Portal E-Jurnal Poltekba (Politeknik Negeri Balikpapan)
Not a member yet
690 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN EFISIENSI KINERJA MANAJEMEN RT MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUKUN TETANGGA (RT) BERBASIS WEBSITE DENGAN NOTIFIKASI TELEGRAM
Rukun Tetangga adalah lembaga yang dibentuk oleh musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam rangka pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah atau Lurah. Rukun Tetangga (RT) berfungsi untuk meningkatkan peran, pelayanan, kesejahteraan dan partisipasi masyarakat. Berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan oleh RT tersebut adalah mengolah berbagai macam data tentang administrasi warga, penyedia informasi, pengolahan kegiatan warga dan lain sebagainya. Adaupun Masalah yang memang sering terjadi pada Rukun Tetangga yaitu: penyebaran informasi keuangan, berita dan pengelolaan surat menyurat masih menggunakan manual. Serta tidak adanya wadah untuk melakukan pengaduan dan kritik saran. Sistem informasi ini mengimplementasikan konsep Model-View-Controler. Sistem informasi ini akan memberikan akses yang mudah dan cepat kepada warga dan pejabat RT terkait berbagai informasi, memberikan pengaduan dan kritik saran, serta mempermudah dalam pengelolaan surat dan terdapat fitur notifikasi bot telegram yang dikhususkan pada menu pengaduan dan kritik saran. Keberhasilan sistem ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta mengatasi tantangan pelayanan masyarakat di era digital
KAJIAN PERBAIKAN TATA LETAK WORKSHOP DI PT UNITED TRACTORS SITE SEPARI
Workshop adalah tempat kerja atau juga bisa disebut bengkel, tempat tenaga kerja (mekanik, teknisi dan instruksi pelatihan) untuk melakukan kegiatan teknis dengan dukungan tools yang sesuai dengan bidang kerja. Perancangan tata letak workshop merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kinerja suatu Perusahaan. Hal ini dibuat untuk menciptakan kelancaran aliran bahan sehingga nanti dapat diperoleh aliran bahan yang efisien dan kondisi kerja yang teratur. Penelitian ini dirancang sebagai field research yaitu penelitian lapangan yang melibatkan pengumpulan data primer atau informasi yang baru dan terkait dengan kondisi nyata yang ada di lapangan. Adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara. Penulisan melakukan penelitian dan pengumpulan data pada saat On Job Training di PT. United Tractors site Separi. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah penumpukkan barang yang tidak teratur di dalam workshop penggunaan tiang bangunan yang masih menggunakan kayu. Demarkasi warna yang kurang jelas di dalam workshop juga merupakan permasalahan yang signifikan, menandai zona kerja, area berbahaya, dan jalur lalu lintas dapat mengakibatkan kebingungan dan resiko potensial bagi pekerja. Upaya yang di lakukan adalah dengan mengusulkan tata letak yang baru, pemberian demarksi warna, pengelompokkan area dan ketinggian atap.Kata kunci: Tata Letak, Workshop, UpayaABSTRACTThis Workshop is a workplace or can also be called a workshop, a place for workers (mechanics, technicians and training instructions) to carry out technical activities with the support of tools appropriate to the field of work. Workshop layout design is one of the factors that greatly influences the performance of a company. This is made to create a smooth flow of materials so that later can be obtained efficient material flow and regular working conditions. This research is designed as field research, namely field research that involves collecting primary data or information that is new and related to the real conditions that exist in the field. The methods used to collect data are observation, documentation, interviews. Writing conducted research and data collection during On Job Training at PT. United Tractors site Separi. One of the problems faced is the irregular accumulation of goods in the workshop using building poles that still use wood. Inadequate color demarcation within the workshop is also a significant problem, marking work zones, hazardous areas and traffic lanes causing confusion and potential risks to workers. The efforts made are by proposing a new layout, providing color demarcations, grouping areas and roof heights.Keywords: Layout, Workshop, Effor
UPAYA PENCEGAHAN RESIKO STUNTING PADA BALITA DAN PENCEGAHAN BENCANA KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK BALIKPAPAN BARAT
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia. Dampak stunting tidak hanya dirasakan oleh individu yang mengalaminya, tetapi juga berdampak terhadap roda perekonomian dan pembangunan bangsa. Salah satu kecamatan di Balikpapan yaitu Balikpapan Barat, merupakan wilayah yang memiliki penduduk yang padat. Kawasan pemukiman yang ada memiliki jarak yang sangat dekat dengan bibir pantai serta antara satu rumah dan rumah lainya banyak yang berhimpitan. Higiene sanitasi disana masih perlu ditingkatkan dan mendapat perhatian karena terkait dengan kasus stunting yang lumayan banyak. Tercatat dari laporan ahli gizi Puskesmas Baru Tengah, salah satu puskesmas yang ada di sana terdapat 43 balita yang mengalami stunting (PKM Baru Tengah, 2022). Selain itu Balikpapan Barat merupakan kawasan padat penduduk sering terjadi bencana kebakaran yang menghanguskan banyak rumah masyarakat. Hal ini dikarenakan jarak antara rumah masyarakat sangatlah dekat dan bentuk bangunan yang mayoritas terdiri dari kayu. Dalam penanganan permasalahan ini Tim Bina Desa Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) bersama mitra (Kelurahan dan Puskesmas Baru Tengah Balikpapan Barat) memberikan solusi yaitu dengan memberikan pelatihan serta praktik tentang Higiene Sanitasi kepada masyarakat di sekitar kelurahan dan puskesmas Baru Tengah Balikpapan Barat. Higiene Sanitasi merupakan upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Selain itu untuk mengurangi angka bencana kebakaran di wilayah Balikpapan Barat, tim Bina Desa juga akan memberikan pelatihan dan praktik tentang penanganan bencana kebakaran (fire fighting) dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta memberikan APAR disejumlah titik rawan terjadi bencana kebakaran.Kata kunci:stunting, sanitasi, pelatihan, fire fightingABSTRACTStunting is one of the nutritional problems that occurs in Indonesia. The impact of stunting is not only felt by the individual who experiences it, but also has an impact on the economy and national development. One of the sub-districts in Balikpapan, namely West Balikpapan, is an area that has a dense population. The existing residential area is very close to the beach and many houses are close together. Sanitary hygiene there still needs to be improved and receive attention because it is related to quite a lot of stunting cases. It was recorded from a nutritionist's report at the Baru Tengah Community Health Center that one of the community health centers there had 43 toddlers experiencing stunting (PKM Baru Tengah, 2022). Apart from that, West Balikpapan is a densely populated area where fires often occur which burn down many people's houses. This is because the distance between people's houses is very close and the majority of the buildings consist of wood. In handling this problem, the Balikpapan State Polytechnic Village Development Team (Poltekba) together with partners (New Tengah Subdistrict and Community Health Center, West Balikpapan) provided a solution, namely by providing training and practice on Sanitation Hygiene to the community around the Baru Tengah subdistrict and community health center, West Balikpapan. Sanitary hygiene is an effort to control risk factors for contamination of food, whether originating from food ingredients, people, places and equipment so that it is safe for consumption. Apart from that, to reduce the number of fire disasters in the West Balikpapan area, the Village Development team will also provide training and practice on handling fire disasters (fire fighting) with Light Fire Extinguishers (APAR), as well as providing APARs at a number of points prone to fire disasters.Kata kunci: stunting, sanitation, training, fire fightin
ANALISIS PENGARUH MINAT PENGGUNAAN E-WALLET PADA GENERASI Z DI KOTA BALIKPAPAN
Balikpapan adalah kota yang pesat akan kemajuan teknologi, salah satunya adalah penggunaan e-wallet di kecamatan Balikpapan, E-wallet merupakan server Uang Elektronik yang dalam proses penggunaannya harus terkoneksi terlebih dahulu dengan server penerbit. E wallet saat ini sangat popular digunakan untuk kalangan mahasiswa ataupun pekerja berumur 18-25 tahun. Berbagai variabel yang menjadi tolak ukur Generasi Z dalam hal penggunaan teknologi, yang dapat digunakan untuk menilai seberapa baik teknologi E-wallet diterima oleh Generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1998 dan 2005. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dalam bentuk angka, Dengan menggunakan metode kuantitatif, peneliti dapat memahami kuantitas sebuah fenomena yang dapat digunakan nantinya untuk perbandingan. Dari salahsatu pengujian hipotesis yang telah dilakukan menggunakan Structural Equation Model (SEM) menunjukkan hasil bahwa Effort Expectancy berpengaruh positif terhadap minat generasi Z menggunakan E-wallet, namun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat generasi Z dalam mengadopsi E-wallet.Kata kunci: Generasi Z di Kota Balikpapan, E-wallet, Effort Expectancy, Facilitating Conditions, Habit Hedonic, Motivation, Social Influence, Behavior Intention, Minat mengadopsi teknologiABSTRACTBalikpapan is a city that is experiencing rapid technological progress, one of which is the use of e-wallets in Balikpapan sub-district. E-wallets are Electronic Money servers which in the process of using them must first be connected to the issuing server. E-wallets are currently very popular among students and workers aged 18-25 years. Various variables serve as benchmarks for Generation Z in terms of technology use, which can be used to assess how well E-wallet technology is received by Generation Z. Generation Z is the generation born between 1998 and 2005. This research uses quantitative research methods. Quantitative research is research carried out by collecting data in the form of numbers. By using quantitative methods, researchers can understand the quantity of a phenomenon which can be used later for comparison. From one of the hypothesis tests that has been carried out using the Structural Equation Model (SEM), the results show that Effort Expectancy has a positive effect on Generation Z's interest in using E-wallets, but does not have a significant influence on Generation Z's intention to adopt E-wallets.Keywords: Generation Z, E-wallet, Effort Expectancy, Facilitating Conditions, Habit Hedonic, Motivation, Social Influence, Behavior Intention, Interest in adopting technology, Intention to use
Kajian Penamaan Kuliner di Balikpapan Menggunakan Teori Semantik Ogden-Richard
Fokus masalah pada penelitian ini merupakan terdapat perbedaan sistem penamaan usaha yang menghadirkan sebuah fenomena kebahasaan yang berkaitan dalam biang kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena kebahasaan dalam penamaan kuliner di Balikpapan. Bahasa dan kuliner merupakan bagian dari budaya. Namun, tidak banyak penelitian yang mengkaji kaitan ke dua hal tersebut. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian dikumpulkan dari 78 usaha berupa warung, café, restaurant, dan usaha atau bisnis kuliner lainnya. Data dikumpulkan dengan mengunjungi beberapa palaku bisnis kuliner untuk mendapatkan informasi mengenai alasan atau faktor yang memengaruhi pemberian nama pada menu tertentu. Instrumen pengumpulan data berupa kamera yang digunakan untuk mendokumentasikan nama makanan atau minuman unik. Nama-nama menu makanan dan minuman yang dikumpulkan dianalisis dari 3 aspek, yaitu (1) bentuk kebahasaan, (2) makna, dan (3) faktor yang memengaruhi penamaan kuliner. Analisis makna penelitian dilakukan dengan memanfaatkan teori semantik Ogden-Richard. Hasil penelitian menunjukkan pelaku usaha kuliner memberikan nama menu makanan dan minuman dengan berbagai bentuk kebahasaan, yaitu (1) menggunakan bentuk kata secara utuh, (2) menggunakan sistem singkatan, (3) menggunakan sistem campur kode, dan (4) membuat istilah baru (istilah buatan). Melalui fenomena kebahasaan tersebut kemudian ditemukan, mayoritas nama menu makanan dan minuman memiliki makna leksikal dan referensial. Meskipun demikian, ditemukan pula makna-makna nonreferensial dalam nama menu makanan dan minuman. Dalam memberikan nama makanan dan minuman, faktor bentuk atau tampilan, rasa, bahan, dan teknik pengolahan diketahui cukup mendominasi. Peneleitian ini menemukan pelaku usaha sengaja menggunakan bahasa secara kreatif untuk memberikan kesan atau ciri khas pada menu kuliner masing-masing
Travel Pattern Wisata Religi Di Jepara
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, suku dan jenis wisata yang indah untuk dinikmati. Destinasi wisata religi sangat diminati oleh wisatawan karena memberikan pengalaman baru berwisata secara spiritual dan kegiatan. pengembangkan di sektor pariwisata sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing pariwisata di Indonesia terutama di era globalisasi.peluang pengembangan Travel Pattern wisata religi perlu dikembangkan untuk mendukung pemerataan dan kemudahan untuk melakuakan wisata religi terutama wisata ziarah. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan Travel Pattern wisata religi di Jepara. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif analisis. Hasil Penelitian travel Pattern wisata religi di Jepara diperoleh kesimpulan yaitu: perlu dilakuan perencanaan paket wisata yang menarik, pembuatan pola dan model perjalanan yang murah dan efisien, akomodasi dan aksebilitas yang baik. Pembuatan pola perjalanan wisata religi Jepara dengan 3 pola perjalanan wisata : Complex neighbourhood, Chainingg Loop, En route stop over
Sistem Monitoring Jarak Jauh Kontrol pH Tanaman Selada Dengan Media Hidroponik
Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, sehingga pada hidroponik sangat membutuhkan air sebagai pengganti tanah untuk memenuhi nutrisi tanaman. Pengecekan nutrisi pada tanaman selada hidroponik sangat diperlukan, karena pertumbuhan bergantung pada nutrisi dan nilai pH yang ideal. Nilai pH yang ideal untuk tanaman selada adalah 6.00 – 7.00, sedangkan air pada hidroponik biasanya bersifat basa. Untuk mencapai nilai pH yang sesuai dengan tanaman, metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengecekan dengan pH meter lalu mencampurkan cairan asam atau basa hingga nilai pH sesuai dengan tanaman. Metode ini dianggap kurang efektif karena membutuhkan waktu yang lama dan keahlian khusus. Maka, dibutuhkan sistem otomatis yang membuat lebih efisien dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah memudahkan bagi para petani hidroponik dalam pemantauan dan penetralisir nilai pH air pada tanaman selada secara otomatis. Alat utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu sensor pH 4502C sebagai sensor pendeteksi nilai pH pada air, solenoid valve sebagai alat untuk menyalurkan cairan asam dan basa, relay sebagai pengatur arus masuk listrik dan ethernet shield sebagai media untuk menghubungkan arduino ke web server. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah sistem kontrol pH tanaman selada dengan media hidroponik yang dapat memberikan informasi terhadap pengguna melalui lokal intranet berbasis website sehingga dapat memantau kondisi tanaman. Hasil dari pengujian yaitu nilai pH pada tanaman selada turun menjadi 5,67 dimana pH awal pada tanaman selada yaitu 8.00, hal ini menandakan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik. Pengembangan kedepan diharapkan bisa diintegrasikan dengan aplikasi mobile
PEMBUATAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR DI POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
As we all know, technology is currently developing very rapidly. Almost all fields of work have used technology related to computer technology, including decision support systems. Based on observations that have been made at Poltekba, especially the Department of Electrical Engineering, the mentoring process is still constrained by the lack of appropriateness in the field of expertise between students and their supervisors. Where this can cause difficulty in consultation between supervisors and students regarding the work on the Final Project to be done. This study offers the implementation of a system that can be used to select prospective Final Project supervisors according to the student's field of expertise, namely designing a Decision Support System to determine the right prospective supervisor. Based on previous research in 2021, a suitable design and system for the selection of the final project supervisor is a Decision Support System with the Profile Matching method. Profile Matching assumes that there is an ideal predictor value that must be achieved, not a minimum value that must be passed, so this method is very suitable if used for the matching process. The results of this final project indicate that the system created has succeeded in choosing a supervisor who is in accordance with the theme taken by the students, with an accuracy rate of 100% between the suitability of manual calculations and system calculations. This is evidenced by comparing the manual calculation process with the system that has been created, where the ranking results show the same results.Keywords: Criteria, decision making, profile matching metho
Pemanfaatan Data Smartphone Untuk Prediksi Tingkat Risiko Gagal Bayar Debitur
The purpose of this study is to demonstrate that smartphone usage data can be used to make predictions and find the best classification method for Credit Scoring even if the sample dataset is small. The study used a classification algorithm to divide customers into paying and arrears customers using mobile data, and then compared the predicted results with the actual results. There are several related works that are publicly accessible where mobile data has been used for Credit Scoring, but all of them use much larger data samples. Small companies cannot use large data sets as used in previous studies. In this paper the author tries to argue that there is data smartphone has good predictive power even though the dataset is small. The author concludes that with a sample data consisting of smartphone data as many as 5,702 debtors can still predict credit risk well. The best classification method using random forest yielded a result of 0.68 AUC equivalent to a ratio of 0.36Keywords : credit scoring, classification, smartphone dat
Efisiensi Penyaluran Air Pada Saluran Tersier Daerah Irigasi Rawa Terantang Kabupaten Barito Kuala
Abstrak Daerah Irigasi Rawa Terantang merupakan salah satu daerah irigasi rawa yang ada di Kabupaten Barito Kuala. Irigasi ini bertujuan untuk menyalurkan dan mengalirkan air ke lokasi petak sawah atau pertanian. Luas lahan potensial yang ada yaitu kurang lebih seluas 3.020 Ha. Perhitungan Efisiensi dan kehilangan air dianalisia dengan menggunakan metode Debit Masuk dan Debit Keluar. Data–data yang dipakai dalam analisia ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran dengan pelampung dan current meter serta luas penampang pada saluran tersier. Hasil perhitungan data yang telah didapat sesuai dengan pengukuran dilapangan pada tanggal 03 Juni 2022 untuk debit aliran rata-rata diperoleh hasil dengan metode pelampung adalah 0,342 m3/detik dan metode current meter yaitu 0,424 m/detik. Untuk kehilangan debit air metode pelampung adalah 0,119 m3/detik dan current meter 0.145 m3/detik. Sedangkan untuk efisensi rata-rata metode pelampung yaitu 70,2 % dan metode current meter 70,2 %. Hasil Perhitungan efisiensi saluran tersier masih dibawah standart perencanaan irigasi Kp-01 sebesar 80%, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi saluran agar kinerjanya dapat lebih optimal. Kata kunci: Irigasi , Kehilangan air, Efisiens