Journal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Not a member yet
1806 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI BANTUAN POMPANISASI PROGRAM PERLUASAN AREAL TANAM (PAT) TERHADAP PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE: Implementation of The Pump Irrigation Assistance Program for The Expansion of Planting Areas (PAT) and its Impact on Rice Farming Produktivity in Lappariaja District Bone Regency
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bantuan pompanisasi dalam Program Perluasan Areal Tanam (PAT) serta menganalisis peran kelembagaan pertanian dalam mendukung peningkatan produktivitas usahatani padi di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Metode kuantitatif deskriptif-komparatif digunakan dengan sampel 145 petani penerima bantuan pompa dan informan kunci dari instansi terkait. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bantuan pompa telah dilaksanakan sesuai prosedur, mencakup tahap pendataan, verifikasi, dan penyaluran 54 unit pompa ke sembilan desa. Program ini berhasil meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas padi, meski terdapat kendala teknis seperti ketersediaan bahan bakar dan keterampilan perawatan yang terbatas. Peran aktif Dinas Pertanian, BPP, dan kelompok tani terbukti krusial dalam keberhasilan program, sehingga mendukung peningkatan produktivitas usahatani padi dan ketahanan pangan wilayah.
Kata kunci: Implementasi, Pompanisasi, Program PAT, Produktivitas, Usaha Tani Padi.
This study aims to describe the implementation of pumping assistance in the Planting Area Expansion Program (PAT) and analyze the role of agricultural institutions in supporting increased rice farming productivity in Lappariaja District, Bone Regency. A descriptive-comparative quantitative method was used with a sample of 145 farmers receiving pump assistance and key informants from related agencies. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of pump assistance was carried out according to procedures, including data collection, verification, and distribution of 54 pump units to nine villages. This program successfully increased planting intensity and rice productivity, despite technical constraints such as fuel availability and limited maintenance skills. The active role of the Agriculture Service, BPP, and farmer groups proved crucial in the program's success, thus supporting increased rice farming productivity and regional food security.
Keywords: Implementation, Pump Irrigation, PAT Program, Productivity, Rice Farming
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA DALAM PENGENDALIAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE: STUDI KASUS PROYEK GEDUNG UNTL
ABSTRAK: Pembangunan gedung tiga lantai Universidade Nacional Timor-Lorosae (UNTL) menghadapi tantangan dalam pengelolaan proyek, terutama terkait dengan pengendalian waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengganalisis kinerja proyek menggunakan metode Earned Value Concept (EVC), yang mengintegrasikan analisis nilai yang diperoleh dengan parameter waktu dan biaya untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kemajuan proyek. Metode ini diimplementasikan dengan pendekatan observasi lapangan, di mana data yang diperoleh mencakup Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule, Progres Konstruksi, serta Data Finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek, yang memiliki nilai kontrak 604,878.59 dollar dan durasi 15 bulan, mengalami keterlambatan dan pembengkakan biaya. Pada bulan ke-11, nilai Schedule Performance Index (SPI) tercatat 0.849, dan Cost Performance Index (CPI) 0.8045, mengindikasikan bahwa proyek berada di bawah ekspektasi dari segi waktu dan biaya. Variasi dalam biaya dan jadwal juga tercatat signifikan, dengan Cost Variance (CV) sebesar -114,322.057 dollar dan Schedule Variance (SV) sebesar -83,473.247 dollar. Estimasi penyelesaian proyek diperkirakan akan molor hingga 20 bulan, dengan estimasi biaya akhir (EAC) mencapai 751,832.512 dollar. Temuan ini menunjukkan perlunya langkah-langkah korektif untuk memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja proyek agar dapat diselesaikan sesuai rencana yang lebih efisien.
ANALISIS KADAR ASPAL OPTIMUM MELALUI MARSHALL TEST MENURUT ASPHALT INSTITUTE MS-2 EDISI III D
ABSTRAK: Konstruksi perkerasan jalan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran antara agregat dan aspal yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar aspal optimum menggunakan metode marshall, yang bertujuan menghasilkan campuran beraspal dengan stabilitas tinggi, flow sesuai spesifikasi, dan daya tahan yang baik terhadap beban lalu lintas berat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan karakteristik agregat dan aspal, uji CBR dan DCPT untuk menentukan daya dukung tanah dasar, serta pengujian campuran dengan marshall test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa agregat memiliki gradasi baik dan memenuhi persyaratan teknis, sementara aspal jenis 60/70 menunjukkan penetrasi rata-rata 62,7, daktilitas 144,5 cm, dan titik lembek 57,5 derajad C. Kadar aspal optimum diperoleh pada titik keseimbangan antara nilai stabilitas maksimum, flow, dan kadar rongga yang sesuai spesifikasi. Kesimpulannya, metode marshall efektif digunakan dalam menentukan komposisi campuran beraspal yang optimal untuk perkerasan jalan yang kuat dan tahan lama. KATA KUNCI : Aspal, Jalan, Agregat, Campuran, Marshall
Association Between Curve Magnitude in Scoliosis and Low Body Mass Index
Background: Adolescent idiopathic scoliosis is a spinal deformity characterized by Cobb angle deviation of more than 10o. Objective: This study aims to determine the association between low body mass index (BMI) and curve magnitude in adolescent idiopathic scoliosis. Methods: This was a retrospective cohort study using medical record data of patients diagnosed with scoliosis at Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri Hospital. BMI classification was based on WHO BMI-for-ages z-scores in children and adolescents. Result: The study included 22 AIS subjects, with the majority aged 14–17 years and a higher proportion of females than males. The p-value for the association between low body mass index and adolescent idiopathic scoliosis is 0.169. Conclusion: Curve magnitude is not associated with low body mass index
RISIKO USAHATANI PADI PADA LAHAN PASANG SURUT TIPE LUAPAN B DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENERIMAAN PETANI PESISIR DI DESA PADANG BARU KECAMATAN KAUR TENGAH KABUPATEN KAUR
Sektor pertanian menghadapi banyak ancaman, termasuk perubahan iklim, bencana alam, fluktuasi harga dan produktivitas, serta kekurangan infrastruktur dan akses pasar. Semua hal ini mengancam pendapatan petani dan menghambat peran strategis pertanian dalam mengurangi kemiskinan pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko usahatani padi sawah pasang surut tipe luapan B dan untuk menganalisis dampak risiko pada penerimaan usahatani padi sawah di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan skor dan analisis penerimaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani padi sawah pasang surut air laut tipe luapan B di Desa Padang Baru Kecamatan Kaur Tengah Kabupaten Kaur menghadapi risiko produksi dengan kategori risiko tinggi, dengan skor rata-rata 4,23. Risiko kerusakan tanaman padi yang menyebabkan kematian adalah 4,45 dengan kategori risiko tinggi, banyaknya hama dan penyakit adalah 4,36 dengan kategori risiko tinggi, dan rendahnya produksi adalah 3,86 dengan kategori risiko tinggi. Di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, usaha tani padi sawah menerima rata-rata Rp 13.538.636,36 per ha sebagai dampak risiko lahan pasang surut tipe luapan B
KINERJA PENYULUH PERTANIAN DALAM MEWUJUDKAN IMPLEMENTASI PAKET TEKNOLOGI DI KELURAHAN BATU PAPAN KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA: The Performance of Agricultural Extension Workers in Realizing The Implementation of Technology Packages in Batu Papan Village, Makale District, Tana Toraja Regency
Penelitian ini mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian dan pemahaman petani terhadap paket teknologi pertanian di Kecamatan Makale, Tana Toraja. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan melibatkan seluruh 7 orang penyuluh aktif dan 30 orang sampel petani penerima paket teknologi dari 139 populasi di Desa Batu Papan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman petani terhadap paket teknologi tergolong sangat tinggi, dengan indeks sebesar 82,6%. Kinerja penyuluh secara keseluruhan juga berada dalam kategori sangat tinggi (indeks 82%), dengan satu penyuluh menonjol memperoleh skor tertinggi. Temuan ini mengindikasikan keberhasilan implementasi program penyuluhan. Berdasarkan hasil, penelitian merekomendasikan pengoptimalan media penyuluhan berbasis teknologi informasi, seperti video, infografis, dan aplikasi pertanian sederhana, untuk semakin mempermudah pemahaman dan adopsi inovasi teknologi oleh petani.
Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Petugas Penyuluh Pertanian, Paket Teknologi.
This study evaluated the performance of agricultural extension workers and farmers' understanding of agricultural technology packages in Makale District, Tana Toraja. A quantitative descriptive approach was used, involving all 7 active extension workers and 30 sample farmers receiving the technology packages from a population of 139 in Batu Papan Village. The results showed that farmers' understanding of the technology packages was very high, with an index of 82.6%. The overall performance of extension workers was also in the very high category (index 82%), with one outstanding extension worker achieving the highest score. These findings indicate the successful implementation of the extension program. Based on the results, the study recommends optimizing information technology-based extension media, such as videos, infographics, and simple agricultural applications, to further facilitate farmers' understanding and adoption of technological innovations.
Keywords: Evaluation, Performance, Agricultural Extension Worker, Technology Package
SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) UNTUK PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG HOTEL "LUSTRIO" DI KOTA MATARAM
Kota Mataram termasuk wilayah dengan intensitas gempa tinggi berdasarkan pada peta parameter gerak tanah Ss pada SNI 1726-2019 yang menunjukkan bahwa Kota Mataram memiliki nilai Ss 1,0 g – 1,2 g. Oleh karena itu perencanaan gedung hotel Lustrio 10 lantai di Kota Mataram menggunakan beton bertulang Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut. Perencanaan ini mengacu pada SNI 2847-2019, SNI 1726:2019, SNI 03-1727-1989 serta SNI 1727-1010. Mutu baja yang digunakan dalam perencanaan adalah BJ 41 dengan nilai Fy 250 MPa dan Fu 410 MPa. Mutu beton yang digunakan dalam perencanaan gedung ini menggunakan Fc 35 MPa. Analisa struktur dan analisa penulangan struktur menggunakan program komputer. Hasil analisis dari struktur gedung hotel Lustrio diperoleh menggunakan dimensi balok anak atap dan lantai adalah 35/50 cm, dimensi balok induk atap dan lantai 50/60 cm, dimensi kolom adalah 80/80 cm dan 70/70 cm. Pondasi direncanakan menggunakan tiang pancang beton dengan dimensi 50x50 cm dengan kedalaman 19 m dan jumlah tiang pancang sebanyak 6 tiang. Nilai simpangan horizontal yang terjadi 52,048 mm lebih kecil dari nilai simpangan horizontal izin 100 mm, maka struktur gedung mampu menahan beban bekerja
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN BATU KODOK RENDU-TUTUBHADA, KABUPATEN NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR
Jalan Batu Kodok Rendu-Tutubhada terletak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur dengan panjang jalan 6000 meter dan lebar jalannya 3 meter. Jalan ini merupakan klasifikasi jalan desa dengan tipe jalan 2 lajur 2 arah tak terbagi ini diperlukan adanya peningkatan jalan karena dilihat dari kondisi jalan di daerah tersebut mengalami kerusakan. Dalam perencanaan tebal perkerasan pada ruas jalan Batu Kodok Rendu-Tutubhada, digunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 dan HSPK Kabupaten Nagekeo. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk menentukan kinerja ruas jalan serta tingkat pelayanannya, menentukan ketebalan perkerasan, dan anggaran biaya yang diperlukan dalam perencanaan jalan tersebut. Tahapan perencanaannya terdiri dari pengolahan data LHR, pengolahan data CBR, analisa kapasitas jalan, menghitung tebal perkerasan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB). Hasil perhitungan perencanaan jalan Batu Kodok Rendu-Tutubhada menunjukan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,11 lebih kecil dari 0,85, maka dapat ditentukan tingkat pelayanan ruas jalan termasuk dalam kategori A yang berarti arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memilih kecepatan yang dikehendaki. Tebal lapis perkerasan yang diperoleh adalah tebal tanah dasar sebesar 20 cm, tebal LFA Kelas B sebesar 15 cm, tebal LFA Kelas A sebesar 25 cm, tebal lapis HRS-Base sebesar 3,5 cm dan tebal lapis HRS-WC sebesar 3 cm, dengan umur rencana 20 tahun, dan anggaran biaya mencapai Rp 32.732.591.879,78
EFEKTIVITAS IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) PADA TANAMAN ANGGUR DI WILAYAH AGROWISATA KAMPUNG KERANGGAN
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem irigasi tetes (drip irrigation) pada budidaya tanaman anggur di Kampung Keranggan, Tangerang Selatan. Metode yang digunakan mencakup pengukuran debit air dari emiter, perhitungan kebutuhan air berdasarkan evapotranspirasi tanaman (Etc) dan koefisien tanaman (Kc), serta penentuan durasi operasional optimal. Hasil menunjukkan bahwa sistem irigasi manual dengan debit emiter 2 liter/jam dan durasi penyiraman 30 menit per sesi (2 kali sehari) mampu memenuhi kebutuhan air harian tanaman dewasa sebesar 2 liter/tanama secara efisien. Dengan kapasitas tangki 1000 liter, sistem dapat menopang irigasi hingga 125 hari untuk 4 pohon. Efektivitas sistem mencapai 100 persen tanpa pemborosan air. Disarankan penggunaan timer otomatis untuk meningkatkan konsistensi dan efisiensi operasional
Analisis Penghambat Revitalisasi Pasar dalam Menjaga Eksistensi Pasar Tradisional
Competition between modern markets and traditional markets has caused traditional markets to be in a marginalized position. This has caused the Central Government to create a traditional market revitalization program, hoping that market revitalization will make traditional markets better and reduce the gap between traditional markets and modern markets. Market revitalization was also carried out by the City Government of Malang in a comprehensive and holistic manner. The City Government of Malang did not only completely overhaul the market building but also made an innovation i.e. the School of Smart Traders' People's Market (Sepasar Pedas, abbrv. in Bahasa version). The implementation of innovations involve e-retribution, Declaration of the Digital Market Pilot, and the ASN Sobo Pasar Movement. However, in carrying out several stages of the revitalization, the City Government of Malang also encountered several constrains. To obtain data regarding some of the constraints that are considered as inhibiting factors, a qualitative approach was used. Thus, the results obtained that several inhibiting factors encountered in the field by the City Government of Malang, namely: Limited Budget, Unclearness investors, Rejection of market traders, and the Problems of market management including the distribution of EDC machines that are not evenly distributed in all markets, the implementation of e-retribution is also hampered by network signals and EDC machines that often have errors.Keywords: Market Revitalization; Traditional Marke