Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
    690 research outputs found

    Strategi Pengembangan Agribisnis Belimbing Madu pada Kawasan Agropolitan Kota Banjar Provinsi Jawa Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal agribisnis belimbing madu dan merumuskan strategi pengembangan agribisnis belimbing madu di Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Maret 2022. Hasil penelitian memberika gambaran bahwa Kekuatan internal agribisnis belimbing madu terdiri dari enam faktor dengan tiga faktor yang memiliki bobot dna rating tertinggi meliputi : 1) Pendapatan usahatani belimbing madu yang tinggi, 2) Adanya pelatihan dan pembinaan dari pemerintah dan 3). Ketersediaan sarana produksi yang mudah diakses oleh petani.  Selanjutnya kelemahan agribisnis belimbing madu terdiri dari lima  faktor dengan tiga faktor yang memiliki bobot dna rating tertinggi meliputi: 1) Kurang tersedia tenaga kerja dalam agribisnis belimbing madu, 2)  SDM petani belimbing madu mayoritas masih rendah, dan 3) Kuantitas buah belimbing madu yang masih rendah.  Faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman agribisnis belimbing madu  meliputi 1) Perkembangan teknologi (internet/web) sebagai media promosi, 2) Potensi alam yang sangat sesuai untuk budidaya belimbing madu, 3) Permintaan belimbing madu yang semakin meningkat 4) Pasar yang masih terbuka, 5) Faktor perubahan iklim 6) Persaingan dengan buah lain dan 6) Semakin berkurangnya lahan pertanian.  Hasil analisis QSPM mengasilkan empat  strategi utama pengembangan agribisnis belimbing madu meliputi: 1) Penerapan SOP untuk pengoptimalan kapasitas produksi, 2) Melakukan intensifikasi pertanian utuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah belimbing madu, dan 3) Meningkatkan kompetensi SDM dan Penguatan Modal Meningkatkan kompetensi SDM dan Penguatan Modal

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Mind Map melalui Google Clasroom pada Mata Pelajaran Elektronika dan Mikroprosesor di SMK Telkom Makassar

    Get PDF
    This study is a research development, which aims at discovering: a) the learning conditions of Electronics and Microprocessor subject at SMK Telkom Makassar before applying it, b) the process of developing Mind Map-based learning tools through Google classroom in Electronics and Microprocessors subject, c) the results of the development of Mind Map-based learning tools through Google classroom in Electronics and Microprocessors subject, d) whether the Mind Map-based learning tools through Google classroom that have been developed are valid, practical, and effective being used in Electronics and Microprocessors subject at SMK Telkom Makassar. The development model used in this study was a modified development model by Borg & Gall. The steps in developing the learning tools consisted of 5 stages namely, (1) initial research and information gathering; (2) planning; (3) developing the initial product format; (4) product revisions; (5) field trials. The results of the study are: a) the observation result before the research being conducted, the researcher discovered that not all students have good response during the learning process, b) the learning tool developed had been validated by two experts with revision so that it is feasible to be used. The trials were conducted three times, namely one to one trial, small group trial, and large group trial, c) the products being produced are in the forms of learning tools consisted of syllabi, lesson plans, teaching materials, LKPD, media and learning assessment instruments, d) the results of the study show that learning using Mind Map-based learning tools through google classroom is stated as valid, practical, and effective with an average percentage of validity criteria namely media validation 96.87%, teaching material validation 91.04%, RPP validation 86.95%, LKPD validation 83.63%, practicality criteria shows students’ response 90.24%, teacher’s response 93.45%, and effectiveness criteria that 100% implementation is in very effective category

    BETON BERPORI DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT KASAR

    Get PDF
    Ukuran agregat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kuat tekan beton berpori. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara ukuran agregat, kuat tekan, struktur pori, permeabilitas dan kemudian memahami pengaruh ukuran agregat terhadap kuat tekan beton berpori. Sebanyak tiga ukuran agregat kasar 5-10 mm, 10-20 mm dan 20-30 mm disiapkan. Pada penelitian ini dibuat dua variasi kombinasi agregat kasar. Variasi 1 untuk kombinasi agregat kasar ukuran 5–10 mm dan 10–20 mm. Variasi 2 untuk kombinasi ukuran agregat kasar 20–30 mm dan 10–20 mm. Untuk setiap variasi dengan kombinasi pencampuran 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan komposisi 50%:50% pada Variasi 1 meningkat pesat dengan ukuran agregat 10-20mm dan 5-10mm dengan nilai 22,40 MPa yang memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia yaitu Kelas B (aplikasi taman parkir). Sedangkan penggunaan agregat ukuran 100% seragam memiliki kuat tekan yang rendah

    Analisis Kebutuhan Lubang Resapan Biopori Pada Daerah Rawan Banjir Di Kelurahan Batu Ampar

    Get PDF
    Salah satu wilayah rawan banjir yang ada di Kota Balikpapan adalah daerah Kelurahan Batu Ampar. Masalah yang dapat ditimbulkan oleh banjir sangat merugikan masyarakat, oleh karena itu perlu solusi agar banjir yang terjadi khususnya di daerah Kelurahan Batu Ampar dapat teratasi. Salah satu metode untuk mengurangi potensi banjir adalah dengan pembuatan lubang resapan biopori (LRB). LRB dapat digunakan untuk meningkatkan infiltrasi air pada tanah dengan cara pembuatan lubang resapan. Metode yang dilakukan untuk menentukan jumlah kebutuhan LRB pada Kelurahan Batu Ampar yaitu observasional kuantitatif. Terdapat tiga lokasi yang menjadi daerah rawan banjir pada Kelurahan Batu Ampar. Pada ketiga lokasi dilakukan perhitungan laju infiltrasi pada lubang resapan biopori menggunakan alat double ring infiltometer dan didapatkan laju infiltasi lokasi 1 adalah 0,108 m3/jam, laju infiltasi pada lokasi 2 adalah 0,087 m3/jam, dan laju infiltrasi pada lokasi 3 adalah 0,105 m3/jam. Pada ketiga lokasi pengamatan ditentungan juga debit air limpasan menggunakan periode ulang hujan 2 tahunan didapatkan debit limpasan pada lokasi 1 adalah 263 m3/hari, debit limpasan lokasi 2 adalah 933 m3/hari, dan debit limpasan lokasi 3 adalah 46 m3/hari. Berdasarkan luas wilayah, laju infiltasi, dan debit limpasan didapatkan keperluan jumlah lubang resapan biopori pada Kelurahan Batu Ampar pada lokasi 1 adalah 2.442 buah, lokasi 2 adalah 10.635 buah, dan lokasi 3 adalah 47 buah

    Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di Pulau Jawa Tahun 2013-2022

    Get PDF
    Problematika sosial mengenai kemiskinan adalah problematika yang disebabkan oleh faktor ekonomi, yakni tidak meratanya penyaluran pendapatan dan rendahnya kemampuan sumber daya manusia. Kemiskinan melanda negara berkembang bahkan juga melanda negara yang maju. Indonesia merupakan negara berkembang dalam mengupayakan untuk meminimalisir angka kemiskinan. Pulau Jawa menempati peringkat tertinggi dalam angka kemiskinan disebabkan oleh jumlah penduduk berkembang secara pesat dan tak terbatas sehingga ketersedian lapangan kerja tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran terhadap kemiskinan pada tahun 2013-2022. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Model pilihan terbaik yang digunakan untuk menganalisis data panel, yaitu Model Random Effect. Dalam penelitian ini menggunakan Eviews 9 sebagai alat untuk menganalisis. Menurut hasil penelitian parsial ditemukan bahwa pendapatan asli daerah memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan, pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan serta pengangguran memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran mempengaruhi terhadap kemiskinan

    ANALISA DAVIES BOULDIN INDEX (DBI) DALAM PENGELOMPOKAN DAERAH RAWAN LONGSOR

    Get PDF
    Bencana alam dapat mengancam seluruh wilayah di Indonesia baik di daratan, pegunungan, maupun pesisir. Bencana alam berpotensi merusak lingkungan, merugikan harta benda, dan menimbulkan korban jiwa. Mitigasi bencana tanah longsor masih belum optimal di Balikpapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan pengelompokan tingkat kerawanan tanah longsor di 34 kecamatan. Pengolahan data menggunakan algoritma K-Means dengan tool Rapid Miner. Dalam pengelompokan daerah dilakukan pengujian dari jumlah kluster= 2 hingga kluster=5. Kemudian dilakukan analisa melalui nilai Davies Bouldin Index (DBI) untuk mengetahui hasil pengelompokkan terbaik. Dari hasil analisa didapatkan nilai DBI paling terbaik adalah pengelompokkan daerah sebanyak 2 yakni rawan dan tidak rawan dengan nilai DBI sebesar 0,001. Kelurahan yang termasuk dalam kelompok daerah rawan bencana longsor adalah kelurahan Sepinggan dan sedangkan 33 kelurahan lainnya termasuk dalam kelompok daerah tidak rawan.Kata kunci:Davies Bouldin Index, landsland-prone, clusterisation, k-meansABSTRACTNatural disasters can threaten all regions in Indonesia, both on land, mountains and coasts. Natural disasters have the potential to damage the environment, harm property and cause loss of life. Landslide disaster mitigation is still not optimal in Balikpapan. Therefore, it is necessary to carry out research to produce a grouping of landslide vulnerability levels in 34 sub-districts. Data processing uses the K-Means algorithm with the Rapid Miner tool. In regional grouping, testing is carried out from the number of clusters = 2 to clusters = 5. Then analysis is carried out using the Davies Bouldin Index (DBI) value to find out the best grouping results. From the analysis results, it was found that the best DBI value was grouping areas into 2, namely vulnerable and not vulnerable with a DBI value of 0.001. The sub-district that is included in the group of areas prone to landslides is Sepinggan sub-district and 33 other sub-districts are included in the non-prone area group..Keywords: Davies Bouldin Index, tanah longsor, klusterisasi, k-mean

    Maximum Power Point Tracking Berbasis Fuzzy Logic Control Pada Heater Mini Sauna di Masa Pandemi

    Get PDF
    Pada masa pandemi, kesehatan itu penting. Mandi uap dengan rebusan rempah di sauna dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar pernapasan. Namun pada umumnya heater di sauna memiliki daya yang sangat besar dan masih menggunakan sumber dari PLN, sehingga penggunaannya dapat menimbulkan biaya listrik yang cukup tinggi. Untuk menekan biaya yang tinggi dapat dimanfaatkan energi alternatif yaitu energi surya. Dengan keluaran PV yang tidak linier sehingga tidak dapat menghasilkan daya yang maksimal, maka dapat menggunakan metode yang disebut maximum power point tracking (MPPT) yang digunakan untuk mencari titik daya maksimum sehingga akan meningkatkan efisiensi daya keluaran pada PV. Oleh karena itu, akan dibuat alat optimasi daya (MPPT) dengan menggunakan metode kendali logika fuzzy untuk mengendalikan DC-DC Cuk Converter. MPPT kontrol logika fuzzy disimulasikan menggunakan MATLAB dengan 2 kondisi yaitu menggunakan 3 fungsi keanggotaan dan 7 fungsi keanggotaan. Didapat hasil bahwa penggunaan 3 Mf hanya dapat meningkat sebesar 97,5% sedangkan penggunaan 7 Mf meningkatkan nilai daya maksimum sebesar 99% pada iradiasi 1000 W/m2, yang mana menghasilkan daya keluaran mendekati daya maksimum pada spesifikasi pada PV

    Penilaian Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran dengan Menggunakan Metode DRASTIC di Daerah Imbuhan Cekungan Air Tanah Jakarta

    Get PDF
    The CAT Jakarta is a critical water resource that extends across several provinces in Indonesia, covering DKI Jakarta, Banten, and West Java. This basin comprises both recharge and discharge areas that support human settlements and various economic activities. The recharge area in CAT Jakarta covers 321.4 km2 and is densely populated, raising concerns about groundwater contamination. The study used the DRASTIC method to assess groundwater vulnerability, with seven parameters: Depth to Water Table (D), Net Recharge (R), Aquifer Media (A), Soil Media (S), Topography (T), Impact of the Vadose Zone (I), and Hydraulic Conductivity of the Aquifer (C). The vulnerability index obtained that 36.51% of the research area has a low vulnerability level, with values ranging from 101 to 119. The remaining 63.49% has a medium level of vulnerability, with values ranging from 120 to 157. These results suggest that the CAT Jakarta recharge area is at risk of contamination from pollutants with low to moderate intensity. Therefore, it is crucial to monitor and regulate activities that involve the use of groundwater in the area to prevent contamination. This study can guide policymakers and stakeholders in implementing effective management strategies for sustainable groundwater utilization in the CAT Jakarta basin

    EFEKTIVITAS MESIN PACKAGING DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN SIX BIG LOSESS

    Get PDF
    CV.PDM adalah industri pengolahan aneka produk pangan berupa susu kambing. Dalam proses pengolahannnya dibutuhkan beberapa mesin seperti,  mesin packaging, mesin coding dan mesin mixing yang setiap harinya beroperasi. Dari ketiga mesin tersebut mesin packaging sering mengalami kendala berupa sensor erorr, elemen pemanas putus, sealer pemanas kurang maksimal hal ini terjadi dalam kurun satu hari bisa 2 sampai 3 kali rusak dikarenakan pengaruh umur mesin dan juga kemampuan pekerjanya yang kurang. Sebuah mesin dikatakan baik apabila dapat berfungsi dengan efektif dan efisien dalam menghasilkan produk atau output dari prosesnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  tingkat efektivitas pada mesin packaging serta mencari faktor penyebab rendahnya efektivitas atau kerugian pada mesin packaging. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE), OEE merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin  atau peralatan yang terdiri dari tiga rasio yaitu Availability, Performance Efficiency dan Rate of Quality kemudian Six Big Losess digunakan untuk mencari losess yang menyebabkan rendahnya efektivitas atau kerugian pada mesin yang terdiri dari Breakdown, Setup and Adjustment, Idle and minor stoppages losess Reduceed speed, rework losess, yield losess dan untuk diagram pareto digunakan sebagai penentuan tingkat yang paling dominan dari OEE dan six big losess. Hasil perhitungan diperoleh nilai OEE sebesar 57% dengan  nilai availability 57%, performance 99% dan quality 100%. Dari nilai OEE tersebut diperoleh  faktor rendahnya disebabkan oleh nilai availability oleh karena itu rata rata  nilai OEE  tersebut masih belum memenuhi standart world class yaitu 85% dan untuk six big losess faktor yang paling dominan pada reducced speed  losess dengan nilai 42,32%. Dari nilai OEE  dan six big losess maka terdapat usulan perbaikan agar nilai efektivitas memenuhi standart world class.Kata kunci: Efektivitas, Overall Equipments Effectiveness,  Six Big Losess ABSTRACTCV.PDM is an industry processing various food products in the form of goat's milk. In the processing, several machines are needed, such as packaging machines, coding machines and mixing machines which operate every day. Of the three machines, the packaging machine often experiences problems in the form of sensor errors, broken heating elements, less than optimal heating sealer. This happens in the space of one day, it can be damaged 2 to 3 times due to the influence of the age of the machine and also the lack of ability of the workers. A machine is said to be good if it can function effectively and efficiently in producing products or output from the process. The aim of this research is to determine the level of effectiveness of packaging machines and to look for factors that cause low effectiveness or losses in packaging machines. The method used to solve this problem uses Overall Equipment Effectiveness (OEE). causing low effectiveness or losses on machines consisting of Breakdown, Setup and Adjustment, Idle and minor stoppages loss reduced speed, rework loss, yield loss and for the Pareto diagram it is used to determine the most dominant level of OEE and six big losses. The calculation results obtained an OEE value of 57% with an availability value of 57%, performance 99% and quality 100%. From the OEE value, the low factor is obtained due to the availability value, therefore the average OEE value still does not meet world class standards, namely 85% and for the six big losers, the most dominant factor is reduced speed loss with a value of 42.32%. From the OEE and six big losses values, there are suggestions for improvements so that the effectiveness values meet world class standards.Keywords: Effectiveness, Overall Equipments Effectiveness, Six Big Loses

    RANCANGAN PEMELIHARAAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 WORKSHOP ALAT BERAT POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN

    Get PDF
    Pemeliharaan merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang digunakan untuk menjaga inventaris baik berupa peralatan maupun sarana prasarana sehingga membuat peralatan tersebut dapat digunakan sesuai maksud dan tujuannya. Politeknik Negeri Balikpapan memiliki beberapa fasilitas dalam menunjang kegiatan pendidikan salah satunya adalah Workshop Alat Berat. Kegiatan yang ada di Workshop Alat Berat seperti praktikum mahasiswa, penelitian dosen dan pengabdian kepada masyarakat seluruhnya menghasilkan limbah B3. Akan tetapi, pengelolaan dan pemeliharaan terhadap limbah B3 yang ada di Workshop Alat Berat belum dilakukan secara maksimal. Permasalahan yang ada masih tercampurnya limbah dengan karakteristik berbeda dikarenakan kurangnya tempat pembuangan limbah serta belum terpasang label limbah B3 yang ada di tempat pembuangan limbah B3 secara menyeluruh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis sumber kegiatan penghasil limbah, pembagian karakteristik limbah B3, dan dampak yang ditimbulkan dari limbah B3 yang dihasilkan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang konsep pemeliharaan dan pengelolaan limbah B3 secara optimal dengan melakukan pengadaan tempat pembuangan limbah B3, melakukan pemasangan simbol pada tempat pembuangan limbah B3 dan pembuatan jadwal pemeliharaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah  optimalnya pemeliharaan dan pengelolaan limbah B3 yang ada di Workshop Alat Berat Politeknik Negeri Balikpapan.Kata kunci :limbah, pemeliharaan, pengelolaan, workshop, karakteristik ABSTRACTMaintenance is an activity or activity used to maintain inventory in the form of equipment and infrastructure so that the equipment can be used according to its aims and objectives. Balikpapan State Polytechnic has several facilities to support educational activities, one of which is the Heavy Equipment Workshop. Activities at the Heavy Equipment Workshop, such as student practicums, lecturer research and community service, all produce B3 waste. However, management and maintenance of B3 waste in the Heavy Equipment Workshop has not been carried out optimally. The existing problem is that waste with different characteristics is still mixed due to the lack of waste disposal sites and the B3 waste labels not being fully installed at the B3 waste disposal sites. The method used in this research is to analyze the sources of waste producing activities, the distribution of B3 waste characteristics, and the impacts resulting from the B3 waste produced. Therefore, the aim of this research is to design a concept for optimal maintenance and management of B3 waste by procuring a B3 waste disposal site, installing symbols at the B3 waste disposal site and creating a maintenance schedule. The results obtained from this research are optimal maintenance and management of B3 waste in the Balikpapan State Polytechnic Heavy Equipment Workshop.Keywords : waste, maintenance, management, workshop, characteristics

    628

    full texts

    690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇