Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
1806 research outputs found
Sort by
KOMPARASI STABILITAS LERENG PADA SAYAP JEMBATAN KARE DENGAN METODE JANBU DAN BISHOP
Jembatan merupakan bangunan yang memiliki peranan penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Pentingnya pemahaman terhadap daya dukung tanah pada sayap jembatan ini tidak dapat diabaikan, mengingat kondisi tanah yang beragam di wilayah tersebut. Sayap jembatan Kare mengalami longsor di sisi bagian utara akibat gerusan dari aliran air Bengawan solo. untuk itu perlu analisis stabilitas tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan stabilitas lereng, mensimulasikan TPT sebagai perkuatan tanah dan mengetahui nilai Safety Factor (SF) stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah Janbu dan Bishop. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan simulasi jenis perkuatan dinding penahan tanah setinggi 7 meter, panjang 11,45 meter lebar tumit bawah 4 meter dan lebar tumit atas 0,20 meter dengan analisis perhitungan menggunakan metode Bishop didapatkan nilai sebesar Sf = 2,571 dan dengan metode Janbu diperoleh nilai sebesar Sf = 1,986 dengan nilai faktor keamanan Sf = 1,25 yang artinya lereng tersebut stabil dari bahaya keruntuhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan perangkat lunak Janbu yang digunakan pada bidang longsor Sirkular maupun Non-Sirkular dan Bishop pada bidang Longsor Sirkular saja. Kedua metode tersebut lebih efektif digunakan untuk permodelan dan menganalisis kondisi di bawah permukaan tanah
Kesalahan Tataran Morfologi Bahasa Indonesia pada Berita Laman www.krjogja.com Rubrik "Berita Lokal"
Kesalahan pada tataran morfologi banyak ditemukan pada laman berita online. hal ini telah menyebar luas dan memberikan dampak buruk bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan berbahasa tataran morfologi dan melakukan perbaikan terhadap kesalahan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode simak, teknik dasar sadap dan teknik lanjutan SBLC ( simak bebas libat cakap ) serta teknik catat. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 1 data kesalahan pembentukan kata dan 6 kesalahan afiksasi
Teknik Epigonal untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Artikel Populer Mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Angkatan 2023
Artikel populer, salah satu bentuk karya ilmiah sederhana. Kesederhanaan itu tampak dari pemilihan judul, sistematika penulisan sampai isi sebuah artikel lebih sederhana dari karya tulis ilmiah lainnya. Meskipun demikian, penulisan artikel tetap diperlukan penyelesaian yang memadai atas persoalan yang telah dikemukakan. Artikel populer sebagai karya ilmiah sederhana tidak berarti mudah menciptakannya. Ada yang kesulitan memilih tema, membuat judul, mengawali artikel, menjabarkan permasalahan, dan bingung mengungkapkan solusi. Untuk mengatasi varian kesulitan tersebut peneliti menggunakan teknik epigonal untuk meningkatkan kemampuan menulis artikel populer mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Angkatan 2024. Teknik epigonal pada dasarnya ialah teknik pengekoran terhadap artikel-artikel yang telah ada. Di sinilah, maka teknik epigonal memerlukan kemampuan membaca artikel secara intensif sehingga memanggil inspirasi atas kemenarikan artikel tertentu. Dengan menerapkan teknik ini dapat disimpulkan, pencapaian hasil belajar siswa pada siklus II ini sebesar 80 persen sudah mencapai titik keberhasilan pembelajaran sebesar 90 persen. Maka pada siklus II sudah mencapai titik ketuntasan yang diinginkan peneliti. Karenanya, teknik epigonal dapat diaplikasikan ke dalam praktik menulis artikel populer. Teknik epigonal dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel populer
PERAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini adalah studi awal dalam identifikasi terkait dengan peran orang tua terhadap hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya peran orang tua terhadap hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah para orang tua siswa dan guru. Dalam penelitian ini instrumen atau alat bantu yang digunakan adalah dengan melakukan kajian pustaka atau studi kepustakaan. Berdasarkan hasil yang didapat terkait dengan peran orang tua terhadap hasil belajar siswa ialah bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang hasil belajar siswa. Dukungan, bimbingan, dan motivasi yang diberikan oleh orang tua dapat memengaruhi motivasi belajar anak, kedisiplinan, dan pencapaian akademisnya. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak seperti membantu dengan tugas sekolah, memberikan dorongan positif, dan mengawasi kegiatan belajar anak juga dapat berdampak positif terhadap prestasi akademis siswa. Kolaborasi yang baik antara orang tua, guru, dan sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan optimal siswa
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENYEDIAAN SARANA PENAMPUNGAN AIR BERSIH: STUDI KASUS DESA TESA, KECAMATAN LAEN MANEN, KABUPATEN MALAKA
Penelitian ini tentang Strategi Pemerintah Desa Dalam Penyedian Prasarana Penampungan Air Bersih (Fiber) ) Bagi Masyarakat (Studi Kasus: Didesa Tesa Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka) dengan Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya prasarana air bersih. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi pemerintah dalam menyediakan prasarana tempat penampungan air bersih (fiber) bagi masyarakat (2) Untuk mengetahui cara pemerintah mengatasih kekurangan air bersih bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan teknik penggumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pemerintah melakukan perencanaan untuk menyediakan fiber bagi masyarakat yang kekurangan air bersih. Namun tidak semua masyarakat mendapatkan prasarana fiber tersebut, karena akan dilakukan secara bertahap pada setiap tahun, (2) Pemerintah membentuk organisasi sehingga rencana penyediaan fiber kepada masyarakat bisa berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan, sehingga organisa yang terdiri dari kepala dusun, rukun tetangga (RT), rukun warga (RW) bisa membantu pemerintah desa dalam melaksanakan penyediaan fiber kepada masyarakat, (3) Pemerintah melakukan pergerakan sehingga perencenanaan penyediaan fiber bisa cepat terlaksana dan sampai ke tangan masyarakat dengan tepat waktu, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan prasarana fiber tersebut untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat, (4) Pemerintah melakukan pengawasan terhadap prasarana fiber yang sudah diberikan kepada masyarakat. Namun, tidak berlangsung lama karena pemerintah memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk menjaga prasarana fiber tersebut
The Influence of Social Media Usage Intensity on Student Political Participation in the 2024 Election
The 2024 General Election is a crucial momentum for strengthening democracy in Indonesia, with social media serving as a primary channel for disseminating political information. College students, as a digitally active segment of young voters, have a high level of interaction with social media, potentially influencing their political participation. This study aims to analyze the influence of the intensity of social media use on student political participation in the 2024 General Election. The research method used was a quantitative approach with a survey design. Data were obtained by distributing questionnaires to students from various universities in Indonesia. Simple linear regression analysis was used to test the relationship between variables. The results showed that the intensity of social media use had a positive and significant effect on student political participation. This finding indicates that the more frequently students access social media for political information, the higher their level of involvement in political activities, such as discussions, digital campaigns, and participation in elections. This study emphasizes the importance of digital and political literacy to encourage healthy and critical political participation among college students
BUDAYA DIGITAL DAN TRANSFORMASI MAKNA KOMUNITAS DALAM MASYARAKAT URBAN
The development of digital technology has fundamentally changed the patterns of social interaction in society, especially in urban areas. Digital culture, born from the integration of technology, social media, and the internet, has created new social spaces that transcend geographical and temporal boundaries. In this context, the concept of community has undergone a transformation in meaning: from one that was previously based on physical proximity to one based on symbolic connectivity and digital networks. This paper aims to examine how digital culture influences the construction and meaning of community in urban society using a conceptual literature review approach. The results of the study show that digital culture has given rise to new forms of solidarity, participation, and social expression, but it has also created a paradox in the form of fragmentation, polarization, and social alienation. Thus, digital culture not only shapes new ways of interacting, but also reconstructs the meaning of community amid the complexity of modern urban life
Analisis Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Pemulihan Pascabencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah
Pengarusutamaan gender merupakan aspek krusial dalam kebijakan penanggulangan bencana, karena perempuan dan laki-laki memiliki kerentanan serta kebutuhan pemulihan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana kebijakan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Kota Palu telah mengintegrasikan perspektif gender pascabencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metoede kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan Gender Analysis Pathway (GAP) yang menyoroti aspek akses, kontrol dan pengambilan keputusan, partisipasi, serta manfaat. Selain itu, perangkat lunak NVivo 12 Plus digunakan untuk membantu pengolahan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan R3P belum optimal dalam mengarusutamakan gender. Hambatan utama berasal dari faktor internal, diantaranya keterbatasan data terpilah gender, implementasi kebijakan bersifat netral gender, terbatasnya pemahaman pengarusutamaan gender di instansi pemerintah, dan komposisi pegawai yang belum representatif. Sementara faktor eksternal mencakup persepsi masyarakat yang masih keliru dalam memaknai gender, budaya masyarakat yang menyebabkan adanya subordinasi dan pelabelan negatif, serta beban ganda perempuan yang menghambat partisipasi publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan pemulihan pascabencana yang responsif gender untuk mencapai pemulihan yang inklusif dan berkeadilan
ANALISIS MORAL-ETIKA POLITIK DALAM REVISI BATAS USIA CAPRES-CAWAPRES BERDASARKAN MORALITAS IMMANUEL KANT
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait revisi dan batasan usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah memicu polemik di masyarakat. Terdapat indikasi bahwa perubahan ini dibuat untuk memperkuat peluang salah satu pasangan calon tertentu untuk maju sebagai cawapres. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah nilai-nilai moral yang mungkin telah dilanggar dalam pengambilan keputusan tersebut, khususnya dengan melihatnya melalui perspektif etika Immanuel Kant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur, dengan mengkaji berbagai referensi pustaka serta studi kasus terkait, didukung oleh data moralitas Kant dan berita-berita yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan undang-undang ini belum sesuai dengan prinsip moralitas universal Kant, yang menekankan bahwa tindakan baik harus dilakukan atas dasar kebaikan itu sendiri tanpa pamrih atau alasan kepentingan tertentu. Selain itu, penelitian ini mengungkap bahwa prinsip moralitas tampaknya tidak lagi menjadi landasan dalam pembentukan hukum, mengakibatkan aturan-aturan yang cenderung fleksibel terhadap kepentingan kelompok tertentu daripada berorientasi pada kebaikan bersama. Implikasi dari temuan ini menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan aturan untuk kepentingan pihak tertentu, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat luas.Kata Kunci: Konstitusi, Moralitas Kant, Batas Usia Capres-Cawapres, Etika Hukum, Politi
DISAIN SISTEM PEMILU MENYEDERHANAKAN JUMLAH PARTAI DALAM MENDUKUNG PENERAPAN SISTEM NON-PRESIDENSIAL THRESHOLD DAN DAMPAKNYA TERHADAP EFEKTIVITAS PEMERINTAHAN
Sistem pemerintahan yang dianut Indonesia adalah sistem pemerintahan presidensial, maka sistem ini harus diturunkan secara konsisten ke dalam pengaturan sistem pemilu, sistem kepartaian, dan sistem pemilu presiden. Bertolak dari hal tersebut dan karena Indonesia menganut sistem kepartaian pluralisme ekstrim, maka perlunya disain sistem pemilu menyederhanakan jumlah partai untuk mendukung penerapan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai sistem non-presidensial threshold (ambang batas pencalonan nol peren) yang rencananya diterapkan pada pemilu 2029, yang diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan efektivitas pemerintahan. Terkait dengan itu, artikel ini akan membahas: (1) Penerapan sistem non-presidensial threshold dengan pilihan sistem kepartaian pluralisme ekstrim dan sejumlah masalah yang ditimbulkannya dalam pemerintahan; (2) Disain sistem pemilu menyederhanakan jumlah partai dalam mendukung penerapan sistem non-presidensial threshold dan dampaknya terhadap peningkatan efektivitas pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini adalah literature review, yang mengulas rangkuman pemikiran dari beberapa sumber pustaka untuk mengembangkan pengertian, teori tentang sistem pemilu dan unsur-unsurnnya, sistem kepartaian, dan sistem non-presidensial threshold. Untuk tujuan tersebut, maka pendekatan yang digunakannya adalah Pilihan Rasional Kelembagaan (Rational Choice Institutionalisme, RCI). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan sistem non-presidensial threshold dengan pilihan multi partai akan menimbulkan sejumlah masalah dalam pemerintahan Untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, melalui penerapan sistem non-presidensial threshold, maka perlunya disain sistem pemilu bagi penyederhanaan sistem kepartian yakni menciptakan sistem kepartaian pluralisme moderat