Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
PROBLEMATIKA DISPENSASI NIKAH: UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN ANAK DI INDONESIA
Pernikahan anak merupakan masalah serius yang berdampak negatif terhadap anak dan masyarakat secara keseluruhan. Dispensasi nikah, sebagai proses hukum yang memperbolehkan pernikahan anak di bawah usia minimum yang ditetapkan, menjadi salah satu faktor penyebab utama pernikahan anak yang masih tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam Strategi untuk Merespons Peningkatan Dispensasi Nikah, dan Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Dispensasi Nikah, serta Upaya Pencegahan Pernikahan Anak Di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, melalui studi kepustakaan (library research). Selain itu menelaah dan menganalisa ketentuan perundang-undangan. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute Aprroach) karena dalam mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat perlu menelaah materi muatan dari pada perundang-undangan yang terkait dengan berlandaskan pada pemahaman atas asas perundang-undangan yang berkaitan dengan undang-undang yang dijadikan bahan penelitian. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa Peningkatan dispensasi perkawinan yang signifikan memerlukan strategi yang tepat untuk mengatasinya diantaranya perlu dilakukan penguatan pendidikan pernikahan, Meningkatkan konseling sebelum dan sesudah menikah, Meningkatkan komunikasi terbuka dan dialog, Penguatan peran institusi keagamaan, membentuk keluarga dan masyarakat yang stabil. Ada beberapa faktor penyebab yang berkontribusi terhadap peningkatan permohonan dispensasi Nikah, Perubahan sosial dan budaya, Perbedaan keyakinan dan agama,Perbedaan usia yang mencolok, Faktor keuangan, Kemajuan teknologi dan akses informasi. Adapun upaya untuk mencegah maraknya pernikahan anak di Indoensia, diantaranya meningkatkan Kesadaran masyarakat, memperkuat kebijakan dan menegakkan hukum, meningkatkan akses pendidikan, dan memberdayakan perempuan dan anak
An Integrated Artificial Intelligence (AI) Model in Sharia Banking Contracts: A Solution to Enhance Public Literacy and Understanding
This study aims to develop an integrated Artificial intelligence (AI) model to enhance literacy and public understanding of Sharia bank product contracts in Indonesia. Adopting a qualitative methodology with secondary data, the study explores AI models as tools to improve societal comprehension and decision-making processes. The findings outline a comprehensive AI integration framework that can be implemented across various sectors, including the Fatwa Council, government, Sharia banks, MSMEs, and the general public. The proposed framework comprises eight key stages: the formulation of fatwas and regulations for Sharia contracts, the adjustment of contracts based on data and real-world application, recommendations for refining the execution of Sharia contracts, the implementation of these contracts in financial products, dissemination of relevant contract information, identification of challenges in contract implementation, public education and simulation of Sharia contracts, and addressing public misunderstandings. It is crucial that all stakeholders, including governments, MSMEs, and the public, actively participate in this process, ensuring governmental facilitation and increased public awareness of the positive impact of AI utilization in this context
FONDASI MODERASI BERAGAMA DALAM DINAMIKA ERA DIGITAL DI INDONESIA
Dalam era digital yang terus berkembang, moderasi beragama menjadi sangat penting untuk mempertahankan keharmonisan sosial di Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami bagaimana fondasi moderasi beragama dibangun dan dipertahankan dalam konteks dinamika digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk menggali pengalaman dan perspektif berbagai pihak, termasuk pemuka agama, generasi muda, dan praktisi digital. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, data dikumpulkan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam membentuk pandangan masyarakat tentang moderasi beragama. Di satu sisi, platform digital memberikan akses yang lebih luas terhadap informasi agama, memfasilitasi dialog lintas agama, dan mendorong pemahaman yang lebih inklusif. Namun, di sisi lain, tantangan muncul dari penyebaran konten intoleran dan radikal yang dapat memicu perpecahan. Para responden sepakat bahwa meskipun digitalisasi menawarkan peluang, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap konten yang beredar untuk menjaga nilai-nilai moderasi beragama tetap terjaga. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas digital untuk menciptakan ekosistem yang mendukung moderasi beragama. Upaya bersama dalam bentuk program edukasi, kampanye kesadaran, dan pelatihan literasi digital diharapkan dapat memperkuat fondasi moderasi beragama di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademis, tetapi juga menawarkan wawasan praktis bagi para pemangku kepentingan dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah tantangan yang dihadapi di era digital.Keywords: Moderasi Beragama; Era Digital; Kolaborasi Lintas Sektor; Literasi Digita
EVALUASI KURIKULUM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SD NEGERI 2 TAMIANG LAYANG KABUPATEN BARITO TIMUR
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan analisis perencanaan kurikulum P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, (2) Mendeskripsikan dan analisis implementasi kurikulum merdeka belajar untuk P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, (3) Mendeskripsikan dan analisis evaluasi hasil dari implementasi kurikulum merdeka belajar untuk P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang, untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Pada perencanaan sekolah melakukan sosialisasi kurikulum sebagai tahap perkenalan kepada guru dan stake holder, membentuk tim fasilitasi untuk menyusun LKPD, menyusun modul projek, dan pendampingan kepada peserta didik, (2) implementasi kurikulum merdeka belajar P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang terlaksana kurang lebih 3 tahun untuk pelaksanaannya satu hari full di tiap akhir pekan, tahapan pembelajaran dimulai dari pengenalan dengan kegiatan talkshow atau membuat vidio pemantik, kontekstualisasi peserta didik mencari beberapa topik di lingkungan sekitar dengan tema yang sesuai, aksi nyata dan tindak lanjut, peran guru dan masyarakat sangat di butuhkan dalam pelaksanaan proyek. (3) Evaluasi kurikulum P5 di SD Negeri 2 Tamiang Layang diantaranya peserta didik menyusun laporan aksi nyata yang berbentuk proposal dan telah di tanda tangani untuk di serahkan kepada pihak sekolah, mendokumentasi kegiatan berupa vidio dan foto dari pelaksanaan projek, lembaga membuat laporan akhir proyek selama satu tahun, dan juga laporan yang khusus untuk wali murid yang berupa rapot. Kata Kunci : Evaluasi, Kurikulum, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila AbstractThis research aims to (1) Describe and analyze the planning of the P5 curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang, (2) Describe and analyze the implementation of the independent learning curriculum for P5 at SD Negeri 2 Tamiang Layang, (3) Describe and analyze the evaluation of the results of the implementation of the independent learning curriculum for P5 at SD Negeri 2 Tamiang Layang, to achieve these goals, the researcher used a qualitative descriptive approach, namely data collection using observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate: (1) In school planning, curriculum socialization is carried out as an introductory stage to teachers and stakeholders, forming a facilitation team to compile LKPD, compile project modules, and mentoring students, (2) the implementation of the P5 independent learning curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang has been carried out for approximately 3 years for its implementation one full day every weekend, the learning stages start from introduction with talk show activities or making video triggers, contextualization of students looking for several topics in the surrounding environment with appropriate themes, real action and follow-up, the role of teachers and the community is very much needed in project implementation. (3) Evaluation of the P5 curriculum at SD Negeri 2 Tamiang Layang includes students compiling real action reports in the form of proposals and have been signed to be submitted to the school, documenting activities in the form of videos and photos from the implementation of the project, the institution making a final project report for one year, and also a report specifically for guardians in the form of a report card.Keywords: Evaluation, Curriculum, Pancasila Student Profile Strengthening Projec
PERBANDINGAN PRESTASI AKADEMIK DAN PRESTASI OLAHRAGA MAHASISWA REGULER DAN KIP PROGRAM STUDI PJKR FKIP UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Mahasiswa merupakan penerus masa depan bangsa yang dipercaya memiliki kemampuan untuk bersaing dan membawa nama baik negara, serta mampu menggabungkan dan menyampaikan ide serta perasaan demi kemajuan bangsa. Untuk melajutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dibutuhkan biaya yang tinggi pula. Oleh karena itu, pemerintah memberikan dana berupa beasiswa untuk mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan prestasi akademik antara mahasiswa reguler dan mahasiswa penerima KIP Kuliah pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi FKIP Universitas Palangka Raya angkatan 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimen menggunakan pendekatan deskriptif kuantitaif. Dalam sampel penelitian ini, terdiri dari mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi di FKIP Universitas Palangka Raya. Sampel penelitian mencakup 24 mahasiswa reguler dan 14 mahasiswa penerima KIP Kuliah, sehingga total sampel yang digunakan adalah 38 mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi akademik antara mahasiswa reguler dan mahasiswa penerima KIP Kuliah. Hasil uji data menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,02 (< 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Sementara itu, dalam prestasi olahraga, mahasiswa reguler lebih dominan di tingkat nasional dan provinsi, meskipun mahasiswa penerima KIP Kuliah juga menunjukkan hasil yang baik di tingkat lokal
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENCIPTAKAN ORGANISASI PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER DI SDN SEMANGAT DALAM 2 KABUPATEN BARITO KUALA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan organisasi pendidikan yang berkarakter di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran kepala sekolah semakin penting dalam mengelola dan memimpin sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkarakter. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada upaya kepala sekolah dalam melakukan transformasi kepemimpinan untuk menciptakan budaya sekolah yang mendukung pengembangan karakter peserta didik, staf, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Subjek penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kepemimpinan yang dilakukan oleh kepala sekolah melibatkan beberapa langkah strategis, di antaranya adalah penerapan visi dan misi sekolah yang berfokus pada karakter siswa, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berbasis karakter, serta penerapan program-program berbasis nilai-nilai karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif dan komunikatif terbukti berhasil membangun kerja sama yang solid antara seluruh pemangku kepentingan sekolah, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, pengelolaan dan penataan lingkungan fisik sekolah juga berkontribusi pada pembentukan karakter positif siswa.Dengan demikian, transformasi kepemimpinan kepala sekolah di SDN Semangat Dalam 2 Kabupaten Barito Kuala memiliki pengaruh signifikan terhadap terbentuknya organisasi pendidikan yang berkarakter, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan rekomendasi bagi kepala sekolah di sekolah-sekolah lainnya dalam rangka memperkuat karakter pendidikan di Indonesia
Quality Of Online-Based Registration System To Support E-Government In Sungai Malang Community Health Center
This study aims to determine the quality of the online registration system at the Sungai Malang Health Center, Amuntai Tengah District, Hulu Sungai Utara Regency, South Kalimantan Province and what are the obstacles and constraints experienced by Sungai Malang Health Center employees in providing services to patients. The method in this study is a descriptive method, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. Data validity with triangulation of sources, techniques and time. The analysis was carried out with an interactive model of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The subjects of this study were the Head of the Sungai Malang Health Center, Amuntai Tengah District, Hulu Sungai Utara Regency, Employees and Patients. The object of the study is an online registration system in patient services. The results of this study indicate that the quality of service at the Sungai Malang Health Center, Amuntai Tengah District, Hulu Sungai Utara Regency is good as measured by the 5 quality indicators of the online registration system according to Nelson et.a, including System Reliability, System Flexibility, System Accessibility, System Integration, and system response time can be said to be good including standards and objectives, system availability, but the information obtained by the community is still relatively new and this socialization of the health center has begun to be maximized by making a video tutorial on the use of the JKN mobile application
PENGARUH ENSILASE Arachis pintoi DENGAN CAMPURAN BAHAN PAKAN BERBEDA DAN PENAMBAHAN STARTER TERHADAP pH DAN KUALITAS FISIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ensilase Arachis pintoi, yang merupakan salah satu legume cover crop, dengan campuran bahan pakan yang berbeda terhadap pH dan kualitas fisik silase (aroma, jamur, tekstur, dan warna) menggunakan penambahan starter Effective Microorganism (EM4) 2%. Tiga perlakuan utama yang digunakan adalah P1 (100% Arachis pintoi), P2 (50% Arachis pintoi + 50% tebon jagung), dan P3 (50% Arachis pintoi + 50% ampas tahu), masing-masing dengan tambahan EM4 sebagai akselerator fermentasi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan silase dengan kualitas fisik optimal berupa tekstur padat, tidak berlendir, dan bebas jamur dengan pH 4.57, serta aroma sedikit asam dan warna hijau kecoklatan. Perlakuan P3 memiliki pH sedikit lebih rendah (4.51) dengan tekstur padat tetapi sedikit berlendir. Berdasarkan kualitas fisik, P2 dianggap sebagai perlakuan terbaik untuk pembuatan silase Arachis pintoi
POLA IMPELEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL DALAM PENGUATAN PELAJAR PANCASILA DI SMPN 2 KALANGANYAR
The merdeka curriculum mandates teachers to strengthen the profile of Pancasila students. The basic character values of Pancasila must be reflected in students, namely the values of faith and devotion to God Almighty, working together, global diversity, critical reasoning, independence and creativity. This research aims to explore patterns of implementing Islamic education in the digital era in empowering Pancasila students. This study is qualitative research using a case study method at SMPN 2 Kalanganyar. Interview techniques, documentation studies and observations were used to obtain data in this research. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, namely data collection, data presentation, drawing conclusions and verification. The research results show that the pattern of implementing Islamic education in the digital era in facing the strengthening of Pancasila students at SMPN 2 Kalanganyar is carried out through planning, implementation and evaluation. The planning process is carried out by including the dimensions of the Pancasila student profile in terms of achievement and learning objectives. Project and problem-based learning models are used to strengthen the Pancasila student profile. Meanwhile, in the evaluation pattern, apart from measuring understanding of PAI material, PAI teachers also use instruments to measure the profile of Pancasila students such as non-test instruments
EFEKTIFITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MEREDUKSI DEGRADASI MORAL PADA REMAJA
Adolescence is a very important period in the process of individual growth and development. Adolescence is ideally filled with fun things, learning about healthy relationships, learning to explore one's abilities, and planning future goals. In fact, nowadays we often see news on television about unhealthy teenage relationships, inappropriate clothing, brawls between students, bullying in schools, disrespect for parents, disrespect for teachers and even drug use and promiscuity which causes pregnant out of wedlock, we also encounter this behavior in the school environment. This behavior can be said to be moral degradation or moral decline in teenagers. The role of a guidance and counseling teacher is very important to prevent or reduce moral degradation by providing one of the services in Guidance Counseling, namely Group Counseling services. This research aims to examine the effectiveness of group counseling services in reducing moral degradation in adolescents, especially students at school. This research uses qualitative research. The conclusion of this research is that guidance and counseling teachers can use group counseling services as an effort to reduce the moral degradation of teenagers, especially students at school