Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
    4346 research outputs found

    DESAIN SISTEM INFORMASI PENJUALAN RUMAH MENGGUNAKAN METODE OBJECT ORIENTED ANALYSIS AND DESIGN (OOAD)

    No full text
    Perkembangan   informasi   teknologi sangat sedemikian hebatnya dan cepat, salah   satu  bidang yang berkembang cepat adalah  ilmu terkait dengan komputer.   Masa kini,   komputer memiliki peranan   penting dalam mempermudah proses penyelesaian suatu pekerjaan yang telah ditentukan, sehingga ini menyebabkan  kebutuhan  untuk  sistem  informasi  yang tepat, informatif, dan lengkap bertujuan untuk   mendorong   manusia   dapat   melakukan  kegiatannya, sehingga dapat dijalankan dengan cepat serta akurat. Adapun tujuan penulisan adalah agar digunakan untuk  merancang  sistem dan menganalisa kegiatan penjualan perumahan perusahaan properti terkait,   sehingga dapat  mendukung berbagai pihak  yang terkait proses  pengumpulan data, khususnya dalam  kegiatan penjualan  perumahan.Untuk melakukan penelitian seperti dijelaskan di atas, ada hal yang akan dilakukan, sehingga hasil penelitian dapat ada hasil dan ada manfaat info bagi pembaca, hal yang akan dilakukan dan dijadikan dasar adalah suatu analisa untuk mengetahui dan melihat penyusunan yang terjadi. Hal ini akan dilakukan lewat tanya jawab dengan audiens yang terkait.     Metode perancangan dilakukan menggunakan metode analisa perancangan atau penyusunan dan pengembangan perangkat atau peralatan lunak yang disebut sebagai metode Desain Analisa yang Berfokus pada Obyek (dan disingkat dengan OOAD). Hasil  yang dicapai  adalah sebuah application (aplikasi), yang berfungsi sebagai pendukung sangat bagus dalam kegiatan pemasaran Perusahaan Properti terkait.  Kesimpulan  yang didapat adalah  sistem  penjualan dapat mempermudah    proses dan memenuhi   kebutuhan   informasi   diperlukan.  

    GAMBARAN STATUS HIDRASI DAN JENIS MINUMAN SAAT BEROLAHRAGA PADA ATLET BASKET REMAJA

    Get PDF
    Status hidrasi merupakan salah satu indikator untuk mengamati apakah atlet tersebut memiliki metabolisme tubuh dan sel yang baik atau tidak. Status hidrasi bertanggung jawab penuh pada profil keseimbangan asam – basa dan performa atlet baik ketika berlatih maupun bertanding. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati gambaran status hidrasi dan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi atlet basket kategori remaja di klub basket flying wheel. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analitikal observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel digunakan total sampling dan melibatkan 26 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar SQ-FFQ dan lembar hasil pengamatan urin. Warna urin diamati dengan mencocokkan urin sampel terhadap kartu PURI. Hasil penelitian memeperoleh sebanyak 26 orang responden yang terlibat dalam penelitian ini dengan persentasi 62% berjenis kelamin laki-laki dan 38% yang berjenis kelamin perempuan. Jenis minuman yang paling banyak hingga yang paling jarang dikonsumsi secara berturut-turut yaitu air mineral (50%), teh kemasan (23%), susu (15%), dan minuman elektrolit (12%). Volume asupan yang paling banyak dikonsumsi yaitu 500 ml, kemudian 1500 ml, dan terakhir 400 ml. Sebanyak 54% responden menunjukkan status hidrasi normal, 31% menunjukkan dehidrasi ringan, dan 15% menunjukkan dehidrasi berat. Kata Kunci: status hidrasi; atlet; basket; minuma

    PENERIMAAN DIRI DALAM PERSPEKTIF KONSELING CATUR MURTI

    Get PDF
    Self-acceptance is the ability to embrace one's humanity without blaming oneself for situations beyond one's control. It involves awareness and acknowledgment of personal characteristics, confidence that is not influenced by external factors, the ability to present one's authentic self without fear of negative judgment, and leveraging one's strengths to live life responsibly. A high level of self-acceptance does not dwell on the number of weaknesses one may have. In this context, Catur Murti counseling, which is the focus of the technique discussed to enhance self-acceptance, is necessary to explore. This study reveals that Catur Murti counseling can improve self-acceptance using a quantitative method through a literature review approach. The research results offer a new paradigm of self-acceptance based on the principles of Catur Murti counseling as : (1) Ilmu catur murti (2) Murid gurune pribadi, Guru muride pribadi (3) Ilmu kantong bolong (4) Sugih tanpo bondho, digdaya tanpa aji (5) Trimah mawi pasrah (6) Ngupasi padhang ing peteng (7) Aum santih

    PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI SISWA BARU TERHADAP PENYESUAIAN DIRI DI SMPN 22 KOTA JAMBI

    Get PDF
    Every individual experiences changes in the quality of self through the process, starting from small to large things. In the process of self-adjustment, students can face problems of acceptance and rejection in their relationships. Self-adjustment can be defined as the adaptation of the individual self to a new place in order to accept, such as students at school who must adapt to teachers, subjects, peers, and to the physical and social environment. Conditions such as self-confidence and limited abilities can make it difficult for students to adjust to a new school. The purpose of this study was to determine the level of self-confidence of new students, to determine the level of student self-adjustment, and to reveal the effect of new student self-confidence on student self-adjustment at SMPN 22 Jambi City, finding many seventh grade students who have difficulty adapting to a new environment and have problems adjusting to classmates, especially when studying. Type of quantitative research with an ex-post facto approach. The sampling technique used is simple random sampling with a confidence level of α 0.05 with the Slovin formula. The sample obtained was 153 students, which were divided into 9 classes. In the results of research calculations, seventh grade students at SMPN 22 Jambi City showed that their level of self-adjustment was at a “high” level with an overall percentage of 72.3%. The results showed that the new student self-confidence variable (X) had an influence on the self-adjustment variable (Y) of 6.3%. From the results of the questionnaire analysis on new student self-confidence and self-adjustment given to 153 seventh grade students at SMPN 22 Jambi City, it can be seen that there is an influence between new student self-confidence and self-adjustment, namely 6.3% which is at a “high or strong” level

    PERAN PESANTREN SEBAGAI BASIS PENANAMAN NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN KEMANDIRIAN DI PESANTREN AL-ITTIHAD KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

    No full text
    Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang dan unik. Secara historis, pesantren termasuk pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan sampai sekarang. Persoalan karakter menjadi bahan pemikiran sekaligus keprihatinan bersama karena masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan nilai religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter di  Al-Ittihad Kabupaten Cianjur.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Ustadz dan santri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model Milles and Huberman yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) persepsi tentang pentingnya nilai religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter merupakan salah satu sumber yang melandasi pendidikan karakter dan sangat penting untuk ditanamkan kepada siswa sejak dini karena dengan bekal keagamaan yang yang kuat sejak dini akan memperkokoh pondasi moral siswa di masa depan. (2) Peran pesantren dalam mendukung pelaksanaan nilai karakter religius dan kemandirian dalam pendidikan karakter yaitu menyediakan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan, memberikan izin kepada guru untuk mengadakan suatu program kegiatan, mendukung adanya kegiatan-kegiatan yang ada di luar pesantren, serta memberikan teladan yang baik bagi santri. (3) Pelaksanaan nilai religius dan kemandirian dalam penanaman karakter melalui program pengembangan diri yang terdiri dari kegiatan-kegiatan rutin yang ada di pesantren, kegiatan spontan yang dilakukan guru pada santri, keteladanan yang diberikan guru, dan pengkondisian pesantren yang diciptakan sedemikian rupa.Kata kunci: nilai karakter, karakter religius, karakter kemandiria

    EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS TATA USAHA MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 BANJARMASIN

    No full text
    The implementation of the administrative work of Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin in the field of personnel administration, financial administration, infrastructure administration, public relations administration, archive administration, and student administration is in good category. Overall there are 67% of respondents who answered that the administrative service was good, 31% answered quite well, and 2% answered less well. This means that it can be concluded that the implementation of the administrative work of Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin is good

    MANAGEMEN KONFLIK (UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK DALAM ORGANISASI SEKOLAH DI SMP MUHAMMADIYAH AL-MANAR BOARDING SCHOOL)

    No full text
    Dalam setiap organisai, kehadiran konflik merupakan suatu hal yang wajar. Karena kualitas organisasi dikatakan baik apabila mampu menyelesaikan masalah yang hadir. Demikian pula pemimpin, yang mana memiliki kedudukan tertinggi dan berwenang penuh dalam mengarahkan anggota di dalam organisasi. Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan dalam memanagemen konflik, yang mana dapat melihat kondisi dan latar belakang konflik, penyebab konflik, dan cara penyelesaian konflik. Tulisan ini membahas mengenai menagemen konflik. Managemen koflik merupakan upaya penyelesaian dan pengendalian konflik, yang dalam penanganannya membutuhkan keterampilan tertentu. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yaitu dengan wawancara langsung terhadap pemimpin organisasi atau kepala sekolah. Dalam memanage konflik, kepala sekola melakukan sosialisasi kepada para guru untuk memberikan pemahaman yang lurus terkait kebijakan yang ditetapkan

    PROFESIONALISME GURU BIMBINGAN KONSELING DAN KESEIMBANGAN WAKTU DENGAN BEBAN KERJA TEREKAM JEJAKNYA DI MANAGEMEN BIMBINGAN KONSELING MERUPAKAN PREVENTIF BAGI MASALAH PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    No full text
    Setiap mahluk hidup tentunya tidak terlepas dari setiap permasalahan. Kita akan senantiasa berhadapan dengan masalah suka atau tidak suka demikian adanya, baik itu yang bersifat sederhana ataupun yang bersifat kompleks. Demikian pula bagi peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai kekhasan tersendiri, sangat berbeda dengan Sekolah Menengah pada umunya, sangat unik dan beragam. Sejak mereka mulai memilih jurusan ketika pendaftaran di sekolah baru ada kalanya keinginan orang tua berseberangan dengan minat dan bakat peserta dididk.Kemudian sangat berimbas pada proses magang atau prakerin, peserta didik menjadi tidak serius bahkan sampai sering tidak hadir yang mengakibatkan di keluarkan dari DUDInya (Dunia Usaha dan Dunia Industri). Kemudian masalah pergaulan remaja, apabila peserta didik kurang dapat membentengi diri akan mudah terpengaruh ke pergaulan yang negatf. Hal ini sangat mengganggu pada fokus belajar peserta dididk dan banyak menguras waktu, tenaga dan biaya dalam rehabilitasi dan pemulihannnya. Permasalahanpermasalahan tersebut diatas dapat di minimalis atau dicegah jika Sekolah Menengah Kejuruan tersebut memiliki guru-guru yang sudah dinyatakan profsionalisme khususnya guru Bimbingan Konseling yang memadai antara jumlah guru Bimbingan Konseling dengan peserta didiknya. Guru Bimbingan Konseling yang Profesionalisme salah satunya adalah guru Bimbingan Konseling yang sudah dinyatakan mampu melaksanakan kewajibanya dan tugas-tugasnya tanpa harus di doktrin oleh pemangku kepentingan ditandainya dengan sertifikat sebagai pendidik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi tertentu. Dan hal itu bukan berarti ia harus mampu mengerjakan di segala bidang demi terwujudnya mutu pendidikan

    PENGARUH PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP PANJANG HIPOKOTIL KOPI ROBUSTA (Coffea robusta. L)

    Get PDF
    The intensity of sunlight is an environmental factor that plays a very important role as a key to success in cultivating plants, especially robusta coffee plants. During the growth and development period, coffee, which is a C3 plant, does not really need maximum sunlight intensity, but it is necessary to know the optimum light intensity to get the best hypocotyl length growth. This research was conducted in the experimental field of Lamandau Polytechnic from March to May 2024. The field experiment was arranged using a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments, each treatment was N0 = Treatment without using Paranet as a shade; N1 = Treatment using 1 layer of paranet; N2 = Treatment using 2 layers of paranet; N3 = Treatment using 3 layers of paranet; N4 = Treatment using 4 layers of paranet. Observations were made by observing the intensity of sunlight, the time of emergence of seedlings, germination power and hypocotyl length. Data analysis using ANOVA and if there is a significant difference, it will be continued using the 5% DMRT test. Regression analysis was used to determine the relationship between sunlight intensity and coffee hypocotyl length. The results of the study showed that shade treatment using 3 layers of paranet (N3) and 4 layers (N4) with an average light intensity below 30% was able to optimally increase the length of the hypocotyl from observations 50, 60 and 70 days after sowing compared to other treatments

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandastana Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024

    Get PDF
    Di antara tahun 2022 dan 2023, Puskesmas Mandastana mencatat peningkatan yang signifikan dalam kasus diare, dengan terjadinya 35 insiden terkait balita pada tahun 2022 dan melompat hingga 75 insiden pada tahun berikutnya. Praktik memakai air dari aliran sungai oleh sebagian warga setempat dikenal sebagai salah satu penyebab utama peningkatan kasus ini. Diare masih menjadi titik perhatian kritis di Indonesia dalam sektor kesehatan, mempertahankan angka tinggi dalam morbiditas dan mortalitas. Hubungan yang erat antara penyebaran penyakit dan tingkat kebersihan yang buruk serta praktek sanitasi yang tidak memadai menjadi fokus penelitian yang bertujuan menemukan faktor-faktor yang berdampak pada prevalensi diare pada anak kecil di area servis Puskesmas Mandastana di Kabupaten Barito Kuala, di tahun 2024. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan survei analitis dan desain potong lintang, menggunakan uji chi-square dalam analisanya. Dengan 73 orang responden yang terpilih melalui teknik Proportional Random Sampling dalam area servis yang sama, temuan riset mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat (p=0,001), pemakaian fasilitas jamban yang higienis (p=0,003), akses terhadap sumber air bersih (p=0,005), dan kebiasaan mencuci tangan (p=0,043) dengan insiden diare pada balita. Sehubungan dengan hasil tersebut, sangat dianjurkan bagi Puskesmas Mandastana untuk meningkatkan promosi kesehatan yang terfokus pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi kasus diare di kalangan anak-anak

    2,318

    full texts

    4,346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇