Universitas Yapis Papua - Publikasi Jurnal
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Tujuan Anggaran Dan Kejelasan Sasaran Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Di Polda Papua (Studi Pada Ditreskrimsus)
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh Tujuan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran terhadap Senjangan Anggaran di Direktorat Reskrimsus Polda Papua. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Ditreskrimsus yang berjumlah 50 orang, dan sampelnya sebanyak 38 orang. Metode Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda berdasarkan 38 kuesioner yang dapat dikumpulkan dengan Hasil penelitian menunjukan bahwa Tujuan Anggaran dan Kejelasan Sasaran Anggaran berpengaruh signifikan terhadap Senjangan Anggaran. Dari pengolahan data diperoleh model regresi Y = 3,004+ 0,362X1 + 0,638X2 dengan Uji t menunjukan tujuan anggaran berpengaruh signifikan terhadap Senjangan Anggaran dengan nilai signifikan sebesar 0,026 dan Kejelasan Sasaran Anggaran juga berpengaruh signifikan terhadap Senjangan Anggaran dengan signifikansi sebesar 0,004. serta Uji F menunjukan Tujuan Anggaran dan kejelasan sasaran anggaran secara simultan juga berpengaruh terhadap Senjangan anggaran dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Adjusted R² sebesar 0,806 hal ini menunjukan bahwa presentase sumbangan tujuan anggaran dan kejelasan sasaran anggaran terhadap senjangan anggaran sedangkan sisanya dipengaruhi model lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Kata kunci : Tujuan Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran dan Senjangan Anggara
Pengaruh Dana Alokasi Umum Dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Daerah (Studi Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana alokasi umum dan pendapatan asli daerah terhadap belanja daerah pada APBD Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Rumusan masalah penelitian adalah apakah dana alokasi umum dan pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap belanja daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah kabupaten/kota diProvinsi Papua yang terdiri dari 28 kabupaten dan 1 kota. Maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 Kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua. Hasil analisis dengan menggunakan regresi linear berganda diperoleh hasil adalah hasil analisis menunujukkan nilai Fhitung sebesar 61.214 nilai Ftabel yaitu 4,20 dan nilai p-value atau signifikan sebesar 0.000. Nilai Fhitung dan Ftabel 2 yaitu 61.214 >4,20 atau 0.000<0,05. Dengan demikian, maka H0 ditolakdan Ha diterima yaitu dana alokasi umum (X1) dan pendapatan asli daerah (X2) secara simultan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap belanja daerah(Y). Secara parsial dana alokasi umum mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap belanja daerah. Pendapatan asli daerah mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap belanja daerah. Kata Kunci :Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Daera
IDENTIFIKASI ISU CALON KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH (KKPD) DI KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN
ABSTRAK Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai daerah yang memiliki daerah pesisir yang panjang, memiliki keanekaragaman dan kelengkapan ekosisten perairan yang cukup komplit, namun sampai saat ini belum ada piranti kebijakan yang mengedepankan prinsip konservasi, sehingga langkah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua untuk mencadangkan kawasan konservasi perairan daerah di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi sebuah terobosan dan langkah yang sangat tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumberdaya pesisir dan laut Kabupaten Kepulauan Yapen untuk dijadikan sebagai calon Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD). Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus-November 2014 di wilayah pesisir dan laut Kabupaten Kepulauan Yapen. Pengumpulan data sekunder terdiri dari Citra Landsat TM+7, peta Rupa Bumi Indonesia Pesisir Kota Serui dalam skala 1:50.000, data batimetri dan literatur lainnya dari berbagai instansi pemerintah dan LSM setempat. Data primer yang diambil terdiri dari data Mangrove, lamun, terumbu karang dan sosial ekonomi masyarakat. Teknik yang digunakan adalah Community Interview. Selain itu diadakan juga konsultasi publik dengan melibatkan masyarakat dengan model Focus Group Discussion (FGD) yaitu teknik konsultasi dengan menjadikan masyarakat sebagai narasumber utama. Hasil penelitian perairan Kabupaten Kepulauan Yapen Khususnya di Distrik Yapen Selatan memiliki berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan dan berpeluang untuk dijadikan sebagai daerah atau kawasan konservasi perairan. Dari sisi ekologi, sosial budaya dan ekonomi terdapat beberapa paramater yang sangat mendukung pengkategorian kawasan Distrik Yapen Selatan dengan nilai skoring tertinggi 1,10 dengan nilai total tertinggi yakni 129 untuk kategori Suaka Perikanan. Dengan nilai tersebut, kawasan Kabupaten Yapen dapat dicanangkan sebagai calon kawasan konservasi perairan daerah dengan jenis Suaka Perikanan. Kata Kunci : Sumberdaya Pesisir, KKP, Potensi Perikana
STUDI KESESUAIAN LOKASI SEA RANCHING TERIPANG DALAM RANGKA PENGEMBANGAN MODEL SEA FARMING-SASIEN DI PULAU PAI KEPULAUAN PADAIDO KABUPATEN BIAK NUMFOR
ABSTRAK Teripang sudah lama dikenal dan dilindungi oleh masyarakat local di pulau Pai Kepulauan Padaido Kabupaten Biak Numfor. Ironisnya, ahkir-akhir ini kelimpahan teripang sudah cenderung menurun karena tingginya intensitas penangkapan oleh nelayan. Di satu sisi, penerapan system sasi belum optimal sehingga kurang berhasil terutama dalam penentuan kawasan sasi secara ilmiah yakni tidak dilakukan kajian kelayakan baik secara teknis. Untuk mendukung implementasi sasi, perlu didukung dengan input model yang dapat menunjang keberhasilan sasisen dalam rangka pemulihan sumberdaya teripang. Salah satunya adalah menentukan kawasan sea ranching (lokasi penebaran bibit restoking/releasing di laut). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan lokasi sea ranching sekaligus sebagai kawasan implementasi sasisen dengan berdasarkan parameter lingkungan perairan dan parameter pendukung. Metode penentuan kesesuaian kawasan sea ranching adalah mengggunakan metode kesesuaian lahan, yakni dengan membagi 4 (empat) kelas kesesuaian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa di Stasiun Bagian Timur Pulau Pai memiliki kriteria kelas Sesuai dan Stasiun Bagian Selatan dan Stasiun Barat Pulau pai memiliki kelas Sangat Sesuai. Dengan demikian, maka usaha restocking/releasing teripang dapat dilakukan di pulau Pai. Kata Kunci: sea ranching-sasisen, teripang, Pulau Pai Kep. Padaid
Hambur Balikakustik Beberapa Tipe Karang Menggunakan Echosounder Single Beam
Abstrak Setiap pulsa atau sinyal akustik yang dipancarkan oleh echosounder dan dipantulkan oleh target mengandung berbagai informasi yang berbeda, hal ini dapat terjadi karena dasar perairan memiliki parameter fisik yang bervariasi yang akan mempengaruhi proses hamburan balik atau pantulan sinyal akustik. Parameter tersebut antara lain kekasaran dan kekerasan dasar perairan. Echosounder single beam merupakan instrumen akustik yang paling sederhana yang hanya memancarkan bim tunggal untuk mendeteksi target yang dilaluinya dalam kolom air.Aplikasi echosounder single beam sejauh ini telah digunakan untuk menguantifikasi kekuatan hambur balik akustik dasar perairan. Pada penelitian ini, echosoundersingle beam CruzPro PcFF80 berfrekuensi 200 kHz digunakan untuk perekaman hambur balik akustik karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasi sinyal hambur balik akustik karang untuk menentukan kekuatan, karakteristik dan klasifikasi hambur balik akustik karang tersebut. Klasifikasi dilakukan berdasarkan nilai pantulan pertama (E1) dan pantulan kedua (E2) hambur balik akustik karang. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2013 yang berlokasi di Kepulauan Seribu. Kamera bawah air digunakan untuk memvalidasi data hasil perekaman akustik. Hasil penelitian menunjukkan nilai E1 bervariasi dari -21.54 dB sampai -18.24 dB, sedangkan E2 bervariasi dari -46.91 dB sampai -32.78 dB.Hasil penelitian mengenai klasifikasi menggambarkan tiga kategori pantulan akustik, yaitu lunak dan halus (softsmooth), lunak dan kasar (soft-rough) serta keras dan kasar (hard-rough). Kata Kunci : echosoundersingle beam, E1, E2,karang, klasifikas
IMPLEMENTASI UU NO. 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMSOSTEK PADA PT. RIMBA MATOA LESTARI DI KABUPATEN JAYAPURA
AbstrakPT. Rimba Matoa Lestari Kabupaten Jayapura Belum Melindungi Tenaga Kerja dari hilang nya atau berkurangnya penghasilan akibat peristiwa atau keadaan yang di alami oleh Tenaga Kerja berupa Kecelakaan Kerja, Sakit, Hamil, Bersalin, Hari Tua dan Meninggal Dunia, Maka PT. Rimba Matoa Lestari Belum Mengikut sertakan Tenaga Kerjanya Dalam Program Jamsostek sebagaimana telah di atur dalam Undang - Undang dan Peraturan - Peraturan yang berlaku. Bahwa Perusahaan PT. Rimba Matoa Lestari Kabupaten Jayapura Belum Melaksanakan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Yang Meliputi: Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK ), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua ( JHT ), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK ) sebagaimana telah di tetapkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kata Kunci : Implementasi, Jamsoste
Pengaruh Perbedaan Filterisasi Berbahan Alami dan Buatan (sintetis) pada Kualitas Air Budidaya Lele Sangkuriang (clarias sp.) dengan sistem Resirkulasi Tertutup
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air, laju pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan Lele Sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April dan Mei 2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Perlakuan yang diuji terdiri dari perlakuan filter alami dan filter buatan (sintesis) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan dari penggunaan filter alami perubahan amoniak (NH3) pada angka 134,0 mg/l dapat ditekan hingga 79 mg/l, nitrit 0,200 mg/l menjadi 0,105 mg/l dan pospat (P2O5) 289,5 mg/l menjadi 2,05 mg/l. Sedangkan pada filter buatan, amoniak pada kisaran 293 mg/l menjadi 81,5 mg/l, nitrit 0,200 mg/l menjadi 0,145 mg/l dan pospat (P2O5) 314,5 mg/l menjadi 2,1 mg/l. Berdasarkan data hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan filter berbahan alami lebih maksimal dalam proses penyaringan yakni 85 %, dibanding dengan filter berbahan buatan (sintetis) 52 %. Pertumbuhan bobot berat lebih besar yaitu 26,8 g/ekor pada filter alami, dan 14,2 g/ekor pada filter buatan, dengan tingkat kelulusan hidup (SR) pada penggunaan Filter alami adalah 85 %, dan pada filter buatan 75 %.Kata Kunci : Resirkulasi Tertutup, Filtrasi, Lele Sangkurian
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT) PADA HOTEL ANDALUCIA DI KOTA JAYAPURA
AbstrakDalam pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pihak Pekerja dan pihak perusahaan dalam hal ini Hotel Andalucia harus selalu menjaga hubungan baik dan tetap mengacu pada perjanjian kerja yang telah disepakati. Serta terhadap Wanprestasi, adapun tata cara penyelesainnya, yaitu pihak pengelola memberikan teguran lisan, jika tidak diindahkan atau masih melanggar lagi maka dilanjutkan dengan teguran tertulis hingga sampai ketingkat pemecatan terhadap pekerja yang telah melanggar perjanjian yang telah disepakati atau disetujui tersebut. Kata Kunci : Perjanjian, Kerja Waktu Tertentu, Hotel Andalusi
Pengaruh Struktur Kepemilikan, Struktur Modal, Profitabilitas Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
Tujuan dari penelitian adalah untuk menguji pengaruh struktur kepemilikan, struktur modal, profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, debt to equity ratio, return on equity dan pertumbuhan laba. Populasi penelitian ini adalah perusahaan Consumer Goods Industry dan Miscellaneous Industry yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013. Total sampel penelitian berjumlah 9 perusahaan yang ditentukan melalui purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t-hitung sebesar 0,922 dan nilai signifikan sebesar 0,362, kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t-hitung sebesar 2,097 dan nilai signifikan sebesar 0,043, debt to equity ratio berpengaruh tidak signifikan dengan nilai t-hitung sebesar -1,583 dan nilai signifikan sebesar 0,122, return on equity berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t-hitung sebesar 7,061 dan nilai signifikan sebesar 0,000 dan pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai t-hitung sebesar -2,257 dan nilai signifikan sebesar 0,030. Hasil analisis uji F menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, debt to equity ratio, return on equity dan pertumbuhan laba secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai F- hitung sebesar 12,207 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Kata kunci : Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Debt to Equity Ratio, Return on Equity, Pertumbuhan Lab
ANGGARAN PENDIDIKAN DAN ANGGARAN KESEHATAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi PadaKabupaten/Kotadi Provinsi PapuaPeriode2008-2012)
Pengelolaan kinerja keuangan daerah yang baik akan memberikan ketersediaan alokasi yang akan dianggarkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan terhadap kinerja keuangan. Data yang digunakkan merupakan data sekunder yang diperoleh dari www.bps.go.id dan www.djpk.go.id. Model analisis yang digunakkan adalah regresi linier berganda dan rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang mempunyai signifikansi 0,000, anggaran kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang mempunyai signifikans 0,251, anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keungan yang mempunyai signifikansi 0,000. Kata Kunci : Anggaran Pendidikan, Anggaran Kesehatan, dan Kinerja Keuanga