Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
    1401 research outputs found

    PROFIL DAN KETEPATAN TERAPI ANTIBIOTIKA PADA PEDIATRI DENGAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN DI PRAKTEK DOKTER ANAK PAMEKASAN

    Full text link
    Infeksi saluran pernapasan adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan, baik pada pernapasan atas maupun pada pernapasan bawah. Faktor penyebab infeksi saluran pernapasan yaitu lingkungan dan pola hidup. Salah satu terapi yang diberikan pada pasien infeksi saluran pernapasan yaitu antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil dan ketepatan terapi antibiotika pada pediatri dengan penyakit infeksi saluran pernapasan di praktek Dokter Anak Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif observasional dengan pendekatan crossectional, pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunakan data rekam medik dan resep pasien pediatri pada bulan Februari-April 2022. Jumlah sampel sebesar 45 orang dengan diagnosa infeksi saluran pernapasan yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang disajikan dalam bentuk tabel dan diagram yang berupa persentase. Hasil penelitian ini adalah antibiotika yang digunakan adalah azithromycin sebesar 57,78%, cefixime 24,44%, dan erythromycin 17,78%. Bentuk sediaan yang digunakan adalah puyer sebesar 66,67%, suspensi 24,22%, dan sirup 8,89%. Ketepatan penggunaan terapi antibiotika didapatkan hasil tepat pasien sebesar 88,89%, tepat indikasi 82,22%, tepat dosis 88,89%, tepat aturan pakai 100%, dan tepat lama pemberian 100%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan antibiotika pada pasien pediatri dengan penyakit infeksi saluran pernapasan telah memenuhi kategori lima tepat

    Kajian Persepsi Gen Z Pada Tradisi Bhan Ghiban Dalam Pernikahan Di Desa Ombul Kecematan Kedungdung Kabupaten Sampang

    Full text link
    Tradisi bhan-ghiban atau seserahan pernikahan di Desa Ombul, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang mengalami perubahan yang semakin menuntut kemewahan, sehingga menimbulkan beban bagi masyarakat, khususnya Generasi Z dengan kondisi ekonomi rendah. Penelitian ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu praktik pelaksanaan adat bhan-ghiban dan persepsi Generasi Z terhadap tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan data primer melalui wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder melalui kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bhan-ghiban saat ini cenderung memberatkan pihak laki-laki karena menuntut seserahan yang mahal, sehingga sering menimbulkan hutang atau penundaan pernikahan, padahal sejatinya seserahan seharusnya tidak memberatkan demi terciptanya keluarga harmonis. Sementara itu, persepsi Generasi Z terhadap tradisi bhan-ghiban memperlihatkan adanya pergeseran nilai, meskipun mereka tetap menghargai dan menghormati tradisi tersebut sebagai bagian dari warisan budaya lokal

    MEMAHAMI FOKUS PELANGGAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Sebuah Pendekatan Akademik Dalam Manajemen Mutu

    Full text link
    Fokus pelanggan merupakan salah satu prinsip fundamental dalam manajemen mutu yang memiliki relevansi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep fokus pelanggan dalam lembaga pendidikan Islam melalui pendekatan akademik, dengan menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan harapan seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Metode kajian dilakukan melalui studi literatur terhadap teori Total Quality Management (TQM) dan prinsip-prinsip pelayanan dalam perspektif Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pelanggan pendidikan mencakup peserta didik, orang tua, masyarakat, dunia kerja, pemerintah, dan pihak terkait lainnya yang memiliki kepentingan terhadap kualitas pendidikan. Penerapan fokus pelanggan di lembaga pendidikan Islam meliputi identifikasi kebutuhan pelanggan, perencanaan strategis berbasis kebutuhan, penyediaan layanan yang responsif, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dari perspektif Islam, pelayanan kepada pelanggan dipandang sebagai bentuk ibadah dan amanah moral yang menuntut integrasi nilai-nilai spiritual dengan pengelolaan mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan fokus pelanggan secara konsisten tidak hanya meningkatkan mutu layanan pendidikan, tetapi juga memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam.Customer focus is one of the fundamental principles in quality management that has significant relevance in the world of education, including Islamic education. This article aims to examine the concept of customer focus in Islamic educational institutions through an academic approach, emphasizing the importance of understanding the needs and expectations of all stakeholders, both internal and external. The study method was carried out through a literature study on the theory of Total Quality Management (TQM) and service principles from an Islamic perspective. The results of the discussion show that education customers include students, parents, the community, the world of work, the government, and other related parties who have an interest in the quality of education. The application of customer focus in Islamic educational institutions includes identifying customer needs, needs-based strategic planning, providing responsive services, and continuous evaluation and improvement. From an Islamic perspective, service to customers is seen as a form of worship and moral trust that demands the integration of spiritual values with quality management. This study concludes that the consistent application of customer focus not only improves the quality of educational services, but also strengthens the public\u27s image and trust in Islamic educational institutions

    TRANSFORMASI SUPERVISI PENDIDIKAN DI INDONESIA: Kajian Sejarah, Prinsip, dan Tantangan

    Full text link
    Educational supervision is an important component of the education system that functions not only as supervision, but also professional coaching and guidance for educators. This article discusses the development of educational supervision from the past which tended to be administrative and controlling, to a modern paradigm that is more humanistic, collaborative, and participatory. Through literature studies and related regulatory studies, the definition, objectives, functions, roles, and principles of educational supervision were explained, as well as the differences in characteristics between traditional supervision and current supervision. Modern supervision places teachers as partners in professional development, with a focus on improving the quality of learning and educational innovation, including the use of technology in e-supervision. The results of the study show that the effectiveness of supervision is highly dependent on the application of scientific, democratic, cooperative, constructive, and creative principles, as well as the active involvement of principals and supervisors. By understanding the development of supervision concepts and practices, it is hoped that educational institutions will be able to improve the quality of the teaching and learning process in a sustainable manner.Supervisi pendidikan merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi tidak hanya sebagai pengawasan, tetapi juga pembinaan dan bimbingan profesional bagi tenaga pendidik. Artikel ini membahas perkembangan supervisi pendidikan dari masa lampau yang cenderung bersifat administratif dan kontrol, menuju paradigma modern yang lebih humanistik, kolaboratif, dan partisipatif. Melalui studi literatur dan telaah regulasi terkait, dipaparkan pengertian, tujuan, fungsi, peran, dan prinsip supervisi pendidikan, serta perbedaan karakteristik antara supervisi tradisional dan supervisi masa kini. Supervisi modern menempatkan guru sebagai mitra dalam pengembangan profesional, dengan fokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan inovasi pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi dalam e-supervision. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas supervisi sangat bergantung pada penerapan prinsip ilmiah, demokratis, kooperatif, konstruktif, dan kreatif, serta keterlibatan aktif kepala sekolah dan pengawas. Dengan memahami perkembangan konsep dan praktik supervisi, diharapkan lembaga pendidikan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara berkelanjutan

    PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN ISLAM RAMAH LINGKUNGAN: PERAN KOLABORATIF ANTARA PKK DAN TA’MIR MASJID DALAM MENGATASI SAMPAH LIMBAH RUMAH TANGGA

    Full text link
    Household waste specifically for women and children in the form of sanitary napkins and diapers is still a major problem in environmental cleanliness. This is becauseSia of some people who believe that sanitary napkin and diaper waste should not be burned. Ta\u27mir of the mosque as a religious figure and Family Empowerment and Welfare as social figures have a very important role in this problem around the mosque. The aims of this research are: 1) to analyze the role of ta\u27mir and PKK in dealing with napkins and baby diaper waste in the environment around the Baitul Ghoni Mosque, and 2) to analyze the types of activities carried out by the ta\u27mir and PKK in overcoming waste of sanitary napkins and baby diapers in the environment. This research uses a case study. Data collection was carried out through interviews and observation. There are 2 findings from this research. First, the role of the ta\u27mir of the mosque is as an Islamic educator who provides religious insight regarding environmental cleanliness and health from the perspective of Islamic law and the role of PKK as activators activities regarding the handling of sanitary napkin and baby diaper waste. Second, the form of activities carried out by the mosque ta\u27mir in collaboration with PKK in dealing with sanitary napkin and diaper waste, namely holding Islamic studies on purity and risalatul mahidh, holding health seminars on the use of cloth napkins and cloth diapers as an alternative to replace sanitary napkins and disposable diapers, giving fines for throwing away sanitary napkins and diapers in the river for residents around the Baitul Ghoni mosqueLimbah rumah tangga khusus wanita dan anak berupa pembalut dan popok masih menjadi masalah utama dalam kebersihan lingkungan. Hal ini dikarenakan adanya sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa limbah pembalut dan popok tidak boleh dibakar. Ta’mir masjid sebagai tokoh agama dan Pemberdayaan dan PKK sebagai tokoh sosial memiliki peran yang sangat penting dalam permasalahan di sekitar masjid ini. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis peran ta’mir dan PKK dalam menanggulangi limbah pembalut dan popok bayi di lingkungan sekitar Masjid Baitul Ghoni, dan 2) menganalisis jenis kegiatan yang dilakukan ta’mir dan PKK dalam menanggulangi limbah pembalut dan popok bayi di lingkungan. Penelitian ini  menggunakan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Terdapat 2 temuan dari penelitian ini. Pertama, peran ta’mir masjid adalah sebagai pendidik Islam yang memberikanwawasan keagamaan terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan dari perspektif hukum Islam dan peran PKK sebagai penggerak dalam kegiatan terkait penanganan limbah pembalut dan popok bayi. Kedua, bentuk kegiatan yang dilakukan oleh ta\u27mir masjid bekerja sama dengan PKK dalam menangani limbah pembalut dan popok, yaitu mengadakan kajian Islam tentang kesucian dan risalatul mahidh, mengadakan seminar kesehatan tentang pemanfaatan pembalut kain dan popok kain sebagai alternatif pengganti pembalut dan popok sekali pakai, pemberian denda bagi warga yang membuang pembalut dan popok di sungai bagi warga sekitar masjid Baitul Ghoni

    STUDENTS\u27 LEARNING INDEPENDENCE IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC

    Full text link
    Independence is one aspect of a person\u27s nature, so in learning the concept of independence must be seen from the individual\u27s own personality. Learning independence is the ability of students to realize their desires without depending on others. The purpose of this study is to find out the learning independence of students towards PAI learning during the covid-19 pandemic in grade VIII of SMPN 2 Teluk Jambe Timur. This research uses a survey method. Survey research is research that takes samples from one population and uses questionnaires as a data collection tool. covering 3 aspects: (1) awareness in participating in learning, (2) responsibility in doing assignments, (3) motivation in learning PAI, (4) video based learning methods. Data analysis was carried out using percentage analysis. students\u27 learning independence in PAI subjects is considered good. Because in these 4 aspects, many respondents answered in agreement. With the results of this research, it can be said that students have been able to adapt to the current application of online learning. However, teachers must also always accompany students in the learning process so that students can better understand the material learned and can increase learning independence, especially in PAI subjects.Kemandirian merupakan salah satu aspek dari sifat seseorang, maka dalam mempelajari konsep kemandirian harus dilihat dari kepribadian individu itu sendiri. kemandirian belajar merupakan kemampuan siswa dalam mewujudkan keinginannya tanpa bergantung kepada orang lain. tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui kemadirian belajar siswa terhadap pembelajaran PAI pada masa pandemic covid-19 dikelas VIII SMPN 2 Teluk Jambe Timur. penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian survei ialah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi serta menggunakan angket sebagai alat pengumpulan data. meliputi 3 aspek: (1) kesadaran dalam mengikuti pembelajaran, (2) tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, (3) motivasi dalam belajar PAI, (4) metode pembelajaran video based learning. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis persentase. kemandirian belajar peserta didik terhadap mata pelajaran PAI tergolong sudah baik. karena pada ke 4 aspek tersebut banyak responden lebih banyak menjawab setuju.. dengan hasil penelitian tersebut maka dapat dikatakan siswa telah mampu beradaptasi dengan penerapan pembelajaran daring saat ini. Namun guru juga harus selalu mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran agar siswa bisa lebih memahami materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan kemandirian belajar khususnya pada mata pelajaran PAI

    DA\u27WAH MEDIA IN THE SUMBAWA TRIBE: Ethnographic Approach to Lawas Pramuji as Da\u27wah Media in the Sumbawa Tribe

    No full text
    Lawas Pamuji plays a significant role as a da\u27wah medium. As a respected person in spreading the teachings of Islam and human values in the community. Lawas Pamuji\u27s approach in his da\u27wah is very inclusive and adaptive to the local culture and traditions of the Sumbawa tribe. This allows it to create a strong resonance between Islamic teachings and the needs and values lived by the people of Sumbawa. The research method used in this study is the ethnographic tradition method, which is a method that involves researchers who are directly involved in the daily lives of the people they research. The results of the research on the role of Lawas Pamuji as a da\u27wah media in the Sumbawa tribe show that Lawas Pamuji has a significant influence in spreading Islamic religious teachings and human values in the local community. The research also highlights the inclusive and adaptive approach used by Lawas Pamuji in preaching, which allows him to create a strong connection with the people of Sumbawa. The communication methods used by Lawas Pamuji, such as lectures, lectures, sermons, as well as the use of social media and information technology, have proven to be effective in expanding the reach of his da\u27wah. In addition, social activities carried out such as the development of education and health infrastructure also have a positive impact on improving the quality of life of the community. The implication of this research is the addition and dissemination of information about da\u27wah and Islamic methodology.Lawas Pamuji memegang peran yang signifikan sebagai media dakwah. Sebagai seorang yang dihormati dalam menyebarkan ajaran agama Islam serta nilai kemanusiaan di tengah masyarakat. Pendekatan Lawas Pamuji dalam dakwahnya sangatlah inklusif dan adaptif terhadap budaya dan tradisi lokal suku Sumbawa. Hal ini memungkinkannya untuk menciptakan resonansi yang kuat antara ajaran Islam dan kebutuhan serta nilai-nilai yang dihayati oleh masyarakat Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tradisi etnografi, yaitu sebuah metode yang melibatkan peneliti yang secara langsung terlibat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang mereka teliti. Hasil dari penelitian tentang peran Lawas Pamuji sebagai media dakwah di suku Sumbawa menunjukkan bahwa Lawas Pamuji memiliki pengaruh yang signifikan dalam menyebarkan ajaran agama Islam dan nilai kemanusiaan di masyarakat setempat. Penelitian juga menyoroti pendekatan yang inklusif dan adaptif yang digunakan oleh Lawas Pamuji dalam berdakwah, yang memungkinkannya untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan masyarakat Sumbawa. Metode komunikasi yang digunakan oleh Lawas Pamuji, seperti ceramah, pengajian, khotbah, serta pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi, terbukti efektif dalam memperluas jangkauan dakwahnya. Selain itu, kegiatan sosial yang dilakukan seperti pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Implikasi penelitian ini adalah tambahan dan penyebar luasan informasi tentang metodologi dakwah dan keislaman

    RELIGIOUS MODERATION IN THE PERSPECTIVE OF MAQASHID SHARI\u27AH AND ITS APPLICATION IN INDONESIA

    Full text link
    The purpose of the study is the role of Maqashid Sharia in forming a moderate mindset that respects diversity and maintains a balance between personal and social religious beliefs. In the perspective of Maqashid Sharia, religious moderation does not only include aspects of religious formalities, but refers to the main goal of sharia, namely the benefit of the people. Maqashid Sharia emphasizes five main principles: (hifz al-din), (hifz al-nafs), (hifz al-aql), (hifz al-nasl), and (hifz al-mal). This research uses a qualitative approach with a focus on the analysis of Islamic texts related to the concept of religious moderation. The main data sources of this research consist of classical and modern literature derived from the works of scholars such as Al-Ghazali, Al-Syatibi, and Yusuf Al-Qaradawi. The results obtained in this study are that the concept of religious moderation in Maqashid Syariah provides an overview that Muslims can avoid extremism and intolerance, encouraging the creation of a peaceful and inclusive society. In Indonesia, as a diverse country in terms of religion and culture, the application of religious moderation values from the perspective of Maqashid Syariah is very relevant to strengthen national unity and unity. The implications of this study reinforce  the concept of religious moderation as part of Maqashid Shari\u27ah, which emphasizes balance in religion to maintain the sustainability of a harmonious social life, this research enriches the study of the relationship between moderate Islamic teachings and national values, reinforcing the narrative that Islam and nationality are not two contradictory things.Tujuan penelitian adalah peran Maqashid Syariah dalam membentuk pola pikir moderat yang menghargai keberagaman dan menjaga keseimbangan antara keyakinan pribadi dan sosial agama.. Dalam perspektif Maqashid Syariah, moderasi beragama tidak hanya mencakup aspek formalitas beragama, melainkan mengacu pada tujuan utama syariah, yaitu kemaslahatan umat. Maqashid Syariah menekankan lima prinsip utama: (hifz al-din), (hifz al-nafs), (hifz al-aql), (hifz al-nasl), dan (hifz al-mal). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada analisis teks-teks keislaman terkait konsep moderasi beragama. Sumber data utama penelitian ini terdiri dari literatur klasik dan modern yang berasal dari karya para ulama seperti Al-Ghazali, Al-Syatibi, dan Yusuf Al-Qaradawi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa Konsep moderasi beragama dalam Maqashid Syariah memberikan gambaran bahwa umat Islam dapat menghindari sikap ekstremisme dan intoleransi, mendorong terciptanya masyarakat yang damai dan inklusif. Di Indonesia, sebagai negara yang beragam dalam hal agama dan budaya, penerapan nilai-nilai moderasi beragama perspektif Maqashid Syariah sangat relevan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Implikasi penelitian ini memperkuat konsep moderasi beragama sebagai bagian dari Maqashid Syari’ah, yang menekankan keseimbangan dalam beragama untuk menjaga keberlangsungan kehidupan sosial yang harmonis, penelitian ini memperkaya kajian tentang hubungan antara ajaran Islam yang moderat dengan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat narasi bahwa Islam dan kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan

    COMPARATIVE STUDY OF RELIGIOUS MODERATION BETWEEN THE YOUNGER GENERATION AND THE OLDER GENERATION

    Full text link
    Religious moderation between the younger and older generations shows that both have unique characteristics and challenges. The younger generation, with an innovative spirit and access to information, can become agents of change that encourage tolerance and understanding between religious communities. Meanwhile, the older generation has experience and wisdom that are important to be used as a basis in efforts to strengthen religious moderation, the spirit of religious moderation to find common ground in religion. The method of this research is qualitative, data collection is interview, observation, and documentation. Seber data is the older generation and the younger generation to find and search for definitions related to research phenomena. The analysis technique used is the Descriptive Analysis technique. The results of the study show that the comparison shows that there are differences in religious moderation attitudes between generations. The younger generation is more inclusive, tolerant, and open to differences, which is largely influenced by interfaith interactions on social media. In contrast, older generations tend to maintain more conservative views, both from a religious perspective and the needs of life. The implication of this research is to understand the differences in mindsets and approaches to religious moderation between generations, so that it can be the basis for cross-generational dialogue programs to strengthen social harmony, Religious education in schools and religious institutions can adjust teaching methods to be more relevant to the needs of each generation.Moderasi beragama antara generasi muda dan generasi tua menunjukkan bahwa keduanya memiliki karakteristik dan tantangan yang unik. Generasi muda, dengan semangat inovatif dan akses informasi, dapat menjadi agen perubahan yang mendorong toleransi dan pengertian antarumat beragama. Sementara itu, generasi tua memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang penting untuk dijadikan landasan dalam upaya penguatan moderasi beragama, semangat moderasi beragama untuk mencari titik temu dalam beragama. Metode penelitian ini adalah kualitatif, pengumpulan data adalah interview, observasi, dan dokumentasi. Seber data adalah para generasi tua dan generasi muda untuk menemukan dan mencari definisi yang berkaitan dengan fenomena penelitian. Tehnik analisis yang digunakan adalah tehnik Descriptive Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan sikap moderasi beragama antar generasi. Generasi muda lebih inklusif, toleran, dan terbuka terhadap perbedaan, yang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi lintas agama di media sosial. Sebaliknya, generasi tua cenderung mempertahankan pandangan yang lebih konservatif, baik dari perspektif agama maupun kebutuhan dalam hidup. Implikasi penelitian ini adalah untuk memahami perbedaan pola pikir dan pendekatan moderasi beragama antar generasi, sehingga dapat menjadi dasar bagi program-program dialog lintas generasi untuk memperkuat harmoni sosial, Pendidikan agama di sekolah dan lembaga keagamaan dapat menyesuaikan metode pengajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing generasi

    Pelatihan Transformasi Digital: Strategi Konten untuk Pengenalan Yang Lebih Luas Pada Madrasah Diniyah As-Syamsuriyah

    Full text link
    . This community service program was carried out to support Madrasah Diniyah As-Syamsuriyah in utilizing digital transformation to expand its institutional visibility. The rapid growth of information technology requires educational institutions, including madrasahs, to adapt through effective communication and digital information dissemination strategies. The program was implemented through training sessions, mentoring, and hands-on practice in designing digital content strategies, covering planning, content creation, and distribution via social media platforms. The results demonstrated significant improvement in participants’ knowledge and skills in managing creative and engaging digital content that reflects the madrasah’s identity. Participants were also able to develop a content calendar and optimize digital platforms to broaden the outreach of information to the community. This initiative is expected to serve as a foundation for Madrasah Diniyah As-Syamsuriyah in building a positive image and strengthening its existence in the digital era, while reinforcing its role as a center of religious education relevant to contemporary developments

    1,211

    full texts

    1,401

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇