Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Effectiveness of Multimodel Electronic Teaching Materials on Mechanical Waves to Enhance Problem-Solving Skills
This multimodel-based electronic teaching material is one of the innovations in supporting learning development to train problem-solving skills. The purpose of this study is to provide effective multimodel-based electronic teaching materials for use in learning. The ADDIE model is used in the research design which is a project of research and development. A total of 22 students of class XI MIPA 2 became the test subjects of this study. Data were obtained from the results of students' cognitive learning. Quantitative descriptive analysis was used for data analysis. The electronic teaching materials obtained were: (1) classified as effective, because the N-gain THB was in the high category; and (2) stated that it can be an alternative in training students' problem-solving skills, because the N-gain of problem-solving skills was in the medium category. In conclusion, the multimodel-based electronic teaching materials that were created are effective in physics learning to train students' problem-solving skills
Pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi dilatasi
Media pembelajaran digital dapat membantu siswa dalam memahami materi. Scratch dengan kemudahan dalam penggunaan dapat membantu guru untuk membuat media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi dilatasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket terbuka, angket tertutup, wawancara, dan dokumentasi untuk survei user acceptance test. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran ini telah diselesaikan dengan baik melalui tahapan MDLC serta memperoleh kategori sangat baik pada survei user acceptance test yaitu rata-rata 98,4% untuk angket terbuka dan 92,75% untuk angket tertutup. Namun, terdapat hal yang harus diperbaiki pada media pembelajaran yaitu peningkatan kualitas gambar serta diperlukan adanya penelitian lanjutan terkait efektifitas penggunaan media pembelajaran ini pada kegiatan belajar mengajar di sekolah
Identifikasi miskonsepsi siswa melalui hasil tes diagnostik four tier pada materi persamaan linear satu variabel di SMP Islam Al Azhar 48 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa yang teridentifikasi dari hasil tes diagnostik four tier dan faktor penyebab terjadinya miskonsepsi siswa pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B Imam Maliki di SMP Islam Al Azhar 48 Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes diagnostik, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes diagnostik four tier yang terdiri dari lima soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami tiga jenis miskonsepsi, yaitu: 1) Miskonsepsi klasifikasional berupa kesalahan dalam menentukan bentuk yang merupakan PLSV dan kesalahan dalam menentukan persamaan yang ekuivalen dengan PLSV yang diberikan; 2) Miskonsepsi korelasional berupa kesalahan dalam menginterpretasikan informasi soal ke dalam model matematika, kesalahan dalam menerapkan rumus keliling persegi panjang, ketidakmampuan dalam menyelesaikan soal menggunakan metode substitusi, ketidakamampuan dalam menyelesaikan soal menggunakan penjumlahan atau pengurangan kedua ruas dengan bilangan yang sama, dan kesalahan dalam menerapkan operasi bilangan bulat dalam perhitungan aljabar; 3) Miskonsepsi teoritikal berupa kesalahan dalam mendefinisikan PLSV, kesalahan dalam menyederhanakan persamaan dengan menerapkan sifat distributif, dan kesalahan dalam menyederhanakan persamaan dengan operasi aljabar. Adapun faktor penyebab terjadinya miskonsepsi siswa pada materi PLSV, yaitu: 1) pemahaman konsep dasar yang keliru; 2) alasan yang tidak lengkap atau salah; 3) pemikiran asosiatif, 4) intuisi yang salah; 5) kesalahan dalam memahami soal; 6) pengalaman belajar yang kurang
Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal eksponen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal eksponen ditinjau dari aspek pemahaman konsep, keterampilan prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang siswa SMA St. Arnoldus Janssen Kupang sebagai subjek penelitian, yang dipilih berdasarkan hasil tes dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian terdiri atas tes tertulis dan wawancara, sedangkan prosedur analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama melakukan kesalahan pada indikator pemecahan masalah pada soal nomor 2 serta melakukan kesalahan pada semua indikator pada soal nomor 3. Sementara itu, subjek kedua melakukan kesalahan pada aspek pemahaman konsep dan keterampilan prosedural pada soal nomor 1 serta melakukan kesalahan lengkap pada soal nomor 3. Secara umum, jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa berkaitan dengan kesalahan pemahaman konsep, keterampilan prosedural yang kurang memadai, dan strategi pemecahan masalah yang kurang efektif, terutama dalam penerapan sifat-sifat eksponen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menekankan pembelajaran berbasis pemahaman konsep serta memberikan latihan soal yang bervariasi untuk meningkatkan pemahaman konsep, kelancaran prosedural, dan kemampuan pemecahan masalah siswa
Literasi matematika siswa SMP Negeri Makassar ditinjau dari domain proses, konten, dan konteks PISA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa SMP Negeri di Kota Makassar berdasarkan tiga domain literasi matematika PISA, yaitu proses, konten, dan konteks. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif pada 12 SMP Negeri yang dipilih melalui stratified random sampling berdasarkan level sekolah. Instrumen penelitian berupa 12 butir soal uraian literasi matematika yang telah divalidasi dan memiliki reliabilitas Cronbachβs Alpha sebesar 0,812. Data dianalisis menggunakan estimasi interval untuk menentukan rata-rata kemampuan literasi matematika populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa secara umum berada pada kategori rendah dengan estimasi interval 7,16β8,18 dari skor maksimal 24. Pada domain proses, formulate dan interpret berada pada kategori rendah, sedangkan employ berada pada kategori sedang. Pada domain konten, Change & Relationship dan Space & Shape merupakan konten dengan kategori rendah. Pada domain konteks, scientific menjadi konteks dengan kategori terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan masalah kontekstual, memahami struktur matematika, dan menafsirkan solusi ke dalam situasi nyata. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pemodelan matematika, pemberian soal kontekstual yang variatif, serta penguatan materi geometri dan fungsi berdasarkan situasi kehidupan sehari-hari
Pengaruh Pupuk Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis J.) Dan Kotoran Burung Walet (Collocalia vestita) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) : Sebagai Penunjang Praktikum Materi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit (Elaeis guineensis J.) dan kotoran burung walet (Collocalia vestita) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat basah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk kompos tandan kosong kelapa sawit 75 gram dan kotoran burung walet 20 gram memberikan hasil terbaik pada semua parameter. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua jenis pupuk organik tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen secara signifikan. Kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar maupun kecil, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), dan C-organik, berperan dalam mendukung proses penting dalam tubuh tanaman seperti pembuatan makanan (fotosintesis), pembentukan sel baru, serta perkembangan dan pengisian buah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan alternatif pemupukan yang ramah lingkungan, memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan, serta mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan
Kandungan mineral tepung kulit dan jerami nangka (Artocarpus heterophyllus)
Peningkatan konsumsi buah nangka di Samarinda menyebabkan limbah kulit dan jerami nangka menumpuk. Salah satu penanganan limbah tersebut adalah dengan mengkonversinya menjadi tepung. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kandungan mineral tepung kulit dan jerami nangka. Tepung ini dibuat dengan merendam irisan tipis daging kulit dan jerami nangka dalam larutan NaHSO3 100 ppm dengan rasio 6:10 (b/v) selama 4 jam. Kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan menggunakan oven selama 16 jam pada suhu 60-70Β°C. Kulit dan jerami nangka kering dihaluskan dan diayak. Analisis kandungan mineral dilakukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil peenelitian menunjukkan bahwa kandungan Na, Ca, K, Mg, P, Zn dan Fe tepung kulit dan jerami nangka secara berturut-turut adalah 0,138Β±0,014%, 0,543Β±0,140%, 1,005Β±0,293%, 0,198Β±0,000%, 0,007Β±0,003%, 0,003Β±0,001 ppm, dan 0,011Β±0,001 ppm
Pengembangan Callytikya Berbasis Canva dan Genially Sebagai Media Pembelajaran IPAS di Kelas V Sekolah Dasar
This research is motivated by the lack of variety in the use of digital-based learning media in the classroom. The use of learning media in the classroom is still dominated by books and loaded in the form of text, especially in IPAS subjects so that students tend to be passive and less active in learning because the learning media used are less interesting and look less real. This study aims to explain the media development process, media feasibility, and effectiveness of the media. This research uses the Research and Development method with the ADDIE model which consists of 5 procedures namely Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation. The research subjects were 23 fifth grade students of Al-Quds Samarinda Islamic Elementary School and the object was Callytikya learning media that had been developed. Callytikya is the name of the product developed by the researcher which stands for Canva Genially Geographical Characteristics of Indonesian Regions. Data collection techniques use observation, interviews, and questionnaires. The data analysis technique uses quantitative descriptive data analysis. The research findings are as follows: (1) produce a product called Callytikya, namely learning media based on Canva and Genially; (2) Callytikya learning media has met the eligibility criteria (eligibility of material experts 88%, media experts 92%, and linguists 90%) with a very feasible category; (3) Callytikya learning media has met the criteria
Pengaruh Media Berbasis Permainan Edukatif Wordwall Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran IPAS
The low critical thinking skills of fifth-grade students at a private elementary school in Samarinda, especially in the IPAS (Social Studies and Science) subject, led to this research to examine the effect of the word wall-based educational game media on the studentβs critical thinking skills. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a nonequivalent control group design. The sampling technique used in this study is saturated sampling, where the entire population of fifth-grade students is selected as the research sample. Data in this study were collected through questionnaires, tests, and documentation. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, independent sample t-tests, and n-gain score tests. The result shows that the significance value in the independent sample t-test is 0.002 Β 0.005, indicating a significant effect of word wall-based educational game media on studentsβ critical thinking skills in the IPAS subject. Furthermore, the word wall media is effective in improving studentsβ critical thinking skills, with an experimental class n-gain score of 0.48 (moderate category) and a control class n-gain score of 0.27 (low category). The findings of this study suggest that the use of Wordwall media can enhance student motivation and engagement in the learning process, which can subsequently contribute to the improvement of their critical thinking skills. Based on these findings, the researcher recommends that future studies explore other learning materials or topics as a focus for research so that the findings can be more varied
Analisis Kebutuhan dan Implementasi Dukungan Pembelajaran Sosial Emosional pada Mahasiswa Terapi Wicara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan implementasi dukungan pembelajaran sosial emosional pada mahasiswa terapi wicara. Pembelajaran sosial emosional merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan hubungan interpersonal, yang penting dalam profesi terapi wicara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan penelitian adalah mahasiswa diploma tiga Program Studi Terapi Wicara Politeknik Al-Islam Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional mahasiswa, terutama dalam hal pengelolaan emosi, empati, dan komunikasi interpersonal. Implementasi pembelajaran sosial emosional telah dilakukan melalui pelatihan keterampilan komunikasi, simulasi kasus, dan mentoring, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam kurikulum. Hambatan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan bagi dosen, dan minimnya materi ajar terkait pembelajaran sosial emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan pembelajaran sosial emosional perlu diperkuat melalui pengintegrasian dalam kurikulum, penyediaan pelatihan untuk dosen, serta pengembangan materi ajar yang relevan. Implementasi yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa terapi wicara dalam menjalankan perannya sebagai profesional di dunia kerja