Jurnal Online UIM Pamekasan (Universitas Islam Madura)
Not a member yet
1401 research outputs found
Sort by
Hubungan Pernikahan Dini Dengan Pola Asuh Anak Dalam Keluarga Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Amparita Kabupaten Sidrap Tahun 2023: The Relationship Between Early Marriage And Parenting In The Family In The Working Area Of The Upt Puskesmas Amparita Sidrap District In 2023
The research in this thesis aims to determine the relationship between early marriage and parenting in the family in the working area of the Upt Amparita Health Center, Sidrap Regency. This research is motivated by the phenomenon of early marriage that occurs in the working area of the UPT Amparita Health Center. The subjects of this study were couples who married at an early age who had children aged 1 - 3 years, here the number of respondent was 30 people.The type of research used in this research was quantitative descriptive research with a retrospective descriptive approach. The data collection techniques of this research were questionnaires and documentation, where researchers conducted home visits to early marriage couples by distributing questionnaires to be filled in and then documenting in the form of pictures for validity. while for data analysis techniques using the chi square test on SPSS 25.0 for windows.Based on the results of research and analysis, researcher concludes that: 1) Early marriage in the work area of UPT Puskesmas Amparita shows that a mother who has children aged 1 – 3 years enduring early marriage . 2) Parenting in the family in the work area of UPT Puskesmas Amparita shows that 20 repondents or 66,7% of the subjects apply Democratic parenting. 3) There is no relationship between early marriage and parenting in the family in the work area of UPT Puskesmas Amparita with a p value of 0.346>0.05.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena Pernikahan usia dini yang terjadi di wilayah kerja UPT Puskesmas Amparita. Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pernikahan dini dengan Pola Asuh Anak dalam Keluarga di wilayah kerja UPT Puskesmas Amparita Kabupaten Sidrap. Subjek dari penelitian ini adalah pasangan yang melakukan pernikahan usia dini yang mempunyai anak umur 1 – 3 tahun, disini respondennya berjumlah 30 orang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif Retrospektif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah angket (kuisioner) dan dokumentasi, dimana peneliti melakukan kunjungan rumah terhadap pasangan pernikahan dini dengan membagikan kuesioner untuk diisi lalu mendokumentasikan dalam bentuk gambar untuk keabsahannya. sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan uji chi square pada SPSS 25.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa, peneliti memperoleh kesimpulan bahwasanya : 1) Pernikahan dini yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Amparita menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak usia 1 – 3 tahun mengalami pernikahan usia dini. 2) Pola Asuh anak dalam keluarga di wilayah kerja UPT Puskesmas Amparita menunjukkan bahwa 20 orang responden dengan presentase 66,7% menerapkan pola asuh Demokratis. 3) Tidak terdapat hubungan Pernikahan dini dengan Pola Asuh anak dalam keluarga di wilayah kerja UPT Puskesmas Amparita dengan nilai p value sebesar 0.346>0.05.
 
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Banjar Sigaran Desa Mekar Bhuwana
Anemia, kondisi rendahnya kadar hemoglobin, sering menyerang remaja putri akibat kehilangan zat besi selama menstruasi dan asupan zat besi yang tidak mencukupi. Zat besi esensial untuk pertumbuhan dan pembentukan hemoglobin. Strategi pencegahan termasuk pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), direkomendasikan seminggu sekali. Studi ini, dilakukan di Posyandu Remaja Banjar Sigaran, Desa Mekar Bhuwana, bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan mengonsumsi TTD pada remaja putri. Dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional, sampel penelitian ini meliputi 40 remaja putri, dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square, menunjukkan p-value sebesar 0,001, mengindikasikan hubungan signifikan antara pengetahuan anemia dan kepatuhan konsumsi TTD. Hasil ini menekankan pentingnya edukasi anemia untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, sebagai langkah efektif mencegah anemia di kalangan remaja putri. Keterkaitan antara pengetahuan yang baik tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD menyarankan perlunya program edukasi yang lebih intensif dan terstruktur di posyandu remaja, tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran tetapi juga kepatuhan dalam mencegah anemia. Penelitian ini memberikan bukti bahwa peningkatan pengetahuan tentang anemia dapat berkontribusi pada perilaku kesehatan yang lebih baik, khususnya dalam kepatuhan mengonsumsi TTD, menunjukkan pentingnya informasi dan pendidikan kesehatan sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat
Efektiftas Kombinasi Teknik Nafas Dalam Dan Stretching Abdominal Exercise Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Abiansemal
Masa remaja merupakan periode perkembangan manusia yang ditandai dengan munculnya ciri seksual sekunder dan pematangan fungsi organ seksual seperti terjadinya ovulasi dan haid. Gangguan yang sering timbul saat menstruasi salah satunya adalah disminore. Disminore merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon protaglandin dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri yang paling sering terjadi pada wanita. Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dismenore dengan teknik nafas dalam dan Stretching Abdominal exercise.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kombinasi Teknik Nafas Dalam Dan Stretching Abdominal Exercise Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMPN 2 Abiansemal Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment Design. Rancangan metode yang digunakan adalah Non-equivalen Control Goup Design. Pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas VII sebanyak 156 orang. Data dianalisis menggunakan analisa menggunakan uji Wilxocon. Hasil analisis menggunakan uji Wilxocon menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri dismenore setelah diberikan kombinasi teknik nafas dalam dan stretching abdominal exercise. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa dari 56 responden pada kelompok kontrol dan intervensi didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh kombinasi teknik nafas dalam dan stretching abdominal exercise terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan remaja putri kelas VII dapat menerapkan Teknik Nafas Dalam Dan Stretching Abdominal Exercise untuk mengurangi nyeri dismenore
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI LANJUTAN PADA BALITA DI KELURAHAN NENANG KECAMATAN PENAJAM KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
Imunisasi merupakan usaha untuk memperteguh atau memperkuat sistem kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga saat terserang penyakit hanya mengalami sakit ringan. Menurut data rekapitulasi cakupan imunisasi di Kelurahan Nenang sebesar 81,7% dan masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi lanjutan di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, melibatkan klinik, dan 5 posyandu yang berada di Kelurahan Nenang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 67 orang, dengan jumlah sampel 32 ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun yang tinggal di Kelurahan Nenang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikan (ɑ = 0,05). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status imunisasi lanjutan pada balita (p value = 0,055), dan ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,033), dukungan keluarga (p value = <0,001), dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan hasil penelitian, dari tiga karakterisitik responden hanya pekerjaan dan dukungan keluarga yang memiliki hubungan dengan status imunisasi lanjutan pada balita di Kelurahan Nenang Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara
Studi Fenomenologi Hambatan Dan Dukungan Ibu Menyusui Yang Kembali Bekerja Di Kota Bengkulu
Ibu menyusui yang bekerja beresiko mengalami gangguan produksi air susu ibu (ASI). Ibu yang kembali bekerja memiliki kecenderungan mengalami penurunan produksi ASI sehingga pemberian ASI secara ekslusif di kalangan ibu pekerja lebih rendah dibandingkan pada ibu yang tidak bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi hambatan dan dukungan ibu menyusui yang kembali bekerja . Rancangan penelitian ini menggunakan desain fenomenologi dengan menggunakna wawancara mendalam pada ibu yang bekerja di wilayah Kota Bengkulu pada bulan Oktober – Desember 2023. Penelitian ini juga menggunakan teknik synchronous dan asynchronous guna mengurangi barrier teknologi pada informan sejumlah 6 orang informan utama dan 3 orang informan triangulasi. Analisis data yang dilakukan secara manual dengan menggunakan model analisis tematik. Hasil dari penelitian didapatkan 2 tema yaitu Hambatan Dalam Proses Menyusui dan Dukungan Dalam Praktik Menyusui Pada Ibu Bekerja. Melalui informasi ini, dapat dijadikan cuan dalam memberikan konseling pada ibu bekerja sejak dini dan menjadi pertimbangan bagi lembaga kerja untuk melakukan evaluasi dan pertimangan untuk menyediakan dukungan dan fasilitas menyusui bagi ibu pekerja
Anemia dan Lamanya Proses Persalinan pada ibu bersalin
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan pada ibu hamil secara global.Tujuan penelitian ini untuk analisis hubungan antara anemia pada ibu bersalin dan durasi prosespersalinan. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional, melibatkan 67 ibu bersalin diPuskesmas Pamolokan dari Januari hingga September 2023. Dari populasi tersebut, sebanyak 57sampel dipilih secara acak untuk dianalisis. Anemia dijadikan sebagai variabel independen,sedangkan durasi persalinan sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakanuji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara kadarhemoglobin ibu bersalin dan durasi persalinan (p > 0,005). Faktor lain seperti kekuatankontraksi, kondisi jalan lahir, posisi janin, dan kondisi psikologis ibu juga mempengaruhi durasipersalinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa anemia bukan satu-satunya faktor yangmempengaruhi lamanya proses persalinan, sehingga diperlukan pendekatan penanganan yangkomprehensif untuk mencegah persalinan lama
STUDI KASUS MULTIGRAVIDA TM III DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Masa kehamilan terjadi hemodilusi (pengenceran) yang berdampak pada penurunan konsentrasi Hb, sehingga pada masa kehamilan rentan terjadi anemia. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahuipenyebab langsung dan tidak langsung terjadinya anemia.Desain studi kasus ini menggunakan deskriptifkualitatif. Adapun subjek studi kasus ini menggunakan dua ibu hamil dengan kriteria yang sama yaitumultigravida trimester III tanpa komplikasi. Studi kasus dilakukan didua desa yaitu pada respondenpertama di desa Arok dan responden kedua di desa Mandelan. Metode pengumpulan data denganwawancara dan studi dokumentasi. Analisa data yang digunakan berupa deskriptif dalam bentuknarasi.Hasil studi kasus berdasarkan faktor tidak langsung meliputi umur responden pertama dalam usiaideal dan responden kedua dalam kategori usia beresiko. Pada paritas responden pertama dan respondenkedua dengan paritas rendah keduanya mengalami anemia. Pada frekuensi ANC keduanya rutinmelakukan ANC namun masih mengalami anemia. Pada tingkat pendidikan responden pertama memilikikategori tinggi dan responden kedua memiliki pendidikan rendah. Pada sosial ekonomi respondenpertama memiliki pendapatan tinggi dan responden kedua dengan pendapatan rendah. Berdasarkan faktorlangsung meliputi pemenuhan nutrisi kedua responden sama sama konsumsi makanan yang bergizinamun masih mengalami anemia. Pada pola kepatuhan dalam mengonsumsi tablet FE keduanya tidakrutin konsumsi tablet FE sehingga mengalami anemia.Pencegahan anemia dengan pemberian tablet FEdan penyuluhan mengenai anemia pada ibu hamil. Selain itu perlu adanya peningkatan konsumsimakanan yang dapat mencegah anemia seperti makanan yang mengandung zat besi dan mengonsumsitablet FE secara rutin
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI COFFEE SHOP “RETORIKA KOPI” BANGKALAN
Retorika Kopi is one of the coffee shops that emerged in the midst of intense competition with many businesses in the same field. The purpose of the study was to determine the attributes that consumers consider most in making purchases at Retorika Kopi, and to determine the stages of consumers in making purchasing decisions at Retorika Kopi. The sample used was 100 respondents who were calculated using the Cochran formula. The data was analyzed using validity test, reliability test, and fishbein analysis. The results showed that in deciding to buy at Retorika Kopi, the service attributes, facilities, and atmosphere have a positive value, while the price attribute has a neutral consumer attitude value. The process of making purchasing decisions at Retorika Kopi is carried out through the stages of need recognition, information search, evaluation, purchase and post-purchase processes. Updating and maintaining coffee shops, providing live music performances or interesting events at certain times are things that can be recommended to provide a comfortable atmosphere for consumers.Retorika Kopi merupakan salah satu coffee shop yang muncul di tengah persaingan yang ketat dengan banyaknya usaha pada bidang yang sama. Tujuan penelitian untuk mengetahui atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian di Retorika Kopi, dan mengetahui tahapan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian di Retorika Kopi. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang dihitung dengan menggunakan rumus Cochran. Data dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memutuskan pembelian di Retorika Kopi, atribut pelayanan, fasilitas, dan suasana memiliki nilai positif, sedangkan atribut harga memiliki nilai sikap konsumen netral. Proses pengambilan Keputusan pembelian di Retorika Kopi dilakukan melalui tahapan pengenalan kebutuhan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi, proses pembelian dan pasca pembelian. Pembaruan dan perawatan coffee shop, memberikan pertunjukan live music atau event menarik dalam waktu tertentu menjadi hal yang dapat direkomendasikan guna memberikan suasana yang nyaman bagi konsumen.Retorika Kopi merupakan salah satu coffee shop yang muncul di tengah persaingan yang ketat dengan banyaknya usaha pada bidang yang sama. Tujuan penelitian untuk mengetahui atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian di Retorika Kopi, dan mengetahui tahapan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian di Retorika Kopi. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang dihitung dengan menggunakan rumus Cochran. Data dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memutuskan pembelian di Retorika Kopi, atribut pelayanan, fasilitas, dan suasana memiliki nilai positif, sedangkan atribut harga memiliki nilai sikap konsumen netral. Proses pengambilan Keputusan pembelian di Retorika Kopi dilakukan melalui tahapan pengenalan kebutuhan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi, proses pembelian dan pasca pembelian. Pembaruan dan perawatan coffee shop, memberikan pertunjukan live music atau event menarik dalam waktu tertentu menjadi hal yang dapat direkomendasikan guna memberikan suasana yang nyaman bagi konsumen
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SAYURAN HIDROPONIK DI SEBELAS MARET HIDROPONIK SURAKARTA
Hydroponic vegetables are one of the increasingly popular horticultural products. The specialty of hydroponic vegetable products is that they are fresher and cleaner than conventional vegetables. The purpose of this research is to analyze consumer preferences, and determine the order of attributes that are the main considerations for consumers of hydroponic vegetables. The method of determining the location was done purposively at Sebelas Maret Hydroponics Surakarta. The sampling method is non probability sampling with a convenience sampling approach of 33 respondents with the criteria of having bought and consumed hydroponic vegetables produced by Sebelas Maret Hydroponics. Data analysis method with Fishbein\u27s multi-attribute model. The results showed that consumer preferences for hydroponic vegetables are vegetables that has physical conditions of leaves that are wide, not torn, not perforated, intactand not broken. The condition of freshness of vegetables that are harvested directly, with bright light green vegetable colors, vegetable flavors that are different from conventionally cultivated vegetables. The packaging of vegetables is closed and transparent, and there is a label on the packaging. The main attributes considered by consumers in purchasing hydroponic vegetables are the level of freshness, vegetable taste, physical condition of vegetable leaves, vegetable color, packaging and labels. Sayuran hidroponik merupakan salah satu produk hortikultura yang mulai banyak diminati. Keistimewaan dari produk sayuran hidroponik ini adalah lebih segar dan bersih dibandingkan sayuran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis preferensi konsumen dan mengetahui urutan atribut yang menjadi pertimbangan utama konsumen terhadap sayuran hidroponik. Metode penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Sebelas Maret Hidroponik Surakarta. Metode pengambilan sampel secara non probability sampling dengan pendekatan convenience sampling sebanyak 33 responden dengan kriteria telah membeli dan mengkonsumsi sayuran hidroponik yang diproduksi oleh Sebelas Maret Hidroponik. Metode analisis data dengan model multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen pada sayuran hidroponik adalah sayuran yang memiliki kondisi fisik/kesempurnaan daun yang lebar, tidak sobek, tidak berlubang, utuh dan tidak patah. Kondisi kesegaran sayuran yang dipanen secara langsung, dengan warna sayuran hijau muda cerah, rasa sayuran yang berbeda dengan sayuran yang dibudidayakan secara konvensional. Kemasan sayuran secara tertutup dan transparan, serta ada label pada kemasan. Atribut utama yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian sayuran hidroponik secara berturut-turut adalah tingkat kesegaran, rasa sayuran, kondisi fisik/kesempurnaan daun sayuran, warna sayuran, kemasan dan label
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Data untuk Menilai Indikator Kota Cerdas di Kota Semarang
Kota cerdas telah diinisiasi sejak tahun 2017. Capaian kota cerdas perlu dievaluasi dalam pelaksanaannya. Penilaian kota cerdas perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat perkembangan suatu kota dalam menerapkan konsep kota cerdas. Penilaian capaian tersebut dapat dilakukan dengan indikator kota cerdas yang telah distandarkan dengan SNI ISO 37122:2019. Indikator pada SNI tersebut berjumlah 80 indikator dengan kebutuhan data sebanyak 134 data. Penelitian ini menggunakan indikator SNI ISO 37122:2019 untuk mengetahui tingkat ketersediaan data yang dibutuhkan untuk menilai indikator kota cerdas di Kota Semarang, faktor yang mempengaruhi ketersediaan data, serta usulan strategi pengumpulan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan data di Kota Semarang untuk mendukung penilaian indikator kota cerdas sudah cukup baik karena mencapai 54,47% dari kebutuhan data, sedangkan indikator yang dapat diukur sebanyak 43,75% dari jumlah indikator kota cerdas. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Semarang sudah baik dalam menyediakan data untuk penilaian indikator kota cerdas, tetapi perlu menerapkan strategi yang tepat untuk memenuhi ketersediaan data untuk memenuhi syarat minimal jumlah indikator yang harus dilaporkan dalam penilaian indikator kota cerdas