Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
690 research outputs found
Sort by
Analisis Penyebab Tundaan dan Panjang Antrian Kendaraan Pada Pergerakan U-Turn di Ruas Jalan Perkotaan Kota Balikpapan
AbstractCongestion is a problem in transportation that most occurs on urban roads. The increase in the number of vehicle that are not matched by an increase in road capacity makes the volume of vehicle that cross the road exceeds the existing road capacity causing congestion. Besides increasing the number of vehicle, one of the causes of congestion was the existence of U-Turns. The poor design and management of U-Turns will cause drivers to be disorganized when turn around and causing congestion. Factors that cause congestion on the U-Turns include delay and length of queue. This research was conducted with multiple linear regression methods with data in the form of traffic surveys and road geometry. The results of multiple linear regression analysis mentioned that the vehicle delay time on the U-Turn movement was caused by the turning volume and the median aperture width with the dominant factor is the median aperture width. Then, the length of queue on the U-Turn movement is caused by the delay time and the turning time with the dominant factor is the turning time. Keywords : congestion, length of queue, delay time, U-Turn AbstrakKemacetan merupakan suatu permasalahan dalam transportasi yang sering terjadi di jalan perkotaan. Peningkatan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan membuat volume kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut melebihi kapasitas jalan yang ada sehingga menyebabkan kemacetan. Selain peningkatan jumlah kendaraan, salah satu penyebab kemacetan adalah adanya U-Turn. Desain dan pengelolaan U-Turn yang kurang baik akan menyebabkan tidak teraturnya pengendara yang akan memutar arah sehingga menimbulkan kemacetan. Faktor yang menyebabkan kemacetan pada U-Turn diantaranya adalah tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis regresi linier berganda dengan data berupa survei lalu lintas dan geometrik jalan. Hasil analisis regresi linier berganda menyebutkan bahwa waktu Tundaan kendaraan pada pergerakan U-Turn dipengaruhi oleh adanya Volume Putar Balik kendaraan dan Lebar Bukaan Median dengan faktor dominan berupa Lebar Bukaan Median. Kemudian Panjang Antrian pada pergerakan U-Turn dipengaruhi oleh waktu Tundaan dan Waktu Putar Balik dengan faktor dominan berupa waktu Putar Balik. Kata Kunci: kemacetan, panjang antrian, tundaan, U-Turn
STUDI PENGARUH PROSES KEMBANG SUSUT TANAH AKIBAT PERUBAHAN VOLUME PADA UJI KONSOLIDASI (STUDI KASUS : PROYEK FOOD ESTATE DI KECAMATAN DADAHUP KALIMANTAN TENGAH)
Perubahan kadar air akan menyebabkan kembang susut tanah. Beberapa jenis tanah yang memiliki potensi kembang susut besar adalah tanah yang dapat mengalami perubahan volume secara signifikan seiring dengan perubahan kadar airnya. Tanah dengan kondisi seperti ini sering disebut sebagai tanah lempung ekspansif. Perubahan dimensi volume tanggul saluran akibat kembang susut tanah biasanya tidak diperhatikan, sehingga sering kali tidak dihitung sebagai volume pekerjaan yang harus di bayar seperti pada Proyek Food Estate dalam pekerjaan pembuatan saluran tersier. Lokasi pengambilan sampel berada di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Tanah PT. ADALAB FONDASI IDEAL dengan metode SNI yang terdiri atas pengujian kadar air, pengujian berat jenis, pengujian konsistensi tanah, pengujian konsolidasi, perhitungan penurunan konsolidasi dan perhitungan perubahan volume akibat kembang susut tanah dan penurunan konsolidasi. Dari hasil penelitian yang didapat yaitu hasil perhitungan penurunan konsolidasi tanah yang terjadi pada kondisi kembang tanah sampel HB.1 dan HB.2 yaitu : 0.8862 m dan 0.9664 m, hasil perhitungan penurunan konsolidasi tanah yang terjadi pada kondisi susut tanah sampel HB.1 dan HB.2 yaitu : 0.4777 m dan 0.5255 m, Perubahan volume yang terjadi akibat proses kembang susut tanah dan konsolidasi selama 14 hari pada sampel HB.1 dan HB.2 yaitu : 1.615 Ton/m3 dan 1.785 Ton/m3 atau dalam satuan persen yaitu 51.27% dan 51.01 %. Perubahan volume tanah ini terjadi pada saat kondisi susut.Kata Kunci : Tanah Kembang Susut, Penurunan Konsolidasi, Perubahan Volume STUDY ON THE EFFECT SWELLING AND SHRINKAGE PROCESS OF THE SOIL DUE TO VOLUME CHANGES ON CONSOLIDATED TEST (CASE STUDY : FOOD ESTATE PROJECT IN DADAHUP DISTRICT, CENTRAL KALIMANTAN) Changes in water content will cause swelling and shrinkage of the soil. Some types of soil that have the potential for large shrinkage are soils that can experience significant changes in volume along with changes in water content.. Soils with these conditions are often referred to as expansive clays. Changes in the dimensions of the volume of the channel embankment due to the development of soil shrinkage are usually not considered, so they are often not calculated as the volume of work that must be paid as in Food Estate Projects in tertiary canal construction work. The sampling location was in Dadahup District, Kapuas Regency, Central Kalimantan Province. This test was carried out at the Soil Laboratory of PT. IDEAL FOUNDATION ADALAB using the SNI method which consists of testing water content, testing specific gravity, testing soil consistency, testing consolidation, calculating consolidation settlement and calculating volume changes due to swelling of soil shrinkage and consolidation settlement. From the research results obtained, namely the results of the calculation of the decrease in soil consolidation that occurred in the soil swelling conditions of the samples HB.1 and HB.2, namely: 0.8862 m and 0.9664 m, the results of the calculation of the decrease in soil consolidation that occurred in the soil shrinkage conditions of the samples HB.1 and HB. .2, namely: 0.4777 m and 0.5255 m, Volume changes that occur due to the process of swelling and shrinkage of soil and consolidation for 14 days in samples HB.1 and HB.2 are: 1.615 Ton/m3 and 1.785 Ton/m3 or in percent units, namely 51.27 % and 51.01%. This change in soil volume occurs during shrinkage conditions. Keywords: Swelling and Shrinkage of the Soil, Consolidation Decline, Volume Chang
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN BAHAN TAMBAH SERBUK BATU BATA
Tanah merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembangunan konstruksi sipil seperti bangunan, jembatan dan jalan karena berguna sebagai unsur utama dari suatu konstruksi. Tanah lempung mempunyai sifat yang kurang baik yaitu mempunyai nilai CBR yang rendah, mempunyai kuat tekan rendah, kuat geser rendah. Penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah menggunakan serbuk batu bata. Hal ini ditentukan oleh nilai uji CBR terendam, kuat tekan, dan geser langsung. Pengambilan sampel dilakukan dalam berbagai persentase batu bata sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap berat tanah kering untuk mendapatkan hasil yang optimum. Kemudian hasil yang optimum tersebut digunakan untuk melakukan pengujian terhadap kuat tekan bebas dan geser langsung. Dimana hasil pada nilai CBR direndam berturut-turut adalah 1,567%, 2,29%, 3,46%, dan 2,24%. Selain itu, hasil nilau qu pada kuat tekan bebas mengalami kenaikan dari persentase tanah asli sebesar 2,914 kg/cm2dan persentase optimum serbuk batu bata 20% sebesar 8,774 kg/cm2. Namun pada nilai geser langsung mengalami penurunan yaitu nilai kohesi (Cu) tanah asli sebesar 0,359 kg/cm2 dengan persentase optimum serbuk batu bata 20% sebesar 0,321 kg/cm2, pada nilai sudut geser (φ ) pengujian geser langsung juga mengalami penurunan yaitu tanah asli sebesar 69,882° dengan persentase dengan persentase optimum serbuk batu bata 20% sebesar 67,959° dalam Hal ini menunjukkan bahwa batu bata dapat dianggap sebagai bahan penstabil dalam perbaikan tanah lempung terhadap nilai CBR dan kuat Tekan bebas, namun menurunkan nilai kohesi (C) dan nilai sudut geser dalam pada pengujian Geser langsung. Kata kunci: perbaikan tanah, serbuk batu bata , CBR, kuat tekan, geser langsung STABILIZED CHARACTERISTICS OF CLAY WITH BRICK POWDER ADDITIONAL INGREDIENTSSoil is one of the most important parts in the construction of civil construction such as buildings, bridges and roads because it is useful as the main element of a construction. Clay soil has poor properties, namely it has a low CBR value, has a low compressive strength, and a low shear strength. Aim of this research to improve soil properties using brick powder (BD). It is determined by the test values of CBR, compressive strength, and direct shear. Sampling was carried out in various percentages of bricks powder of 0%, 10%, 20%, and 30% of the dry weight of the soil to obtain optimum results. Then the optimum results are used to test the strength of free thrust and direct shear. Where the results of the soaked CBR values were 1,56%, 2,29%, 3,46%, and 2,24%, respectively. In addition, the results of the qu value on the free compressive strength increased from the original soil percentage of 2,914 kg/cm2 and the optimum percentage of 20% brick powder was 8,774 kg/cm2. But , the direct shear value decreased, namely the original soil cohesion (Cu) value of 0,359 kg/cm2 with an optimum percentage of 20% brick powder of 0,321 kg/cm2, at the shear angle value (φ ) the direct shear test also decreased, namely the original soil of 69,882° with a percentage with an optimum percentage of 20% brick powder of 67,959° in. This indicates that bricks can be considered as a stabilizer in the improvement of clay soils with respect to the CBR value and free compressive strength, but reduce the cohesion value (C) and angle value. slide in on the Direct shear test.Keywords: soil improvement, brick powder, CBR, compressive strength, direct shea
Alat Pengukur Deviasi pada KWH Meter 3 Fasa berbasis PZEM 0047 dan Flame Sensor
In the maintenance of Measuring and Limiting Devices (APP) by replacing the kWh Meter on the old kWh meter, as well as P2TL efforts to examine customers who have the potential to commit violations or lack of billing in adjusting electricity rates. In this operation an error / deviation check will be performed on the kWh meter to determine the feasibility of the kWh meter. So far, the measurement of deviation on the kWh Meter 3 Phase is done manually so that it is considered less effective. With this deviation gauge kwh meter 3 phase measurement, meter change officers and P2TL field officers will be able to help in measuring the deviation in the 3 phase kWh meter. This tool reads the power of the kWh meter through the display of the led impulse indicator, then compares it with the power measurement using the metering module at the same time so that the deviation can be detected whether more or less from the meter class, because the measurement standards are based on the meter class. The results obtained from testing on a kWh meter with a grade of 0.5, obtained a deviation of less than 0.5 percent, which means the kWh meter is good because it is still awake in its class according to SPLN No.96 of 1993.Keywords: Deviation, Kwh Meter, Maintaining APP, P2TL
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PENCEKAM SPESIMEN PADA MESIN GRINDING POLISH
Pengujian metalografi merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari suatu logam serta mengetahui apa saja struktur makro dan mikro yang ada di dalam sebuah logam. Namun, untuk melakukan pengujian metalografi, terlebih dahulu dilakukan pemolesan pada logam yang akan dilakukan pengujian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengefektifkan waktu pengerjaan pemolesan logam dan penggunaan bahan yang kurang efektif jika dilakukan secara manual. Selain itu, juga dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja pada saat pengerjaan pemolesan logam yang dilakukan pengguna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis dampak yang ditimbulkan apabila pemolesan logam dilakukan secara manual dengan tangan yang ternyata banyak efek negatif, kemudian dilakukan perumusan penyelesaian masalah, merancang alat yang akan dijadikan penelitian serta pemilihan bahan yang akan digunakan, dan menghitung bahan habis pakai untuk penelitian ini. Proses pengerjaan dilakukan dengan tahap pemotongan bahan berupa besi plat dan hollow, pengelasan, pengeboran, dan pengecatan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya efisien waktu dalam melakukan pemolesan logam karena cekaman benda kerja konstan terhadap mesin polishing dan juga menghemat peggunaan bahan seperti amplas dan mengurangi resiko terlemparnya benda kerja pada saat penekanan di mesin polishing.Kata kunci: logam, efektif, pemolesan, bahan, wakt
PENENTUAN KORELASI MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI MAN 3 MUARO JAMBI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 di MAN 3 MUARO JAMBI. Motivasi belajar siswa dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap serta perilaku pada individu belajar. Penelitian ini dilaksankan MAN 3 Muaro jambi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan soal dengan 25 butir soal dengan materi gerak lurus berubah-ubah secara teratur. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 MAN 3 MUARO JAMBI. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistika Deskriptif. Uji persyaratan analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji korelasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara motivasi belajar fisika siswa kelas XI MIPA 1 terhadap hasil belajar pada materi gerak lurus berubah secara teratur.Kata kunci: motivasi belajar;hasil pembelajaran;fisika DETERMINATION OF THE CORRELATION OF MOTIVATION TO LEARNING OUTCOMES OF PHYSICS CLASS XI MAN 3 MUARO JAMBIThe purpose of this research is to determine the effect of learning motivation on student learning outcomes of class XI MIPA 1 in MAN 3 MUARO JAMBI. Student learning motivation is seen as a mental impulse that moves and directs human behavior, inclusing learning behavior. In motivation, there is a desire thatactivates, moves, distributes, and direct attitudes and behavior in individual learning. This research was conducted at the Private MAN 3 Muaro Jambi.This type of research is quantitative research with a descriptive approach. Data collection techniques in this study used questions with 25 items with straight motion material changing regularly. The population of this study was students of class XI MIPA 1 in MAN 3 MUARO JAMBI. The sampling technique uses random sampling techniques. The method used in this research is Descriptive Statistics. The data analysis requirements test used were normality test, homogeneity test, and correlation test. Based on the results of this study, it shows that there is a significant positive influence between the student's motivation to learn physics in class XI MIPA 1 on learning outcomes in straight motion material changes regularly.Keywords: motivasion to learn; learning outcomes; physic
DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR DI POLTEKBA
In determining the final project supervisor in making a decision by the department at the Balikpapan State Polytechnic, there are several factors that become criteria. This assessment is based on 3 criteria which will be divided into several sub-criteria, namely the first, namely Education, the sub-criteria are the subjects taught and areas of expertise, the second is lecturer research, the sub-criteria are research topics and theses, and the third is supporting the sub-criteria are training or workshops that have been attended. For the sake of efficiency and effectiveness of the department, the right decision making is very necessary. This study is used to build a decision-making system that has the ability to analyze in determining the final project supervisor using the profile matching method, where each criterion in this case the assessment factors and alternative supervisors is compared with one another so as to provide an output value priority intensity that produces a system that provides an assessment of each supervisor. This decision-making system can assist the department in determining the final project supervisor based on the criteria and weighted values. The application of this system is very useful to facilitate decision making related to the determination of the final project supervisor, so that the most appropriate final project supervisor will be obtained to guide students according to the competence of the lecturer and the theme of the student's final project
Pengaruh Alumni Penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang terhadap Pekerjaan Lulusan Melalui Hasil E-Tracer Study 2019 Institut Teknologi Kalimantan
Tracer study is a system used to obtain information about alumni a year after their graduation. Tracer Study 2019 had 199 ITK Graduates consisting of alumni in 2016, 2017, and 2018. Of the 163 graduates, 120 of them had received the Kaltim Cemerlang Scholarship. The respondent's highest Grade point average (GPA) was from the System information study program, and the lowest grade point average was from the electrical engineering study program. Graduates business consists of 56,67% private company, 8,33% entrepreneur , government company 34,17% and 0,83% profit organization. Based on the scale rate of department grade point average. The industrial technology and process department was in the lowest position with 3.29, and mathematicsand information technology's information technology stands in the first position with 3.49. kaltim cemerlang graduates scholarship prefer to work with privet company then government company, despite them havinga GPA over 3.00. graduates who take multinational companies got Rp 2.828.000/month. A few of them who take national companies had an average salary until Rp 5.212.000 than private companies.Keywords: GPA, Tracer Study, Kaltim Cemerlang ScholarshipAbstrakTracer study dibutuhkan untuk mencari data alumni untuk diolah menjadi suatu informasi yang dapat diterima civitas kampus. Data hasil mentracer alumni akan digunakan oleh pejabat tinggi kampus, alumni dan juga perusahaan sebagai informasi mengenai kualitas alumni Institut Teknologi Kalimantan setiap tahunnya. Tracer Study 2019 ditunjukan untuk alumni ITK 2016, 2017 dan 2018 yang berjumlah 199 alumni dan yang merespon sebanyak 163. Dari 163 alumni yang merespon terdapat 120 yang pernah mendapatkan Beasiswa Kaltim Cemerlang. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memiliki median tertinggi adalah Sistem Informasi dan median terendah dari prodi Teknik Elektro. Kategori bidang usaha para alumni terdiri dari 56,67% Perusahaan Swasta, 8,33% wiraswasta , Instansi Pemerintah (termasuk BUMN) 34,17% dan Organisasi non-Profit/Lembaga swadaya masyarakat sebanyak 0,83%. Berdasarkan urutan perolehan IPK terhadap Jurusan, Jurusan Teknologi Industri dan Proses menempati terendah dengan 3.29 dan Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi (JMTI) berada diposisi tertinggi dengan 3.49. Alumni Beasiswa Kaltim Cemerlang lebih banyak memilih bekerja di perusahaan swasta dibanding kan instansi pemerintah meskipun banyak diantaranya memiliki IPK >3.00. untuk alumni yang bekerja dengan skala multinasional mendapatkan Rp 2.828.000 setiap bulannya. Jumlah alumni beasiswa kaltim cemerlang dengan skala nasional sebanyak 32 lebih sedikit dibandingkan alumni yang bekerja di skala nasional pada perusahaan swasta namun, penghasilan yang diperoleh perbulannya rata-rata mencapai Rp 5.212.000 lebih besar dibandingkan perusahaan swasta.Kata kunci: IPK, Tracer Study, Beasiswa Kaltim Cemerlan
Analisis Interfacial Reaction Antara Substrate Cu Dan Solder 96.5sn3.0ag0.5cu (Sac305) Untuk Pengembangan Aplikasi Sem
Substrat Cu dan solder SAC305 merupakan beberapa bahan semikonduktor. Sambungan solder harus memiliki kekuatan ikatan metalurgi yang baik ketika solder dan substrat disatukan. Manfaat solder nantinya akan membuat interkoneksi antara hubungan listrik dalam satu substrat yang akan membentuk senyawa atau lapisan IMC. Dimana terbentuknya senyawa intermetalik (IMC) pada hasil reaksi akan menjadi peran yang penting dari terbentuknya ikatan yang baik antara solder dan substrat. Oleh karena itu dilakukan penilitian ini guna menganalisis interfacial reaction yang terjadi antara substrat Cu dan solder SAC305 ketika disatukan. Pada tahap preparasi spesimen substrat Cu akan dipotong sesuai dengan dimensi yang telah ditentukan dan dilakukan proses cleaning pada bola solder SAC305. Setelah proses preparasi sampel dilakukan proses Interfacial Reaction Couple, substrat Cu dan bola solder SAC305 ditimbang dengan rasio 1:3 dan spesimen substrat dicelupkan kedala fluks pada kedua sisi spesimen. Setelah itu, spesimen substrat Cu dan bola solder SAC305 disusun secara teratur dan diletakkan kedalam tabung kuarsa dan dilakukan proses pemanasan didalam tungku dengan temperatur reflow 270oC, 290oC, 310oC, dan 330oC dengan waktu reaksi 50 menit. Hasil reaksi yang terbentuk antara substrat Cu dan bola solder SAC305 kemudian diamplas dan dilakukan proses karakterisasi dengan mikroskop optik untuk melihat struktur mikro yang terbentuk serta dilakukan karakterisasi material berupa SEM, EDS dan XRD. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai ketebalan IMC akan meningkat seiring dengan pertambahan variasi temperatur. Serta ditemukannya fasa Cu6Sn5 yang membentuk lapisan kerang serta Cu3Sn yang terbentuk secara planar berdekatan dengan substrat Cu pada lapisan IMC
HALAMAN JUDUL, KATA SAMBUTAN, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL, KATA SAMBUTAN, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI PROSIDING SNITT POLTEKBA 202