Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN APLIKASI KAHOOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PAI SISWA KELAS VIII PADA MASA PANDEMI DI SMP NEGERI 3 KARANG BAHAGIA BEKASI
The emergency coronavirus outbreak has resulted in the government taking several policies to overcome the outbreak, one of which is in the education sector in the form of distance learning. However, PJJ raises many problems, such as inappropriate learning methods and media. This is under the results of learning evaluations carried out on PAI subjects. This phenomenon is a special attraction for researchers to raise the theme of this research. The research aims to provide a complete picture of the appropriate use of learning media in the PJJ process through the Kahoot application media. The research method currently used is a qualitative approach with data sources including PAI teachers, school principals, some students, and related parties, the methods used are interviews, observation, and documentation analysis, the locus of this research is SMPN 3 Karang Bahagia. The results of the research can be presented as follows: 1) With the implementation of PJJ, the use of the Kahoot application media is considered effective in PAI subjects, 2) The use of the Kahoot application media provides a solution to the PJJ problems faced by students and teachers, 3) With the development of technology-based industrial revolution 4.0, utilizing the Kahoot application as a learning medium is considered appropriate. So this research can have implications for increasing the effectiveness of PAI learning, providing alternative distance learning, increasing student involvement in the learning process, increasing teacher creativity, optimizing the use of learning media, developing learning content, especially for Class VIII students at SMP Negeri 3 Karang Bahagia and so on.Situasi darurat wabah Covid-19, membuat pemerintah mengambil sejumlah kebijakan untuk mengatasi wabah tersebut, salah satunya dalam bidang Pendidikan yang berupa pembelajaran jarak jauh. Namun, PJJ ini menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti metode dan media pembelajaran yang tidak sesuai, hal ini sesuai dengan hasil evaluasi pembelajaran yang dilakukan pada mata pelajaran PAI, fenomena ini menjadi daya Tarik tersendiri bagi peneliti untuk mengangkat tema penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan saat ini adalah pendekatan kualitatif dengan sumber data diantaranya adalah guru PAI, kepala sekolah, sebagian siswa dan pihak terkait, metode yang digunakan adalah interview, observasi dan analisis dokumentasi, lokus penelitian ini di SMPN 3 Karang Bahagia. Hasil penelitian dapat dipaparkan sebagaimana berikut: 1) Dengan diberlakukannya PJJ, maka pemanfaatan media aplikasi kahoot dinilai efektif pada mata pelajaran PAI, 2) Pemanfaatan media aplikasi kahoot, memberikan solusi penyelasaian atas permasalahan PJJ yang dihadapi siswa dan guru, 3) Dengan perkembangnya teknologi berbasis revolusi industri 4.0, memanfaatkan aplikasi kahoot sebagai media pembelajaran dinilai tepat. Sehingga penelitian ini dapat berimplikasi pada peningkatan kepada efektivitas pembelajaran PAI, penyediaan pembelajaran alternativ jarak jauh, peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, peningkatan kreativitas guru, optimasi penggunaan media pembelajaran, pengembangan konten pembelajaran hususnya bagi siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Karang Bahagia dan sebagainya
PEMAHAMAN REMAJA TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI AL QUR’AN DIGITAL DI MASJID NURUL HUDA CIKARANG BEKASI JAWA BARAT
Kemajuan teknologi menghasilkan banyak produk baru, termasuk dalam hal agama, salah satunya adalah al Qur’an digital yang merupakan produk dari kemajuan teknologi. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi umat Islam, mengingat digitalisasi ini mempermudah dalam membaca, mencari ayat, tanda tajwid, dan asbabun nuzul dan lain sebagainya. Dari berbagai fasilitas kemudahan tersebut, kemudian muncul pertanyaan, bagaimana adab dalam menggunakan aplikasi Al Qur’an digital? Apakah sama dalam menyikapi mushaf Al Qur’an? Atas dasar problematika tersebut kemudian penelitian berminat untuk meneliti hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini berfokus pada pemahaman dan adab remaja perempuan dalam menggunakan aplikasi Al Qur’an digital. Penelitian ini dilakukan di Masjid Nurul Huda Cikarang Barat Bekasi dengan mengambil informan dari anggota remaja masjid sebanyak 5 orang perempuan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara online melalui video call whatsapps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para remaja masjid tersbut berpendapat berbeda dalam memilih jenis aplikasi Al Qur’an digital karna melihat dari fitur dan ukuran file aplikasi tersebut. Para remaja memiliki pendapat yang mayoritas sama dalam hal adab menggunakan Al Qur’an digital yaitu harus suci, tempat untuk membaca harus bersih. Adapun implikasi penelitian ini adalah: lebih fleksibel dalam membaca al Qur’an, pendekatan pebelajaran yang kreatif dan inovatif, penguatan keterampilan dalam penggunaan teknologi.Technological advances have produced many new products, including religion, one of which is the digital Koran, a product of technological progress. This is an advantage for Muslims, considering that digitalization makes it easier to read and search for verses, recitation signs, asbabun nuzul and so on. From these various convenience facilities, the question arises: what are the etiquettes of using the digital Al Qur\u27an application? Is it the same in responding to the Mushaf of the Qur\u27an? Based on these problems, researchers are interested in researching this matter. This research uses qualitative methods with the type of field research. This research focuses on the understanding and etiquette of adolescent girls in using the digital Al Qur\u27an application. This research was conducted at the Nurul Huda Mosque, West Cikarang, Bekasi, taking informants from 5 female youth members of the mosque. Online interviews were carried out data collection was via WhatsApp video call. The research results show that mosque teenagers have different opinions in choosing the type of digital Al Qur\u27an application because they look at the features and file size of the application. The majority of teenagers have the same opinion regarding the etiquette of using the digital Al Qur\u27an, namely that it must be holy, and the place for reading must be clean. The implications of this research are more flexibility in reading the Qur\u27an, creative and innovative learning approaches, and strengthening skills in using technology
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG HUKUM NIKAH KARENA TELAH MELAKUKAN PERZINAHAN
Pregnancy out of wedlock is an act that is forbidden by religion, because religion teaches humans to be virtuous, however, we still often encounter this practice in society. Thus, researchers are interested in exploring and understanding this phenomenon. The library research method, also known as a literature review, is an approach used to collect, review, and synthesize existing knowledge in the literature that is relevant to the research topic. In the context of society\u27s understanding of the law on marriage for adultery. The results of the research show that in Islamic law adultery is an act that is strictly forbidden in Al-Isra verse 32 and the perpetrator of adultery must be punished in the form of 100 lashes, exiled for 1 year and sentenced to stoning. Meanwhile, according to Law no. 1 of 1974 concerning Marriage only regulates the status of children resulting from adulterous relationships. The legal consequences of marrying a pregnant woman due to adultery are according to Islamic law. The child born has no lineage to his father, even though the father who married the mother is the one who committed adultery, the lineage of the child resulting from adultery is only related to the mother. Then, children resulting from adultery do not have the right to inherit and there is no right to support, if a woman is born, her father cannot be guardian of her when she marries. The implications of this research include 1) increasing legal awareness for the community, 2) changing social perceptions of community legal phenomena, 3) improving the legal system, 4) improving social services, 5) advocating for legal awareness and 6) increasing the role of community education.Hamil diluar nikah merupakan tindakan yang diharamkan oleh agama, karena agama mengajarkan manusia pada kebajikan, namun demikian praktek ini masih banyak kita jumpai di masyarakat. Dengan demikian peneliti tertarik untuk mendalami dan memahami fenomena tersebut. Adapun metode penelitian pustaka, juga dikenal sebagai tinjauan literatur, merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, meninjau, dan mensintesis pengetahuan yang telah ada dalam literatur yang relevan dengan topik penelitian. Dalam konteks pemahaman masyarakat tentang hukum nikah karena zina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum islam zina itu perbuatan yang sangat diharamkan terdapat dalam surat Al-isra ayat 32 dan pelaku zina wajib dikenakan hukuman berupa cambuk sebanyak 100 kali, diasingkan selama 1 tahun dan dihukum rajam. Sedangkan menurut Undang-undang No. 1 Tahun1974 tentang Perkawinan hanya mengatur tentang status anak dari hasil hubungan zina. Akibat hukum menikahi wanita hamil karena zina menurut hukum islam anak yang dilahirkan tidak memiliki nasab kepada bapaknya walaupun yang menikahi ibunya adalah bapak yang menzinainya, nasab anak hasil zina hanya bernasab kepada ibunya. Kemudian anak hasil zina pun tidak berhak menerima waris dan tidak ada hak nafkah, ketika yang lahir wanita tidak boleh di wali kan oleh bapaknya ketika menikah. Implikasi dari penelitian ini diantaranya adalah 1) peningkatan kesadaran hukum bagi masyarakat, 2) perubahan persepsi social terhadap fenomena hukum masyarakat, 3) perbaikan system hukum, 4) peningkatan layanan social, 5) advokasi kesadaran hukum dan 6) peningkatan peran Pendidikan masyarakat
PENGARUH APLIKASI ZOOM MEET PADA MATA PELAJARAN PAI BERBASIS E-LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 KARAWANG BARAT
Penelitian tentang e-learnning masih sangat menarik untuk diteliti dengan berbagai fenomena yang mengitarinya terutama berkaitan dengan PAI yang diterapkan di SMP Negeri 1 Karawang Barat pada saat pandemic covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan peneliti untuk memberikan gambaran tentang pengaruh penggunaan aplikasi zoom meet yang digunakan pada mapel PAI. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dalam bentuk pretest-posttest, control group design, dengan jumlah 79 sampel. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa untuk pre test kelas eksperimen sebesar 51,1, dengan standar deviasi 29,49. Rata-rata hasil belajar siswa pree tes untuk kelas kontrol sebesar 49,91 dengan standar deviasi 25,88. Untuk post tes rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen sebesar 73,5 dengan standar deviasi 10,89 dan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol sebesar 76,91 dengan standar deviasi 6,4. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI antara kelompok yang diberi perlakuan menggunakan metode konvensional dengan kelompok siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan E-learning pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Karawang Barat. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi kepada: 1) Pengembangan kurikulum, 2) Pengoptimalan penggunaan teknologi, 3) Peningkatan semangat Pendidikan.Research on E-learning is still very interesting to research with the various phenomena surrounding it, especially related to PAI which was implemented at SMP Negeri 1 Karawang Barat during the Covid-19 pandemic. Therefore, this research was conducted by researchers to provide an exploratory overview of the influence of using the Zoom Meet application on PAI subjects. This research method uses a quantitative approach with a quasi-experiment type of research in the form of pretest-posttest, control group design, with a total of 79 samples. The collected data is analyzed using statistics. The research results showed that the average student learning outcome for the experimental class pre-test was 51.1, with a standard deviation of 29.49. The average pre-test student learning outcomes for the control class was 49.91 with a standard deviation of 25.88. For the post-test, the average learning outcome for experimental class students was 73.5 with a standard deviation of 10.89 and the average learning outcome for control class students was 76.91 with a standard deviation of 6.4. There is a significant difference in student learning outcomes in PAI subjects between the group treated using conventional methods and those treated using E-learning in PAI subjects at SMP Negeri 1 Karawang Barat. The results of this research can have implications for: 1) curriculum development, 2) optimizing the use of technology, 3) increasing educational enthusiasm
DAMPAK DRAMA KOREA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA DI PERUM TAMAN SINGAPERBANGSA TELUKJAMBE TIMUR KARAWANG
In Islam, character education is essential for a child\u27s future, therefore from an early age children are taught how to have good morals. However, when they become teenagers, they will find many things that make them waver, they start to change what has been ingrained in them, one of which is by watching Korean dramas, this influences the moral education of teenagers, many of them prefer to postpone their worship because they are too focused on Korean dramas. Then many of them also imitate the behavior of Korean drama characters such as how they dress, accessories, food and even use Korean in their daily lives. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach to social construction. Data collection uses interviews and observations of teenagers. The results of the research show that: 1) Korean dramas have a significant impact on the moral education of teenagers, 2) By watching Korean dramas, many teenagers are neglectful of their worship, follow the Korean way of dressing, are carried away emotionally by the stories in them and often use Korean. The implications of this research are: 1) increasing moral awareness, 2) educating parents and youth companions, 3) developing educational materials, 4) monitoring social media, 5) developing media literacy, 6) promoting local culture, 7) school collaboration and family.Dalam Islam pendidikan karakter sangatlah penting untuk masa depan seorang anak, karena itu sejak usia dini anak sudah diajarkan agar memiliki akhlak yang baik. Namun saat beranjak remaja, mereka akan menemukan banyak hal yang membuat mereka goyah, mereka mulai merubah apa yang sudah tertanam dalam diri mereka salah satunya dengan menonton drama Korea, hal ini memberikan berpengaruh terhadap pendidikan akhlak remaja, banyak dari mereka yang lebih memilih menunda Ibadahnya karena mereka terlalu fokus dengan drama Koreanya. Kemudian banyak dari mereka juga yang meniru perilaku karakter drama Korea seperti cara berpakaian, aksesoris, makanan hingga menggunakan bahasa Korea dalam kehidupan sehari-hari nya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kontruksi sosial. Pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi kepada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Drama Korea memberikan dampak yang signifikan kepada pendidikan akhlak remaja, 2) Dengan menonton drama Korea banyak remaja yang lalai terhadap Ibadahnya, mengikuti cara berpakaian orang Korea, terbawa emosional dengan cerita di dalamnya hingga hingga menjadi sering menggunakan bahsa Korea. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) peningkatan kesadaran akhlak, 2) edukasi orang tua dan pendamping remaja, 3) pengembangan materi Pendidikan, 4) pengawasan media social, 5) pengembangan literasi media, 6) promosi bidaya local, 7) kolaborasi sekolah dan keluarga
PEMANFAATAN APLIKASI TIK TOK SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM BAGI GENERASI “Z”
Penelitian ini betujuan untuk menjelaskan media dakwah dengan bentuk digitalisasi yang menarik dikalangan generasi milenial. TikTok merupakan aplikasi yang sangat digemari disetiap kalangan, apabila aplikasi ini dipakai oleh para da’i muda sebagai media dakwah dalam menyampaikan pesan dakwahnya akan menarik perhatian kalangan generasi milenial. Melalui aplikasi ini, seorang da’i muda dapat dengan mudah menciptakan pesan dakwah yang lebih interaktif, menyenagkan dan asyik. Dalam penelitian peneliti metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Aplikasi TikTok merupakan aplikasi yang mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga orang-orang mampu dengan mudah untuk mengaksesnya terutama generasi Z. 2) Aplikasi tiktok sangat cocok dan bermanfaat dengan memperbanyak konten-konten yang bersifat edukasi, sehingga orang mampu lebih paham terutama konten dakwah islam hal ini akan terus berlangsung apabila penggunanya tetap diarahkan dengan baik. 3) Media dakwah dengan aplikasi tiktok sudah sangat digandrungi oleh generasi Z sejak lama dan semakin berkembang pesat dengan bertambahnya para pembuat konten dakwah yang baru. implikasi penelitian ini diantaranya adalah: 1) sosial dan kultur, 2) pendidikan dan literasi digital, 3) fisikologis dan identitas keagamaan, 3) implikasi teknologi dan inovasi, 4) etika dan pengawasan konten, 5) pendidikan agama dan pengajaran.This research aims to explain da\u27wah media with a form of digitalization that is attractive to the millennial generation. TikTok is an application that is very popular in every circle. If this application is used by young preachers as a medium for preaching in conveying their preaching messages, it will attract the attention of the millennial generation. Through this application, a young preacher can easily create da\u27wah messages that are more interactive, fun, and exciting. In the research, researchers used qualitative descriptive methods with data collection techniques using observation, questionnaires, interviews, and documentation methods. The data obtained was then analyzed descriptively using data reduction, data presentation, and concluding. The research results show that: 1) The TikTok application is an application that follows increasingly sophisticated technological developments so that people can easily access it, especially Generation Z. 2) The TikTok application is very suitable and useful by increasing educational content, so that people can better understand, especially Islamic preaching content, this will continue if users are well directed. 3) Da\u27wah media with the TikTok application has been very popular with Generation Z for a long time and is growing rapidly with the addition of new Da\u27wah content creators. The implications of this research include: 1) social and cultural, 2) education and digital literacy, 3) physiology and religious identity, 3) implications of technology and innovation, 4) ethics and content monitoring, and 5) religious education and teaching
KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PENGAJARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui lebih jelas mengenai kreativitas para guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajar di masa pandemic covid-19, hal ini menjadi salah satu alasan peneliti untuk melakukan kajian dan penelitian secara mendalam terkait dengan kreativitas guru PAI dalam melaksanak tugas pengajaran pada masa covid-19 tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obervasi dan analisis data dokumentasi, sementara sumber data dalam hal ini adalah para guru PAI yang berhasil peneliti temui di lapangan saat peneliti melakukan penelitian. Dan hasil penelitian penunjukkan bahwa guru PAI mempunyai berbagai kreativitas untuk menciptakan proses mengajar yaitu dengan mengirimkan cerita-cerita pendek dan bergambar, dengan bantuan internet, laptop, instragram, whatsApp, aplikasi zoom meeting dan lain sebagainya, dan guru PAI pun menggunakan berbagai metode agar peserta didik tidak merasa jenuh yaitu metode projectsbased learning sangat penting karena efektif diterapkan untuk para pelajar dengan membentuk kelompok belajar kecil. Metode daring adalah pembelajaran yang satu ini dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan zonasi dan protocol kesehatan metode ini siswa akan diajar secara bergiliran (shift model). Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) kreativitas guru PAI semakin meningkat, 2) guru semakin giat untuk suksesnya kegiatan pembelajaran, 3) siswa ditunutu untuk lebih terampil dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode yang baru.This research was carried out to find out more clearly about the creativity of Islamic Religious Education teachers in teaching during the Covid-19 pandemic. This is one of the reasons for researchers to conduct in-depth studies and research related to the creativity of PAI teachers in carrying out teaching tasks during this period. the covid-19. The method used in this research activity is to use a qualitative approach with a phenomenological type. The data collection methods used were interviews, observation and documentation data analysis, while the data sources in this case were PAI teachers whom the researcher managed to meet in the field when the researcher conducted the research. And the results of the research show that PAI teachers have a variety of creativity to create a teaching process, namely by sending short stories and pictures, with the help of the internet, laptop, Instagram, WhatsApp, zoom meeting applications and so on, and PAI teachers also use various methods so that participants students do not feel bored, namely the project-based learning method is very important because it is effectively applied to students by forming small study groups. The online method is learning that is carried out face-to-face by paying attention to zoning and health protocols. In this method, students will be taught in turns (shift model). The implications of this research are: 1) PAI teachers\u27 creativity is increasing, 2) teachers are becoming more active in making learning activities successful, 3) students are required to be more skilled in participating in learning activities using new methods
NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN TARUNA AL-QUR’AN SLEMAN YOGYAKARTA
Budaya pondok pesantren akan selalu melekat kuat dalam kehidupan di pesantren, karena dilakukan dengan terus menerus dan turun temurun sehingga menjadi sebuah kebiasaan dan ciri khas dari setiap pondok pesantren. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka dengan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen, observasi dan diperkuat dengan kegiatan wawancara. Sedangkan hasil dari penelitian ini adalah nilai-nilai budaya yang berkembang di Pondok Pesantren Taruna Al-Qur’an adalah budaya nilai spiritual yang terbagi menjadi dua nilai-nilai religiusitas di pondok pesantren dan nilai-nilai religiusitas di madrasah. Selain itu budaya nilai yang ada di Pondok Pesantren Taruna Al-Qur’an yaitu budaya berprestasi dan budaya artefak. Implikasi dari kegiatan penelitian nilai budaya sekolah di pesantren taruna seperti: 1) pengembangan model Pendidikan pesantren, 2) penguatan identitas keislaman dikalangan para pemuda, 3) pemberdayaan pemuda dikalangan kepemudaan, 4) kolaborasi pesantren dan institusi Pendidikan lainnya, 5) konstribusi pesantren dalam membentuk karakter bangsa, 6) pengembangan kurikulum berbasis keterampilan, 7) inovasi dan metode Pendidikan agama, 8) penananman nilai dan kemandirian dalam berwirausaha. Sehingga implikasi ini dapat dijadikan dasar kebijakan bagi pemerintah dan masyarakat.Islamic boarding school culture will always be firmly embedded in life at Islamic boarding schools because it is carried out continuously and from generation to generation so it becomes a habit and characteristic of every Islamic boarding school. This school\u27s cultural values then became the reason for researchers to carry out in-depth research and studies. The research method used is literature study, with this type of research being qualitative research. Data collection techniques through document analysis, observation, and reinforced with interview activities. Meanwhile, the results of this research are that the cultural values that develop at the Taruna Al-Qur\u27an Islamic Boarding School are cultural spiritual values which are divided into two religious values at Islamic boarding schools and religiosity values at madrasas. Apart from that, the cultural values that exist at the Taruna Al-Qur\u27an Islamic Boarding School are the culture of achievement and the culture of artifacts. The implications of research activities on school cultural values in cadet Islamic boarding schools include: 1) development of Islamic boarding school education models, 2) strengthening Islamic identity among youth, 3) youth empowerment among youth, 4) collaboration between Islamic boarding schools and other educational institutions, 5) Islamic boarding school contribution in shaping national character, 6) skills-based curriculum development, 7) innovation and methods of religious education, 8) instilling values and independence in entrepreneurship. So that these implications can be used as a basis for policy for the government and society
ROKAT BHELIONE: MEMAKNAI TRADISI LOCAL WISDOM MASYARAKAT PAMEKASAN SAAT ANGGOTA KELUARGA MENINGGAL DUNIA
Rokat is a tradition of the Madurese people that is still sympathetic and is still being preserved. Rokat is a cultural and religious assimilation that makes researchers interested in exploring it. The research method used is qualitative with a phenomenological type. The data collection methods used were 1) interviews, 2) observation, and 3 documentation analysis, while the research informants were 1) religious leaders, 2) community leaders, and the community. The results of the research show that the implementation of rokat belief in society is as follows: a) rokat belioneh is a salvation activity carried out when a family member dies, b) rokat belioneh is carried out to get closer to Allah SWT, c) rokat belioneh is carried out with several stage (preparation and implementation). Meanwhile, related to the views of the Pamekasan people regarding the rokat bhelioneh tradition when a family member dies, they are: a) rokat bhelioneh is a culture that does not conflict with Islamic teachings. b) Rokat bhelioneh is a tradition carried out to gain approval and mercy from Allah SWT, c) Rokat bhelioneh is carried out to eliminate sadness due to being abandoned by loved ones and aims to obtain the safety of wealth and health from all forms of danger that threatens. The applications of this research activity are 1) the importance of local traditions in dealing with death, 2) the role of family and community in the mourning process, 3) values of belief and spirituality, 4) the maintenance and transmission of traditions and culture.Rokat merupakan tradisi masyarakat madura yang hingga saat ini masih mendapatkan simpatik dan masih dilestarikan, rokat merupakan asimilasi budaya dan agama yang membuat peneliti tertarik untuk mendalaminya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah 1) interview, 2) observasi, 3 analisis dokumentasi, sedangkan informan penelitian adalah 1) tokoh agama, 2) tokoh masyarakat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi rokat bhelione di Masyarakat adalah sebagai berikut: a) rokat belioneh adalah kegiatan selamatan yang dilaksanakan pada saat salah satu anggota keluarga meninggal, b) rokat belioneh ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, c) rokat belioneh dilakukam dengan beberapa tahap (persiapan dan pelaksanaan). Sedangkan terkait dengan Pandangan masyarakat Pamekasan tentang tradisi rokat bhelione Saat Anggota Keluarga Meninggal Dunia adalah: a) rokat bhelioneh merupakan budaya yang tidak bertentangan ajaran Islam. b) rokat bhelioneh merupakan tradisi yang dilakukan untuk mendapatkan ridha dan belas kasih dari Allah swt, c) Rokat bhelioneh dilakukan untuk menghilangkan kesedihan karena ditinggalkan oleh orang-orang terkasih dan bertujuan untuk mendapatkan keselamatan harta dan Kesehatan dari segala bentuk mara bahaya yang mengancam. aplikasi dari kegiatan penelitian ini adalah: 1) pentingnya tradisi lokal dalam menghadapi kematian, 2) peran keluarga dan komunitas dalam proses berkabung, 3) nilai-nilai kepercayaan dan spiritualitas, 4) pemeliharaan dan penerusan tradisi dan budaya
MANAJEMEN BERBASIS NILAI RELIGIUS: BUDAYA SHOLAT DHUHA DAN MEMBACA AL QUR’AN DI MA AL-CHALIL DAN SMP ISLAM TERPADU AL-CHALIL TONTONG SUIT
This study aims to explore and analyze the implementation of religious value-based management through the culture of dhuha prayer and reading Surah Al-Waqiah at MA Al-Chalil Tontong Suit and Integrated Islamic Junior High School Al-Chalil Tontong Suit. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The location of this research is at MA Al-Chalil Tontong Suit and SMP Islam Terpadu al-Chalil Tontong Suit. Data collection in the study was carried out by observation, interview, and documentation. Informants in this study include: Principal, Vice Principal, Teachers and students. The data analysis technique used in this study used the Miles and Huberman interactive data analysis model. To measure the validity of the data in this study, researchers used triangulation techniques. The triangulation used in this research is source triangulation by using cross-checking data between informants. The results showed that the implementation of this program relies heavily on the active involvement of teachers and school staff, who are not only facilitators but also real examples for students. The role of teachers as mentors in this activity helps students internalize the values taught, so that religious values become part of their daily lives. The religious value-based management applied at MA Al-Chalil and Al-Chalil Integrated Islamic Junior High School has succeeded in creating a harmonious educational environment, which focuses not only on intellectual but also spiritual development, producing a generation with noble character and achievements.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penerapan manajemen berbasis nilai religius melalui budaya sholat dhuha dan membaca Surat Al-Waqiah di MA Al-Chalil Tontong Suit dan SMP Islam Terpadu Al-Chalil Tontong Suit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di MA Al-Chalil Tontong Suit dan SMP Islam Terpadu al-Chalil Tontong Suit. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini antara lain: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru dan peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Untuk mengukur keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan menggunakan cek silang data antar informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif guru dan staf sekolah, yang tidak hanya menjadi fasilitator tetapi juga contoh nyata bagi siswa. Peran guru sebagai pembimbing dalam kegiatan ini membantu siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan, sehingga nilai-nilai religius menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Manajemen berbasis nilai religius yang diterapkan di MA Al-Chalil dan SMP Islam Terpadu Al-Chalil berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual tetapi juga spiritual, menghasilkan generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi. Implikasi dari kegiatan penelitian ini adalah implikasi secara teoritis, praktis dan kebijakan