Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
1806 research outputs found
Sort by
Analisis Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebagai Sektor Potensial yang Berkelanjutan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah
The objectives of this study are to analyze the potential of the agriculture, forestry, and fisheries sectors as base/potential sectors, analyze whether the agriculture, forestry, and fisheries sectors are sustainable sectors or not. Knowing the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fishery sectors in an area. The data source used in writing this thesis was sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Palu City and Central Sulawesi Province from 2012 to 2019. The methods used in writing the thesis are Location Quotient analysis, Dynamic Location Quotient and Klassen Typology. The results of the study are based on the results of the LQ analysis of the Agriculture, Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is a base / potential sector with an LQ value of 0.14. The results of the LQ and DLQ analysis show that the LQ value is 0.14 while the DLQ with a value of 5.34 shows that the Agriculture, Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is the Mainstay sector, meaning that the agriculture, forestry and fisheries sectors are currently non-base but in the future the sector will become a base sector. This shows that the agriculture, forestry and fisheries sectors in Palu City are sustainable sectors. The results of the typology analysis of klassen, namely, rik > ri and yik < yi, the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fisheries sectors in Palu City can be declared to be a fast-developing sector.Keywords: GRDP, Agribusiness Sector, LQ, DLQ, Klassen Typology
PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK JENIS HDPE (High Density Polyethylene) DENGAN PASIR LAUT TERHADAP DAYA TAHAN LAPIS PERKERASAN ASPAL BETON
ABSTRAK: Agregat halus yang digunakan pada Laston biasanya berupa pasir sungai. Penggunaan pasir sungai saat ini menyebabkan terganggunya ekosistem sungai tersebut sehingga perlu memanfaatkan pasir laut yang relatif masih memungkinkan untuk dieksploitasi. Penelitian ini menggunakan pasir laut untuk campuran aspal serta penambahan berupa plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene), dimaksudkan untuk meningkatkan berbagai karakteristik aspal, terutama dalam meningkatkan nilai stabilitas. Campuran agregat menggunakan pasir laut sebagai agregat halus dan plastik jenis High Density Polyethylene dengan variasi kadar plastik yaitu 2, 4, 6 persen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran aspal dengan pasir laut dan penambahan plastik jenis High Density Polyethylene pada campuran aspal mempengaruhi nilai karakteristik Marshall. Nilai VMA terendah diperoleh pada HDPE 6 persen dengan kadar aspal 4,5 persen sebesar 17,37 persen lebih rendah dibanding aspal tanpa HDPE. Nilai VIM terendah diperoleh pada HDPE 2 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 3 persen lebih rendah dibanding aspal tanpa HDPE. Nilai VFA tertinggi terletak pada HDPE 6 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 78,62 persen dan nilai terendah terletak pada HDPE 0 persen dengan kadar aspal 4,5 persen sebesar 67,89 persen. Nilai stabilitas tertinggi terletak pada HDPE 4 persen dengan kadar aspal 4,5 persen sebesar 1065,22 kg dan nilai terendah pada HDPE 0 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 941,718 kg. Nilai flow tertinggi pada HDPE 4 persen dengan kadar aspal 5,5 sebesar 3,8 mm dan nilai terendah terletak pada HDPE 0 persen dengan kadar aspal 4,5 persen sebesar 3,4 mm. Nilai Marshall quotient terendah terletak pada HDPE 4 persen dengan kadar aspal 5,5 persen sebesar 255,94 kg/mm lebih rendah dibanding aspal tanpa HDPE. Dari hasil pengujian tersebut diketahui bahwa campuran paling optimal yaitu pada campuran aspal dengan HDPE 4 persen yang dapat dilihat pada karaktersitik pengujian Marshall Kata Kunci : Aspal Beton, Marshall, HDPE,Pasir Lau
PENERAPAN METODE CRASH PROGRAM UNTUK MENGANALISA KETERLAMBATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK ( STUDI KASUS HOTEL SHAFIRA SURABAYA)
ABSTRAK: Keberhasilan suatu proyek dapat di wujudkan dengan penyelesaian yang efisien dan efektif, pada kenyataannya pelaksanaan proyek konstruksi selalu mengalami keterlambatan penyelesaian,untuk mengantisipasi keterlambatan tersebut maka dilakukan Penerapan Metode Crash Program dan bantuan jalur kritis dengan menggunakan Microsoft Project pada studi kasus hotel shafira surabaya, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas jaringan kerja dengan bantuan aplikasi Microsoft Project dan mendreskripsikan mengenai efektivitas waktu percepatan dan efisiensi biaya pelaksanaan proyek dengan melakukan analisa metode crash program dengan penambahan jam kerja lembur. Proyek pembangunan Hotel Shafira surabaya penyelesaiannya bisa lebih cepat dari waktu normal 257 hari menjadi 217 hari kerja setelah di Crashing .Dari hasil analisis pada penelitian ini didapat total biaya proyek dalam kondisi sesudah crashing dengan alternatif penambahan jam kerja lembur selama 3 jam diperoleh 317 hari kerja dengan biaya adalah sebesar Rp 22.026.157.861,00 Untuk efisiensi biaya dalam pengerjaan proyek adalah 0,0045 persen dengan selisih biaya normal dengan percepatan adalah Rp67.436.251. KATA KUNCI : Crash Program, Jam Lembur, Keterlambata
PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA GEDUNG PERKULIAHAN (STUDI KASUS GEDUNG KULIAH BERSAMA DAN LABORATORIUM FEB UPN "VETERAN" JAWA TIMUR)
Abstrak: Pembangunan gedung bertingkat akan selalu membutuhkan anggaran biaya yang cukup besar. Besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat, sehingga perlu untuk ditinjau kembali desain yang telah direncanakan agar lebih efektif dan optimal. Peninjauan kembali desain rencana, menuntut para kontraktor atau konsultan untuk berpikir lebih kreatif seiring semakin majunya inovasi metode pelaksanaan pada proyek gedung bertingkat. Pembangunan Gedung Kuliah Bersama dan Laboratorium FEB UPN “Veteran†Jawa Timur memiliki nilai kontrak lebih dari 1 milyar, sehingga sesuai dengan peraturan Departemen Pekerjaan Umum Nomor 222/KPTS/CK/1991 Direktorat Jendral Cipta Karya bahwa bangunan yang memiliki nilai atau biaya pengerjaan lebih dari 1 milyar maka dapat dilakukan analisis Rekayasa Nilai guna meningkatkan nilai dan kualitas dari proyek tersebut. Tujuan penelitian ini untuk dapat mengetahui elemen pekerjaan manakah yang dapat dilakukan Rekayasa Nilai dan guna mengetahui berapa besar penghematan biaya yang dapat diperoleh dari penerapan Rekayasa Nilai. Penerapan Rekayasa Nilai dilakukan pada pekerjaan pelat dengan menggunakan alternatif sistem flat slab dan pracetak. Teknik atau metode yang digunakan dalam Rekayasa Nilai terdiri dari empat tahap yakni tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis, dan tahap rekomendasi. Hasil tinjauan yang diperoleh pada pekerjaan pelat menggunakan alternatif sistem pracetak, yakni didapatkannya penghematan anggaran biaya sebesar Rp 4.464.988.792. Kata Kunci: Rekayasa Nilai, Flat Slab, Pracetak, Gedung Kulia
STABILISASI PORTLAND CEMENT (PC) PADA TANAH LEMPUNG TO RAISE DAYA DUKUNG SUB-GRADE DI SURABAYA BARAT
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen terhadap tanah dasar di Surabaya barat dan untuk mengetahui jumlah komposisi campuran semen agar hasil CBR ideal digunakan dalam perencanaan. Penelitian ini merupakan studi kasus untuk melakukan perbaikan tanah jenis lempung yang terdapat di daerah Surabaya barat. Perbaikan tanah dilakukan dengan metode pencampuran tanah asli dengan semen Portland tipe 1 sebagai stabilitator. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penelitian terdapat pengaruh dari penambahan semen terhadap sifat-sifat fisik tanah dasar dengan hasil pengujian batas-batas atterberg yang nilai indeks plastisitanya pada tanah asli lebih besar 11 persen yaitu sebesar 47.65 persen. Berdasarkan hasil pengujian kadar air (Wc) menunjukkan nilai kadar air menurun seiring dengan penambahan campuran semen. Rata-rata nilai kadar air dari tanah inisial adalah 64.09 persen, dan menunjukan penurunan kadar air pada penambahan semen 15% yaitu sebesar 31.22 persen. Hasil standart proctor test angka Optimum Moisture Content (OMC) yaitu 27.23 persen. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, nilai CBR maksimum dengan prosentase semen 15 persen sebesar 36.21 persen merupakan komposisi yang paling ideal karena memiliki daya dukung tanah yang semakin kuat. Hal ini menunjukkan bahwa hasil tersebut sesuai dengan batasan kekuatan nilai kekuatan CBR menurut Departemen Pekerjaan Umum yaitu sebesar 4-8 persen. KATA KUNCI: tanah lempung, stabilisasi, semen, daya dukung tanah, procto
KAJIAN MANAJEMEN PELAKSANAAN K3 PEMBAGUNAN DEPO MAKASSAR
ABSTRAK: Penelitian ini mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek Depo Lokomotif di Kab Maros Sulawesi Selatan, program ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau insiden maupun penyakit yang terjadi di lapangan kerja. Selain itu juga dapat menjadi jaminan bagi pekerja agar mendapatkan keselamatan dan kesehatan pada saat bekerja di Proyek Depo Makassar. Penelitan yang dilakukan untuk mengetahui tingkatan K3 yang telah dilakukan di proyek depo makassar. Selain itu peneliti juga mengamati aspek yang perlu di tingkatkan bila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan cara pengambilan sampel responden dengan menyebarkan kuesioner secara langsung di lapangan dengan melibatkan para pekerja proyek kontruksi yang terlibat didalam proses pembangunan gedung depo lokomotif. Adapun jumlah kuesioner yang disebarkan berjumlah 20 kuesioner. Dengan pengolahan data menggunakan beberapa metode Analisa regresi,indek serta diproses dengan software SPSS. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil presentase Indek Pelaksanaan sebesar 84,9 persen dengan aspek yang belum dapat dipenuhi secara maksimal berupa aspek kebakaran yang hanya bisa dipenuhi sebanyak 70 persen. KATA KUNCI: K3, Depo, Mistigas
KETAHANAN EKONOMI DAN DAYA LENTING IBU RUMAH TANGGA DI KAMPUNG KUE SURABAYA PADA MASA PANDEMI COVID 19
This article examines the economic resilience of families and the resilience of housewives during the covid 19 pandemic. The COVID-19 pandemic has shaken the economy of housewives in the cake village where the majority of their jobs are cake makers and sellers. The existence of a large-scale social restriction policy (PSBB) caused the turnover of cake sales to decline. The type of method used in this research is qualitative with a narrative approach. Data were obtained through observation and in-depth interviews with housewives who were involved in the production process (cake makers) and cake distribution (cake sellers). This study uses the theory of rational choice expressed by James Coleman. The results of this study indicate that the economic resilience of the family of housewives in the kue village was shaken due to the covid 19 pandemic. Housewives in the cake village only relied on the sales of cakes so that the family's economic resilience was increasingly vulnerable during the covid 19 pandemic. The resilience carried out by mothers households in the cake village during the covid 19 pandemic are (1) selling pastries so that the cake has a long expiration date; (2) relying on social media in marketing their products; (3) tighten belts or be frugal; (4) ask for help to their nearest social network.Keywords: Economic Resilience, Resilience, Kampung Kue, Covid 19 Pandemi
Peran Dokumentasi Informasi Terhadap Keberlangsungan Kegiatan Organisasi Mahasiswa
Dokumentasi dan informasi menjadi bagian dari keberlangsungan aktivitas kehidupan sehari-hari manusia. Ada beberapa kegiatan atau kelompok yang memerlukan dokumentasi informasi dalam menjalankan kegiatannya. Namun, ada juga yang merasa tidak perlu akan hal itu. Dalam penelitian ini mengingat pentingnya dokumentasi informasi dalam segala aspek kehidupan, maka peneliti berfokus pada topik kegiatan dokumentasi informasi yang berlangsung dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari kegiatan dokumentasi informasi terhadap keberlangsungan kegiatan organisasi mahasiswa. Selain itu, juga untuk mengetahui bagaimana kegiatan dokumentasi informasi dapat dilakukan saat kegiatan organisasi mahasiswa dilaksanakan secara luring maupun daring. Metode penelitian yang digunakan peneliti sebagai alat pendukung untuk menghasilkan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka atau tinjauan literatur (literature review) mengenai dokumentasi informasi. Data penelitian didapatkan dari kajian dalam literatur-literatur ilmiah. Hasil penelitian diproses melalui 3 (tiga) tahap analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan proses penarikan kesimpulan. Dengan adanya dokumentasi informasi maka akan tercipta dokumen-dokumen penunjang kegiatan organisasi yang dapat digunakan oleh seluruh anggota. Dokumen yang dihasilkan pun tidak hanya dokumen tertulis saja, dokumen dalam format digital pun semuanya bisa diakses dan digunakan sesuai dengan kepentingan
Kegiatan Knowledge Sharing Selama Pandemi Covid-19 di Telkom University Open Library
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kegiatan knowledge sharing selama masa pandemi covid-19 di Telkom University Open Library dengan fokus penelitian mengacu pada teori konversi pengetahuan yaitu Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi dan Internalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama masa pandemi kegiatan knowledge sharing dilakukan secara tatap muka dan online. Kegiatan knowledge sharing terdiri dari literacy event, open discussion, kelas literasi, rapat koordinasi, dan kegiatan informal. Dari kegiatan tersebut terjadi proses konversi pengetahuan. Sosialisasi dilakukan ketika diskusi antara peserta dan narasumber, staf dan pimpinan, dan antar staf. Eksternalisasi terjadi ketika pengetahuan yang didapat dari hasil diskusi dicatat atau didokumentasikan. Kombinasi dilakukan dengan mengintegrasikan dan menyebarkan pengetahuan dari tahap eksternalisasi kepada peserta, user dan staf. Internalisasi terjadi ketika peserta, user, dan staf yang membaca dan menonton pengetahuan eksplisit yang sudah disebarkan. Dari hasil penelitian, peneliti menyarankan Open Library membagikan file materi dari kegiatan open discussion dan menginformasikan kembali melalui sosial media bahwa kegiatan webinar dan workshop yang telah dilaksanakan bisa dilihat melalui Youtube Telkom University atau Youtube Open Library Tel-U.Kata kunci: Berbagi Pengetahuan; Konversi Pengetahuan; Perpustakaan Perguruan Tingg