Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
690 research outputs found
Sort by
PEMBUATAN MINI WTP (WATER TREATMENT PLANT) DI MASYARAKAT PONDOK PESANTREN YASIN
Masyarakat Pondok Pesantren Yasin saat ini masih menggunakan air tanah yang bau dan berwarna kuning ini untuk kegiatan sehari hari seperti mencuci, mandi dan berwudhu. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit berupa gudik yang diakibatkan virus scabea sehingga dapat berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat Pondok Pesantren Yasin dalam jangka pendek hal ini terlihat pada kondisi santri yang mengalami gatal-gatal disekitar kaki. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi Teknologi yang mendukung peningkatan kualitas air bersih yang memenuhi parameter kualitas air dari segi fisika, kimia dan biologi yaitu dengan pembuatan mini Water Treatment Plant yang tujuannnya mengolah air tanah yang keruh dan berbau besi menjadi air bersih yang sesuai dengan standart air bersih. Dimana pembuatan Mini WTP menggunakan 2 tabung FRP masing- masing berukuran 10 in. Pada tabung pertama diisi pasir zeolite dan manganese greensand sedangkan pada tabung kedua diisi karbon aktif. Hasil pengolahan air bersih didapatkan kekeruhan menjadi 4,77 NTU dari kekeruhan air tanah 57,9 NTU, kandungan Fe menjadi 0,23 mg/l dari 4,86 mg/l, kandungan CaCO3 menjadi 160 mg/l dari 200 mg/l, Kandungan Mn menjadi < 0,25 mg/l dari 1,78 mg/l.Kata kunci : air tanah, Mini WTP, air bersihMANUFACTURE OF MINI WTP (WATER TREATMENT PLANT) IN THE YASIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL COMMUNITYThe Yasin Islamic Boarding School community currently uses this yellow, smelly groundwater for daily activities such as washing, bathing and ablution. This can result in a disease in the form of scabies caused by the scabea virus so that it can be bad for the health of the people of Yasin Islamic Boarding School in the short term. This can be seen in the condition of students who experience itching around the feet. Therefore, it is necessary to have technological innovations that support the improvement of clean water quality that meets water quality parameters from a physical, chemical and biological perspective, namely by making a mini Water Treatment Plant which aims to treat cloudy and iron-smelling groundwater into clean water according to standard clean water. Where the Mini WTP is made using 2 FRP tubes each measuring 10 in. The first tube is filled with zeolite sand and manganese greensand while the second tube is filled with activated carbon. The results of clean water treatment obtained turbidity to 4.77 NTU from the turbidity of groundwater 57.9 NTU, Fe content to 0.23 mg / l from 4.86 mg / l, CaCO3 content to 160 mg / l from 200 mg / l, The Mn content became <0.25 mg / l from 1.78 mg / l.Keywords : ground water, Mini WTP, clean wate
PERHITUNGAN KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIAMENGGUNAKAN INDEKS MAQASHID SYARI’AH (STUDI PERBANDINGAN PADA BNI SYARIAH, BCA SYARIAH DAN BANK SYARIAH MANDIRI)
Kinerja bank syariah yang dinilai dengan melihat pangsa pasar dan pertumbuhan aset, memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan dengan bank konvensional yang merupakan lembaga yang berfokus pada laba, sehingga dalam penilaian kinerja bank Syariah pun harus disesuaikan dengan syariatislam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perkembangan kinerja Bank Syariah di Indonesia terutama pada BCA Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah jika dinilai berdasarkan metode Maqashid Syariah Index (MSI). Penelitian ini menggunakan data dari laporan keuangan (annual report). Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahun periode yaitu tahun 2017 hingga 2019. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kinerja BCA Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri tiap tahunnya di pimpin oleh hasil dari BNI Syariah. Semakin tinggi angka indeks menunjukkan bahwa kinerja bank tersebut telah dilakukan sesuai dengan syariat-syariat islam, dimana setiap tujuannya telah dijalankan. Berkebalikan jika angka indeks semakin rendah maka kinerja bank terebut dalam mematuhi syariah-syariat islam masih harus diperbaiki.Kata kunci: Penilaian Kinerja Bank Syariah, Bank Syariah, Maqashid Syariah, Maqashid Syariah Index, IndonesiaMEASURING PERFORMANCE OF SHARIA BANK IN INDONESIA USING MAQASHID SYARIAH INDEX (COMPARATION STUDY OF BNI SYARIAH, BCA SYARIAH DAN BANK SYARIAH MANDIRI)The performance of Islamic banks, which is assessed by looking at market share and asset growth, shows that there is no difference with conventional banks which are institutions that focus on profit, so that the performance assessment of Islamic banks must also be adjusted to Islamic sharia. This study aims to determine whether there are developments in the performance of Islamic banks in Indonesia, especially in BCA Syariah, BNI Syariah, and Bank Mandiri Syariah when assessed based on the Maqashid Syariah Index (MSI) method. This study uses data from financial reports (annual report). Observations in this study were carried out in a three-year period, namely 2017 to 2019. This study used descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the development of the performance of BCA Syariah, BNI Syariah and Bank Syariah Mandiri each year is led by the results of BNI Syariah. The higher the index number indicates that the bank's performance has been carried out in accordance with Islamic law, where every goal has been carried out. On the contrary, if the index number gets lower, the bank's performance in complying with Islamic sharia still needs to be improved.Keywords: Performance Assessment of Islamic Banks, Islamic Banks, Maqashid Syariah, Maqashid Syariah Index, Indonesia
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL BERBASIS ANIMASI MENGGUNAKAN 4D UNTUK MATA KULIAH PRAKTIK BATU BETON
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran video tutorial berbasis animasi pada mata kuliah Praktik Batu Beton. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Thiagarajan. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini disingkat dengan 4D (four-D), yaitu pendefiniasian (define), perencanaan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (dissemination). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuntitatif dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner diberikan kepada ahli materi dan ahli media untuk menguji kelayakan produk media pembelajaran. Hasil kelayakan produk media pembelajaran yang berjumlah 12 video tutorial berbasis animasi, sebagai berikut: a) Penilaian dari ahli materi mendapatkan nilai sebesar 88,00 % yang diklasifikasikan sangat layak; dan b) Penilaian dari ahli media mendapatkan nilai sebesar 84,17 % yang diklasifikasikan sangat layak. Maka, dapat disimpulkan video tutorial berbasis animasi layak dan dapat digunakan sebagai variasi media pembelajaran pada mata kuliah Praktik Batu Beton.Kata kunci: Media Pembelajaran, Video Tutorial, Praktik Batu BetonTHE DEVELOPMENT OF ANIMATION BASED VIDEO TUTORIAL MEDIA USING 4D FOR CONCRETE PRACTICES COURSEThis study aims to produce instructional media based on animation video tutorials in the Concrete Practice course. This study using Research and Development (R&D) method which refers to the Thiagarajan research and development model. The research and development steps are abbreviated as 4D (four-D), namely the definition (define), planning (design), development (development), and dissemination (dissemination). The data collection technique used a quantitative method with questionnaire. Questionnaires were given to material experts and media experts to test the feasibility of learning media products. The results of the feasibility of learning media products, amounting to 12 animation-based video tutorials, are as follows: a) The evaluation of the material experts scores 88.00%, which is classified as very feasible; and b) The media expert's assessment gets a value of 84.17% which is classified as very feasible. So, it can be concluded that the animation-based video tutorial is feasible and can be used as a variation of learning media in the Concrete Practice course.Keywords: Learning Media, Video Tutorial, Concrete Practic
ALAT PENYIRAMAN SAWI HIJAU SECARA OTOMATIS MENGUNAKAN SENSOR KELEMBAPAN TANAH DAN SENSOR DHT11 BERBASIS ARDUINO
Sayuran memiliki peranan besar untuk kebutuhan konsumsi, salah satunya adalah sawi hijau. Sayuran ini kerap dijadikan olahan masakan mulai dari sup, oseng-oseng dan lainnya. Di pasaran sawi hijau memiliki harga jual yang cukup tinggi dibadingkan sayuran sejenisnya. Selain dari segi ekonomis sawi hijau juga merupakan sayuran yang mampu tumbuh sepanjang tahun dan mempunyai masa tumbuh yang lumayan singkat. Karena hal ini lah penulis ingin membuat alat penyiraman sawi hijau secara otomatis mengunakan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT11 berbasis arduino. Dalam perancangan alat ini melalui lima tahapan yaitu studi literature, perancangan alat, pembuatan alat, kalibrasi, dan realisai alat. Prinsip kerja alat ini adalah saat sensor kelembapan tanah terbaca 3 maka arduino akan menyalakan pompa sehingga menyirami tanaman sawi, kemudian saat nilai kelembapan terukur 8 maka pompa akan otomatis mati. Selian itu terdapat sensor DHT 11 yang membaca suhu dan kelemebapan udara disekitar tanaman sawi. Saat suhu udara lebih dari 32 °C maka pompa akan menyala. Saat suhu menjadi 27°C maka pompa akan mati. Dari hasil ujicoba alat didapatkan pompa air akan menyala 2 kali sehari pada pukul 07.00-07.30 selama 33 detik dan pukul 16.00-16.33 selama 24 detik. Dalam 1 kali peyiraman jumlah air yang diperlukan kurang lebih 1.6 liter sehingga dalam 1 hari hanya membutuhkan air 3.2 liter untuk penyiraman.Kata kunci: Sawi hijau, Kelembapan tanah, DHT 11, ArduinoAUTOMATIC SYSTEM FOR WATERING MUSTARD GREENS USING SOIL MOISTURE SENSOR AND DHT11 SENSOR ARDUINO BASEDVegetables have a big role for consumption needs, one of which is green mustard. These vegetables are often used as food preparations ranging from soup, stir-stir and others. In the market, mustard greens have a fairly high selling price compared to similar vegetables. Apart from the economic point of view, green mustard is also a vegetable that can grow throughout the year and has a fairly short growing period. Because of this, the author wanted to make an automatic system for watering mustard greens using soil moisture sensor and dht11 sensor arduino based. In designing this tool through five stages, namely literature study, tool design, tool making, calibration, and tool realization. The working principle of this tool is when the soil moisture sensor reads 3, Arduino will turn on the pump so that it wateres the mustard plant, then when the humidity value is measured 8, the pump will automatically shut down. In addition, there is a DHT 11 sensor that reads the temperature and humidity of the air around the mustard plant. When the air temperature is more than 32 ° C, the pump will start. When the temperature becomes 27 ° C, the pump will stop. From the test results, it was found that the water pump would turn on 2 times a day at 07.00-07.30 for 33 seconds and 16.00-16.33 for 24 seconds. In one watering, the required amount of water is approximately 1.6 liters so that in 1 day only 3.2 liters of water are needed for watering.Key words: Mustard greens, Soil moisture, DHT 11, Arduin
Inovasi Produk terhadap Keputusan Pembelian dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan : Studi Pengguna Mobil Toyota Calya di Kota Bogor dan Bekasi
The formulation of the research problem is whether product innovation effects purchase decisions, whether product innovation and purchase decisions affect customer loyalty. This study aims to examine the effect of product innovation on the purchase decision of Toyota Calya, and examines the effect of product innovation and purchasing decisions on customer loyalty. The population is the Toyota Calya’s customers in Bogor and Bekasi. The population is not known with certainty, therefore the sampling technique is done by accidental sampling technique in determining the number of samples. A total of 203 questionnaires were collected. Therefore, the sample in this study was 203 respondents. The data analysis method is Structural Equation Modeling. The results showed a significant influence on product innovation on purchasing decisions. Product innovation and purchasing decision also significantly influence customer loyalty. Purchasing decisions significantly mediate the effect of product innovation on customer loyalty. Innovations must still be made in order to maintain the loyalty of Toyota Calya car users in Bogor and Bekasi. Keywords: Product innovation, purchasing decisions, and loyalty ABSTRAKRumusan masalah penelitian ini adalah apakah inovasi produk mempengaruhi keputusan pembelian, dan apakah inovasi produk dan keputusan pembelian mempengaruhi loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian toyota Calya, dan menguji pengaruh inovasi produkdan keputusan pembelian terhadap loyalitas pelanggan. Populasi penelitian adalah pengguna mobil merek Toyota Calya di Kota Bogor dan Bekasi. Populasi tidak diketahui secara pasti,oleh karena itu teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dalam menentukan jumlah sampel. Kuisioner yang berhasil dikumpulkan sebanyak 203 kuisioner. Metode analisis data yang dipergunakan adalah Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh secara signfikan inovasi produk dengan keputusan pembelian. Variabel Inovasi produk dan keputusan pembelian jugasecara signifikanmempengaruhi loyalitas pelanggan. Keputusan pembelian secara signifikan memediasi pengaruh inovasi produk terhadap loyalitas pelanggan.Inovasi harus tetap dilakukan untuk mempertahankan loyalitas pengguna mobil Toyota Calya di Kota Bogor dan Bekasi. Kata Kunci :Inovasi produk, keputusan pembelian,dan loyalita
KAJIAN FAKTOR DAN VARIABEL RISIKO KETERLAMBATAN PELAKSANAAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN MENARA TELEKOMUNIKASI PT.XYZ
Sektor telekomunikasi saat ini menjadi sektor yang vital terutama dalam kondisi Pademi Covid-19 karena menjadi penunjang untuk kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mendorong pertumbuhan penyediaan infrastuktur telekomunikasi berupa menara telekomunikasi yang akan digunakan oleh provider telekomunikasi. PT. XYZ sebagai salah satu penyedia menara telekomunikasi dalam perencanaan manajemen proyek memastikan untuk dapat menyediakan infrastruktur yang tepat waktu sesuai dengan yang sudah direncanakan tanpa melupakan aspek kualitas maupun biaya.Agar proyek dapat selesai tepat waktu, diperlukan manajemen risiko dengan melakukan identifikasi faktor risiko dan variabel dengan menggunakan knowledge base PMBOK dan disini penulis hanya membatasi pada faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan pembangunan konstruksi. Penulisan ini mengkaji faktor risiko dan variabel dari berbagai kajian yang relevan dan juga rekomendasi yang pernah dibuat oleh para peneliti sebelumnya agar bisa mengurangi keterlambatan pelaksaan konstruksi.Kata kunci: Faktor Risiko, Keterlambatan Proyek, Mitigasi Risiko, Menara Telekomunikasi STUDY OF FACTORS AND VARIABLES RISK OF DELAY CONSTRUCTION DEVELOPMENT OF TELECOMMUNICATION TOWER PT. XYZThe telecommunications sector is currently a vital sector, especially in the condition of Pademi Covid-19 because it supports work and study activities from home, this encourages the growth of telecommunications infrastructure provision in the form of telecommunications towers that will be used by telecommunications providers. PT. XYZ as one of the telecommunication tower providers in project management planning ensures to be able to provide infrastructure on time as planned without forgetting the quality and cost aspects.In order for the project to be completed on time, risk management is needed by identifying risk factors and variables using the PMBOK knowledge base and here the authors only limit the risk factors that cause construction delays in construction. This writing examines risk factors and variables from various relevant studies as well as recommendations made by previous researchers in order to reduce delays in construction.Keywords: Risk Factors, Project Delay, Risk Mitigation, Telecommunication Towe
PERENCANAAN SISTEM PENDINGIN UDARA 25 LANTAI PADA GEDUNG PERKANTORAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM AC CENTRAL (WATER COOLED) DI JAKARTA
Fungsi utama sistem pengkondisian udara secara garis besar terbagi menjadi 2 (dua) yaitumemberikan kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang ada di dalamnya (Comfort AirConditioning) dan juga pengaturan kondisi udara yang dapat mendukung pemprosesan bahan(Indsutrial Air Conditioning). Perhitungan beban pendinginan perlu dilaksanankan terlebihdahulu sebelum melakukan perhitungan sistem pendinginan udara di suatu ruangan. Hal inidiperlukan karena besarnya beban pendingin sangat berpengaruh terhadap pemilihan mesinpendingin udara (Air Conditioning), kapasitas mesin pendingin (Chiller), head pompa, kapasitaspompa dan daya motor pompa chiller, kapasitas menara pendingin (Cooling Tower), kebutuhanair untuk mendinginkan chiller, perhitungan pipa-pipa untuk mendinginkan chiller, perhitunganducting untuk aliran udara bersih dan grille/diffuser sehingga kenyamanan dapat diperoleh.Penelitian ini menggunakan metodologi perencanaan yang memiliki proses tahapan perencanaan,yaitu: tahap persiapan, metode pengumpulan data, diagram alir perancangan dan metodepengolahan data. Dalam hal ini penulis merencanakan sistem pendingin udara denganmenggunakan AC Sentral (Water Cooled) untuk gedung perkantoran 25 lantai di Jakarta, dimanatinggi gedung adalah 115 meter dari permukaan laut, luas lantai untuk 25 lantai adalah sebesar39.800,25 m 2 dengan suhu ruangan dipertahankan pada temperatur 23-25°C dan tingkatkelembaban (RH) 50-80%. Dari hasil perhitungan perencanaan diperoleh: a) beban kalor total(Qt) sebesar 15.049.931,69 Btu/jam atau 1.254,16 TR; b) beban kalor per m 2 adalah sebesar378,13 Btu/m 2 atau 0,031 TR/ m 2 atau 108,934 Watt/m 2 ; c) kebutuhan udara segar per m 2 adalahsebesar 1,57 CFM atau 0,74 l/s, dengan demikian dibutuhkan 1 (satu) mesin supply fan (SF) tipeSentrifugal dengan kapasitas mesin SF sebesar 62.500 CFM atau 29.496,71 l/s; d) daya pompaair dingin (CHWP) sebesar 470,174 kW atau 638,823 HP, dimana dibutuhkan 4 (empat) unitpompa (3 unit jalan, 1 unit standby) dengan kapasitas pompa yang digunakan sebesar 779.742,28liter/jam atau 13,32 m3/menit, dengan head total pompa (Ht) 172,77 mH2O dan efisiensi pompa0,8-0,9; e) daya pompa untuk pendingin kondensor (CWP) sebesar 400,961 kW atau 544,783 HP,dimana dibutuhkan 4 (empat) unit pompa (3 unit jalan, 1 unit standby) dengan head total pompa(Ht) 147,3377 mH2O dan efisiensi pompa 0,8-0,9. Dari hasil perencanaan ini diharapkanmemberikan penyegaran udara yang fungsinya tidak hanya untuk kenyamanan saja namun jugauntuk menjaga kestabilan, temperatur, kelembaban, distribusi, kebersihan udara, kadar oksigenyang cukup untuk kondisi yang dikehendaki.Kata Kunci: Pengkondisian Udara, Perencanaan, Beban Pendingin, AC Central, Water Cooled.AIR CONDITIONING SYSTEM DESIGN OF 25 TH FLOOR ON THE OFFICEBUILDING WITH USING THE CENTRAL AC SYSTEM (WATER COOLED) IN JAKARTAThe main function of the air conditioning system is broadly divided into 2 (two), namely providingcomfortable conditions needed by the occupants in it (Comfort Air Conditioning) and alsoregulating air conditions that can support the processing of materials (Indsutrial Air Conditioning).Calculation of the cooling load needs to be done first before carrying out the calculation of the aircooling system in a room. This is necessary because the magnitude of the cooling load is veryinfluential on the selection of the air conditioning engine (Air Conditioning), the capacity of thecooling engine (Chiller), pump head, pump capacity and motor power of the chiller pump, thecooling tower capacity (Cooling Tower), the need for water to cool the chiller, calculation of pipesto cool the chiller, calculation of ducting for clean air flow and grille / diffuser so that comfort canbe obtained. This study uses a planning methodology that has a planning stage process, namely: thepreparation stage, the data collection method, the design flow chart and the data processingmethod. In this case the authors plan an air conditioning system using Central Air Conditioning(Water Cooled) for a 25-story office building in Jakarta, where the height of the building is 115meters above sea level, the floor area for 25 floors is 39,800.25 m2 with room temperaturemaintained at temperature 23-25 ° C and humidity level (RH) 50-80%. From the calculation resultsobtained planning: a) the total heat load (Qt) of 15,049,931.69 Btu/hour or 1,254.16 TR; b) the heatload per m2 is 378.13 Btu/m2 or 0.031 TR/m2 or 108.934 Watt/m2; c) the need for fresh air per m2is 1.57 CFM or 0.74 l/s, thus 1 (one) Centrifugal type fan supply (SF) machine with an SF enginecapacity of 62,500 CFM or 29,496.71 l/s ; d) cold water pump power (CHWP) of 470,174 kW or638,823 HP, where it takes 4 (four) pump units (3 units of road, 1 unit of standby) with a pumpcapacity used of 779,742.28 liters/hour or 13.32 m3/minute, with a total pump head (Ht) 172.77mH2O and pump efficiency 0.8-0.9; e) pump power for condenser coolant (CWP) of 400,961 kW or544,783 HP, where 4 pump units (3 units of road, 1 unit standby) with a total pump head (Ht) of147,3377 mH2O and pump efficiency of 0.8 -0.9.Keywords: Air Conditioning, Design, Cooling Load, Central AC, Water Cooled
Pengaruh Sudut Kemiringan Ruang Masak dan Penggunaan Lensa Fresnel terhadap Performa Kompor Surya Tipe Kotak
Performance test on box solar cooker with variations in the inclination angle of the cook room and variations of the cook room cover have been carried out. The variations angle of the cook room are 10°, 20° and 30° while the cook room cover uses 2 variations namely glass and a combination of fresnel glass. The size of the solar cooker is 60 x 60 x 40 cm with a thickness of 0.9 cm. The test was conducted in the car park behind the Engineering Building Politeknik Negeri Jember at 10:00 to 14:00 with recording every 10 minutes. The highest average solar cooker efficiency was found in solar cooker 4 with a cooking room tilt angle of 30° and using a fresnel glass combination cook room cover, the efficiency is 6.7% on the first day of testing. The highest average cooking power was also found in solar cooker 4 of 24.7 W on the second day of testing. The highest water suhue was found in solar cooker 4 at 90°C on the third day of testing.
Determinan Perilaku Keselamatan Kerja: Peran Faktor Personal Penjamah Makanan di Warung Lesehan Malioboro
Safety behavior has become a vital factor in reducing and even preventing work accidents. Although many studies have examined safety behavior and the factors that influence it, including personal and situational factors, the study is limited to formal industries with high risk. Besides, empirically individual elements have been shown to have a more significant influence on safety behavior. Therefore, this study aims to describe the safety behavior and the personal factors that influence it, which include the safety knowledge, safety attitudes, and safety motivation of food handlers at Warung Lesehan Malioboro. This study involved randomly 110 food handlers at Warung Lesehan Malioboro. Collecting data in this study used a questionnaire technique to measure the safety knowledge, safety attitudes, safety motivations, and safety behaviors of food handlers. Data analysis used descriptive statistics, t-test, F-test, and coefficient of determination (adjusted R2). These study findings showed that the description of the factors of safety knowledge, safety attitudes, safety motivations, and safety behaviors of food handlers with good enough quality. Also, partially, the safety knowledge, safety attitudes, and safety motivation were proven to influence the work safety behavior of food handlers. Simultaneously, the factors of safety knowledge, safety attitudes, and safety motivation also affect the work safety behavior of food handlers. The contribution of these three determinant factors had an influence of 66% on the work safety behavior of food handlers at Warung Lesehan Malioboro.Keywords : safety motivation, safety knowledge, safety behavior, sefety attitude ABSTRAK Perilaku keselamatan telah menjadi faktor vital untuk mengurangi dan bahkan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Meskipun telah banyak studi yang mengkaji perilaku keselamatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya yang meliputi faktor personal dan situasional, namun studi tersebut terbatas pada industri formal dengan resiko yang tinggi. Selain itu, secara empiris faktor personal terbukti memiliki pengaruh yang lebih besar pada pembentukan perilaku keselamatan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku keselamatan dan faktor personal yang mempengaruhinya yang meliputi pengetahuan, sikap, dan motivasi keselamatan para penjamah makanan di Warung Lesehan Malioboro. Studi ini melibatkan secara acak 110 penjamah makanan di Warung Lesehan Malioboro. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan teknik keusioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku keselamatan penjamah makanan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji t, uji F, dan koefisien determinsi (Adjusted R2). Hasil studi menunjukkan bahwa gambaran faktor pengetahuan, sikap, motivasi, dan perilaku keselamatan para penjamah makanan berketgori cukup baik. Selain itu, secara parsial faktor pengetahuan, sikap, dan motivasi keselamatan terbukti mempengaruhi perilaku keselamatan kerja para penjamah makanan. Secara simultan, faktor pengetahuan, sikap, dan motivasi juga mempengaruhi perilaku keselamatan kerja para penjamah makanan. Kontribusi ketiga faktor determinan yang terdiri dari pengetahuan, sikap, dan motivasi memberikan pengaruh sebesar 66% terhadap perilaku keselamatan kerja para penjamah makanan di Warung Lesehan Malioboro.Kata kunci : motivasi keselamatan, pengetahuan keselamatan, perilaku keselamatan, sikap keselamata
Tingkat Stres Kerja Perawat di RSUD Bima Nusa Tenggara Barat Sebelum dan Setelah Safety Morning Talk
Nurse work stress is an important issue in third world countries. Working with the pressure of a deadline, having an excessive workload is also a process that stimulates stress due to work. Special communication between the head of the room and the nursing nurse will be a conducive atmosphere to reduce work stress. One type of communication can be in the form of safety morning talk with the theme of work stress therapy with the help of a guidebook media. The purpose of this study was to determine the impact of safety morning talk on the level of work stress on nurses in Bima Hospital before and after treatment, with the type of research that is the quasiexperiment design conducted in February - April 2019. The population in this study were nurses in the surgical treatment room and treatment room internal diseases which amounted to 35 respondents using total sampling techniques. The measuring instrument used is the Nurse Stress Scale questionnaire. The results of this study indicate that there is an effect of safety morning talk in reducing nurses' work stress in Bima Hospital (p value <0.05). Keywords :Safety Morning Talk , Job Stress , Nurse StressABSTRAKStres kerja perawat merupakan isu yang penting di negara-negara dunia ketiga.Bekerja dengan tekanan batas waktu, memiliki beban kerja yang berlebih juga merupakan proses yang merangsang terjadinya stres akibat kerja. Komunikasi yang khusus yang dilakukan antara kepala ruangan dan perawat pelaksana akan menjadi suasana yang kondusif untuk mengurangi stres kerja. Salah satu jenis komunikasinya bisa dalam bentuksafety morning talk bertema terapi stres kerja dengan bantuan media buku panduan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak safety morning talk terhadap tingkat stres kerja pada perawat Rumah Sakit Umum Daerah Bima sebelum dan setelah perlakuan, dengan jenis penelitian yaitu rancangan quasi experiment yang dilakukan pada Pebruari – April 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang perawatan bedah dan ruang perawatan penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah Bima yang berjumlah 35 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Nurse Stress Scale disingkat NSS. Hasil Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh safety morning talk dalam menurunkan stres kerja perawat RSUD Bima (nilai p < 0,05). Kata kunci :Safety Morning Talk, Stres Kerja, Stres Perawa