Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
PENGARUH FOOT MASSAGE THERAPY TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA POST SECTIO CAESAREA DI RUANG MARGAPATI RSD MANGUSADA
Persalinan yaitu kondisi fisiologis normal dari persalinan ibu yang diawali melalui kontraksi uterus sehingga menghasilkan pengeluaran hasil konsepsi dari dalam rahim secara pervaginam atau operasi sectio caesarea. Secara fisik beberapa jam setelah tindakan operasi Sectio Caesaria, ibu merasakan nyeri pada luka bekas operasi di bagian abdomen. Upaya dalam mengurangi rasa nyeri yang dilakukan menggunakan tindakan nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk mesngatasi nyeri yaitu dengan foot massage therapy. Foot massage therapy dapat memberikan efek untuk mengurangi rasa nyeri karena pijatan yang diberikan menghasilkan stimulus yang lebih cepat sampai ke otak.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala yeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusada.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group pre Test – post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh post sectio caesarea yaitu 30 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling dimana Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yaitu 30 orang. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan ibu dapat menerapkan Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusad
Hukum Perdata Islam dan Keadilan Sosial: Perspektif Teoritis dan Praktis
Hukum Perdata Islam memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial, terutama di negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia. Namun, implementasinya sering kali menghadapi tantangan, baik dari segi teori maupun praktik, seperti penafsiran hukum yang kurang adaptif terhadap perubahan sosial atau ketimpangan dalam penerapannya. Penelitian ini penting untuk menganalisis sejauh mana Hukum Perdata Islam dapat menjadi instrumen keadilan sosial serta mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik di masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis konsep Hukum Perdata Islam dalam perspektif keadilan sosial, (2) mengkaji implementasinya dalam praktik hukum di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis kasus. Data diperoleh dari literatur hukum Islam, peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan agama, serta jurnal terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk membandingkan konsep teoritis Hukum Perdata Islam dengan realitas empiris di masyarakat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum Perdata Islam memiliki potensi besar dalam mewujudkan keadilan sosial, terutama melalui prinsip-prinsip seperti ‘adl, maslahah, musawah. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti pemahaman yang literer terhadap teks fikih, kurangnya harmonisasi dengan hukum positif, serta faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi akses masyarakat terhadap keadilan. Di sisi lain, beberapa praktik progresif, seperti penggunaan maqashid syariah dalam putusan pengadilan, menunjukkan bahwa Hukum Perdata Islam dapat beradaptasi dengan kebutuhan kontemporer
Kebijakan Hilirisasi Kopi Di Indonesia: Implementasinya Di Tingkat Lokal
Coffee downstreaming in Indonesia is supported by the government based on various policies that encourage aspects of production, productivity, and competitiveness in an effort to improve export quality. The downstreaming policy in Indonesia provides opportunities for the coffee industry in Indonesia to increase competitiveness in both the domestic and international markets. Indirectly, this policy is also expected to improve the welfare of farmers at the local level. Therefore, the purpose of this article is to determine whether the coffee downstreaming policy can improve coffee farmers at the local level, as well as policy recommendations in improving the welfare of these coffee farmers. The method used in answering the objectives of this article uses literature studies related to coffee production, downstreaming policies, added value, value chains, coffee competitiveness, and related agricultural policies explained using the Tinbergen framework approach. It was found that the coffee downstreaming policy did not have a direct impact on farmers, but rather on the coffee processing industry in Indonesia. The fairly long supply chain causes the downstreaming policy to have an indirect impact on farmers. The success of this downstreaming policy requires synergy between agricultural stakeholders in improving farmer welfare, namely: central and regional governments, industry, traders, financial institutions, cooperatives and farmer associations. The success of this policy is an increase in productivity, an increase in product quality, and wider market access.Hilirisasi kopi di Indonesia, didukung pemerintah berdasarkan berbagai kebijakan yang mendorong aspek produksi, produktivitas, dan daya saingnya dalam upaya peningkatan kualitas ekspor. Kebijakan hilirisasi di Indonesia memberikan peluang bagi industri kopi di Indonesia dalam meningkatkan daya saing baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Secara tidak langsung kebijakan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di tingkat lokal. Oleh karena itu tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui apakah kebijakan hilirisasi kopi dapat meningkatkan petani kopi yang berada di tingkat lokal, serta rekomendasi kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan petani kopi tersebut. Metode yang digunakan dalam menjawab tujuan pada artikel ini menggunakan studi literatur yang terkait dengan produksi kopi, kebijakan hilirisasi, nilai tambah, rantai nilai, daya saing kopi, serta kebijakan pertanian yang terkait yang dijelaskan dengan menggunakan pendekatan kerangka kerja Tinbergen. Ditemukan bahwa kebijakan hilirisasi kopi tidak berdampak langsung kepada petani, melainkan kepada industri pengolahan kopi yang ada di Indonesia. Rantai pasok yang cukup panjang menyebabkan kebijakan hilirisasi tidak langsung berdampak pada petani. Keberhasilan kebijakan hilirisasi ini membutuhkan sinergi antar stakeholder pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani yaitu: pemerintah pusat dan daerah, industri, pedagang, lembaga keuangan, koperasi dan asosiasi petani, Keberhasilan kebijkakan ini yaitu adanya peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas produk, akses pasar yang lebih luas.
 
Peningkatan Pengetahuan Santri Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren An Nahdloh, Malaysia
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama sering menghadapi tantangan kebersihan dan kesehatan lingkungan, termasuk tingginya kasus scabies dan rendahnya kebiasaan memilah sampah di kalangan santri. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren An Nahdloh, Malaysia, melalui intervensi edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pra–pasca intervensi menggunakan kuesioner kepada 35 santri, disertai sosialisasi interaktif, demonstrasi enam langkah cuci tangan, serta praktik pemilahan sampah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, nilai rata-rata PHBS naik dari 49,65 menjadi 96,8, dan pengelolaan sampah dari 57,69 menjadi 97,56. Program ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan hidup bersih, serta berpotensi menjadi model berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat dan ramah lingkungan
Fashion Show Busana Muslim sebagai Sarana Kreativitas Anak TPQ/TPA dalam Perspektif Ekonomi Islam di Desa Senawar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Sumatera Selatan
Abstrak
fashion show busana muslim merupakan salah satu kegiatan inovatif dalam program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) mahasiswa Posko IV di Desa Senawar Jaya, Bayung Lencir, Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak, meningkatkan rasa percaya diri, serta menanamkan nilai berpakaian Islami sejak dini. Dari perspektif Ekonomi Islam, kegiatan ini juga berfungsi sebagai edukasi awal tentang potensi industri halal, khususnya sektor modest fashion yang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif syariah. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan lomba fashion show, serta evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan tingginya antusiasme peserta dan dukungan orang tua, serta adanya dampak positif terhadap pembinaan nilai keagamaan, kreativitas, dan peluang ekonomi halal berbasis busana muslim.
Abstract
The Muslim fashion show is one of the innovative activities in the Community Service Program (KUKERTA) conducted by Student Post IV in Senawar Jaya Village, Bayung Lencir, South Sumatra. This activity aimed to develop children’s creativity, increase self-confidence, and instill Islamic values of dressing from an early age. From the perspective of Islamic Economics, this activity also serves as an early education about the potential of the halal industry, especially the modest fashion sector as part of the sharia creative economy. The implementation method included planning, preparation, organizing the fashion show, and evaluation. The results showed high enthusiasm from participants and parents, as well as positive impacts on religious education, creativity, and the awareness of halal economic opportunities through Muslim fashion.
 
The EARLY MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND ITS IMPACT: ON MENTAL HEALTH OF YOUTH
Early marriage is a social phenomenon that still occurs frequently, especially in communities with limited access to education and information. From the perspective of Islamic law, early marriage is permitted as long as it meets the requirements and harmony of marriage, but requires physical, mental and financial readiness. The negative impacts that arise from early marriage include anxiety, stress, depression, and social isolation. This research uses a literature analysis and case study approach to explore the views of Islamic law and the mental health impacts associated with early marriage. This article also proposes several solutions, such as religious education, psychosocial support, and policies that involve synergy between Islamic law and national regulations
Dinamika Fatwa MUI Tentang Perkawinan Beda Agama Antara Hukum Islam, Regulasi Negara, Dan Realitas Sosial
The Indonesian Ulema Council (MUI) fatwa prohibits interfaith marriage based on Islamic law, which emphasizes the principle of maslahah (public interest). On the other hand, state regulations through the Marriage Law do not explicitly prohibit it but require compliance with each religion’s legal provisions. This study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach to examine the dynamics of the MUI fatwa, state regulations, and social realities regarding interfaith marriage in Indonesia. Data were obtained through library research and the analysis of Islamic legal documents and legislation. The findings indicate that although the MUI fatwa has a strong foundation in Islam, social practices reflect diverse perspectives. Some couples seek alternatives, such as marrying abroad or undergoing administrative religious conversion. This controversy highlights the complexity of the relationship between Islamic law, state regulations, and human rights in a pluralistic society. Policies should consider legal, social, and religious aspects
Pendampingan Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Sanggar Mentaya Estetika Sampit Sebagai Upaya Revitalisasi Budaya Lokal Berbasis Komunitas
Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan dan peningkatan keterampilan anggota sanggar dalam merawat, melindungi, dan mempublikasikan hasil karya mereka. Latar belakang pendampingan ini karena kurangnya pengetahuan anggota sanggar dalam mempublikasikan dan melindungi karya-karya mereka. Padahal, sanggar ini memiliki banyak karya yang dapat menjadi aset budaya lokal. Namun, sebagian masyarakat Kota Sampit tidak mengetahui hasil karya mereka karena minimnya publikasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: menyampaikan informasi dan wawasan kepada anggota Sanggar Mentaya Estetika, merawat kekayaan budaya lokal yang ada di Sanggar Mentaya Estetika, membantu program pemerintah daerah untuk merivitalisasi kekayaan budaya lokal berbasis komunitas. Metode yang digunakan untuk dalam kegiatan ini adalah community development. Materi-materi terkait pendampingan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Kegiatan dilakukan selama 5 bulan yang dipusatkan di Sanggar Mentaya Estetika, Tanah Mas, Sampit dan diikuti oleh 16 anggota sanggar. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 83% anggota Sanggar Mentaya Estetika telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memahami dan memiliki keterampilan untuk melindungi kekayaan intelektual yang mereka punya. Kegiatan ini juga telah menghasilkan luaran berupa laporan kemajuan, buku pedoman mitra, laporan akhir, artikel pengabdian masyarakat, dan HKI
A District/City Profiling Based on Poverty Indicators in East Nusa Tenggara Using the Centroid Linkage Algorithm
Poverty is a complex multidimensional phenomenon that significantly impacts human life. Poverty has always been a problem that the government has discussed regionally, centrally, and internationally. The issue of poverty is interesting to approach and analyze using a statistical approach, namely cluster analysis. Cluster analysis is used to group objects based on their level of similarity. In this research, the algorithm used is the Centroid Linkage Algorithm. The Centroid Linkage algorithm was chosen based on its advantages in the grouping process. Distance similarity measurement uses Squared Euclidean. The data used are district/city poverty indicators in East Nusa Tenggara Province. The analysis results show that two optimal clusters were obtained with their distinguishing characteristics. Hopefully, the results of this analysis can be used as a reference in formulating policies for alleviating poverty
Forecasting the Number of BMT NU Lenteng Branch Customers Using the Single Exponential Smoothing Method
The presence of financial institutions greatly helps the country in terms of economy, including Islamic financial institutions such as BMT NU Lenteng Branch which was established in 2014. For BMT NU, the existence of customers greatly influences the continuity of the work process. Therefore, in order to facilitate the preparation of the next work plan, a customer forecasting technique is needed to determine the number of saving customers in the next period, which can fluctuate every year. For this study, data on the number of savers was used from 2014-2023, then for forecasting using the Single Exponential Smoothing method, a method that focuses on finding stability values. The advantage of this method lies in its ease of operation which is relatively simple. To determine the level of accuracy obtained from the forecasting results, the Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) methods are used. From the results of the research that has been carried out, it was found that the best alpha value for forecasting is at alpha 0,9 with a forecasting result of 10.065,3. The error calculation obtained for the last 10 years of data is MAD = 1.050,037676, MSE = 1.622.018,167, and MAPE = 25%. While for the last 5 years of data, MAD = 1.415,6342, MSE = 2.528.041,621, and MAPE = 19%