Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
Application of Support Vector Regression in Time Series Analysis of Dior Stock Prices
Christian Dior (Dior) is a multinational company focusing on luxury goods, including fashion products, cosmetics, and accessories. In 2020–2024, Dior\u27s share price will experience significant fluctuations influenced by financial performance, global market trends, etc. These fluctuations require investors to implement appropriate strategies to minimize the risk of losses and support sustainable economic growth. This step aligns with goal 8 of the Sustainable Development Goals (SDGs), emphasizing the importance of sustainable economic growth through investment and infrastructure development for economic prosperity. One of the effective methods for modeling and predicting stock prices is Support Vector Regression (SVR). By applying SVR using the Radial Basis Function (RBF) kernel, this study shows that the model can generate predictions with a MAPE value of 2.5864% on the test data. The SVR method is expected to provide accurate predictions, making it a helpful tool for investors and market analysts to make better investment decisions
Peran Kapabilitas Dinamis dan Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Halal di Madura
This research aims to examine the influence of profitability, tax incentives, leverage, capital intensity on accounting conservatism in basic materials sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2020-2022.The sample in this study used a purposive sampling method and obtained 38 samples of companies registered in the 2020-2022 period. The analytical method used is a quantitative method using multiple linear regression analysis and using SPSS 26 software. This research uses secondary data in the form of annual reports obtained from the websites of each company and the official BEI website. The profitability variable has a negative effect, tax incentives and leverage have a positive effect, capital intensity has no effect. It is hoped that future researchers can expand the scope of research by adding other variables in the hope that research results can be more accurate
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA MUTU DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM
Education quality management is a systematic effort to ensure that the entire education process runs effectively, efficiently, and produces quality graduates. This article aims to outline the concepts, principles, and implementation of quality management in the context of Islamic education, especially in madrasas. This study uses a library research method by examining various relevant literature, educational regulations, and previous research results. The results of the study show that education quality management includes strategic planning, resource organization, program implementation, monitoring, and continuous evaluation. Key principles of quality management include customer focus, total engagement, continuous improvement, data-driven decision-making, and systems approach. From the perspective of Islamic education, quality management is not only oriented towards achieving academic standards, but also moral development, strengthening spirituality, and developing students\u27 character according to Islamic values. Proper implementation will produce a culture of quality in schools, improve teacher professionalism, and strengthen public trust in educational institutions. This study recommends the implementation of integrated quality management that integrates modern principles with Islamic values in order to achieve holistic and sustainable quality of education.Manajemen mutu pendidikan merupakan upaya sistematis untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan efektif, efisien, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Artikel ini bertujuan menguraikan konsep, prinsip, dan implementasi manajemen mutu dalam konteks pendidikan Islam, khususnya di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur, regulasi pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen mutu pendidikan mencakup perencanaan strategis, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan program, pengawasan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Prinsip-prinsip utama manajemen mutu meliputi fokus pada pelanggan, keterlibatan total, perbaikan berkesinambungan, pengambilan keputusan berbasis data, dan pendekatan sistem. Dalam perspektif pendidikan Islam, manajemen mutu tidak hanya berorientasi pada pencapaian standar akademik, tetapi juga pembinaan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pengembangan karakter siswa sesuai nilai-nilai Islami. Implementasi yang tepat akan menghasilkan budaya mutu di sekolah, meningkatkan profesionalisme guru, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Kajian ini merekomendasikan penerapan manajemen mutu terpadu yang mengintegrasikan prinsip-prinsip modern dengan nilai-nilai Islam agar tercapai mutu pendidikan yang holistik dan berkelanjutan
ISLAMIC THOUGHT AND DA\u27WAH TRANSFORMATION IN THE DIGITAL ERA
The digital era has significantly changed the attitude of Islamic da\u27wah, encouraging dai and ulama to adapt da\u27wah methods and approaches to be more relevant and effective. This research aims to explore contemporary Islamic thought related to the transformation of da\u27wah in the midst of the development of digital technology. The research method used is a literature study with a qualitative approach, examining various sources of literature, journals, scientific articles, and case studies related to the implementation of digital da\u27wah. The results of this study show that Islamic thought and the transformation of da\u27wah in the digital era have five things that include Islamic thought in the context of da\u27wah, the transformation of da\u27wah in the digital era, changes in da\u27wah media, the use of technology to improve the quality of da\u27wah, and the dissemination of Islamic messages at a higher speed. Thus, this digital era shows that the transformation of da\u27wah in the digital era not only involves changes in media and platforms but also demands new approaches in delivering messages that are in accordance with the characteristics of modern audiences. Islamic thinking about da\u27wah now involves a more inclusive strategy, the use of communication technology, and the use of social media to reach a wider audience. In addition, digital da\u27wah faces challenges such as misinformation, polarization, and limited direct interaction. The implications of the research are that ethical guidelines and the development of digital literacy are needed for Dai to maintain the integrity of Islamic da\u27wah.Era digital telah mengubah sikap dakwah Islam secara signifikan, mendorong dai dan ulama untuk mengadaptasi metode dan pendekatan dakwah agar lebih relevan dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Islam kontemporer terkait transformasi dakwah di tengah perkembangan teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengkaji berbagai sumber literatur, jurnal, artikel ilmiah, dan studi kasus terkait penerapan dakwah digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Islam dan transformasi dakwah di era digital memiliki lima hal yang meliputi pemikiran Islam dalam konteks dakwah, transformasi dakwah di era digital, perubahan media dakwah, penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas dakwah, dan penyebaran pesan Islam dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dengan demikian, era digital ini menunjukkan bahwa transformasi dakwah di era digital tidak hanya melibatkan perubahan media dan platform tetapi juga menuntut pendekatan baru dalam menyampaikan pesan yang sesuai dengan karakteristik audiens modern. Pemikiran Islam tentang dakwah sekarang melibatkan strategi yang lebih inklusif, penggunaan teknologi komunikasi, dan penggunaan media sosial untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Selain itu, dakwah digital menghadapi tantangan seperti misinformasi, polarisasi, dan interaksi langsung yang terbatas. Implikasi dari penelitian tersebut adalah pedoman etika dan pengembangan literasi digital diperlukan bagi Dai untuk menjaga keutuhan dakwah Islam
THE IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS AND NATIONAL MODERATION IN INDONESIA ACCORDING TO KH. AHMAD DAHLAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi moderasi beragama dan berbangsa di Indonesia menurut pemikiran KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang dikenal sebagai tokoh reformis Islam di Indonesia. Dalam konteks Indonesia yang plural, pemikiran beliau tentang moderasi beragama (wasathiyah) dan kebangsaan sangat relevan untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menganalisis berbagai karya, tulisan, serta sejarah perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam membangun umat Islam yang berwawasan global dan toleran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa KH. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya moderasi dalam beragama yang menghindari ekstremisme dan kekerasan, serta mendorong umat Islam untuk memahami ajaran agama secara rasional dan kontekstual. Selain itu, beliau mengajarkan pentingnya penghormatan terhadap pluralitas agama dan kebhinnekaan di Indonesia, serta prinsip kerjasama sosial dan politik untuk memperkuat persatuan bangsa. Pemikiran beliau terkait moderasi beragama dan kebangsaan sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial-politik di Indonesia saat ini, seperti radikalisasi agama, intoleransi, dan polarisasi sosial. Implikasi penelitian ini adalah Penelitian ini memperkaya kajian tentang moderasi beragama dalam konteks pemikiran KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan keseimbangan antara keislaman dan kebangsaan. Kemudian Menambah referensi bagi akademisi dalam memahami konsep Islam Wasathiyah yang diterapkan oleh KH. Ahmad Dahlan dalam berbagai aspek kehidupan.This research aims to examine the implementation of religious and national moderation in Indonesia according to KH\u27s thoughts. Ahmad Dahlan, the founder of Muhammadiyah, who is known as an Islamic reformist figure in Indonesia. In the pluralistic Indonesian context, his thoughts on religious moderation (wasathiyah) and nationality are very relevant to building a harmonious and inclusive society. This study uses a qualitative approach with a literature study method to analyze various works, writings, and the history of KH\u27s struggle. Ahmad Dahlan in building Muslims who have a global perspective and tolerance. The findings of this study show that KH. Ahmad Dahlan emphasized the importance of moderation in religion that avoids extremism and violence, and encourages Muslims to understand religious teachings rationally and contextually. In addition, he taught the importance of respect for religious plurality and diversity in Indonesia, as well as the principle of social and political cooperation to strengthen the unity of the nation. His thoughts on religious and national moderation are very relevant in facing socio-political challenges in Indonesia today, such as religious radicalization, intolerance, and social polarization. The implication of this research is that this research enriches the study of religious moderation in the context of KH thought. Ahmad Dahlan, who emphasized the balance between Islam and nationalism. Then add references for academics in understanding the concept of Islam Wasathiyah applied by KH. Ahmad Dahlan in various aspects of life
THE ETHICS OF AL-GHAZALI\u27S PERSPECTIVE IN KIMIYAUS SA\u27ADAH AND ITS RELEVANCE TO CONTEMPORARY MORAL CHALLENGES
The moral crisis characterized by value relativism and secularism demands the contribution of religious ethics that is transcendental and adaptive. This study aims to explore the ethical structure of Al-Ghazali in Kimiyaus Sa\u27adah and assess its relevance in responding to contemporary ethical challenges. This study uses a qualitative approach based on literature studies, with textual and hermeneutical analysis of Al-Ghazali\u27s primary works and relevant secondary literature. The results of the study show that Al-Ghazali\u27s ethics are based on revelation as the main source of morality, but still provide space for rationality within the framework of tafakkur and moral introspection. There is a harmonious integration between tazkiyah al-nafs, morality, and love for God, which is directed at ukhrawi happiness. This ethical system emphasizes not only formal obedience to divine law, but also inner transfiguration through the control of the passions and the actualization of the angelic nature in man. In conclusion, Al-Ghazali\u27s ethics offers a theocentric, spiritual, and rational model of Islamic ethics, which remains relevant to be applied contextually in pluralistic and secular societies. This study opens up opportunities for the development of Islamic public ethics based on revelation that is dialogical and inclusive, as well as encouraging further research in the realms of bioethics, social justice, and ecotheology.Krisis moral yang ditandai oleh relativisme nilai dan sekularisme menuntut kontribusi etika religius yang bersifat transendental dan adaptif. Kajian ini bertujuan mengeksplorasi struktur etika Al-Ghazali dalam Kimiyaus Sa’adah serta menilai relevansinya dalam merespons tantangan etika kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan analisis tekstual dan hermeneutis terhadap karya primer Al-Ghazali dan literatur sekunder relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika Al-Ghazali berlandaskan wahyu sebagai sumber moralitas utama, namun tetap memberi ruang bagi rasionalitas dalam kerangka tafakkur dan introspeksi moral. Terdapat integrasi harmonis antara tazkiyah al-nafs, akhlak, dan cinta kepada Tuhan, yang diarahkan pada kebahagiaan ukhrawi. Sistem etika ini tidak hanya menekankan ketaatan formal terhadap hukum ilahi, tetapi juga transfigurasi batiniah melalui pengendalian nafsu dan aktualisasi sifat malaikat dalam diri manusia. Kesimpulannya, etika Al-Ghazali menawarkan model etika Islam yang bersifat teosentris, spiritual, dan rasional, yang tetap relevan untuk diterapkan secara kontekstual dalam masyarakat pluralistik dan sekuler. Kajian ini membuka peluang bagi pengembangan etika publik Islam berbasis wahyu yang dialogis dan inklusif, serta mendorong penelitian lanjutan dalam ranah bioetika, keadilan sosial, dan ekoteologi
INTEGRATION OF QUR\u27AN INTERPRETATION AND MODERN EMBRYOLOGY: Study of Surah Al-Mu\u27minun Verses 12–14
The phenomenon of human creation is an interesting topic to study from the perspective of religion and science. The Qur\u27an, contains an explicit description of the stages of fetal formation, starting from the essence of the earth, nutfah (semen), \u27alaqah (a clot of blood/sticking), mudghah, the formation of bones, to the wrapping of bones with flesh and finally becoming a perfect living being. The purpose of this research is to analyze the process of fetal formation in an integrative manner through the interpretation approach and contemporary embryology science. This study uses the literature review method by examining various classical and modern textbooks, and comparing the results with scientific studies represented by embryologists such as Keith L. Moore. The results of the study show that there is a significant alignment between the sequence of fetal development according to the Qur\u27an and modern scientific findings. This study concludes that the integration between revelation and science not only shows the relevance of the Qur\u27an in the context of contemporary science, but also strengthens the understanding of the concept of i\u27jaz \u27ilmi (scientific miracles), as well as opens up a space for constructive dialogue between science and Islamic teachings. The implication of this research is the importance of encouraging an integrative approach in Islamic education, especially in teaching kauniyah verses related to science. These findings can also be the basis for the development of a curriculum based on the integration of religion and science that is able to strengthen faith while improving students\u27 scientific literacy.Fenomena penciptaan manusia merupakan topik yang menarik untuk dikaji dari perspektif agama dan sains. Al-Qur’an, memuat uraian eksplisit mengenai tahapan pembentukan janin, mulai dari sari pati tanah, nutfah (air mani), ‘alaqah (segumpal darah/ menempel), mudghah, pembentukan tulang belulang, hingga pembungkusan tulang dengan daging dan akhirnya menjadi makhluk hidup yang sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pembentukan janin secara integratif melalui pendekatan tafsir dan ilmu embriologi kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai kitab tafsir klasik dan modern, serta membandingkan hasilnya dengan kajian ilmiah yang diwakili oleh para ahli embriologi seperti Keith L. Moore. Hasil kajian menunjukkan adanya keselarasan yang signifikan antara urutan perkembangan janin menurut Al-Qur’an dan temuan ilmiah modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara wahyu dan sains tidak hanya menunjukkan relevansi Al-Qur’an dalam konteks keilmuan kontemporer, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap konsep i’jaz ‘ilmi (kemukjizatan ilmiah), serta membuka ruang dialog yang konstruktif antara ilmu pengetahuan dan ajaran Islam. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya mendorong pendekatan integratif dalam pendidikan Islam, khususnya dalam mengajarkan ayat-ayat kauniyah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Temuan ini juga dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum berbasis integrasi agama dan sains yang mampu memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan literasi ilmiah peserta didik
IMPLEMENTING THE MULTIPLE INTELLIGENCES LEARNING MODEL TO ENHANCE ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION OUTCOMES FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS IN INCLUSIVE AND SPECIAL SCHOOLS IN MALANG, INDONESIA
This study aims to describe the implementation of the Multiple Intelligences (MI) based learning model in improving the learning outcomes of Islamic Religious Education (PAI) for Children with Special Needs (ABK) at Saleh Children\u27s Elementary School Malang and SLB Autisme River Kids. Using a qualitative approach with a case study type, data was collected through observation, interviews, and documentation with key informants including PAI teachers, principals, and parents. The results of the study show that the implementation of multiple intelligences (MI) is carried out by identifying the dominant intelligence of each student, then designing appropriate learning strategies, such as visual media, kinesthetic activities, and musicalization. This strategy increases motivation, participation, and understanding of Islamic values contextually and gradually. The success of the implementation is greatly influenced by the creativity of teachers, school support, and parental collaboration. This research shows that the MI approach has great potential to build an inclusive and equitable religious education system. The implication is that policies are needed that encourage differentiating curricula and teacher training that is responsive to the needs of ABK. In addition, synergy between schools, families, and communities needs to be strengthened to create an adaptive learning environment that respects the diversity of intelligence. These findings are an important contribution to the reform of PAI pedagogy in inclusive primary schools.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran berbasis Multiple Intelligences (MI) dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Anak Saleh Malang dan SLB Autisme River Kids. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi multiple intelegences (MI) dilakukan dengan mengidentifikasi kecerdasan dominan tiap siswa, lalu merancang strategi pembelajaran yang sesuai, seperti media visual, aktivitas kinestetik, dan musikalisasi. Strategi ini meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan bertahap. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh kreativitas guru, dukungan sekolah, dan kolaborasi orang tua. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan MI berpotensi besar membangun sistem pendidikan agama yang inklusif dan berkeadilan. Implikasinya, dibutuhkan kebijakan yang mendorong kurikulum diferensiatif dan pelatihan guru yang responsif terhadap kebutuhan ABK. Selain itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas perlu diperkuat guna menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghargai keberagaman kecerdasan. Temuan ini menjadi kontribusi penting dalam reformasi pedagogi PAI di sekolah inklusif tingkat dasar
THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN BUILDING RELIGIOUS MODERATION IN THE ERA OF SOCIAL POLARIZATION AND DIGITAL POLITICS
The rapid expansion of digital technology and social media has significantly changed communication, social interaction, and political dynamics in Indonesia. However, these developments have also intensified social and political polarization, often accompanied by hate speech, hoaxes, and politicization of religion. This study aims to analyze the role of Islamic education in promoting religious moderation as a response to the challenges of digital polarization. Using a qualitative phenomenological approach, the research was conducted in selected Islamic educational institutions, including madrasas, Islamic boarding schools, and Islamic universities, with purposive sampling of key actors such as educators, students, and community stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, and analyzed using Miles & Huberman\u27s interactive model with triangulation for validity. The findings reveal that Islamic education plays a strategic role in strengthening religious moderation through four main practices: (1) curriculum integration of the values of tolerance, peace, and citizenship; (2) digital literacy programs to counter misinformation and ideological propaganda; (3) extracurricular activities that encourage interfaith dialogue and social solidarity; and (4) the role of exemplary educators (teachers, kyai, and lecturers) in realizing wasathiyah values. The study concludes that Islamic education is not only a means of transmitting religious knowledge but also an important agent of social cohesion and national stability in the digital age.Pesatnya ekspansi teknologi digital dan media sosial telah secara signifikan mengubah komunikasi, interaksi sosial, dan dinamika politik di Indonesia. Namun, perkembangan ini juga telah mengintensifkan polarisasi sosial dan politik, seringkali disertai dengan ujaran kebencian, hoaks, dan politisasi agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam mempromosikan moderasi beragama sebagai respon terhadap tantangan polarisasi digital. Menggunakan pendekatan fenomenologis kualitatif, penelitian dilakukan di lembaga pendidikan Islam terpilih, termasuk madrasah, pesantren, dan universitas Islam, dengan purposive sampling aktor kunci seperti pendidik, mahasiswa, dan pemangku kepentingan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman dengan triangulasi untuk validitas. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pendidikan Islam memainkan peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama melalui empat praktik utama: (1) integrasi kurikulum nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan kewarganegaraan; (2) program literasi digital untuk melawan misinformasi dan propaganda ideologis; (3) kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong dialog antaragama dan solidaritas sosial; dan (4) peran teladan pendidik (guru, kyai, dan dosen) dalam mewujudkan nilai-nilai wasathiyah. Studi tersebut menyimpulkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya merupakan sarana transmisi pengetahuan agama tetapi juga agen penting kohesi sosial dan stabilitas nasional di era digital
STUDY KASUS PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER 1 DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLAMPIS KABUPATEN BANGKALAN
Anemia merupakan permasalahan kesehatan masyarakat global yang dapat meningkatkan angka kesakitan serta kematian pada ibu dan bayi. Sesuai standar Kesehatan ibu hamil harus memiliki kadar hb Ibu >11 gr/dl. Dampak yang terjadi pada ibu anemia trimester 1 yaitu abortus, penurunan berat badan dan hyperemesis gravidarum. Tujuan studi kasus untuk menggambarkan faktor risiko, masalah dan penatalaksanaan anemia pada ibu hamil primigravida trimester 1. Metode studi kasus menggunakan multiple case design, dengan subjek studi kasus dua ibu hamil primigravida trimester 1 yang mengalami anemia ringan, studi kasus dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Klampis pada bulan April – Mei 2024. Data dikumpulan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi dan selanjutnya di analisa menggunakan deskriptif kualitatif Hasil studi kasus menunjukkan faktor risiko yang mempunyai peranan pada kejadian anemia ringan yaitu status gizi, kecukupan konsumsi tablet Fe, penyakit infeksi, usia, pengetahuan, dan Ekonomi. Masalah yang dirasakan kedua responden yaitu mual dan kelelahan dan penatalaksanaan yang didapatkan yaitu pemberian fe. Kesimpulan, status gizi, kecukupan konsumsi tablet Fe, penyakit infeksi, usia, ekonomi dan pengetahuan memiliki peranan pada terjadinya anemia, sedangkan masalah yaitu sering kelelahan dan mual, serta penatalaksanaan yaitu pemberian tablet fe serta responden belum mendapatkan konseling mengenai makanan tinggi zat besi dan makanan bergizi seimbang. Saran, upaya mencegah anemia responden harus teratur dalam mengkonsumsi tablet Fe dan diberikan konseling mengenai makanan yang tinggi zat besi dan makanan bergizi seimbang