STIT Raden Wijaya: Journal Online of Education
Not a member yet
    171 research outputs found

    Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Inovatif: Menyongsong Generasi Z

    Full text link
    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Namun, dengan perkembangan teknologi dan karakteristik generasi Z yang lebih cenderung berorientasi pada teknologi dan pembelajaran berbasis interaktif, terdapat tantangan dalam meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran PAI. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah penerapan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teknologi dan metode pembelajaran aktif. Bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan inovatif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan menyesuaikan dengan kebutuhan generasi Z. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan metode berbasis teknologi dan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman agama, serta mengembangkan keterampilan Abad 21

    Implementasi Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini Secara Intensif dalam Menghadapi Era Digital

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengungkap implementasi pendidikan akhlak sejak usia dini dalam menghadapi era digital. Metode kualitatif digunakan dengan studi literatur dan analisis dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan akhlak sejak dini harus menjadi bagian integral dari kurikulum untuk membentuk generasi muda yang memiliki moralitas kuat dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Metode pengembangan akhlak anak usia dini melibatkan media permainan, pengembangan panca indera, suasana pembelajaran menyenangkan, serta pemahaman dan penghayatan nilai-nilai akhlak. Strategi pembelajaran mencakup pemupukan nilai, keteladanan, pengembangan keterampilan akademik dan sosial, serta fasilitasi. Implementasi pendidikan akhlak dimulai dengan perencanaan nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan tema pembelajaran, indikator, pembiasaan terprogram, dan penilaian yang mencakup tujuan, prinsip, cara penilaian, lingkup, dan instrumen

    Ashabul A’raf dalam Perspektif Tafsir Indonesia: Studi Komparasi Tafsir al-Azhar Karya Hamka dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menentukan interpretasi M. Quraish Shihab dalam Tafsir al Azhar dan interpretasi Hamka dalam Tafsir al-Azhar tentang Ashabul A’raf, membandingkannya, dan meneliti kedekatan atau pengaruh mereka terhadap para pengkaji teks klasik dan kontemporer. Berdasarkan diskusi ini, jelas bahwa studi ini menggunakan pendekatan tafsir komparatif. Ini adalah penelitian perpustakaan. Data utama adalah karya tafsir dari dua pengkaji teks Indonesia yang disebutkan di atas, sementara data sekunder terdiri dari buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan tema. Untuk menjelaskan diskusi, penulis akan termasuk ayat-ayat yang menjadi objek interpretasi dengan terjemahannya. Terjemahan ayat diambil dari buku Tafsir al-Misbah. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dengan pola perbandingan. Penulis akan pertama-tama menyajikan interpretasi kedua pengkaji teks tersebut dan pandangan para pengkaji teks klasik seperti ath-Thabari dalam Tafsir Jami\u27ul Bayan fi Tafsiril Qur\u27an dan Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur\u27an al-\u27Adzim serta era kontemporer seperti Thahir ibn \u27Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir dan Wahbah az-zuhaili dalam Tafsir al-Munir. Kemudian, penulis akan menganalisis sisi perbedaan dan persamaan antara interpretasi M. Quraish Shihab dan Hamka, dan membandingkannya dengan interpretasi empat pengkaji teks di atas untuk meneliti kedekatan atau pengaruh kedua tokoh tersebut terhadap pandangan para pengkaji teks sebelumnya

    Motivasi Kinerja Guru

    Full text link
    Motivasi adalah salah satu fungsi manajemen yang sangat penting, sebab tanpa fungsi ini maka apa yang telah direncanakan dan diorganisir tidak dapat direalisir dalam kenyataan. Fungsi motivasi menempati posisi vital bagi langkah-langkah manajemen dalam merealisir segenap tujuan, rencana dan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Khusus bagi pemimpin pendidikan dituntut keahliannya dalam menjalankan fungsi “motivating” ini, agar para anggota kelompok yang dihadapi mau bekerja dengan ikhlas, penuh antusiasme dan tanggung jawab sesuai tugas yang telah dipercayakan kepada mereka

    Tradisi Ruwah Desa dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi ruwah desa sebagai media pembentukan akhlak anak dalam perspektif ilmu pendidikan Islam. Tradisi ruwah desa merupakan praktik sosial-keagamaan yang dilaksanakan masyarakat menjelang bulan Ramadan melalui kegiatan seperti tahlilan, ziarah kubur, kenduri, dan gotong royong. Tradisi ini memuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang berpotensi menjadi wahana pendidikan informal bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwah desa mengandung sejumlah nilai pendidikan akhlak, di antaranya nilai gotong royong, empati, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan leluhur, serta religiusitas. Internalisasi nilai terjadi melalui keteladanan tokoh agama dan masyarakat, pembiasaan tahunan dalam prosesi ruwah, serta partisipasi aktif anak dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses ini sejalan dengan prinsip tarbiyah yang meliputi qudwah (keteladanan), ta‘wid (pembiasaan), dan bi’ah tarbawiyah (lingkungan edukatif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ruwah desa berfungsi sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak anak secara natural, kontekstual, dan komunal

    Nilai-nilai Takziyah dalam Pendidikan dan Soliadaritas Sosial

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menjelaskan fakta-fakta mengenai nilai-nilai takziyah dalam pendidikan solidaritas sosial yang ada dalam pelaksanaan ritual upacara pemberangkatan jenazah di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengambilan data berupa observasi dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang berkualitas dan mendalam tentang subjek penelitian yang diteliti. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Teknik analisis yang dalam penelitian ini adalah analisis tematik (thematic analysis) dimana peneliti memfokuskan pada pengidentifikasian dan pengelompokan tema-tema yang muncul dari data yang telah dikumpulkan. enelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dan teknik sampling purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi tahlilan di Desa Sudimoro adalah untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT dan memperkuat solidaritas sosial melalui ikram uddla\u27if dan situasi sosio-harmoni. Solidaritas yang diberikan oleh masyarakat tidak hanya dalam perkara benda saja, tetapi meliputi kasih sayang, perhatian, dan kebaikan lainnya

    Mewujudkan Pendidikan Islam yang Berorientasi pada Nilai-nilai dan Prinsip-prinsip Islami

    Full text link
    Abstrak: Pengembangan pendidikan Islam harus dilakukan secara utuh dan komprehensif. Upaya ini harus memperhatikan semua elemen yang ada dalam sistem pendidikan baik dalam bentuk elemen organik dan elemen anorganik, serta aturan lain yang terkait dengan pengelolaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan Islam yang ideal sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Hasil kajian mengungkapkan bahwa telah muncul beberapa paradigma pengembangan pendidikan Islam, yaitu formism, mechanism, dan organism. Pendidikan Islam harus berorientasi pada tiga bidang pokok, yaitu studi Islam sebagai sumber ajaran, studi Islam sebagai bagian dari pemikiran, dan studi Islam sebagaimana yang di alami, di amalkan dan diterapkan dalam kehidupan

    Pembelajaran Abad 21 Berbasis Kompetensi 4C di Perguruan Tinggi

    Full text link
    Penelitian ini merupakan hasil kajian pustaka dari berbagai literatur terkait pembelajaran abad-21 berbasis kompetensi 4C di perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai institusi penyelenggara pendidikan memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam menghasilkan berbagai lulusan yang kompeten sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. Salah satu kompetensi abad-21 tersebut adalah 4C yaitu kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and probllem solving), kemampuan bekerjasama dan kolaborasi (collaboration and teamwork), kemampuan berkomunikasi (communication), kreativitas dan inovasi (creativity and innovation). Kemampuan abad-21 yang diperoleh tersebut menjadi bekal lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi era Society 5.0. Dalam penelitian ini dipaparkan mengenai prinsip pembelajaran abad-21, kompetensi 4C di perguruan tinggi, karakteristik pendidik dan peserta didik abad-21, model pembelajaran abad-21 berbasis 4C.  Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat di simpulkan bahwa perguruan tinggi merupakan sebuah institusi pencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang diharapkan dapat menghasilkan berbagai lulusan yang kompeten sesuai dengan tuntutan kompetensi abad-21. Lulusan yang kompeten merupakan peserta didik yang dapat menguasai 6 keterampilan dasar literasi (baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan), kompetensi 4C (pemikiran kritis dan pemecahan masalah, kerjasama dan kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan inovasi)

    Peran Pendidikan Islam Ditengah Masyarakat Multikultural

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pendidikan Islam dalam menghadapi masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural merupakan kelompok yang dapat saling menerima dan menghormati perbedaan suku, agama, budaya, jenis kelamin, bahasa, adat istiadat, dan kedaerahan. Multikulturalisme memungkinkan berbagai perbedaan hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai. Pesan-pesan keagamaan dalam moderasi beragama mencakup menjaga keselamatan jiwa, menghargai peradaban yang luhur, memperkuat nilai-nilai moderat, menciptakan perdamaian, dan menjunjung pluralisme dengan menghormati kebebasan berpikir, berekspresi, dan beragama. Output dari pendidikan Islam adalah kesalehan individu dan sosial dengan menekankan keadilan, perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan sesuai dengan konsep "rahmatan lil alamin". Pendidikan Islam secara tegas menghargai keragaman dan multikulturalisme, sesuai dengan ajaran Al-Qur\u27an dan Hadits yang memiliki tujuan yang sama

    Mitra Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dan Problematikanya

    Full text link
    Penelitian ini membahas konsep dan penerapan Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran pasca pandemi di Indonesia. Kurikulum Merdeka dirancang sebagai kurikulum yang fleksibel, berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik. Penyusunan kurikulum dimulai dengan penjaringan minat dan bakat siswa sejak dini, sehingga siswa dapat menentukan arah pengembangan bakat dan kemampuannya dengan leluasa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yaitu menggali dan memperoleh informasi dari buku, artikel, dan sumber bacaan lainnya. Konsep pendidikan dalam kurikulum merdeka sangat memperhitungkan kemampuan dan keunikan kognitif individu peserta didik di masing-masing madrasah. Namun, penerapan kurikulum merdeka di lapangan mengalami beberapa kendala, antara lain dari peserta didik, pendidik, saran dan prasarana, pimpinan dan kolaborasi di dalam internal lembaga pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan loyalitas, persamaan mindset dan kerja sama yang solid di dalam internal lembaga tersebut untuk memastikan pelaksanaan kurikulum merdeka pada masing-masing madrasah dapat terlaksana dengan baik. Meskipun Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran telah dikeluarkan, penerapan kurikulum pada masa kondisi khusus masih belum dapat mengatasi ketinggalan pembelajaran. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif untuk memulihkan pembelajaran di Indonesia pasca pandemi

    153

    full texts

    171

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STIT Raden Wijaya: Journal Online of Education
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇