Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Eksplorasi etnomatematika pada permainan tradisional kaneker di Desa Bitefa
Riset ini bertujuan guna mengeksplorasikan etnomatematika pada game tradisional kelereng di Desa Bitefa. Kategori riset yang digunakan merupakan riset kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber informasi dalam riset ini merupakan salah satu toko adat serta anak-anak yang melaksanakan game tradisional kelereng di Desa Bitefa. Metode pengumpulan informasi memakai observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen utama yang digunakan dalam riset ini periset sendiri dengan mengguakan perlengkapan bantu berbentuk pedoman observasi serta pedoman wawancara. Informasi tersebut dianalisis dengan metode analisis domain, analisis taksonomi, analisis komperensial serta analisis tema. Hasil riset ini membuktikan bahwa ada sebagian konsep matematika dalam game tradisional kelereng: 1). Etnomatematika dari permainan kelereng ditinjau dari struktur kelereng terdapat konsep bangun ruang berupa bola. 2). Etnomatematika ditinjau dari arena permainan terdapat konsep bangun datar berupa lingkaran dan segitiga. 3). Etnomatematika ditinjau dari aturan permainan kelereng terdapat konsep jarak. 4). Etnomatematika ditinjau dari pembidikan (kuti) kelereng terdapat operasi aljabar.
 
Pengaruh strategi PBL dan TPS terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi matematis
Metodologi pembelajaran dan bakat siswa adalah dua hal penting yang terus sebagai fokus pengajar. Pemecahan masalah dan komunikasi matematis merupakan dua keterampilan penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pendidikan matematika. Problem Based Learning (PBL) dan Think Pairs Share ialah dua metodologi pembelajaran yang bisa dipergunakan untuk mengajar matematika (TPS). Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh metodologi pembelajaran problem Based Learning serta Think Pairs Share terhadap kemampuan pemecahan masalah serta komunikasi matematis. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas IX MTs Negeri dua Medan, dengan populasi sebanyak 178 siswa dan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih dengan memakai teknik cluster sampling. Alat yang digunakan merupakan tes keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi matematis. Data diuji dengan menggunakan analisis varians dua arah dan uji t. Bila dibandingkan menggunakan teknik pembelajaran Think Pair Share, strategi pembelajaran berbasis masalah mempunyai dampak yang menguntungkan 7,264% lebih besar terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Sedangkan hasil tes kemampuan komunikasi matematika menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua metode pembelajaran tersebut.
 
Self-Efficacy of Civics Teachers in Developing Disciplined Characters in Students at the Integrated Islamic High School Daarul Hikmah Boarding School Bontang
The purpose of this study was to determine the Self-Efficacy of Civics Teachers in Developing Disciplined Characters in Students at the Islamic Integrated High School Daarul Hikmah Boarding School Bontang. This research uses a qualitative descriptive research type. This research was conducted from April to May 2022. The subjects of this study were PPKn teachers and students of class X and XI at the Islamic Senior High School in Daarul Hikmah Boarding School Bontang. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model. The validity of the data using data triangulation. The results of the study show that the Self-Efficacy of PPKN teachers in fostering student discipline is to become a professional teacher, then provide motivation and encourage students to behave according to the character of the discipline. External barriers are from parents and student awareness. Internal factors are difficulties in overall supervision. The efforts of PPKn teachers are to cooperate with school institutions in establishing school rules and providing sanctions. This research found that the PPKn teacher at the Islamic Senior High School in the Integrated Islamic Senior High School, Daarul Hikmah Boarding School, Bointang, had performed well in its role in cultivating the disciplined character of the students at the Islamic Senior High School, Daarul Hikmah Boarding School, Bontan
Establishment Of Student Character Through Scouting Extracurricular Activities In Junior High School 15 Samarinda
This study aims to determine the formation of student character through scout extracurricular activities, obstacles in the formation of student character through scout extracurricular activities, and efforts to overcome obstacles in student character formation through scout extracurricular activities. The research method uses a qualitative approach to describe the findings in the study. The type of research used is descriptive qualitative research. This research was conducted at SMP Negeri 15 Samarinda. The results of the study show that this activity is a mandatory activity held by the school because it can form positive character and values. Then this scout extracurricular activity also provides character education to students in the form of discipline, telling the truth, teamwork, and so on. Students' discipline can be seen when there are students who are late or late for this activity, then students will be given appropriate sanctions and will be advised so that students can come more on time or it is better to come long before the implementation of the activity. 2) There are 2 inhibiting factors, namely internal and external factors. Students' internal factors are students lazing around because they are tired and playing gadgets. Meanwhile, the obstacles from external factors are unsupportive weather. 3) Efforts to overcome obstacles in the formation of student character through scout extracurricular activities at SMP Negeri 15 Samarinda of course the coaches have various strategies in this extracurricular activity, namely approaching and giving sanctions to students who violate the rules that have been set. In addition, the coach implements this approach to students according to the student's condition and the coach provides sanctions to students by providing educational sanctions related to scouting material
Analisis Komparasi Perbedaan IPK Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Ditinjau Dari Gaya Belajar
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan prestasi akademik Mahasiswa selama perkuliahan. Nilai IPK dapat dipengaruhi oleh gaya belajar. Penelitian terkait perbedaan IPK Mahasiswa calon guru matematika berdasarkan gaya belajar penting dilakukan, mengingat pada gilirannya mereka akan menjadi ujung tombak keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparasi perbedaan nilai IPK Mahasiswa berdasarkan gaya belajarnya. Data diambil dari 111 Mahasiswa aktif yang masih mengambil mata kuliah. Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif lalu dilakukan pengujian asumsi. Karena data tidak memenuhi asumsi, maka dilanjutkan dengan analisis non parametrik yaitu Kruskal-Wallis. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tidak terdapat perbedaan nilai IPK Mahasiswa antar kelompok gaya belajar
Pemahaman Konsep Peserta Didik Kelas VII Pada Materi Segiempat
Permasalahan yang seringkali dialami peserta didik adalah kesulitan dalam memberikan solusi persoalan berdasarkan konsep. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil jawaban dan pemahaman konsep peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pembelajaran terkait bangun datar segiempat (jajargenjang dan persegi panjang) diberikan pada jenjang SMP yaitu pada kelas VII semester genap. Materi bangun datar segiempat penting untuk dikuasai karena merupakan dasar untuk mempelajari materi tingkat lanjut. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VII G MTs Al-Hidayah Karangploso. Data diperoleh dengan memberikan tes tertulis terkait bangun jajargenjang dan persegi panjang. Bentuk soal pemahaman konsep yang diberikan yaitu 5 butir soal yang telah divalidasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tes terkait pemahaman konsep peserta didik adalah 13,32 termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis per indikator pemahaman konsep yaitu peserta didik kurang dalam pengulangan konsep, peserta didik kurang dalam menyajikan permasalahan matematika dengan pengaplikasian konsep yang telah dipelajari, dan kurang dalam mengklasifikasikan berdasarkan objek-objek matematika sesuai konsep beserta langkah penyelesaiannya.
 
Kajian Etnomatematika Aktivitas Fundamental Matematis Pada Rumah Lamin Adat Pemung Tawai Suku Dayak Kenyah
Penelitian ini bermula dari permasalahan siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Lebih lagi banyak siswa yang tidak mengetahui penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, akibat zaman yang semakin berkembang banyak siswa yang tidak mengetahui ciri khas dari daerah mereka khususnya Kalimantan Timur. Tujuan pada penelitian ini yaitu melakukan kajian etnomatematika khususnya pada aspek aktivitas fundamental matematis yang terdapat pada rumah Lamin Adat Pemung Tawai Suku Dayak Kenyah. Hal ini dilakukan agar guru dapat mengaitkan pembelajaran matematika dengan kebudayaan setempat. Tidak hanya belajar matematika, tetapi guru juga dapat memperkenalkan budaya yang ada didaerah mereka melalui etnomatematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu Kepala Adat suku Dayak Kenyah dan Tetua Adat suku Dayak Kenyah Desa Pampang. Penelitian dilaksanakan di rumah Lamin Adat Pemung Tawai Desa Budaya Pampang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data observasi dan wawancara yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek aktivitas fundamental matematis pada rumah Lamin Adat Pemung Tawai Suku Dayak Kenyah yaitu counting, locating, measuring, designing, playing dan explaning. Rumah Lamin Adat Pemung Tawai juga memiliki konsep transformasi yaitu refleksi, translasi dan dilatasi pada ukiran dan lukisannya yang dapat dijadikan sebagai salah sumber belajar matematika di Sekolah Menengah Pertama.
 
Analisis Berpikir Kritis Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Segiempat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika di kelas VII D SMP N 24 Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan subjek. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pada siswa yang memiliki hasil tes tertinggi sehingga diperoleh subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa di kelas VII D SMPN 24 Samarinda. Objek penelitian ini adalah berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan 4 tahapan dari Jacob dan Sam yaitu klarifikasi (merumuskan pertanyaan permasalahan), asesmen (mengumpulkan dan menilai informasi), inferensi (menentukan urutan langkah-langkah penyelesaian dengan runtut), dan strategi (menentukan tindakan alternatif). Teknik pengumpulan data diawali dari observasi pada saat kegiatan pembelajaran matematika materi segiempat karena pada materi ini subjek mengenal jenis-jenis bangun datar segiempat secara keseluruhan, kemudian melakukan tes materi segiempat terakhir wawancara mengenai hasil tes yang telah diperoleh subjek. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman yang dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap klarifikasi subjek dapat merumuskan pertanyaan pada permasalahan baik dalam segi gambar maupun tulisan. Tahap asesmen subjek hanya menuliskan atau mengumpulkan beberapa informasi secara benar. Tahap inferensi subjek belum mampu menentukan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan sistematis. Dan tahap terakhir adalah tahap strategi di mana subjek belum memperoleh langkah alternatif penyelesaian yang mengarah pada solusi
 
Pemanfaatan Open Education Resource di UNISSA Brunei Darussalam
Penelitian ini mengevaluasi dampak positif program magang mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman di Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Mencermati pemanfaatan sumber pendidikan terbuka yang telah dilakukan di UNISSA Brunai Darussalam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan program Pendidikan ngumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mengakses informasi dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, dan media elektronik yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu, penelitian ini melibatkan kunjungan observasi langsung ke UNISSA Brunei untuk memahami secara lebih mendalam topik yang dibahas dalam artikel ini. Analisis data menggunakan library research untuk menyusun pemahaman yang komprehensif tentang masalah yang diteliti. Hasil studi ini mencakup empat hal penting. Pertama, program magang memberikan pemahaman lebih dalam tentang strategi pengajaran dan praktik terbaik di UNISSA. Kedua, melalui program ini, mahasiswa membangun jaringan akademik yang luas. Ketiga, mereka mengasah keterampilan interpersonal dan adaptasi budaya. Keempat, hasil magang melibatkan penerapan inovasi dalam pendidikan. Program magang ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan
Implementasi Program Sekolah Penggerak dalam Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi satuan pendidikan yang berfokus pada pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistik mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Sekolah Penggerak dalam Kebijakan Pendidikan Merdeka Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah bahwa implementasi sekolah penggerak SD Latihan YBBSU Balikpapan dilaksanakan sesuai dengan lima bentuk intervensi pemerintah. Intervensi pada dasarnya menjadi bentuk penguatan kapasitas pada level individu, organisasi dan sistemik untuk meningkatkan kualitas Pendidikan. Tantangan pelaksanaan program ini adalah penguatan kapasitas dalam level sistemik dan SDM sekolah. Faktor pendukung SD Latihan YBBSU Balikpapan, yaitu aset geografis, aset SDM, pemerintah daerah dan pemerintah pusat