Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
    690 research outputs found

    RANCANG BANGUN ANTENA MIKROSTRIP MIMO TRIANGULAR PATCH FREKUENSI 2300 MHz UNTUK TEKNOLOGI 4G LTE (Long Term Evolution)

    Get PDF
    LTE merupakan standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi berbasis jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA. Teknologi 4G LTE memiliki kelebihan antara lain diantaranya kecepatan transfer data yang tinggi, tetapi kondisi di lapangan masih adanya lokasi-lokasi yang belum mendapatakan perfomasi optimal dari teknologi tersebut. Salah satu upaya solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah menambahkan antena eksternal bagi pengguna. Konsep yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan, merancang dan implementasi antena mikrostrip berbentuk segitiga (triangular), karena menghasilkan bandwidth dan gain yang cukup besar tanpa memerlukan modifikasi yang signifikan. Untuk perancangan antena menggunakan software CST Studio dengan mengacu kepada paremeter referensi yakni VSWR, Retun Loss, Gain, bandwidth. dan dilanjutkan dengan pabrikasi antena 2x2 , 4x4 dan 8x8.Antena MIMO triangular yang dirancang memiliki panjang sisi a= 30 mm, sehingga hasil perancangan antenna mikrostrip MIMO 2x2 diperoleh nilai VSWR 1.588,return loss -18.478 dB,gain 4.695 dB.Hasil simulasi antenna 4x4 VSWR 1.4646,return loss -18.697 dB,gain 4.791 dB.Hasil simulasi antenna 8x8 VSWR 1.4094,return loss -26.747 dB,gain 4.9001 dB dengan polaradiasi omnidirectional dan bandwidth 100 MHz.Pengujian antenna dilakukan menggunakan speed test dengan 3 kondisi yaitu di luar ruangan (outdoor),dalam ruangan (indoor),dan berdasarkan jarak.Sehingga diperoleh hasil secara keseluruhan menunjukan antenna MIMO 8x8 ,dimana pengujian dilakukan di luar ruangan (outdoor) keadaan tidak bergerak (statis) lebih unggul dibandingkan dalam keadaan bergerak (dinamis).Kata kunci: LTE,Antena mikrostrip, MIMO, Triangular patchDESIGN OF ANTENNA MICROSTRIP MIMO TRIANGULAR PATCH 2300 MHZ FREQUENCY FOR 4G LTE (LONG TERM EVOLUTION) TECHNOLOGYLTE is a high-level wireless data access communication standard based on GSM / EDGE and UMTS / HSDPA networks. 4G LTE technology has advantages, including high data transfer speeds, but conditions in the field still have locations that have not received optimal performance from this technology. One solution to overcome this problem is to add an external antenna for the user. The concept used in this study is to design and implement a triangular (triangular) microstrip antenna, because it produces a large enough bandwidth and gain without requiring significant modifications. For antenna design using CST Studio software by referring to reference parameters VSWR, Retun Loss, Gain, bandwidth. and continued with the fabrication of 2x2, 4x4 and 8x8 antennas. The triangular MIMO antenna is designed to have a side length of a = 30 mm, so the results of the design of the 2x2 MIMO microstrip antenna are 1.588 VSWR, return loss -18.478 dB, gain 4,695 dB. Simulation results of antenna 4x4 VSWR 1.4646, return loss -18,697 dB, gain 4,791 dB. The simulation results of antenna 8x8 VSWR 1.4094, return loss -26,747 dB, gain 4,9001 dB with omnidirectional radiation and 100 MHz bandwidth. Antenna testing was carried out using a speed test with 3 conditions, namely outdoors (outdoor), indoors (indoor), and based on the distance, so that the overall results show the MIMO 8x8 antenna, where the test is carried out outdoors (outdoor) in a stationary state (static) is superior to that in a moving state (dynamic).Keywords: LTE, Microstrip antenna, MIMO, Triangular patc

    Pengaruh Keadilan Organisasional terhadap Komitmen Organisasi dengan Mediasi Kepuasan Kerja

    Get PDF
    Business success is inseparable from the role of its human resources. Because it is very necessary for employees who have a high commitment to work. This study aims to determine the effect of organizational justice, job satisfaction on organizational commitment. This study will also discuss whether job satisfaction can mediate the relationship between organizational justice and job satisfaction. Respondents in this study were employees in the Small and Medium Enterprises (SMEs) industry in Labuhanbatu Regency. We distributed 272 questionnaires and 217 questionnaires were collected. So that the sample in this study was 217 respondents. The collected data is processed using Structural Equation Modeling. The results showed that organizational justice can increase employee job satisfaction and also increase employee commitment at work. Job satisfaction can also mediate the relationship between organizational justice and organizational commitment significantly. It is recommended to increase organizational commitment by increasing employee job satisfaction and also organizational justice.Key Words: Organizational Justice, Job Satisfaction, Organizational CommitmentABSTRAKKemajuan sebuah bisnis tidak terlepas dari peran sumber daya manusianya. Oleh karena sangat diperlukan karyawan yang memiliki komitmen tinggi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keadilan organisasional, kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Penelitian ini juga akan membahas apakah kepuasan kerja dapat memediasi hubungan antara keadilan organisasional terhadap kepuasan kerja. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan pada industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Labuhanbatu.  Peneliti menyebarkan kuisioner sebanyak 272 kuisioner dan berhasil dikumpul sebanyak 217 kuisioner. Sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 217 responden. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Structural Equation Modeling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan organisasional dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan juga meningkatkan komitmen karyawan dalam bekerja. Kepuasan kerja juga dapat memediasi hubungan antara keadilan oranisasional terhadap komitmen organisasi secara signifikan. Disarankan agar meningkatkan komitmen organisasi dengan cara meningkaktan kepuasan kerja karyawan dan juga keadilan organisasional. Kata Kunci  : Keadilan Oragnisasional, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisas

    Pengaruh Learning Organization dan Innovation Strategy Terhadap Daya Saing Bawang Putih Di Kabupaten Temanggung

    Get PDF
    The problems faced in the development of garlic production in Temanggung regency are the competitiveness of garlic in Temanggung Regency is still low due to the inadequate ability of garlic farmers and institutions the garlic farmers group has not been able to create an Innovation Strategy through the use of technology in garlic cultivation. This research is a quantitative study to determine the effect of Learning Organization and Innovation Strategy on Garlic Competitiveness in Temanggung Regency. The study was conducted with a total sample of 73 farmer groups from 90 existing farmer groups in 3 garlic center districts namely Bulu District, Parakan District, and Kledung District. Data processing uses Structural Equation Modeling (SEM) analysis using the Partial Least Square (PLS) approach. The results of the analysis in this study indicate that (1) There is no direct influence of Learning Organization on Garlic Competitiveness, (2) there is a direct effect of Innovation Strategy on Garlic Competitiveness, (3) there is an indirect influence of Learning Organization on Garlic Competitiveness through Innovation Strategy, and (4) there is a direct influence of Learning Organizations on Innovation Strategy.Keywords: Learning Organization, Innovation Strategy, Competitiveness, and Garlic.ABSTRAKPermasalahan pengembangan produksi bawang putih di kabupaten Temanggung adalah daya saing bawang putih yang masih rendah. Hal ini disebabkan karena kemampuan petani bawang putih yang belum memadai dan kelembagaan kelompok petani bawang putih belum dapat menciptakan strategi inovasi dalam pemanfaatan teknologi budidaya bawang putih. Studi ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh Learning Organizationdan, Innovation Strategyterhadap daya saing bawang putihdi kabupaten Temanggung. Penelitian dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 73 kelompok tani dari 90 kelompok tani yang ada di 3 kecamatan sentra bawang putihyaitu kecamatanBulu, kecamatan Parakan, dan kecamatan Kledung. Anaisisdata menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan  pendekatan Partial  Least  Square (PLS). Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak ada pengaruh langsung Learning Organization terhadap Daya Saing bawang putih, (2) terdapat pengaruh langsung Innovation Strategy terhadap daya saing budidaya bawang putih, (3) terdapat pengaruh tidak langsung Learning Organzation terhadap daya saingbudidaya bawang putihmelalui Innovation Strategy, dan (4) terdapat pengaruh langsung Learning Organization terhadap Innovation Strategy.Kata kunci:Organisasi Pembelajar, Strategi Inovasi, Daya Saing, dan Budidaya Bawang Puti

    Studi Sistem Konversi Panas Buang Konduksi Berbasis Termoelektrik Generator

    Get PDF
    Thermoelectric generator (TEG) is an electrical generator device that converts temperature differences into electrical energy directly. Based on the Seebeck effect, if two different metals are connected at one end, then a temperature difference is given at the joint, there will be a difference in voltage between one end and the other. The purpose of this research is to create a conversion system based on thermoelectric generator (TEG) that utilizes the conduction heat of the biomass furnace when used for cooking, so that it can also be used as a power plant. This study used two TEG SP1846 peltiers with test variation used one TEG, two TEGs in series connection and twoTEGs in parallel connection. The results showed that the conduction heat conversion system of biomass furnace using 300 gr of sengon wood and two TEGs connected in series could produce a temperature on the hot side of the TEG maximum of 153.1oC and the temperature on the cold side of the maximum TEG of 106.4 oC. So that, the maximum voltage value of 7.19 volts and a maximum current of 0.023A and a power of 0.16537 watts

    Intensifikasi Proses pada Penyulingan Minyak Serai Wangi dengan Bantuan Gelombang Ultrasonik (Ultrasonic following Steam-Hydro Distillation)

    Get PDF
    The Steam-Hydro Distillation (SHD) is a commonly used method of the citronella oil processing industry. However, the yield and quality of the oil produced tends to be inconsistent, and energy consumption is quite high. The process intensification in the distillation of citronella oil using ultrasonic waves is expected to be able to increase the yield and quality of the oil produced and reduce energy requirements. This research was conducted to examine the effect of sonication operating conditions on the Ultrasonic following Steam-Hydro Distillation (US-SHD) on the yield and quality of citronella oil. In addition, a comparative analysis of the yield and quality (density) of oil between the US-SHD and the SHD was also carried out in this study. Extraction of citronella oil with the US-SHD was sonicated for 5, 10, 15 and 20 minutes and used a power of 180 and 360 watts and continued with distillation for 60 minutes which also applies to the SHD. In the US-SHD, the highest yield of citronella oil was obtained during sonication for 20 minutes with 360 watts of power, which is 1,13%. Whereas in the SHD, the yield obtained is only 0,85%. The results of this study also showed that with a slight increase in energy consumption due to ultrasonic wave induction (2,15%), it was able to produce a substantial increase in citronella oil yield (31,83%) but did not significantly influence its density.Keywords : citronella oil, process intensification,ultrasonic following steam-hydro distillation, sonicationABSTRAKPada industri pengolahan minyak serai wangi, metode penyulingan kukus (Steam-Hydro Distillation atau SHD) merupakan metode yang umum digunakan. Namun, kualitas dan kuantitas minyak yang dihasilkan cenderung tidak konsisten, serta tingkat konsumsi energi yang cukup besar. Intensifikasi proses pada penyulingan minyak serai wangi dengan menggunakan gelombang ultrasonik diharapkan mampu meningkatkan kuantitas maupun kualitas minyak yang dihasilkan serta mengurangi kebutuhan energi.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kondisi operasi sonikasi pada metode Ultrasonic following Steam-HydroDistillation (US-SHD) terhadap rendemen dan kualitas minyak serai wangi. Penyulingan minyak serai wangi dengan metode US-SHD dilakukan melalui tahap sonikasi selama 5, 10, 15 dan 20 menit dan menggunakan daya sebesar 180 dan 360 watt serta dilanjutkan tahap penyulingan selama 60 menit. Pada penyulingan metode US-SHD, rendemen minyak serai wangi tertinggi diperoleh pada saat sonikasi selama 20 menit dengan daya 360 watt, yakni sebesar 1,13%. Sedangkan pada metode SHD, rendemen yang diperoleh hanya mencapai 0,85%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan sedikit peningkatan konsumsi energi dikarenakan induksi gelombang ultrasonik (13,92%), mampu menghasilkan peningkatan rendemen minyak serai wangi yang substansial (31,83%) namun tidak berpengaruh signifikan terhadap densitasnya.  Kata kunci :  minyak serai wangi, intensifikasi proses, ultrasonic following steam-hydro distillation, sonikasi 

    Pengaruh Persentase Massa Pasir Terhadap Tegangan Tekan (Compressive Stress) Pada Grass Block Lubang Lima Berbahan Sampah Plastik

    Get PDF
    Dampak tumpukan sampah plastik terhadap lingkungan menjadi masalah yang sangat besar di tengah masyarakat Indonesia seperti pencemaran air, aroma udara yang tidak sejuk, dan ekosistem yang terganggu. Pengolahan sampah plastik menjadi masalah yang serius di Indonesia. Penelitian ini akan menampilkan pengolahan sampah plastik yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang sangat besar, yaitu pembuatan grass block berbahan sampah plastik. Grass block adalah paving block yang memiliki lubang untuk pertumbahan rumput yang sekaligus berfungsi untuk memudahkan penyerapan air hujan kedalam tanah. Adapun grass block yang dibuat adalah grass block lubang lima dengan bentuk yang sesuai standar SNI.   Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan tekan grass block berbahan sampah plastik beserta tegangan tekan grass block berbahan campuran sampah plastik dengan pasir. Metode penelitian ini adalah dengan cara eksperimental. Tahapan pelaksanaan penelitian dibuat secara sistematis yang dimulai dari studi literatur, perancangan dan pembuatan mesin cetak grass block, dan diakhiri dengan pengujian tekan grass block. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tegangan tekan grass block yang berbahan sampah plastik penuh adalah 18 MPa, dan tegangan tekan maksimum grass block berbahan campuran pasir dengan sampah plastik adalah 19,7 MPa di mana persentase pasir adalah 6,25 %. Jumlah pasir yang melebih 6,25 % memiliki tegangan tekan yang semakin rendah. Berdasarkan standar SNI tegangan tekan suatu paving block berada pada 9.8 s.d. 39.2 MPa. Maka hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan tekan grass block tersebut telah berada pada rentang standar SNI. Oleh karena itu teknologi pengembangan grass block ini memiliki peranan penting dalam mengurangi dampak buruk sampah plastik

    Analisis Pengaruh Heat Treatment Terhadap Sifat Mekanik dan Ketahanan Korosi Intergranular SA-240 TP316L

    Get PDF
    Intergranular corrosion is a problem that often occurs in welding stainless steel materials. Intergranular corrosion is caused by carbide precipitation which occurs at a temperature of 850oC, causing a reduction in chromium content in the Heat Affected Zone (HAZ). The intergranular corrosion process can be controlled by the heat treatment method after the welding process. This study aims to study the effect of heat treatment on mechanical properties and intergranular corrosion resistance of SA240 TP316L material. The variation of heat treatment were divided into three solution treatment (ST), quenching treatment (QC), and non-treatment (NT). Mechanical properties testing using tensile test while corrosion resistance testing using linear polarization using H2SO4 0.1 M solution. Morphology and metal composition in the HAZ area were analyzed using SEM-EDX. Tensile test results showed that welding with solution treatment had the lowest yield strength, ultimate strength, and elongation values compared to specimens of 407.55 MPa, 599.33 MPa, and 44.53%. Corrosion test results found that welding with solution treatment has the lowest corrosion rate compared to specimens with quenching treatment (QC) and non treatment (NT). Corrosion rate in each ST, QC, and NT specimens was 0.90; 1.03; and 2.35 mmpy. The results showed that the solution treatment process can improve intergranular corrosion resistance. Keywords :stainless steel , intergranular corrosion , solution treatment. ABSTRAKKorosi intergranular merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pengelasan material baja tahan karat.Korosi intergranular disebabkan oleh presipitasi karbida yang terjadi pada suhu sekitar 850oC sehingga menyebabkan berkurangnya kandungan krom di bagian Heat Affected Zone (HAZ). Proses korosi intergranular dapat dikendalikan dengan metode heat treatment setelah proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh heat treatment terhadap sifat mekanik dan ketahanan korosi intergranular material SA240 TP316L.Variasi heat treatment dibagi menjadi tiga yaitu solution treatment (ST), quenching treatment (QC), dan non treatment (NT). Pengujian sifat mekanik menggunakan tensile test sedangkan pengujian ketahanan korosi menggunakan polarisasi linear menggunakan larutan H2SO4 0,1 M. Morfologi dan komposisi logam pada daerah HAZ dianalisis menggunakan SEM-EDX. Hasil tensile test menunjukkan bahwa pengelasan dengan solution treatment memiliki nilai yield strength, ultimate strength, dan elongation terendah dibandingkan dengan spesimen  yaitu 407,55MPa, 599,33MPa, dan 44,53%. Hasil uji korosi diketahui pengelasan dengan solution treatment memiliki laju korosi terendah dibandingkan dengan spesimen dengan quenching treatment (QC) dan non treatment (NT). Laju korosi pada masing-masing spesimen ST, QC, dan NT sebesar 0,90;1,03; dan 2,35 mmpy.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses solution treatment dapat memperbaiki ketahanan korosi intergranular.Kata kunci :baja tahan karat , korosi intergranular, solution treatmen

    Soft Starting dengan Redaman Arus Starting Pada Motor BLDC

    Get PDF
    Jurnal ini menyajikan desain rinci dan implementasi teknik pengaturan akselerasi pada motor BLDC untuk soft starting dengan redaman arus. Pada umumnya, arus sangat tinggi saat motor melakukan akselerasi terlebih lagi pada kondisi pengawalan (starting). Hal ini dapat menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien. Pada penelitian diusulkan sebuah desain pengaturan akselerasi motor BLDC dengan metode six-step PWM yang akan mengendalikan inverter tiga fasa. Sensor hall effect digunakan sebagai sinyal masukan untuk mikrokontroler dan digunakan untuk mengatur sinyal luaran PWM untuk proses swtching/pensaklaran pada mosfet. Pada penelitian ini digunakan mikrokontroler STM32F407. Pengujian telah dilakukan dengan dua kondisi yaitu tanpa pembatasan arus dan dengan pembatasan arus dengan set point 250 rpm. Hasil menunjukkan pada kondisi tanpa pembatasan arus, waktu akselerasi cukup cepat dengan arus starting 44A, sedangkan ketika pada kondisi dengan pembatasan arus sebesar 22A, waktu akselerasi lebih lambat 2 detik namun rata-rata arus starting 22A

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KAPASITAS PENGOLAH PERIKANAN DI KECAMATAN LIMAU DAN KABUPATEN TANGGAMUS

    Get PDF
    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah berupaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha pengolah ikan tradisional, misalnya dalam program Klinik Iptek Mina Bisnis (KIMBis). Namun demikian orientasi program ini cenderung pada paradigma lama, misalnya inovasi bersumber dari hasil penelitian KKP, bukan berbasis pada kebutuhan riel yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha pengolahan ikan tradisional, sehingga tingkat keberlanjutan program menjadi diragukan. Oleh karena itu, penelitian ini pada tahun pertama bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas dan faktor yang mempengaruhi. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data sesuai dengan tujuan pertama sampai keempat adalah survei pada sentra-sentra pengolahan ikan tradisional di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pada setiap jenis usaha pengolahan diambil sampel secara proporsional, seperti pemindangan, pengasapan, pengolahan makanan siap saji (nugget, kerupuk ikan, bakso dll). Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif (rataan, persentase, dan pengolongan/kelas) untuk menjawab tujuan pertama sampai ketiga, dan tujuan keempat dianalisis dengan uji matrix. Analisis data dibantu dengan software Excell dan SPSS ver 24. Dari hasil analisi diketahui Tingkat kapasitas pengolah ikan di Limau masih rendah dan perlu di tingkatkan melalui pendidikan formal.Kata kunci : Kapasitas, pengolah, perikanan, dan usaha. FACTORS AFFECTING FISHERY PROCESSING CAPACITY LEVELS IN LIMAU DISTRICT AND TANGGAMUS DISTRICTThe Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP) has made efforts to increase the capacity of traditional fish processing businesses, for example in the Business Science and Technology Clinic program (KIMBis). However, the orientation of this program tends to be on the old paradigm, for example innovation originates from the results of KKP research, not based on real needs felt by the community, especially traditional fish processing businesses, so that the level of program sustainability is questionable. Therefore, this research in the first year aims to analyze the level of capacity and the influencing factors. The method used to obtain data in accordance with the first to fourth objectives is a survey of traditional fish processing centers in Tanggamus Regency, Lampung. In each type of processing business, samples are taken proportionally, such as screening, smoking, processing of ready-to-eat food (nuggets, fish crackers, meatballs, etc.). The collected data were analyzed descriptively (mean, percentage, and classification / class) to answer the first to third objectives, and the fourth objective was analyzed by matrix test. Data analysis was assisted by Excell and SPSS ver 24 software. From the results of the analysis, it is known that the level of fish processing capacity in Limau is still low and needs to be improved through formal education.Keywords : Capacity, processing, fishery and business

    ANALISA MESIN PENCETAK TABLET KAPASITAS 80 PCS / MENIT BERTEMPAT DI LABORATORIUM FARMASI ISTA

    Get PDF
    Mesin Pencetak Tablet adalah mesin yang mencetak dengan tekanan tinggi yang merubah serbukan Kristal menjadi butiran-butiran tablet, Analisa mesin pencetak tablet ini dilakukan dengan menganalisa dan menjelaskan tugas/fungsi dari konsep  produk (gambar kerja). Analisa teknik meliputi analisa daya pada motor, transmisi pulli, dan mekanisme kecepatan gaya pada cam. Hasil Analisa dari mesin pencetak tablet menghasilkan 80 tablet/menit, dengan sumber penggerak mesin adalah motor listrik 0,74 HP dengan putaran 1400 rpm. Sistem transmisi menggunakan V-Belt type A-36 dengan poros penggerak berdiameter 10 mm.Kata kunci: analisa, penekanan, mesin pencetak tabletANALYSIS CAPACITY PRESS ENGINE 80 TABLET PCS / MIN HOUSED IN ISTA PHARMACEUTICAL LABORATORIESPress Machine is a machine that prints with high pressure that converts crystal powder into tablet granules. This Press machine analysis is done by analyzing and explaining the task / function of the product concept (working drawing). The technical analysis includes power analysis on the motor, pulley transmission, and the force speed mechanism on the cam. The results of the analysis of the Press machine produced 80 tablets / minute, with the engine driving source is an electric motor of 0.74 HP with a rotation of 1400 rpm. The transmission system uses the A-36 V-Belt type with a 10 mm diameter drive shaft.Keywords: analysis, pressing, press machin

    628

    full texts

    690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇