Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
Pelatihan Irigasi Tetes Sebagai Solusi dari Kekurangan Air pada Budidaya Tanaman Toga Bagi Anggota PKK Desa Tanjung Pamekasan
Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, mengalami kelangkaan air yang menghambat budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian ini memberikan pelatihan pembuatan sistem irigasi tetes sederhana dari botol bekas kepada anggota PKK sebagai perwakilan perempuan pesisir. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan materi, pelatihan langsung, serta evaluasi dengan observasi dan diskusi partisipatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam irigasi tetes. Peserta mampu memahami prinsip kerja sistem, membuat alat irigasi secara mandiri, dan bersemangat menerapkannya di pekarangan rumah. Diskusi pasca pelatihan menegaskan bahwa irigasi tetes dapat menjadi solusi berkelanjutan mengatasi kelangkaan air di daerah pesisir. Kesimpulannya, pelatihan ini meningkatkan kapasitas teknis masyarakat sekaligus memberdayakan perempuan dalam pengelolaan air dan pertanian rumah tangga, serta menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kemandirian komunitas dalam menghadapi masalah sumber daya
Program Serang Hijau sebagai Upaya Pemberdayaan Lingkungan di Kampung Ambon Margaluyu
Program Serang Hijau dilaksanakan di Kampung Ambon, Desa Margaluyu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan melibatkan warga melalui distribusi, penanaman, dan monitoring bibit pertanian. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Bibit jagung, cabai, timun, dan pare ditanam dengan monitoring tiga kali seminggu selama 40 hari. Hasilnya menunjukkan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, pertumbuhan bibit sesuai target meskipun terdapat kendala pada sebagian tanaman pare, serta meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya penghijauan
FORMULASI SEDIAAN SABUN WAJAH BERBAHAN AKTIF EKSTRAK SARANG BURUNG WALLET DAN SCOOBY KOMBUCHA SEBAGAI ANTIPENUAAN BERDASARKAN DAYA HAMBAT ENZIM TIROSINASE
Signs of premature aging, indicated by hyperpigmentation on the skin, are the highest chance of occurring in some of the younger generation due to an unhealthy lifestyle. Signs of aging include fine lines, wrinkles, and exposure to free radicals such as air pollution, cigarette smoke, and foods that cause cancer. The solution to overcome these problems in this research is to utilize natural ingredients from agricultural technology to be developed as pharmaceutical preparations (facial soap). The facial soap preparation used in this research was carried out to inhibit aging through a series of in vitro studies, namely by inhibiting the tyrosinase enzyme. White swallowtail bird\u27s nest contains Epidermal Growth Factor (EGF) which functions in the cell division process so that apart from being able to be used as a functional food in this research, it is sufficient to produce the latest scientific information as a pharmaceutical preparation. Scoby kombucha extract contains bioactive compounds as a source of antioxidants. This study aims to test the inhibitory power of the tyrosinase enzyme, both extracts and facial soap preparations in vitro. The results of this study have proven that Scoby Kombucha Extract has a higher antioxidant value (9,446 ± 82.7) when compared to white swallowtail bird\u27s nest extract (4,621 ± 25.7). The three formulations of facial soap with the active ingredients white swallowtail bird\u27s nest extract and scoby kombucha have the most optimal aging inhibitory power with an average IC50 value of 1.046 ± 12.9. The conclusion in this research is that natural ingredient preparations produced from post-harvest technology for agricultural products have the potential to be developed as environmentally friendly pharmaceutical preparations (cosmetics/facial soap) in preventing premature aging
Pengabdian Masyarakat Pengembangan Destinasi Wisata Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pada Pokdarwis DewiTapa Desa Cirendeu Bandung
Cirendeu Village, located in Bandung City, is one of the areas with significant cultural and natural tourism potential. One of the active tourism awareness groups (Pokdarwis) in this region is Pokdarwis DewiTapa, which has been managing various attractions based on local culture and environmental conservation. However, the number of tourist visits to this area remains relatively low due to limitations in promotion, digital information, and access to technology that can reach potential visitors more widely. In today’s digital era, the presence of mobile application–based information media is crucial for introducing and facilitating tourist access to destinations. Therefore, this community service activity aims to develop an Android-based mobile tourism application as a digital promotion platform and an interactive visitor guide. The application will provide information on tourist attractions, location maps, cultural event schedules, facilities, and Pokdarwis DewiTapa’s contact services. This activity will also include training for Pokdarwis members on how to use the application, digital content management, and mentoring to ensure the sustainability of the implemented technology. It is expected that through the development of this mobile-based information system, Pokdarwis DewiTapa will be able to expand its promotional reach, increase the number of tourist visits, and strengthen the local community’s capacity in managing technology-based tourism
Interaction of Microplastics and Heavy Metals on Aquatic Organisms : A Review
Microplastics, which originate from a variety of sources and are widespread in aquatic ecosystems, have a significant capacity to adsorb heavy metals through a variety of physicochemical mechanisms, including electrostatic interactions, complex formation, ion exchange, and surface precipitation. A systematic review was used in this study of 50 published articles on the interactions of microplastics and heavy metals on aquatic organisms. The characteristics of microplastics (size, shape, type of polymer) and environmental conditions (pH, salinity, dissolved organic matter) greatly influence the adsorption efficiency and behavior of microplastics in the aquatic environment. Once inside the organism through direct consumption, gills, cuticle penetration, or cellular translocation, microplastics can release adsorbed heavy metals, creating effects that increase the bioavailability and toxicity of the metal. Biological responses that occur include oxidative stress, DNA damage, disruption of the antioxidant defense system, histopathological changes in tissues and organs, growth and reproductive disorders, and behavioral changes. At the population and ecosystem level, microplastic-heavy metal interactions can lead to shifts in community composition, disruption of food webs, changes in biogeochemical cycles, and degradation of ecosystem services
Islamic Sosial Finance Untuk Mencapai Pembangunan Berkelanjutan Melalui Instrumen Ziswaf Ditinjau Dari Pemikiran Abu Ubaid
The utilization and management of Islamic Social Finance (ISF) in Indonesia is currently not optimal, even though the potential revenue is very high. This research examines alternative solutions and strategic priorities for implementing ISF to support sustainable development in both the short and long term. The method used is a descriptive qualitative approach by collecting data from various secondary sources. This research highlights several important updates: first, the management of zakat and waqf can reduce poverty and hunger. Second, the implementation of these Islamic thinkers can create a society with quality education, access to clean water, decent work, economic growth, reduced inequality, and a healthy and prosperous life in the future. All these points are in line with sustainable development goals.
Keywords: Islamic Social Finance, Ziswaf, philanthropy, poverty developmen
HABITUATION OF CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIORS IN EARLY CHILDHOOD DURING THE COVID-19 PANDEMIC
Perilaku hidup bersih dan sehat sangatlah penting untuk di implementasikan dan menjadi tanggung jawab pada diri masing-masing terutama di waktu pandemi covid-19 saat ini. Jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 terus meningkat sehingga perlu kesadaran pada diri seseorang untuk membiasakan hidup sehat dan bersih. Perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak dini agar kelak bisa menjadi suatu kebiasaan sehingga anak dapat terhindar dari berbagai penyakit. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diajarkan dan dibiasakan pada anak usia dini di TK Kartika IX-8 Yonif Para Raider 305 Karawang terutama di masa pandemi covid-19. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan tiga tahapan yakni reduksi data, display data, lalu mengambil kesimpulan hasil wawancara. Hasil yang didapat ialah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di TK Kartika IX-8 sangat baik. Terjalinnya kerja sama guru dan orang tua siswa makin memudahkan untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia dini terutama di masa pandemi covid-19 yang terjadi pada saat ini. Selain itu TK Kartika IX-8 juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat berjalan dengan baik. Novelty yang kemudian menjadi kontribusi penelitian ini adalah habit formation dan cuci tangan merupakan kebiasaan yang baik dan perlu dijadikan karakter peserta didik.Clean and healthy living behaviors are very important to be implemented and become a responsibility to each of them, especially during the current covid-19 pandemic. The number of people infected with the covid-19 virus continues to increase so it is necessary to be aware of oneself to get used to living a healthy and clean life. Clean and healthy living behavior needs to be instilled from an early age so that later it can become a habit so that children can avoid various diseases. The purpose of this research is to find out the application of clean and healthy living behaviors that have been taught and habituated in early childhood at Kartika IX-8 Kindergarten Yonif Para Raider 305 Karawang, especially during the covid-19 pandemic. This research method uses descriptive qualitative with data collection techniques using interviews with three stages, namely data reduction, data display , and then drawing conclusions from the interview results. The results obtained are that the implementation of clean and healthy living behaviors in Kartika IX-8 Kindergarten is very good. The cooperation between teachers and parents of students makes it easier to get used to clean and healthy living behaviors in early childhood, especially during the current Covid-19 pandemic. In addition, Kartika IX-8 Kindergarten is also equipped with facilities that support in implementing clean and healthy living behaviors so that clean and healthy living behaviors can run well. Novelty that later became a contribution to this research is habit formation and hand washing is a good habit and needs to be used as a character of student
REVITALIZATION OF MADRASAH CURRICULUM IN INCREASING COMPETITIVENESS IN THE ERA OF GLOBALIZATION: Opportunities and Challenges
Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam dituntut untuk melakukan revitalisasi kurikulum agar tetap relevan dan kompetitif dalam menjawab kebutuhan zaman. Kurikulum yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga mengembangkan kompetensi global, menjadi kebutuhan mendesak dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan mampu bersaing di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan dalam proses revitalisasi kurikulum madrasah guna meningkatkan daya saing lulusan di tengah dinamika global. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan dokumentasi yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum membuka peluang strategis dalam penguatan pendidikan karakter, integrasi literasi digital, dan kolaborasi multipihak. Namun demikian, sejumlah tantangan juga muncul, seperti resistensi terhadap perubahan, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan dilema antara nilai lokal dan tuntutan global (glokalisasi). Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan kebijakan kurikulum yang partisipatif dan kontekstual, melibatkan seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, pengelola madrasah, guru, hingga masyarakat. Diperlukan strategi sinergis agar revitalisasi kurikulum tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi mampu mengaktualisasikan visi pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing globalGlobalization has brought great changes in various aspects of life, including in the field of education. Madrasah as an Islamic educational institution is required to revitalize the curriculum so that it remains relevant and competitive in answering the needs of the times. A curriculum that not only instills Islamic values, but also develops global competence, is an urgent need in forming a generation that is faithful, knowledgeable, and able to compete in the digital era. This research aims to analyze opportunities and challenges in the process of revitalizing the madrasah curriculum to increase the competitiveness of graduates in the midst of global dynamics. The approach used is qualitative with a descriptive method. Data were obtained through literature studies and relevant documentation, then analyzed thematically. The results of the study show that curriculum revitalization opens up strategic opportunities in strengthening character education, digital literacy integration, and multi-stakeholder collaboration. However, a number of challenges also arise, such as resistance to change, limitations of technological infrastructure, and the dilemma between local values and global demands (globalization). The implications of this study emphasize the importance of participatory and contextual curriculum policy formulation, involving all stakeholders—ranging from the government, madrasah managers, teachers, to the community. A synergistic strategy is needed so that curriculum revitalization is not only an administrative document, but is able to actualize the vision of Islamic education that is superior, adaptive, and globally competitive
Pengaruh Akupresur Terhadap Penurunan Skala Insomnia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Banjar Puseh Desa Angantaka
Tidur merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesehatan individu. Tanpa tidur manusia akan mengalami gangguan dalam kualitas hidup. Manusia tidur selama sepertiga dari kehidupan mereka. Bagi sebagian besar orang tidur adalah hal yang mudah namun bagi beberapa orang tidur merupakan suatu hal yang sulit dilakukan. Kondisi sulit tidur saat ini disebut dengan insomnia. Insomnia merupakan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik secara kualitas maupun kuantitas. Seseorang yang terbangun dari tidur, tetapi merasa belum cukup tidur dapat disebut mengalami insomnia. Adapun masalah kesehatan yang sering ditemui pada lansia salah satunya adalah insomnia. Masalah insomnia yang terjadi pada lansia, akan memunculkan resiko- resiko terhadap lansia. Dampak buruk insomnia pada kesehatan dan rutinitas sehari-hari, seperti; hilang fokus saat berkendara, hilang konsentrasi saat belajar, memperburuk kondisi kesehatan tubuh, stres yang meningkat, kulit terlihat lebih tua, pelupa, obesitas atau kegemukan. upaya penanganan insomnia pada lansia. secara non farmakologis, insomnia bisa diatasi dengan pemberian herbal, yoga, hipnoterapi, akupresur dan akupunktur. Akupresur memiliki berapa kelebihan dari yang lain, seperti; pijatan langsung bisa memberikan rasa nyaman dan tindakannya aman karena tidak memerlukan peralatan yang rumit.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Akupresur terhadap Penurunan Skala Insomnia Pada Lansia di Posyandu lansia Banjar Puseh Desa Angantaka.Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment Design. Rancangan metode yang digunakan adalah Non-equivalen Control Goup Design. Pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive Sampling. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh lansia sebanyak 60 orang. Data dianalisis menggunakan analisa menggunakan uji Wilxocon. Hasil analisis menggunakan uji Wilxocon. menunjukkan bahwa terjadi penurunan skala insomnia setelah diberikan akupresure. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa dari 19 responden pada kelompok intervensi didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh akupresure terhadap penurunan skala insomnia pada lansia. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan lansia yang mengalami susah tidur dapat menerapkan Teknik Akupresur