Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
    690 research outputs found

    ANALISA UJI SENSORIS PADA PATTY BURGER BERBAHAN DASAR PISANG KEPOK PUTIH

    Get PDF
    Diversifikasi pangan menggunakan buah pisang khususnya pisang kepok makin bervariasi, dalam penelitian ini, pisang kepok akan diolah menjadi makanan pendamping berupa patty burger yang dapat diterima oleh konsumen. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan formula yang tepat dengan perlakuan penggunaan pisang kepok sebesar 350 gram, 400 gram, dan 450 gram dengan parameter pengamatan warna, aroma, tekstur, dan rasa. Metode yang digunakan kuantitatif deskriptif, dari hasil yang diperoleh kemudian dideskripsikan. Hasil terbaik dari penelitian yaitu penggunaan pisang kepok sebanyak 450 gram dengan hasil uji hedonik untuk aroma sebesar 4,04 (suka), tekstur sebesar 4,16 (suka), rasa sebesar 4,28 (suka), kecuali pada warna mendapatkan penerimaan terendah sebesar 3,96 (suka). Sedangkan hasil uji mutu hedonik untuk warna sebesar 3,96 (coklat keemasan), aroma sebesar 3,80 (beraroma khas pisang), tekstur sebesar 3,84 (empuk), dan rasa sebesar 3,92 (berasa pisang).Kata kunci: patty, pisang, diversifikasiSENSORICAL TEST ANALYSIS ON PATTY BURGER BASED ON WHITE KEPOK BANANAFood diversification using bananas, especially Kepok bananas, is more varied. In this study, Kepok bananas will be processed into complementary foods in the form of patty burgers that can be accepted by consumers. The purpose of this research is to get the right formula with the treatment of using Kepok bananas of 350 grams, 400 grams and 450 grams with the parameters of observation of color, aroma, texture, and taste. The method used is descriptive quantitative, the results obtained are then described. The best results of the study are the use of as much as 450 grams of Kepok bananas with the hedonic test results for the scent of 4.04 (likes), the texture of 4.16 (likes), the taste of 4.28 (likes), except for the colors get the lowest acceptance of 3.96 (likes). While the hedonic quality test results for the color of 3.96 (golden brown), the aroma of 3.80 (typical aroma of bananas), the texture of 3.84 (soft), and the taste of 3.92 (banana flavor).Keywords: patty, banana, diversifie

    KEBIJAKAN INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN

    Get PDF
    Teknologi Inseminasi Buatan adalah suatu teknologi yang berkembang saat ini dalam rangka meningkatkan produktivitas ternak sapi. Teknologi telah dikenal oleh masyarakat bahkan beberapa petani telah mengadopsi teknologi tersebut. Permasalahannya belum semua petani dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejauhmana kebijakan pemerintah dalam menerapkan teknologi Inseminasi Buatan. Metode penelitian adalah metode survei dengan teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode PRA. Lokasi sampel ditentukan secara purposive yaitu kecamatan yang telah memanfaatkan teknologi Inseminasi Buatan. Responden adalah peternak yang telah memanfaatkan teknologi Inseminasi Buatan. Responden kunci adalah pejabat Dinas Pertanian Peternakan dan Inseminator. Analisis data adalah deskriptif. Ternak sapi di wilayah penelitian menjadi unggulan masyarakat sebagai sumber pendapatan mereka. Pengembangan ternak sapi ditunjang oleh ketersediaan sumberdaya lokal. Strategi dan kebijakan pemerintah dalam mendorong peningkatan populasi ternak sapi adalah dicanangkan kebijakan optimalisasi inseminasi buatan. Pemerintah juga membuat kebijakan penyediaan sarana prasaran diantaranya tersedianya pos Inseminasi Buatan yang layak untuk tiap satu kecamatan. Kebijakan yang lain adalah mengadakan pelatihan inseminator. Kebijakan ini direspon baik oleh petani sapi potong. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan introduksi Inseminasi Buatan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas ternak sapi potong. Petani yang telah mengikuti program Inseminasi Buatan 100 persen menghasilkan anak. Saran perlu sosialisasi kebijakan yang telah dicanangkan pemerintah. Kata kunci : Kebijakan, introduksi, teknologi, inseminasi buatanARTIFICIAL INSEMINATION TECHNOLOGY  INTRODUCTION POLICY Artificial Insemination Technology was a technology that was developing in order to increase the productivity of cattle. Technology was known to the public and even some farmers had adopted this technology. The problem was that not all farmers can take advantage of this technology. This research was conducted with the aim of examining the extent of government policies in implementing Artificial Insemination technology. The research method was a survey method with the data collection technique used was the PRA method. The location of the sample was determined purposively, namely the districts that had used Artificial Insemination technology. Respondents were farmers who had used Artificial Insemination technology. Key respondents were officials from the Department of Agriculture, Livestock and Inseminators. The data analysis was descriptive. Cattle in the research area were the community's leading sources of income. Cattle development was supported by the availability of local resources. The government's strategy and policy in encouraging an increase in the population of cattle was the implementation of an artificial insemination optimization policy. The government had also made a policy for providing infrastructure, including the availability of appropriate Artificial Insemination posts for each district. Another policy was to hold inseminator training. This policy had been responded well by cattle farmers. Based on the results of the study, it can be concluded that the introduction of Artificial Insemination policy helps farmers in increasing the productivity of cattle. Farmers who had followed the Artificial Insemination program 100 percent produce calves. Suggestions need to socialize policies launched by the government. Keywords: Policy, introduction, technology, artificial inseminatio

    Desain Sistem Pendingin Ruang Muat Semi Permanen Berbahan Polistirena (C₈H₈)n dan Seng (Zn) Pada Kapal Ikan Tradisional

    Get PDF
           Kualitas ikan yang baik menentukan harga jual yang tinggi di pasaran. Dalam hal ini maka diperlukan penanganan yang tepat oleh nelayan pada saat ikan di dapatkan. Untuk menjaga kesegaran ikan nelayan menggunakan ruang muat semi permanen dengan bahan Polistirena dan Seng sebagai insulasinya. Nelayan biasa menggunakan es basah sebagai media pendinginya. Nelayan tradisional dimana waktu melautnya sangat tergantung pada lama waktu Coolbox mempertahankan temperaturnya. Pada penelitian ini mencoba untuk mengetahui seberapa tahan insulasi yang di gunakan para nelayan tersebut terhadap waktu dan temperature , dan pengaruh ketebalan Polistirena terhadap kekuatan Coolbox untuk mempertahankan suhu agar tetap dingin. Percobaan dilakukan dengan menggunakan es 15 kg dengan waktu selama 2 hari / 48 jam. Dari hasil pengujian alat pendingin yang dibuat dengan insulator Polistirena dan seng dapat mempertahankan suhu pada ruang muat kapal ikan pada periode tertentu. Aplikasi Coolbox dengan menggunakan insolator Polisterina dengan ketebalan 4 cm dan Seng 0,1 cm mampu mempertahankan es selama 48 jam dengan suhu Coolbox rata-rata 2°C . Sedangkan Insolator Polistirena dengan ketebalan 2 cm dan Seng 0,1 cm hanya mampu mempertahankan es selama 24 jam dengan suhu rata-rata 6,6°C. Nilai laju panas dari dalam Coolbox dengan ketebalan insulasi Polisterina 2 cm lebih cepat dibandingkan dengan insulasi ketebalan Polisterina 4 cm

    RANCANG BANGUN ROBOT SEDERHANA PEMBERSIH LANTAI MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS ARDUINO

    Get PDF
    Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) telah muncul sejak manusia lahir, hal ini dikarenakan manusia diberi akal dan kemampuan berfikir oleh Allah SWT. Robotika merupakan penemuan yang berguna untuk membantu kegiatan manusia dalam keseharian , banyak manusia yang terbantu. Robot pembersih lantai merupakan robot yang dikembangkan dalam beberapa kurun waktu . Penelitan  jurnal ilmiah karya Yuliza dan Umi Nur Kholifah dengan judul ‘‘Robot Pembersih Lantai Berbasis Arduino Dengan Sensor Ultrasonik’’ tertulis bahwa penelitian mereka membuat robot pembersih lantai dengan sensor ultrasonik yang lebih efektif dibanding sensor proximity karena tidak memerlukan lintasan khusus , akan tetai robot ini memiliki toleransi jarak yang sangat minim sebesar 15 cm mengakibatkan robot mudah menabrak halang rintang di depannya juga ketika menemukan hambatan robot ini hanya mampu berbelok 90 derajat. Peneliti ingin membuat robot yang mampubergerak bebas tanpa menggunakan lintasan bergaris dengan warna tertentu juga memiliki toelransi jarak yang cukup tinggi sebesar 50 cm agar nantinya robot dapat membaca halang rintang dengan baik. Peneliti  juga ingin mementukan kecepatan standar untuk jalannya robot agar pembersihan kotoran dapat berjalan dengan baik karena robot ini merupakan robot pembersih lantai . Sekaligus ingin mengembangkan tindakan yang diambil oleh robot ketika menemukan hambatan pada mulanya hanya mampu berbelok ke kanan maupun ke kiri sebesar 90 derajat kini menjadi 180 derajat. 

    Menentukan Ketebalan Lapisan Lapuk Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas

    Get PDF
    In building construction planning, roads, or other infrastructures, Soil capacity for placing foundation is an substantial part that must be considered. When the land as construction supporting experiences fracture or shift, then it can generate building failure. The potential for fracturing and soil displacement can be identified from the thickness of weathered layer. Geoelectric resistivity methods of dipole-dipole array were applied in this study to determine the thickness of the weathered layer. The study was conducted at three different measurement locations oriented to east-west. The result of data processing usingRes2dinv software with an inversion technique is 2D resistivity section that represents a conceptual subsurface geological model. From these results, three types of rock layers are identified. The first layer is a weathered layer in the form of topsoil, clay, and sand with resistivity value of 8-276 Ωm and the thickness varied from 5 m to 17 m, the second layer is clay sand with resistivity value of 276-2000Ωm identified in about12m to infinite depth, and the resistivity values up to 2000 Ωm the third layer identified at location SS_01 is considered to be coal.Keywords: resistivity, geoelectric, dipole-dipole, weathered layer ABSTRAKDalam hal perencanaan pembangunan gedung, jalan, maupun infrastruktur lainnya, kestabilan tanah menjadi salah satu bagian penting yang harus diperhatikan. Jika tanah sebagai pendukung bangunan mengalami deformasi berupa rekahan, penurunan atau pergeseran, maka hal tersebut dapat memicu kerusakan konstruksi bangunan. Potensi rekahan,penurunan dan pergeseran tanah dapat diketahui dari ketebalan lapisan lapuk. Metode Geolistrik resistivitas konfigurasi dipol-dipol diaplikasikan dalam penelitian ini untuk menentukan ketebalan lapisan lapuk. Penelitian dilakukan di tiga lokasi pengukuran berbeda dan beroentasi timur-barat. Hasil pengolahan data menggunakan software Res2dinvdengan teknik inversi berupa penampang resistivitas 2D yang merepresentasikan model geologi konseptual bawah permukaan. Dari Hasil tersebut teridentifikasi tiga jenis lapisan batuan. Lapisan pertama merupakan lapisan lapuk yang terdiri dari top soil,lempung dan pasir halusmemiliki nilai resistivitas 8-276 Ωm dan ketebalan yang bervariasi dari 5 m hingga 17 m. Lapisan kedua adalah  pasir lempung memiliki nilai resistivitas 276-2000 Ωm danteridentifikasi pada kedalaman 12 m sampai tak hingga, dan lapisan ketiga dengan nilai resistivitas lebih dari 2000 Ωm  yangteridentifikasi pada lokasi pengukuran SS_01 diduga sebagai batu bara. Kata Kunci: resistivitas, geolistrik, dipole-dipole, lapisan lapu

    Kinerja Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kota Bandar Lampung

    Get PDF
    This study aims to determine the level of performance of the Family Hope Program (PKH) assistant in Bandar Lampung City and analyze the factors that influence it. The study was conducted in February-March 2020 with 104 PKH assistants in Bandar Lampung. The analysis method used descriptive and quantitative analysis. Data analysis was performed by multiple linear regression. The results show that the performance level of PKH assistants in Bandar Lamping City is in the moderate classification. This is shown from the results of the work achievements of the assistants in carrying out their duties. In the implementation of participation validation, distribution of assistance, updating data, and reporting of activities, it is known that the assistant has succeeded in carrying out his duties according to the procedure. In the implementation of P2K2, assistants have used learning media and have delivered all the materials, but there are some assistants who have not delivered the entire materials. In the implementation of verification of KPM PKH commitments, there are still assistants who do not monitor the visits of KPM PKH assisted in the education component. The results also show that there is an influence between the level of non-formal education, motivation, work discipline, work environment, and perceptions of assistant incentives on the level of performance of assistants. This means that the higher the level of non-formal education, motivation, work discipline, work environment, and perceptions of companion incentives, the higher the level of performance of PKH assistants in Bandar Lampung City.Keywords : assistant performance, performance factors, PKH  AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kinerja pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bandar Lampung serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2020 dengan responden sebanyak 104 pendamping PKH di Kota Bandar Lampung. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat kinerja pendamping PKH di Kota Bandar Lamping berada pada klasifikasi sedang. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil capaian kerja pendamping dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping PKH. Pada pelaksanaan validasi kepesertaan, penyaluran bantuan, pemutakhiran data, dan pelaporan kegiatan diketahui bahwa pendamping telah berhasil melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur. Pada pelaksanaan P2K2, pendamping telah menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan dan telah menyampaikan keseluruhan materi, namun masih dapat dijumpai beberapa pendamping yang belum menyampaikan keseluruhan materi tersebut. Pada pelaksanaan verifikasi komitmen KPM PKH, masih terdapat pendamping yang tidak memantau kunjungan KPM PKH dampingannya pada komponen pendidikan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan non formal, motivasi, disiplin kerja, lingkungan kerja, serta persepsi insentif pendamping terhadap tingkat kinerja pendamping. Hal tersebut memiliki makna bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan non formal, motivasi, disiplin kerja, lingkungan kerja, dan persepsi terhadap insentif pendamping maka semakin tinggi tingkat kinerja pendamping PKH di Kota Bandar Lampung.Kata kunci :  faktor-faktor kinerja, kinerja pendamping, PK

    ANALISIS PILOT PROJECT RISIKO KETERLAMBATAN PROYEK PADA BANGUNAN GEDUNG TINGGI HUNIAN

    Get PDF
    Keterlambatan penyelesaian proyek merupakan suatu hal yang sering terjadi di setiap proyek. Pada proyek properti hunian, keterlambatan diukur dari sejak penjualan unit (launching) hingga penyerahan hasil pekerjaan atau produk, yang diatur dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Keterlambatan terjadi oleh karena beragam penyebab, tidak saja karena penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai target ataupun penjadwalan yang kurang baik, tapi ada beberapa hal lain yang melatarbelakanginya, dan hal tersebut dapat terjadi pada setiap bagian tahapan penyelenggaraan proyek. Permasalahan penelitian kemudian dikembangkan berdasarkan tujuan penelitian tersebut, yaitu : apa saja tahapan (proses) yang dikaji dan dianalisis, apa saja identifikasi risiko keterlambatan proyek konstruksi, dan apa saja hasil analisis pilot project risiko keterlambatan proyek. Faktor dan variabel keterlambatan akan diidentifikasi terlebih dahulu dari setiap tahapan penyelenggaraan proyek, yang meliputi : design, procurement, dan construction. Faktor dan variabel bersumber dari studi literatur, kajian terdahulu, dan jurnal yang relevan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode mean dan rangking. Target responden dalam pilot survey ini adalah para pelaku konstruksi yang terlibat dalam setiap tahapan proses konstruksi, dengan jumlah responden yang mencukupi dan mewakili. Penelitian ini menghasilkan pemetaan awal mengenai apa saja variabel-variabel risiko yang bisa menyebabkan keterlambatan proyek di dalam setiap tahapan dan proses penyelenggaraan proyek.Kata kunci : keterlambatan, faktor, variabel, desain, pengadaan (procurement), konstruksi, proyekPILOT PROJECT ANALYSIS OF PROJECT DELAY RISK ON HIGH RISE RESIDENTIAL BUILDINGThe delay of project completion is the matter which often occur on each project. On residential building project, the delay is measured from the time of the unit sold (product launching) until hand over of the product, which is regulated on PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). The delay occur due to various causes, not only due to the completion of work that is not meet target or poor scheduling, but there are several problem behind it, and it can happen at any part of the project implementation stage. The research questions is then developed based on the research objectives, as: the stages studied and analyzed in this study, the risk identification of delays in construction projects examined in this research, and the analysis result of the pilot project of the project delay risk in projects. Delay factors and variables will be identified in advance from each stage of project implementation, which includes: Design, Procurement, and Construction. Factors and variables is sourced from literature studies, previous studies, and relevant journals. The analysis was carried out using the mean and ranking method. The target respondents in this pilot survey were construction actors who involved in every stage of the construction process, with a sufficient and representative number of respondents. The results of the research is an initial mapping of what risk variables can cause project delays in each stage and process of project implementation.Keywords: delay, factor, variable, design, procurement, construction, projec

    ANALISA PERFORMANSI TIPE WATER COOLED CHILLER CENTRIFUGAL KAPASITAS 2000 TR PADA GEDUNG CENTRAL PARK MALL JAKARTA BARAT

    Get PDF
    Analisa Performansi tipe Water Cooled Chiller Centrifugal Kapasitas 2000 TR. Water Cooled Chiller Centrifugal adalah salah satu tipe AC sentral dengan pendinginan refrigeran menggunakan air dimana pendinginan air melalui menara air (cooling tower), mesin pengkondisian udara ruangan yang digunakan di Central Park Mall Jakartaadalah  water cooled chiller dimana chiller ini menggunakan hampir 30%-40% penggunaan energi listrik dari Central Park Mall Jakarta Barat, Pada proyek akhir ini penulis ingin menganalisis performansi chiller di Central Park Mall Jakarta Barat dengan cara menghitung COP nya dan menghitung emisi CO2 yang dihasilkan dari penggunaan energi listrik tersebut. Hasil dari Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui performansi dan emisi CO2 yang dihasilkan guna mengidentifikasi kemungkinan untuk dilakukan effisien energi dan juga mengurangi efek pemanasan global.Kata kunci: Chiller, COP, Emisi CO2,Performansi, Efek pemanasan globalPERFORMANCE ANALYSIS OF WATER COOLED CHILLER CENTRIFUGAL WITH 2000 TR CAPACITY AT CENTRAL PARK MALL JAKARTA BARATAnalyze Permance Water Cooled Chiller Centrifugal type Capacity 2000 TR. Water Cooled Chiller Centrifugal is one type of central air conditioner with refrigerant cooling using water where cooling water through a water tower cooling tower, the room air conditioning machine used at Central Park Mall Jakarta is a water cooled chiller where this chiller uses almost 30% - 40% the use of electrical energy from Central Park Mall West Jakarta. In this final project, the writer wanted to analyze chiller performance at Central Park Mall Jakarta by calculating its COP and calculating CO2 emissions resulting from the use of electric energy. The results of this final project aims to determine the performance and emissions of CO2 generated to identify the possibility to be carried out energy efficiency and also reduce the effects of global warming.Keywords: Chiller, COP, CO2 Emissions, Performance, Effects of global warmin

    ANALISIS FAKTOR PENGENDALIAN SURPLUS MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI MINYAK DAN GAS (STUDI KASUS PROYEK KONSTRUKSI ANJUNGAN LEPAS PANTAI MINYAK & GAS PT XYZ)

    Get PDF
    Pembangunan anjungan lepas pantai memiliki perbedaan secara umum dengan bangunan darat (land-base structure). Bangunan darat dalam proses pembangunannya dari tahap awal baik itu pondasi maupun tahap konstruksi bangunannya.Dalam proyek pembangunan anjungan lepas pantai seringkali terjadi surplus material di beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bahkan ada surplus material yang nilainya sangat besar (dalam ukuran jutaan USD). Seringkali material tersebut masih bagus namun ketika ditransfer ke proyek lain tidak mau dengan berbagai alasannya yang akhirnya barang tersebut disimpan dan dimaintain bahkan hingga puluhan tahun .Beberpa hal yang menjadi penyebab surplus material di lapangan ditemukan beberapa penyebab sebagai berikut Tidak terjadinya integrasi antara MTO menggunakan sistem manual via excel dengan integrasi ke dalam sistem software, Dalam pembuatan MTO (Material Take Off) engineer memberikan jumlah spare material yang besa, data proyek yang ada relatif masih mentah Dalam merancang MTO tidak di cross check dengan rancangan tiga dimensi melalui sistem PDMS sehingga jumlah buffer dapat meningkat.Kata Kunci : Anjungan Lepas Pantai, MTO, Surplus ANALYSIS OF SURPLUS MATERIAL CONTROL FACTORS ON OIL AND GAS CONSTRUCTION PROJECT (CASE STUDY OF OIL AND GAS OFFFSHORE PLATFORM CONSTRUCTION PROJECT PT XYZ)The construction of offshore platforms has a general difference with land-based structures. Land buildings are in the process of being built from the initial stages of both the foundation and the construction stage of the building.In offshore platform development projects, there is often a material surplus in some Cooperation Contract Contractors (KKKS) and there is even a material surplus of very large value (in the size of millions of USD). Often the material is still good, but when transferred to another project, they don't want to for various reasons, which in the end the goods are stored and maintained for even decades.Some of the things that cause material surplus in the field are found several causes as follows There is no integration between MTO using a manual system via Excel with integration into a software system, In making MTO (Material Take Off) engineers provide a large amount of spare material, project data There is relatively raw material. In designing MTO, it is not cross-checked with a three-dimensional design through the PDMS system so that the number of buffers can be increased.Keywords : Offshore Platform, MTO, Surplu

    DAFTAR ISI

    No full text
    Puji syukur kehadirat Allah S.W.T, Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan Politeknik Negeri Balikpapan tahun 2020 (SNITT- Poltekba 2020) dengan tema "Technology Innovation Challenge & Opportunity for Sustainable Development". Pelaksanaan SNITT tahun 2020 dilaksanakan secara daring dikarenakan situasi pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia.Kegiatan SNITT ke-3 Tahun 2020 ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, praktisi dan peneliti dari seluruh Indonesia dengan total makalah yang masuk sebanyak 86 judul dari berbagai politeknik, institusi, dan universitas di Indonesia dengan bidang kajian makalah adalah Mechanical Engineering, Civil Engineering, Electrical and Informatics Engineering, Tourism, Hospitality and Gastronomy, Social Science and Vocational Education, Business and Management yang mana nantinya akan diterbitkan dalam prosiding SNITT Poltekba 2020 dan untuk yang terpilih akan diterbitkan dalam Jurnal Teknologi Terapan (JTT), Jurnal Sains Terapan (JST), Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan (JSHP) Poltekba.Terima kasih kami ucapkan kepada Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Bapak Beny Bandanadjaja.,ST.,MT, Pimpinan Politeknik Negeri Balikpapan, Keynote speaker (1) Dr. Ir. Muchamad Oktaviandri Syas,MT.,IPM.,P.Eng., ASEAN.Eng (2) Dr. Ir. Dudi Hidayat.,M.Sc (3) Prof Fathul Wahid.,S.T.,M.Sc., Ph.D, Reviewer, seluruh panitia, sponsor serta penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para peserta yang telah mendukung dan ikut serta dalam kegiatan SNITT ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama kegiatan, semoga apa yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat.Salam,Maria Ulfah, S.T., M.TKetua Pelaksana Kegiatan Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan 202

    628

    full texts

    690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇