Jurnal Online - Universitas Islam Kalimantan
Not a member yet
4346 research outputs found
Sort by
PENGUATAN LITERASI DIGITAL GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SISTEM LAPORAN PIKET OTOMATIS
Pengembangan kompetensi guru dalam era digital menjadi kebutuhan mendesak, khususnya dalam mengelola administrasi sekolah secara efektif. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital guru sekolah dasar melalui pelatihan penggunaan sistem laporan piket otomatis berbasis Google Form dan Autocrat. Subjek kegiatan adalah para guru SDN Telawang 3 Banjarmasin yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi informasi. Proses pelatihan meliputi pembekalan teori, praktik langsung, dan pendampingan intensif, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi digital dan keterampilan guru dalam mengelola pelaporan piket secara digital. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis guru, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif dan mandiri dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas-tugas administratif. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan digitalisasi di lingkungan sekolah dasar
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK ITIK DI DESA ANDAMAN II KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA
Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak itik karena kondisi geografisnya yang didominasi lahan basah dan sistem perairan. Desa Andaman II di Kecamatan Anjir Pasar merupakan salah satu sentra peternakan itik, namun menghadapi kendala rendahnya produktivitas akibat keterbatasan pakan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pembuatan pakan itik berbasis bahan lokal guna menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi langsung pembuatan pakan dengan bahan seperti dedak, tepung ikan, bungkil inti sawit, ampas tahu, dan mineral. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peternak mengenai formulasi pakan seimbang dan teknik pencampuran bahan. Peternak mampu memproduksi pakan sendiri dan menerapkan formulasi tersebut dalam usaha ternaknya. Dampak kegiatan ini terlihat dari peningkatan produktivitas itik serta pengurangan biaya pakan hingga 20–30%. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata kunci: Itik, pakan lokal, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, efisiensi usah
INTRODUKSI SISTEM DIGITALISASI PENGAJUAN SERTIFIKAT HALAL UNTUK PELAKU USAHA KECIL DAN MIKRO DI KELURAHAN LOKTABAT UTARA KOTA BANJARBARU
Pengabdian pada masyaraklat ini bertujuan untuk mengintroduksi sistem digitalisasi pengajuan sertifikat halal bagi pelaku usaha kecil dan mikro di Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi dalam proses pengajuan sertifikat halal. Metode pengabdian yang digunakan Participatory Action Research (PAR) dengan teknik diskusi terarah (FGD). terhadap 12 pelaku UKM yang selanjutnya dapat memberikan informasi kepada anggota yang lain secara berjenjang. Hasil pengabdian ini, penerapan sistem digital diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha kecil dan mikro dalam mengurus persyaratan halal, sehingga mereka dapat lebih cepat dan mudah memperoleh sertifikat halal. Hasil pengukuran kognitif terjadi peningkatan pemahaman peserta secara keseluruhan, dengan capaian akumulatif sebesar 88,5%, yang telah memenuhi standar minimal capaian kognitif yang ditetapkan (80%).
PENGUATAN PERAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN: MEMBANGUN AGENT OF CHANGE SEHAT-MANDIRI MELALUI MEDIA DIGITAL DAN BUDAYA
Rendahnya pengetahuan santriwati terkait kesehatan ditambah dengan terjadinya penularan demam dengue merupakan permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren Ath-Thohiriyyah. Sekitar 90% santriwati tidak memahami tentang stunting dan pencegahannya, serta 30% berpotensi menikah di usia dini, yang dapat berdampak meningkatkan risiko kejadian stunting. Selain itu, sebagian besar santriwati berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah akan tetapi belum pernah mendapatkan pendampingan tentang kewirausahaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah bertujuan untuk memberdayakan pengurus Organisasi Santriwati Intra-Madrasah (OSIM) sebagai agen perubahan sehat-mandiri melalui pendekatan medikal berbasis media digital dan kultural. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi informasi, serta edukasi kesehatan mengenai pencegahan stunting dan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan santriwati, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai lebih dari 90%. Aplikasi Smart Larvae Risk Predictor berhasil diimplementasikan, memungkinkan santriwati melakukan pemantauan jentik secara terprogram. Pendekatan kultural melalui seni lokal terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan, menjadikan materi lebih mudah dipahami. Program ini meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong kemandirian santriwati dalam mengelola kesehatan dan kewirausahaan
MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN GURU: UPAYA MEMBANGUN GENERASI CERDAS DAN MANDIRI
Pelaksanaan workshop bimbingan kelompok di SDN Berangas Timur 2 sebagai bagian dari program pemberdayaan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada guru tentang pentingnya layanan bimbingan konseling dalam konteks sekolah dasar, khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Workshop ini diikuti dengan antusias oleh para guru yang sebelumnya memiliki keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam bimbingan konseling. Melalui kegiatan ini, guru memperoleh pemahaman baru tentang konsep dan tahap-tahap bimbingan kelompok, mulai dari pembentukan hingga penutup, serta dibimbing dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) yang terstruktur dan sesuai kebutuhan siswa. Selain itu, adanya praktik langsung mengelola dinamika kelompok memberikan pengalaman nyata bagi guru dalam mengaplikasikan bimbingan kelompok. Dukungan dan ketertarikan pihak sekolah untuk pendampingan lebih lanjut juga menunjukkan potensi keberlanjutan program ini. Workshop ini diharapkan dapat menjadi model dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemberdayaan guru di bidang bimbingan konseling, sekaligus mendukung pembentukan generasi siswa yang cerdas dan mandiri
Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Cinematherapy untuk Meningkatkan Self-esteem Siswa Madrasah Tsanawiyah
This study examined the effectiveness of group counseling using cinematherapy to improve self-esteem among seventh-grade students in Islamic secondary schools. The research was motivated by students’ tendencies to experience low self-esteem due to academic pressures and social–religious expectations within the school environment. A quantitative method with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied. Participants were ten students identified as having low self-esteem through an initial assessment. Data were collected using a self-esteem scale that had been tested for validity and reliability, then analyzed with a paired-sample t-test. The findings showed a statistically significant increase in self-esteem after six group counseling sessions integrating cinematherapy (p < 0.05). The films encouraged self-reflection, helped students identify positive values, and strengthened self-image through structured and empathetic group discussions. Although the sample size was limited and no control group was used, the results indicate that cinematherapy is an innovative approach for group counseling services in Islamic schools to support students’ self-esteem development. ____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik cinematherapy dalam meningkatkan self-esteem siswa kelas VII di madrasah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan rendahnya self-esteem siswa akibat tuntutan akademik serta ekspektasi sosial dan religius di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh siswa yang memiliki skor self-esteem rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala self-esteem yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-esteem siswa yang signifikan secara statistik setelah mengikuti enam sesi konseling kelompok berbasis cinematherapy (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan yang substansial setelah intervensi diberikan. Penggunaan film dalam layanan konseling kelompok memfasilitasi proses refleksi diri, identifikasi nilai positif, serta penguatan citra diri melalui diskusi kelompok yang terstruktur dan empatik. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan desain tanpa kelompok kontrol, temuan ini menunjukkan bahwa cinematherapy berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dan inovatif dalam layanan Bimbingan dan Konseling di madrasah
Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa Broken-home dengan Teman Sebaya di Perguruan Tinggi
Coming from an incomplete family background or a broken home can significantly impact the psychological and social development of college students. In college, these students face complex challenges in building social interactions with peers, who often serve as their primary support system. The dynamics of these interactions remain poorly understood. This study aims to describe and analyze the dynamics of social interactions between students from broken homes and their peers in college. Using a qualitative approach with descriptive analysis methods, this study involved four female students as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using an interactive model. The results indicate that the interaction dynamics stem from unresolved emotional burdens from family circumstances, which drain their social energy. Furthermore, a behavioral paradox arises between the need for connection and self-protection mechanisms triggered by fear of vulnerability. Nevertheless, students demonstrate agency and resilience by developing active coping strategies. The culmination of this process is the transformation of friendship into a "chosen family" that provides emotional support and a sense of psychological security. In conclusion, the social interactions of students from broken homes are a complex adaptive process, in which successful friendships serve as a key protective factor.____________________________________________________________Latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home memberikan dampak signifikan bagi perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. Di perguruan tinggi, mahasiswa ini menghadapi tantangan kompleks dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, yang seringkali menjadi sistem pendukung utama mereka. Dinamika interaksi ini belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi sosial mahasiswa berlatarbelakang broken home dengan teman sebaya di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan empat orang mahasiswi sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi berawal dari beban emosional yang tidak terselesaikan dari kondisi keluarga, yang menguras energi sosial mereka. Selanjutnya, terjadi paradoks perilaku antara kebutuhan untuk terhubung dan mekanisme perlindungan diri yang dipicu oleh ketakutan akan kerentanan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan agensi dan resiliensi dengan mengembangkan strategi koping aktif. Puncak dari proses ini adalah transformasi makna pertemanan menjadi "keluarga pilihan" (chosen family) yang menyediakan dukungan emosional dan rasa aman psikologis. Kesimpulannya, interaksi sosial mahasiswa broken home adalah proses adaptif yang kompleks, di mana pertemanan yang sukses berfungsi sebagai faktor protektif utama
Pengaruh Religiusitas Terhadap Academic Integrity pada Remaja: Systematic Literature Review
Integrity and religiosity play a crucial role in shaping adolescents' academic behavior, particularly in preventing academic dishonesty. Integrity, as a fundamental attribute, supports the development of responsible and productive individuals, while religiosity enhances moral awareness and self-control. Academic dishonesty, including cheating and plagiarism, is an ethical violation that negatively impacts both individuals and educational institutions. Research indicates that higher levels of religiosity are negatively correlated with academic dishonesty because religious individuals tend to uphold moral and ethical values. However, other factors, such as academic pressure, also influence dishonest behavior. Therefore, a holistic approach that strengthens integrity, fosters religiosity, and manages academic stress is necessary to cultivate a generation of youth with high integrity who uphold ethical values in education. This study reviewed seven articles selected based on predetermined inclusion criteria. The databases used for article searches included ScienceDirect, Taylor & Francis, and Google Scholar. The findings reveal that religiosity plays a significant role in shaping the ethical attitudes and behaviors of adolescents. Individuals with a deep understanding of religion tend to avoid academic dishonesty due to their belief in a higher moral oversight. ___________________________________________________________________Integritas dan religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk perilaku akademik remaja, terutama dalam mencegah kecurangan akademik. Integritas, sebagai atribut fundamental, mendukung pengembangan individu yang bertanggung jawab dan produktif, sementara religiusitas membantu meningkatkan kesadaran moral dan kontrol diri. Kecurangan akademik, seperti menyontek dan plagiarisme, merupakan pelanggaran etika yang berdampak negatif pada individu dan institusi pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas yang tinggi berkorelasi negatif dengan kecurangan akademik, karena individu yang religius cenderung menghormati nilai-nilai moral dan etika. Namun, faktor lain seperti tekanan akademik juga memengaruhi perilaku curang. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup penguatan integritas, peningkatan religiusitas, dan pengelolaan tekanan akademik diperlukan untuk menciptakan generasi muda yang berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai etis dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan 7 artikel yang ditelaah dengan inklusi yang telah ditentukan. Database yang digunakan untuk memudahkan pencarian artikel adalah Sciencedirect, Taylor & Francis, dan Google Scholar. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku etis remaja. Individu dengan pemahaman agama yang mendalam cenderung menghindari kecurangan akademik karena percaya akan adanya pengawasan moral yang leìbih tinggi
PERANCANGAN BELT CONVEYOR BATU BARA DENGAN KAPASITAS 600 T/H DI PT. X
The coal handling system is a system responsible for managing coal materials in a coal-fired power plant (PLTU). This system requires a variety of main and supporting equipment, along with protective components, to ensure smooth operation. The key component in this system is the belt conveyor, which functions to transport coal from the unloading area or stockpile to the boiler's silo bunker. In the design process, the researcher used a field observation method to directly collect primary data from the actual site conditions. Additionally, supporting data were obtained from literature and other relevant references. Based on the design analysis, the belt conveyor was specified with a design capacity of 600 tons per hour (tph) and a bulk material density of 0.80 tons per cubic meter (t/m³). The conveyor has a length of 25 meters, a height of 5 meters, with an inclination angle of 12.2 degrees, an angle of repose of 38 degrees, an angle of surcharge of 25 degrees, and a trough angle of 30 degrees. The rubber belt width used is 900 mm, with a head (drive) pulley diameter of 508 mm, a carrying idler diameter of 127 mm, and a return idler diameter of 127 mm. From these specifications, the calculated belt speed is 2.22 meters per second (133.47 meters per minute), and the required motor power is 22.99 kW with a rotational speed of 1274.29 rpm. The resulting effective belt tension is 2329.084 lbs with a belt width of 900 mm
PLATFORM E-BUSINESS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KECAMATAN PAGELARAN BERBASIS WEB MOBILE
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform e-business berbasis web mobile guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Pagelaran. UMKM di wilayah ini menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan jangkauan pasar dan minimnya pemahaman teknologi digital. Platform yang dikembangkan menawarkan fitur-fitur seperti katalog produk online, sistem pembayaran terintegrasi, serta pelacakan pengiriman, yang dapat diakses dengan mudah melalui perangkat seluler. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall, dengan tahapan perencanaan, perancangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa platform ini dapat mempermudah UMKM dalam mengelola usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan demikian, platform ini berkontribusi dalam mendukung transformasi digital UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjut