Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
    690 research outputs found

    RANCANG BANGUN DC – DC CONVERTER BERBASIS MICROCONTROLLER STM32F4 DAN MATLAB/SIMULINK

    Get PDF
    DC – DC converter banyak diplikasikan pada renewable energy, sel surya, sistem pengecasan baterai dan mobil listrik. Salah satu metode pada DC – DC converter adalah buck converter. Pada buck converter, tegangan keluaran lebih kecil dari tengangan masukkannya. Pada paper ini, buck converter didesain menggunakan microcontroller STM32F4 berbasis MATLAB/Simulink, TLP521 sebagai pengaman rangkaian daya buck converter dan rangkaian kendali STM32F4, IGBT FGH75T65UPD sebagai komponen switching, dan IR 2111 yang berfungsi sebagai gate driver untuk IGBT. Penanaman program STM32F4 dari MATLAB/Simulink menggunakan waijung blockset. Tegangan masukan pada buck converter didesain sebesar 35 V dengan tegangan keluaran sebesar 3,5 V sampai dengan 31,5 V dengan frekuensi switching pada IGBT maksimum sebesar 100 kHz. Data pada hasil eksperimen menunjukkan bahwa perubahan pada duty cycle akan berpengaruh pada tegangan keluaran, arus keluaran dan effisiensi dari buck converter

    Implementing Process Approach to Improve the Ability of Writing Narrative Text of the Balikpapan State Polytechnic Students

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana peningkatan perilaku belajar siswa selama penerapan pendekatan proses untuk menulis teks naratif? (2) Bagaimana peningkatan kemampuan menulis siswa setelah penerapan pendekatan proses untuk menulis teks naratif?. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian ini diperoleh dengan tes menulis dan observasi pada perilaku menulis siswa dan kinerja peneliti dalam menerapkan pendekatan proses di kelas Penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata menulis siswa meningkat dari 62,81 pada siklus I menjadi 70,63 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Pendekatan Proses dalam pengajaran menulis dapat meningkatkan perilaku belajar siswa dan juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis teks naratif. Kata Kunci: Menulis, Pendekatan Proses, dan Teks Naratif ABSTRAK The study was aimed to know (1) how is the improvement of students’ learning behavior during the implementation of process approach to write narrative text? (2) how is the improvement of the students’ writing ability after the implementation of the process approach to write narrative text?. Research design used in this study was Classroom Action Research (CAR), this study was conducted in two cycles which consist of planning, implementing, observing, and reflecting in every cycle. The data of this study were obtained by writing test and observation on the students’ writing behavior and the researcher performance in implementing process approach in the classroom. This study showed that the average score of students’ writing score was improved from 62.81 in cycle I to 70.63 in cycle II. Based on the result of this study it is concluded that implementing process approach in teaching writing can improve students’ learning behavior and also can improve their ability in writing narrative text. Keywords: Writing, Process Approach, and Narrative Tex

    Relevansi Kompetensi Lulusan Politeknik Negeri Balikpapan terhadap Model Kompetensi Utama Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri)

    Get PDF
    The higher vocational education must be oriented with bussines world and insdustry’s need. The aim of this research is to identify the relevance of Balikpapan State Polytechnic graduates to the main competence of bussines world and insdustry. This study focussed with the relevance beetwen the result of tracer study and user survey  to stakeholder. The subject of this research is Balikpapan State Polytechnic graduates. The sampling methode use snowball sampling. The technique of collecting data used questionare and dokumentation, however techniques for analizing data used descriptive analisyst. Based on the result of tracer study , it can be concluded that the graduates comptenece profile  have close horizontal relevance ( the relevance between graduate competence and field work) and for vertical relevance ( the relevance beetwen level education and the qualification eduactaion of the job) is high enough. However, based on the result of user survey, it was found mismatch between Balikpapan State Polytechnic graduates that was not suitable with the stakeholder’s need in both aspect either hard skill that consist of : the field of scince, foerign language ability,and the ability of  information technology, while for soft skill comptenece that consists of communication skill, team work, dan self development.Therefore, Balikpapan State Polytecnich institusion need to improve the conptenece of gradutaes either hard skill or soft skill based on the staholders’ need.Keywords:  Relevance, Competence, Graduates, Tracer Study, User Survey, Business World and IndustryAbstrakPendidikan tinggi vokasi harus berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri (DUDI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat relevansi (kesesuaian) lulusan Poltekba terhadap model kompetensi yang dibutuhkan oleh DUDI. Kajian diarahkan pada keselarasan antara hasil tracer study dan user survey terhadap DUDI pengguna lulusan Poltekba. Penelitian ini mengambil subjek alumni Poltekba. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil tracer study dapat disimpulkan bahwa profil kompetensi lulusan memiliki   tingkat keselarasan horizontal (keselarasaan bidang pekerjaan alumni dengan bidang ilmu) yang erat dan tingkat keselarasan vertikal (keselarasan antara jenjang pendidikan dengan jenjang kualifikasi pekerjaan) yang cukup tinggi. Akan tetapi berdasarkan hasil user survey ditemukan mismatch antara kompetensi lulusan Poltekba yang belum sesuai dengan model kompetensi utama yang dibutuhkan DUDI yakni dalam aspek   hardskill yang meliputi keahlian pada bidang ilmu, kemampuan berbahasa asing, dan penggunaan teknologi informasi, sedangkan kemampuan soft skill yang meliputi kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan pengembangan diri. Oleha karena itu institusi Poltekba perlu melakukan peningkatan kualitas kompetensi lulusan baik hard skill maupun soft skill seusai dengan kebutuhan DUDI.Kata kunci: Relevansi, Kompetensi, Lulusan, Tracer Study, User Survey, DUDI

    PROBABILITAS PERCEPATAN PUNCAK TANAH PADA GEMPA SIGNIFIKAN DAN MERUSAK WILAYAH NTT

    Get PDF
    Katalog Gempa Bumi signifikan dan merusak yang di publish oleh BMKG memperlihatkan daerah, koordinat, kedalaman, serta Magnitude yang menyebabkan korban jiwa Manusia hingga kerusakan bangunanan. Menurut BMKG sesar aktif dan megathrust sama-sama memicu terjadinya Gempa Bumi dahsyat. Namun, pada Gempa megathrust bisa memicu Gempa hingga mencapai Magnitude 8-9, sedangkan Gempa sesar aktif hanya memicu Gempa hingga Magnitude 7,5. Meski demikian, tingkat kerusakan akibat Gempa yang ditimbulkan tak hanya tergantung pada berapa besar Magnitude, tetapi juga jarak dengan episentrum, serta kondisi geologi lokal. Makalah ini bertujuan untuk membangun langkah mitigasi bencana, dengan mengetahui probabilitas percepatan puncak tanah (PGA) pada wilayah NTT diharapkan kontraktor sipil maupun arsitektur lebih serius dalam hal ini. Metode teorema probabilitas percepatan puncak tanah (PGA) menggunakan hubungan antara Magnitude dan tingkat keberulangan menurut Gutenberg dan Richter. Selanjutnya fungsi atenuasi dianalisis menurut Boore dkk.Kata kunci: Gempa Bumi, Magnitude, NTT, Probabilitas PGA (g)PROBABILITY OF THE PEAK GROUND ACCELERATION OF SIGNIFICANT EARTHQUAKE AND DAMAGES IN NTT REGIONSignificant earthquake and damages catalog published by BMKG show the area, coordinates, depth and magnitude that causes human casualties and cause damage to buildings. According to the BMKG the active fault and megathrust both cause extraordinary earthquakes. However, mmegathrust earthquakes can cause earthquakes to reach Magnitude 8-9, whereas active fault quake only cause an earthquake to reach Magnitude 7,5. Even so, the level of damage caused by an earthquake caused not only depends on the magnitude, but also the distance to the epicenter, and local geological conditions. This papers aims to develop disaster mitigation measures, by knowing the probability of the peak ground accelerations (PGA) in NTT region, it is expected that civil and architectural contractors will be more serious in this regard. The method of the probability peak ground accelerations (PGA) theorem uses the relationship between magnitude and repeatability according to Gutenberg and Richter. Then the attenuation function was analyzed according to Boore et al.Keywords: Earthquake, Magnitude, NTT, Probability PGA (g

    PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KUALITAS GELATIN DARI TULANG IKAN TENGGIRI DENGAN BERBANTUKAN ULTRASONIK

    Get PDF
    Kalimantan Timur khususnya Samarinda terkenal dengan makanan olahan yang berasal dari ikan, seperti Kerupuk (amplang). Ikan yang banyak digunakan dalam makanan olahan tersebut ialah ikan tenggiri di samping ikan pipih, ikan haruan (ikan gabus) dan ikan bandeng. Umumnya, sebagian besar yang digunakan adalah dagingnya sedangkan bagian lain seperti kepala, jeroan, sisik, kulit dan tulang hanya sebagai limbah saja. Ikan tenggiri ini berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan gelatin karena ikan tenggiri jenis ikan bertulang keras yang mengandung kolagen kurang lebih 49,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu ekstraksi terhadap kualitas gelatin dari tulang ikan tenggiri, mengetahui jumlah rendemen tertinggi  terhadap kualitas gelatin dari tulang ikan tenggiri dan mengetahui perbandingan karakteristik gelatin yang diperoleh dari tulang ikan tenggiri dengan standar gelatin komersial. Pembuatan gelatin dimulai dengan membersihkan dan merebus 100 g tulang ikan tenggiri pada suhu 60 ºC selama 30 menit dengan memotong tulang ikan dengan ukuran 2-4 cm. Kemudian merendam tulang dengan larutan HCl 5% selama 2 hari sampai terbentuk ossein lalu mencuci ossein dengan menggunakan air sampai pH nya netral (6-7) setelah itu mengEkstraksi ossein pada suhu 60 ºC dalam variasi 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam dengan bantuan gelombang ultrasonik 20 kHz, 700 watt dan kemudian mengeringkan gelatin dalam oven pada suhu 50 ºC selama 24 jam. Pada penelitian ini didapatkan gelatin optimum pada konsentrasi HCl 5% dan waktu ekstraksi 5 jam dengan rendemen 10,35%. Gelatin optimum memiliki hasil analisa warna kuning pucat, bau normal, pH 5,59, kadar air 11,18%, dan kadar abu 1,08% yang masih sesuai standar gelatin komersial.Kata Kunci: Gelatin, HCl, ekstraksi, tulang, ikan tenggiri.THE EFFECT OF EXTRACTION TIME ON GELATIN QUALITY OF TENGGIRI FISH BONE WITH ULTRASONIC ASSISTANCEEast Kalimantan, especially Samarinda, is famous for processed foods derived from fish, such as crackers (amplangles). Fish that are widely used in processed foods are tenggiri fish in addition to flat fish, haruan fish (cork fish) and milk fish. Generally, most of the meat is used while other parts such as heads, viscera, scales, skin and bones are just waste. This tenggiri has the potential to be used in the manufacture of gelatin because tenggiri fish species of hard-boned fish containing collagen is approximately 49.8%. The purpose of this study was to determine the effect of extraction time variations on the quality of gelatin from tenggiri fish bones, determine the highest amount of yield on the quality of gelatin from tenggiri fish bones and determine the comparison of gelatin characteristics obtained from tenggiri fish bones with commercial gelatin standards. Making gelatin begins with cleaning and boiling 100 g of tenggiri fish bones at a temperature of 60 ºC for 30 minutes by cutting fish bones with a size of 2-4 cm. Then soak the bones with 5% HCl solution for 2 days to form ossein then wash ossein using water until the pH is neutral (6-7) after that extract ossein at 60 ºC in variations of 2, 4, 6, 8, 10 and 12 hour with the help of 20 kHz ultrasonic waves, 700 watts and then drying the gelatin in the oven at 50 ºC for 24 hours. In this study the optimum gelatin was obtained at a 5% HCl concentration and 5 hours extraction time with a yield of 10.35%. The optimum gelatin has the results of an analysis of pale yellow color, normal odor, pH 5.59, water content of 11.18%, and ash content of 1.08% which is still according to commercial gelatin standards.Keywords: Gelatin, HCl, extraction, bone, tenggiri fis

    INTRODUKSI TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK DENGAN MEMANFAATKAN KOTORAN SAPI

    Get PDF
    Ternak sapi di pedesaan diandalkan oleh petani sebagai sumber pendapatan. Di sisi lain, ternak sapi menghasilkan limbah yang dapat berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Inovasi teknologi dibutuhkan untuk memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik. Permasalahannya sejauh mana penerapan teknologi pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk dan apakah pupuk organik dapat memberikan manfaat begi petani peternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teknologi pupuk organik dan manfaatnya bagi petani di pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang dikumpulkan adalah data yang dipublikasi baik oleh BPS maupun artikel – artikel ilmiah. Penentuan lokasi kecamatan dan desa adalah secara purposive sampling. Kecamatan yang dipilih adalah kecamatan yang memiliki populasi sapi terbanyak. Desa sampel adalah desa yang memiliki petani yang sudah menerapkan teknologi pembuatan pupuk bersumber dari kotoran sapi. Responden ditentukan secara purposive sampling yaitu petani yang telah memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik. Analisis data menggunakan análisis deskriptif. Ternak sapi menghasilkan kotoran sebanyak 10 kg per hari yang dikelola menjadi pupuk organik padat sebanyak 3 kg. Jumlah ternak sapi di Kecamatan Sangkub Tahun 2018 sebanyak 3570 ekor menghasilkan kotoran sebanyak 13.030.500 kg dalam setahun. Pupuk padat dijual dengan harga Rp 1500 per kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa petani yang mengikuti penyuluhan inovasi teknologi pupuk organik sebanyak 37,5 persen (15 petani) dan yang menerapkan 13,33 persen dari jumlah petani yang ikut penyuluhan. Perlu sosialisasi bagi petani untuk pemanfaatan kotoran sap sebagai pupuk organik.Kata Kunci : teknologi, introduksi, pupuk, organik, sapi ORGANIC FERTILIZER TECHNOLOGY INTRODUCTION BY UTILIZING CATTLE WASTECattle in rural areas were favored by farmers as a source of income. On the other hand, cattle produce waste which can have an impact on environmental pollution. Technological innovation was needed in utilizing cattle waste as organic fertilizer. The problem was the extent to which technology was applied to utilize cattle waste as fertilizer and whether organic fertilizers can benefit farmers. The purpose of this study was to determine the application of organic fertilizer technology and its benefits for farmers in rural areas. The research method used was a survey method. The data collected was data published both by BPS and scientific articles. Determination of the location of districts and villages was by purposive sampling. The districts were selected based on the districts that had the largest cattle population. The sample villages were determined based on the presence of farmers who had applied fertilizer technology sourced from cattle waste. Respondents were determined by purposive sampling, namely farmers who have used cattle waste as organic fertilizer. The data analysis used was descriptive analysis. Cattles produce 10 kg of feces per day which was managed into 3 kg of solid organic fertilizer. The number of cattle in Sangkub District in 2018 was 3570 heads producing 13,030,500 kg of feces a year. Solid fertilizer was sold at Rp. 1500 per kg. Based on the results of the study, it can be concluded that the farmers who took part in the extension on organic fertilizer technology innovation were 37.5 percent (15 farmers) and those who applied 13.33 percent of the total farmers who participated in the extension. There is a need for socialization for farmers to use cattle waste as organic fertilizer.Keywords: technology, introduction, fertilizer, organic, cattl

    ANALISIS FAKTOR STANDARISASI DOKUMEN UNTUK PEMILIHAN JASA KONSTRUKSI DALAM PELAKSANAAN KONSTRUKSI DI PROVINSI BANTEN

    Get PDF
    Kerusakan dini pada konstuksi sangat perlu untuk diperhatikan karena keterkaitan dalam hal kualitas mutu pekerjaan yang sering terjadi pada proses konstruksi, ketidak tepatan implementasi standar dokumen dengan pelaksanaan standar mutu. perusahaan jasa dibidang konstruksi diharuskan agar mampu memberikan suatu hasil produksi yang sesuai standar mutu. Instansi yang berwenang dalam proyek konstruksi mewajibkan kontraktor pemenang lelang dalam tender diharuskan mempunyai standar spesifikasi mutu proyek. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh standarisasi dokumen pengadaan jasa konstruksi dalam pelaksanaan jasa konstruksi, Mengidentifikasi apa saja faktor dan variabel penting yang mempengaruhi dalam Jasa Konstruksi Terhadap Kinerja Mutu. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah analisis kualitatif, dengan melakukan studi literatur dari berbagai buku dan kajian penelitian yang relevan di proyek provinsi banten. Dalam penelitian yang dilakukan, adalah Memberikan rekomendasi dari faktor-faktor yang mempengaruhi standarisasi dokumen pengadaan jasa konstruksi dalam pelaksanaan Jasa Konstruksi. Hasil penelitian ini berguna untuk para pihak yang terlibat dalam Standarisasi Dokumen Pengadaan Jasa Konstruksi dalam pelaksanaan Jasa Konstruksi di Daerah Provinsi Banten.Kata Kunci : Standarisasi, Dokumen, Kinerja mutu, Jasa Konstruksi ANALYSIS OF DOCUMENT STANDARDIZATION FACTORS FOR SELECTING CONSTRUCTION SERVICES IN CONSTRUCTION IMPLEMENTATION IN BANTEN PROVINCEEarly damage to construction is very necessary to pay attention to because of the relationship in terms of quality of work that often occurs in the construction process, inaccurate implementation of document standards with implementation of quality standards. Service companies in the construction sector are required to be able to provide a production result in accordance with quality standards. The authorized agency in the construction project requires the winning contractor in the tender to have a standard project quality specification. The purpose of this study is to determine the effect of standardization of construction service procurement documents in the implementation of construction services, to identify what are the important factors and variables that affect the quality performance of construction services. The research method used in this writing is qualitative analysis, by conducting literature studies from various books and research studies that are relevant to the Banten province project. In the research conducted, is to provide recommendations of the factors that affect the standardization of construction service procurement documents in the implementation of construction services. The results of this study are useful for parties involved in Standardization of Construction Services Procurement Documents in the implementation of Construction Services in Banten Province.Keywords : Standardization, Documents, Quality Performance, Construction Service

    Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Berdasarkan Data Resistivitas 2 Dimensi

    Get PDF
    Kondisi bawah permukaan bumi yang kompleks sangat menarik untuk dipelajari. Informasi kondisi bawah permukaan dapat digunakan dalam berbagai bidang keilmuan. Informasi kondisi bawah permukaan memberikan gambaran karakteristik dari setiap lapisan batuan. Dalam penelitian ini menggunakan metode geolistrik untuk mengetahui kondisi bawah permukaan. Metode geolistrik menggunakan sifat kelistrikan yaitu resistivitas batuan. Akuisisi data lapangan dilakukan dengan cara mengalirkan arus listrik ke bawah permukaan dan mengukur beda potensia yang muncul. Konfigurasi elekroda yang digunakan adalah konfigurasi wenner yang menghasilkan penampang 2D resistivitas bawah permukaan. Berdasarkan penampang 2D resistivitas bawah permukaan diketahui lapisan bawah permukaan daerah penelitian didominasi oleh lapisan lempung yang tersisipi pasir dengan nilai resistivitas 10 – 31 Ωm tersebar disemua lintasan pengukuran. Terdapat juga lapisan lempung yang tersaturasi oleh air dengan resistivitas 1 – 10 Ωm yang hanya terdapat dilintasan pertama pada kedalaman 5 – 18 m dibawah permukaan. Sesuai dengan kondisi geologi di dareah penelitian juga terdapat sisipan batubara, hal ini terlihat pada lintasan pertama dan kedua dengan nilai resistivitas > 90 Ωm. Data informasi bawah permukaan hasil penelitian dapat digunakan sebagai data pendukung dalam persiapan pembangunan dan meminimalisisr dampak bencana alam. 

    Implementasi Kebijakan Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum Kota Pangkalpinang

    Get PDF
    There are large of number vehicle trips in Pangkalpinang City that raise parking spaces allocation. The parking spaces not only use parking lots but also use legal or illegal on-street parking. The on-street parking that optimally manages can be a source of local revenue through retribution on on-street parking services. The local revenue of Pangkalpinang City from the on-street parking retribution sector is not running optimally, so it is necessary to review the implementation of the on-street parking retribution policy that has been applied. The product of the policy that will be reviewed in this study is a local government regulation relating to on-street parking retribution issued by the Government of Pangkalpinang City. This study uses a qualitative research method through interviews, observation, and secondary data collection. The result of this study reveals that the implementation of the on-street parking retribution policy in Pangkalpinang City is maximal yet. Therefore, it is necessary to evaluate the current on-street parking retribution policy in Pangkalpinang City, so that the local revenue from the on-street parking retribution can be optimized.Keywords: policy implementation, public policies, on-street parking, local government regulations, parking fees ABSTRAKPergerakan kendaraan yang tinggi di Kota Pangkalpinang menimbulkan kebutuhan ruang parkir yang tidak hanya memenuhi lahan parkir, namun juga menggunakan tepi jalan umum baik yang legal maupun ilegal sebagai tempat parkir kendaraan. Penggunaan tepi jalan umum sebagai tempat parkir bila dikelola secara optimal dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah melalui retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Penerimaan retribusi parkir di Kota Pangkalpinang dinilai belum optimal, sehingga perlu ditinjau implementasi kebijakan retribusi parkir yang telah terlaksana. Produk dari kebijakan yang akan dikaji implementasinya dalam penelitian ini adalah peraturan daerah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang yang berkaitan dengan retribusi parkir di tepi jalan umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Pangkalpinang dinilai belum maksimal, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan retribusi parkir di tepi jalan umum Kota Pangkalpinang yang ada saat ini agar penerimaan retribusi parkir dapat lebih optimal.Kata kunci: implementasi kebijakan, kebijakan publik, parkir di tepi jalan umum, peraturan daerah, dan retribusi parki

    Extraction and Characterization of Cellulose from Yellow Meranti (Shore macrobalanos) Sawdust Waste

    No full text
    Meranti (Shorea macrobalanos) is a typical wood from Kalimantan that is still valued as a raw material of furniture production. According to statistical data, meranti sawdust waste reached 44% and has not been widely used. It is known that meranti has a high lignocellulose content, which are 38.18% of lignin, 26.03% of hemicellulose and 40.33% of cellulose. Due to the high cellulose level, meranti becomes an alternative source of cellulose which can be applied in composites, biomaterials, and membranes. Therefore, this study aims to produce cellulose from yellow meranti sawdust waste using an alkali treatment, NaOH 17.5%, with a variation of extract time of 20, 40, and 60 minutes. Cellulose characterization was performed using the Chesson-Datta method, Fourier-transferred Infrared Spectroscopy (FTIR), and Scanning Electron Microscope (SEM). The Chesson-Datta test showed that cellulose concentration escalated by increasing process time, which is 45%, 47% and 53% at 20, 40, and 60 minutes respectively. Increased levels of cellulose were followed by decreasing concentrations of lignin and hemicellulose. The FTIR results presented a strengthening of the intensity in the C-O-C functional group which indicated an increase in cellulose levels. Meanwhile, a decrease intensity was also revealed in the aromatic C=C and C=O groups, which implied a reduction in the amount of lignin and hemicellulose. Through the SEM, the surfaces were recognizably less dense by increasing extract time. It is because of the degradation of lignin and hemicellulose. Herein, the most optimum yield was achieved in 60 minutes to produce up to 53% of cellulose. Thus, yellow meranti sawdust waste has a high potential source of cellulose.Keywords: yellow meranti, alkali treatment, cellulose Abstrak       Meranti (Shoreamacrobalanos) merupakan kayu khas Kalimantan yang saat ini masih dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Menurut data statistik, limbah serbuk kayu meranti yang dihasilkan mencapai 44% dan belum banyak dimanfaatkan. Telah diketahui bahwa meranti memiliki kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi, yaitu 38,18% lignin, 26,03% hemiselulosa, dan 40,33% selulosa. Dengan kandungan selulosa yang tinggi, meranti menjadi salah satu alternative sumber selulosa yang kemudian dapat diaplikasikan di bidang komposit, biomaterial, dan membran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan selulosa dari limbah serbuk meranti kuning dengan menggunakan metode alkalisasi, NaOH 17,5%, dengan variasi waktu ekstrak selama 20, 40, dan 60 menit. Karakterisasi selulosa dilakukan dengan menggunakan uji Chesson-Datta, fourier-transferred infrared (FTIR), dan scanning electron microscope (SEM). Uji Chesson-Datta menunjukkan semakin lama waktu alkalisasi dapat meningkatkan konsentrasi selulosa, yaitu 45%, 47% dan 53% pada waktu alkalisasi 20, 40, dan 60 menit. Peningkatan kadar selulosa diikuti dengan menurunnya konsentrasi lignin dan hemiselulosa. Hasil FTIR menunjukkan penurunan intensitas pada gugus C=O yang mengindikasikan adanya penurunan jumlah lignin dan hemiselulosa seiring dengan meningkatnya waktu. Hasil morfologi SEM juga menunjukkan permukaan yang semakin tidak rapat seiring dengan meningkatnya waktu alkalisasi. Hal ini diakibatkan terjadi degradasi lignin dan hemiselulosa. Pada penelitian ini, hasil paling optimum dicapai pada waktu 60 menit dengan menghasilkan selulosa hingga 53%. Sehingga, limbah serbuk meranti memiliki potensi sebagai sumber selulosa yang cukup tinggi. Kata kunci:  meranti kuning, alkalisasi, selulos

    628

    full texts

    690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇