snails had a significant effect on the variable height of plants aged 4, 7, 13, and 14 WAP. Providing higher concentrations of golden snail MOL (20 and 15 ml L-1) had a good effect on the growth of nagara bean plants. The single factor of giving chicken manure had a significant effect on the variables of plant height aged 11, 12, 13, and 14 WAP, weight of 100 seeds, seed yield per plant, and plant yield per hectare. Providing chicken manure at a rate of 15 t ha-1 had a good effect on plant height, number of seeds, weight of 100 seeds, seed yield, yield per plant, and yield per hectare
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PETANI JAGUNG DALAM PROGRAM PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN POREHU KABUPATEN KOLAKA UTARA
This study aims to analyze the level of corn farmers' participation in agricultural extension programs and the factors influencing it in the Porehu District. Employing a survey method with a descriptive analysis approach and a quantitative paradigm, the study involved 112 corn farmers as respondents. The results indicate that internal factors such as age, education, farming experience, income, and family dependents significantly impact farmers' participation in extension activities. Additionally, external factors including farmers' motivation, perception of extension, support for infrastructure, support from extension agents, and social environment support also significantly affect farmers' participation. These findings highlight the need to develop more effective and inclusive extension strategies and strengthen collaboration among the government, agricultural extension agents, farmer organizations, and other relevant stakeholders. Such efforts are expected to enhance farmer participation and the success of agricultural extension programs, ultimately positively impacting agricultural productivity and farmers' well-being
EKSISTENSI SANKSI PIDANA KEBIRI KIMIA DALAM KEBIJAKAN HUKUM NASIONAL DITINJAU PADA PERSPEKTIF HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA
Dalam penelitian ini ada dua hal yang peneliti kemukakan didalam rumusan masalah yaitu pertama, bagaimana keberadaan sanksi pidana kebiri kimia sebagai pidana tambahan terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak ditinjau dari perspektif tujuan pemidanaan dalam kebijakan hukum nasional. Kedua, bagaimana kedudukan sanksi pidana kebiri kimia dalam kebijakan hukum nasional ditinjau dari perspektif hukum dan Hak Asasi Manusia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian kepustakaan dengan menggunakan 3 (tiga) bahan hukum yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang memiliki relevansi dengan permasalahan yang akan dibahas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan yang dielaborasi dengan pendekan konseptual. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan sanksi pidana kebiri kimia sebagai pidana tambahan terhadap pelaku kekerasan seksual pada anak ditinjau dari perspektif tujuan pemidanaan adalah bertujuan memberikan efek jera dan dianggap sebagai bentuk langkah yang optimal dan komprehensif dengan tidak hanya memberikan pemberatan sanksi pidana tetap juga menerapkan bentuk pencegahan (preventif) terhadap terjadinya kekerasan seksual. Kemudian kedudukan sanksi pidana kebiri kimia dalam kebijakan hukum nasional adalah sebagai pidana tambahan bagi pelaku pelecehan seksual pada anak berdasarkan perspektif hukum pidana merupakan pengembangan langkah pemidanaan dan pola pencegahan terhadap para pelanggar hukum yang diharapkan berkembang secara efektif guna mencegah dan menimbulkan efek jera (deterrent effect). Meskipun demikian dalam perspektif Hak Asasi Manusia hadirnya sanksi kebiri dianggap sebagai bentuk perlakukan penyiksaan, perbuatan kejam dan tidak manusiawi. Kebijakan hukum baru dalam pidana kebiri kimia ini idealnya harus mempertimbangkan faktor-faktor nilai atau pendekatan yang berorientasi pada nilai dan norma di masyarakat
Keabsahan Kontrak yang dibuat oleh Artificial Intelligence Menurut Hukum Positif di Indonesia
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kontrak yang dibuat oleh AI memenuhi syarat keabsahan sesuai dengan ketentuan pasal 1320 KUH Perdata. Serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi hukum dan regulasi yang berkaitan dengan penggunaan AI dalam pembuatan kontrak. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang (Statute Approach) dan konseptual (Conceptual Approach). Sumber bahan hukum yang digunakan berupa bahan hukum premier yang terdiri dari undang-undang yang mengatur tentang keperdataan dan undang-undang yang mengatur tentang regulasi AI. Adapun bahan hukum sekunder berupa jurnal yang membahas tentang kedudukan hukum AI dan legal tech beserta artikel ilmiah. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian hukum normatif dilakukan dengan cara studi pustaka (Library Research) berupa data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur lain berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa AI memiliki potensi besar dalam pembuatan kontrak, tetapi perlu diperhatikan kedudukan hukumnya. Dengan memandang AI sebagai subjek hukum dengan pemilik atau pengguna yang bertanggung jawab, kontrak yang dibuat oleh AI dapat dianggap sah sesuai dengan hukum positif Indonesia
IDENTIFIKASI GEJALA STRES AKADEMIK PADA SISWA DILIHAT DARI GEJALA EMOSIONAL DI SMA N 17 TEBO
This research is aims to look at the emotional symptoms of academic stress in students at SMA Negeri 17 Tebo using descriptive quantitative methods with persentase analysis Formula C. This research took 80 respondents from students at SMA Negeri 17 Tebo. The results of this research show that the emotional symptoms of academic stress in SMA Negeri 17 Tebo as a whole are at a percentage level of 54.06% and are in the medium category.It can be concluded that the academic stress experienced by students at SMA Negeri 17 Tebo requires special intervention from teachers and the school so that it does not become a high level