Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
690 research outputs found
Sort by
Kajian Daya Saing Ekspor Produk Tuna Olahan Indonesia di Pasar Eropa
Export competitiveness is a successful benchmark of country’s commodity in Internasional market. Tuna is one of Indonesia’s best export commodities. This study aims to determine the level of Indonesian tuna processed export products competitiveness and the influencing factors in European Union market. The study use case study method and the data used are time series secondary data from 2003-2018. The study use Revealed Comparative Advantage (RCA) and panel data regression as analytical tools. According to the RCA analysis, Indonesian tuna processed export products competitiveness is higher than one, in the other word, Indonesian tuna processed export products competitiveness is higher than world average competitiveness in European Union market. The results of the regression analysis shows the exchange rate and export volume have a significant effect and the European Union import tariffs and export prices have not significant effect on the Indonesian tuna processed export products competitiveness in European Union market.Keywords: export competitiveness, processed tuna, RCA, import dutyABSTRAKDaya saing ekspor menjadi tolak ukur keberhasilan suatu komoditas bagi negara untuk dapat bersaing di pasar Internasional. Tuna merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, sedangkan data yang digunakannya adalah data sekunder deret waktu (time series) dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2018. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian, analisis RCA menunjukkan daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa memiliki tingkat daya saing di atas rata-rata dunia di pasar Uni Eropa selama tahun 2003-2018. Hal ini terbukti dari hasil analisis RCA yang setiap tahunnya lebih besar dari satu. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai tukar dan volume ekspor mempunyai pengaruh yang signifikan sedangkan tarif bea masuk Uni Eropa dan harga ekspor mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap daya saing ekspor produk tuna olahan Indonesia di pasar Uni Eropa.Kata kunci: daya saing ekspor, tuna olahan, RCA, ekspor, bea masu
Daya Terima Masyarakat terhadap Pempek "Adaan" sebagai Diversifikasi Tepung Singkong
Cassava flour is an alternative food ingredient that can support diversification and food security because it is available in sufficient and equitable quantities, has decent quality and nutrition, is safe for consumption, and is affordable for every individual. Cassava flour is also more environmentally friendly because it does not produce as much waste as in the manufacture of tapioca. The use of cassava flour as a substitute for existing pempek refers to the similarity ofcontent amylose and amylopectin with tapioca so that it can produce good quality pempek. This study aims to determine the acceptance of the community in the village of Fajar Baru, South Lampung to pempek products with cassava flour substitution as an effort to increase diversification and food security. The method used is experimental, by testing the acceptability using hedonic tests for several aspects such as color, surface smoothness, aroma, salty taste, umami, trigeminal, chewy texture, hardness, tooth stickiness, and smoothness with a hedonic scale starting from very like to really dislike. Analysis of the data used to test the hypothesis is Friedman test and further test using Tuckey test. The results of this study indicate that there is no significant difference in the aspects tested except for the significant aspects of the outer color and the smoothness of the outer surface. Based on this, it can be concluded that the substitution of cassava flour in existing pempek produces good product quality and can be accepted by the people of Fajar Baru village, South Lampung. AbstrakTepung singkong merupakan bahan pangan alternatif yang dapat menunjang diversifikasi dan ketahanan pangan karena tersedia dalam jumlah yang cukup dan merata, mutu dan gizi yang layak, aman dikonsumsi, serta terjangkau bagi setiap individu. Tepung singkong juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang banyak seperti pada pembuatan tapioka. Pemanfaatan tepung singkong sebagai bahan substitusi pada pempek adaan mengacu pada kesamaan kandungan amilosa dan amilopektin dengan tapioka sehingga dapat menghasilkan kualitas pempek adaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima masyarakat di desa Fajar Baru, Lampung Selatan terhadap produk pempek adaan dengan substitusi tepung singkong sebagai upaya meningkatkan diversifikasi dan ketahanan pangan. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan pengujian daya terima menggunakan uji hedonik untuk beberapa aspek seperti warna, kehalusan permukaan, aroma, rasa asin, umami, trigeminal, tekstur kekenyalan, kekerasan, kelengketan pada gigi, dan kelicinan dengan skala hedonik yang dimulai dari sangat suka hingga sangat tidak suka. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji Friedman dan uji lanjutan menggunakan uji Tuckey. Hasil dari penelitian ini menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap aspek-aspek yang diuji kecuali signifikan pada aspek warna luar dan kehalusan permukaan luar. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung singkong pada pempek adaan menghasilkan kualitas produk yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat desa Fajar Baru, Lampung Selatan
Rancang Bangun Audio Video Vmix Console pada Pertunjukan Live Stream Youtube
Melakukan proses mixing Audio Video diperlukan sebuah alat yang berupa mixer, namun harga mixer di pasaran masih sangatlah mahal. Salah satu software yang dapat digunakan untuk menjadi video mixer adalah software VMix. Software VMix yaitu software mixer dan switcher video yang memanfaatkan kemajuan terbaru di dalam perangkat keras komputer untuk menyediakan video mixing HD secara langsung. Namun dikarenakan software VMix merupakan mixer virtual yang dijalankan dengan menggunakan keyboard dan mouse, maka terdapat keterbatasan dalam menjalankan software tersebut. Maka diperlukan suatu alat alternatif yang dapat digunakan pada saat menjalankan software VMix. Dengan menggunakan perangkat Arduino Uno CH340 sebagai mikrokontroler, Hairless MIDI sebagai penghubung Arduino dengan Windows untuk mengirim dan menerima sinyal MIDI, LoopMIDI sebagai virtual MIDI device yang menjadi penghubung antara Hairless MIDI dan VMix, dapat membuat sebuah alat berbentuk console yang dapat digunakan saat menjalankan software VMix. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah alat yang dapat digunakan saat siaran langsung menggunakan software VMix pada Live Stream di Youtube. Dari hasil pengujian Console VMix for Video pada software VMix ketika live streaming di Youtube video berhasil dikontrol dengan menggunakan console dengan tingakat keberhasilan 95% , sedangkan untuk tingkat ergonomisnya yang baik
Desain Baterai Charger Kendaraan Listrik dengan Metode Constan Current dan Constan Voltage
Dalam makalah ini akan dijelaskan dan disimulasikan mengenai rangkaian Buck Converter sebagai charger baterai menggunakan software MATLAB. Sumber dari buck converter ini menggunakan sumber arus bolak balik yang telah disearahkan oleh rectifier. Dan keluaran dari buck converetr yaitu baterai. Sistem charging baterai disini menggunakan metode constant current - constant voltage. Dimana untuk mencapai arus dan tegangan yang konstan ini menggunakan kontrol fuzzy. Metode constant current – constant voltage ini dipilih dikarenakan metode ini yang paling sesuai dengan karakteristik baterai secara umum. Selain itu juga dengan metode ini akan mengurangi resiko cepat panasnya baterai selama proses charging. Sehingga, dengan metode ini akan menambah umur baterai tersebut. Dalam proses simulasi ini akan dilihat nilai tegangan dan arus selama proses charging. Pada simulasi juga dapat dilihat pengaruh dari kontrol fuzzy yang menyebabkan arus dan tegangan charging sesuai dengan setpoint. Hasil dari makalah ini yaitu bentuk kurva arus dan tegangan dari buck converter yang dikontrol dengan logika fuzzy sesuai dengan teori charging baterai Kata kunci : Buck Converter, Constan Current, Constan Voltage, Fuzzy Logic Controlle
Getaran Longitudinal Pada Sistem Propulsi Kapal Tugboat
Getaran biasa terjadi pada sistem propulsi kapal sebagai akibat dari perputaran poros baling – baling, salah satu getaran yang terjadi pada sistem propulsi ialah getaran longitudinal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai Arms (Amplitudo Root Mean Square) dari getaran longitudinal kapal TB. BPW 3 dan nilai radiasi kebisingan sesuai dengan standart ICES 209 dengan variasi Baja ST.60, Stainless Steel 304 dan Carbon Steel ST 37 pada sistem propulsi, menggunakan metode Analitis. Hasil penelitian didapatkan nilai Arms sistem propulsi kapal TB. BPW 3 untuk material baja ST.60 yaitu sebesar 0.221464306, sedangkan untuk material stainless steel 304 yaitu sebesar 0.221451701 dan untuk material carbon steel ST 37 yaitu sebesar 0.221472008. Dari ketiga nilai Arms yang didapatkan, diketahui bahwa nilai Arms ketiga variasi material tersebut masih memenuhi standar ABS. Untuk nilai radiasi kebisingan (SL) pada material baja ST.60 menunjukkan nilai sebesar 131.205 dB, sedangkan untuk material stainless steel 304 menunjukkan nilai sebesar 131.201 dB dan untuk material carbon steel ST 37 131.208 dB. Dari ketiga nilai radiasi kebisingan (SL) yang didapatkan diketahui bahwa nilai radiasi kebisingan (SL) tersebut masih memenuhi standar tingkat kebisingan ICES 209
Analisa Kekerasan dan Ketebalan Permukaan Lapisan Hasil Elektroplating Kuningan Pada Baja
Korosi merupakan proses spontan yang terjadi pada logam karena pengaruh lingkungan. Terbentuknya korosi dipermukaan logam tidak bisa dicegah, tetapi bisa diperlambat proses terjadinya. Salah satu usaha untuk memperlambat laju korosi adalah dengan melakukan pelapisan (elektroplating) pada permukaan logam tersebut. Telah dilakukan proses elektroplating kuningan pada baja karbon rendah ST-37 dengan variasi waktu 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit serta variasi suhu larutan elektrolit 40°C, 45°C, 50°C, dan 55°C. Karakteristisasi lapisan dilakukan dengan menggunakan mikroskop stereo dan kekerasan dengan uji keras Vicker. Hasil pengujian menunjukan bahwa peningkatan waktu dan suhu berbanding lurus dengan ketebalan dan kekerasan yang dihasilkan. Nilai ketebalan dan kekerasan terendah ditemukan pada 40°C dengan waktu 10 menit 11,323 μm 182,4 VHN, dan nilai rata-rata ketebalan dan kekerasan tertinggi diperoleh pada 25 menit dengan suhu 55°C yaitu 29,333 μm dan 218,8 VHN. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa peningkatan waktu dan suhu yang diberikan berbanding lurus dengan ketebalan dan kekerasan. Nilai ketebalan dan kekerasan tertinggi diperoleh pada 25 menit dengan suhu larutan 55°C
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X MIPA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA RAUDHATUL MUJAWWIDIN KABUPATEN TEBO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa serta pengaruh motivasi belajar siswa pada pembelajaran fisika. Motivasi belajar siswa dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku pada individu belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Swasta Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa kelas X MIPA Madrasah Aliyah Swasta Raudhatul Mujawwidin . pengumpulan data menggunakan teknik angket dan observasi. Teknis analisis angket adalah deskriftif kuantitatif, sedangkan lembar observasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran fisika dikategorikan tinggi, sedang, dan rendah. 2) presentase motivasi belajar siswa yakni pada kategori tinggi sebesar 2%, pada kategori sedang sebesar 5%, dan pada kategori rendah sebesar 3%. Kesimpulan, rata-rata tingkat motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran fisika berada dalam kategori sedang dan rendah yang disebabkan kurangnya ketertarikan siswa untuk belajar fisika, dan pembelajaran fisika dianggap sulit oleh siswa.Kata kunci: Motivasi belajar, tingkat motivasi, pembelajaran fisika THE EFFECT OF STUDENT MOTIVATION ON LEARNING PHYSICS CLASS X IPA AT THE PRIVATE MADRASAH ALIYAH RAUDHATUL MUJAWWIDIN, TEBO DISTRICT This study aims to determine the level of student learning motivation and the effect of student motivation on learning physics. Student learning motivation is seen as a mental impulse that moves and directs human behavior, inclusing learning behavior. In motivation, there is a desire that activates, moves, distributes, and direct attitudes and behavior in individual learning. This research was conducted at the Private Madrasah Aliyah Raudhatul Mujawwidin , Tebo Regency. The research sample was 30 students of class X MIPA Madrasah Aliyah Private Raudhatul Mujawwidin data colecction using questionnaires and observation techniques. The technical analysis of the questinnaire is descriptive quantitative, while the observation sheet is analyzed qualitatively. The results showed that : 1) Students learning motivation for physics sujects was catagorized as high, medium, and low. 2) The persentage of student’s learning motivation is in the high catagory by 2%; in the medium category by 5%; and in the low category by 3%. In conclusion, the average level of student motivation for physics subjects is in the medium and low categories due to the lack of student interest in learning physics, and learning physics is concidered difficult by students.Keywords: Learning motivation, motivation level, physics learnin
PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KABUPATEN KUTAI BARAT TERHADAP AGREGAT PALU
Kebutuhan agregat untuk material beton di Kalimantan Timur sebagian besar berasal dari luar daerah, salah satunya dari daerah Palu. Sedangkan masyarakat di Kabupaten Kutai Barat seringkali memanfaatkan material lokal sebagai bahan beton yaitu, agregat kasar dari daerah Muara asa dan agregat halus dari daerah Keay. dikarenakan ketersediaan material tersebut masih banyak. Oleh karena perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan material lokal yang ada di daerah Kalimantan Timur saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan membandingkan penggunaan material daerah Palu dengan material kombinasi daerah Kutai Barat. Benda uji yang berbentuk silinder beton dengan ukuran 10 cm x 20 cm dan kuat lentur beton yang digunakan berbentuk balok dengan ukuran 60 cm x 15 cm x 15 cm. Pembuatan mix design menggunakan metode SNI serta umur beton 7 hari dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan variasi Palu dan Palu mendapatkan hasil optimum yaitu 16,04 MPa (7 hari) dan 20,7 MPa (28 hari). Dan kuat lentur beton mendapatkan hasil optimum pada variasi Muara Asa dan Keay 3,62 MPa (28 hari). Kata kunci : Material Lokal, Kuat Tekan Beton, Kuat Lentur BetonCOMPARISON OF CONCRETE COMPRESSSIVE AND FLEXIBLE STRENGTH USING AGGREGATE IN WEST KUTAI TOWARD PALU AGGREGATEThe aggregate demand for concrete materials in East Kalimantan mostly comes from outside the region, one of which is from the Palu area. Meanwhile, people in West Kutai Regency often use local materials as concrete materials, namely, coarse aggregate from the Muara Asa area and fine aggregate from the Keay area. Due to the availability of the material is still a lot. Therefore, it is necessary to conduct research on the use of local materials in the East Kalimantan area at this time. This study aims to determine the compressive strength of concrete by comparing the use of materials from the Palu area with a combination of materials from the West Kutai area. The test object is in the form of a concrete cylinder with a size of 10 cm x 20 cm and the flexural strength of the concrete used is in the form of a beam with a size of 60 cm x 15 cm x 15 cm. Making mix designs using the SNI method and the age of concrete is 7 days and 28 days. The results showed that the compressive strength of the Palu and Palu variations obtained optimum results, namely 16.04 MPa (7 days) and 20.7 MPa (28 days). And the flexural strength of the concrete got optimum results at variations of Muara Asa and Keay 3.62 MPa (28 days). Keywords: Local Material, Concrete Compressive Strength, Concrete Flexural Strengt
PERENCANAAN KAPASITAS DUKUNG DAN PENURUNAN PADA TIANG BOR (STUDI KASUS JEMBATAN RITAN KECAMATAN TABANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA)
Jembatan lama di Desa Tukung Ritan akan dibangun kembali menggunakan pipa pancang baja sedalam 12 m sebagai fondasi struktur bawah. Untuk merencanakan konstruksinya, diperlukan data parameter tanah yang dapat diperoleh berdasar beberapa metode, seperti pengujian sondir (CPT), pengujian penetrasi standar (SPT), dan uji laboratorium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan ulang fondasi dari abutment jembatan tersebut menggunakan tiang bor 40 cm sedalam 8 m sebanyak 10 tiang, dengan membandingkan hasil kapasitas dukung dan penurunan tanah berdasarkan perhitungan manual (hasil uji CPT dengan metode Bagemann dan Meyerhof, hasil uji SPT dengan metode Briaud et al dan Meyerhof, sementara hasil pengujian laboratorium dengan metode Tomlinson dan NAFVAC DM 7.2) dengan program Geo5 (menggunakan hasil pengujian laboratorium metode Tomlinson dan NAFVAC DM 7.2). Hasil menunjukkan bahwa kapasitas dukung kelompok tiang bor dengan perhitungan manual memberikan SF sebesar 4,39 sedangkan Geo5 sebesar 4,05. Besar penurunan kelompok tiang bor yakni sebesar 13,6 cm melebihi batas toleransi. Untuk menghindari besar penurunan diluar batas toleransi, panjang tiang bor ditambah 2 m menjadi 10 m. Dimana Geo5 menghasilkan besar penurunan lebih besar dibanding perhitungan manual yakni 98,1 mm dengan 89,3 mm. Meski begitu, kedua metode tidak memberi selisih perhitungan yang jauh berbeda.Kata kunci: Tiang bor tunggal, Kelompok tiang bor, Kapasitas dukung, Penurunan, Geo5.REDESIGN OF BEARING CAPACITY AND SETTLEMENT OF BOREDPILE (CASE STUDY RITAN BRIDGE SUB-DISTRICT TABANG KUTAIKARTANEGARA PROVINCE)An old bridge in Tukung Ritan Village will be rebuilt using 12 m steel pile as the foundation of substructure. To plan the structure of the bridge itself, soil parameters will be needed which can be obtained by many methods, such as Standard Penetration Test (SPT), Cone Penetration Test (CPT) and laboratory test. The purpose of this research is to redesign the abutment foundation of the bridge using 40 cm bored pile with 8 m depth and the total is 10 piles, by comparing the bearing capacity and the settlement between manual calculations (CPT result using method of Bagemann and Meyerhof, SPT result using method of Briaud et al and Meyerhof, while laboratorium result using method of Tomlinson and NAFVAC DM 7.2) with the result of Geo5 program (using laboratorium result method of Tomlinson and NAFVAC DM 7.2). The result shows that the bearing capacity using classical calculation gives the number of Safety Factor (SF) 4,39 while Geo5 is 4,05. The value of settlement is 13,6 cm which exceed the maximum limit. In order to avoid the value of settlement exceed the maximum limit, the depth of the bored piles added by 2 m from 8 m to 10 m. Where Geo5 gives a bigger settlement result with 9,81 cm than classical calculation with 8,93 cm. However, both methods do not give the result of the significant differences.Keywords: Single bored pile, Group bored pile, Bearing capacity, Settlement, Geo5
Efektivitas Briket Janjang Sawit dan Sekam Padi Desa Kandolo sebagai Sumber Energi Alternatif
A research has been conducted on the characteristics of the results of the burning of briquettes in a mixture of oil palm and rice husk. This study aims to determine the effect of the composition of the resulting briquette mixing. The research method was carried out by testing dry shrinkage, shrinkage of fuel, levels of evaporating substances and water absorbency in briquettes. The characteristics of briquettes based on the size of the briquettes are Depreciation in the lowest dry shrinkage at 70% husk size by 0.81% and the highest at 90% husk size by 2.87%. The lowest shrinkage of fuel shrinkage is at the husk size of 50% by 1.77% and the highest is at the size of the husk of 70% by 4.12%. The lowest evaporation rate of briquettes at 60% and 80% of husk size is 1.52% and the highest is at 70% husk size of 8.57%. The lowest water absorption rate at 80% husk size is 1.54% and the highest at 60% husk size is 8,20%. Keywords: briquettes, palm oil, rice husk, composition variation ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang karakteristik hasil pembakaran briket campuran janjang sawit dan sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pencampuran hasil briket yang dihasilkan. Metode penelitian dilakukan dengan pengujian susut kering, susut bakar, kadar zat menguap dan kadar serap air pada briket. Karakteristik briket berdasarkan ukuran briket yakni Penyusutan pada susut kering terendah pada ukuran sekam 70% sebesar 0,81% dan tertinggi pada ukuran sekam 90% sebesar 2,87%. Penyusutan susut bakar terendah pada ukuran sekam 50% sebesar 1,77% dan tertinggi pada ukuran sekam 70% sebesar 4,12%. Kadar zat menguap briket terendah pada ukuran sekam 60% dan 80% sebesar 1,52 % dan tertinggi pada ukuran sekam 70% sebesar 8,57%. Kadar serap air terendah pada ukuran sekam 80% sebesar 1,54 % dan tertinggi pada ukuran sekam 60% sebesar 8,20%.Kata kunci : briket, janjang sawit, sekam padi, variasi komposis