Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Pengaruh Financial Technology Payment dan Self Control terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa
This research aims to determine whether fintech payment and self-control have a significant effect on the financial management behavior of students. The sampling technique used is proportional random sampling. Data collection carried out was observation and questionnaires distributed to 146 Economics Education Students of Mulawarman University. The data analysis technique used multiple linear regression analysis. The results of the partial t-test of each fintech payment and self-control variable have a positive and significant effect on financial management behavior, then the results of the F test significantly show that fintech payment and self-control have a positive and significant effect on financial management behavior. The R Square value is 68.0%, which means that the remaining 32.0% is influenced by other variables not examined in this study. And based on results t test analysis that has been done by the researcher obtained is partial influence and significant between Self control and Financial Management Behavior on student of Economics Education at Mulawarman Universit
Minat Siswa SMK dalam Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
The research in this thesis is motivated by the still low interest of vocational school students in continuing their education to tertiary institutions. Therefore, the focus of research in this thesis is how vocational school students are interested in continuing their education to college. This research aims to determine the interest of vocational school students in continuing their education to higher education at SMKN 1 Bengalon, East Kutai Regency. The type of research carried out was descriptive qualitative research. The informants in the research were class XII students. Data collection was carried out by direct observation and interviewing class XII students. Based on the research results, it shows that vocational school students' interest in continuing their education has increased. This can be seen from how students view career opportunities after graduating from college compared to just graduating from vocational school. Continuing education to college makes students believe that after graduating from college students will have greater opportunities in the field of work. Not only that, support from the surrounding environment influences the interest of students who want to continue their education and good academic aspects provide opportunities for students to be accepted at the desired university and study program
Analisis Gaya Belajar Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 008 Samarinda Ulu
Motivasi belajar adalah salah satu elemen krusial dalam proses pendidikan yang secara langsung mempengaruhi kesuksesan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar yang dimiliki siswa kelas 6D Sekolah Dasar Negeri 008 Samarinda Ulu dan dampaknya terhadap motivasi belajar mereka. Gaya belajar, yang umumnya terbagi menjadi visual, auditorial, dan kinestetik, dianggap memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana siswa menerima, mengolah, serta mengingat informasi yang diperoleh. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mendalami keterkaitan antara gaya belajar dan motivasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik memiliki kebutuhan motivasi yang berbeda. Guru yang mampu mengenali variasi gaya belajar ini dan menggabungkannya dalam metode pengajaran terbukti mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMAN 11 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas XII SMA Negeri 11 Samarinda melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang bersifat monoton dan minimnya keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik kelas XII SMA Negeri 11 Samarinda, terdiri dari 19 perempuan dan 10 laki-laki. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes evaluasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL berbantuan media podcast secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus I, rata-rata ketuntasan belajar mencapai 72%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 89%. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik
Analisis Tingkat Pengetahuan Terhadap Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan Pada Siswa SDN 04 Rasau Jaya
SDN 04 Rasau Jaya merupakan sekolah yang terletak di Desa Rasau Jaya Tiga yang termasuk dalam Desa/Kelurahan rawan Karhutla dan salah satu desa yang mengalami kebakaran hutan dan lahan terbesar kedua setelah Desa Rasau Jaya Dua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait bencana kebakaran hutan dan lahan pada siswa SDN 04 Rasau Jaya. Penelitian ini memakai penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis mengenai fakta dengan mencoba menggambarkan fenomena dengan secara detail sehingga peneliti dapat menjelaskan bagaimana pengetahuan bencana kebakaran hutan dan lahan pada siswa SDN 04 Rasau Jaya secara terstruktur dan dipakai sampel sebanyak 71 orang. Data diperoleh memakai instrumen tes dan, kemudian dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh persentase skor tingkat pengetahuan siswa sebesar 18% tinggi dan 82% sangat tinggi, dapat disimpulkan tingkat pengetahuan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan siswa SDN 04 Rasau Jaya yakni sangat tinggi
Continuity and Change of Silat Pelintau as a Cultural Heritage of the Tamiang Community in Aceh Tamiang Regency
Silat Pelintau is a traditional art of the Tamiang Malay ethnic community which originates from local wisdom and then became a performing art and underwent changes in function and use. Specifically, this research aims to determine the exact continuity and changes of Silat Pelintau in the Tamiang Malay community over several periods in Aceh Tamiang Regency. The research method used is descriptive qualitative. The continuity and changes of silat pelintau in the Tamiang Malay Ethnic community have connected periods within a certain period of time up to the present. The continuity of Silat Pelintau itself starts from colonialism, independence, the New Order, and up to the present
Cek Bocek Selesek Reen Sury Traditional Legal Community In Sumbawa (1512 – 2023)
This research aims to determine the history of the Cek Bocek indigenous community in Sumbawa and the fundamental differences between the general community in Sumbawa. This research uses the historical method. In this case, all documents considered important in the Cek Bocek traditional community will be used as one discussion narrated by taking the essence or main points. The existence of the Cek Bocek traditional community in Sumbawa began in 1492, and in 1512, the form of government of the Selesek chiefdom led by Dewa Datu Awan Maskuing began. The fundamental difference between the Cek Bocek Selesek Reen Sury indigenous community and other communities in Sumbawa lies in the language used, called the Berco language. The Cek Bocek indigenous communities have traditional institutions and mechanisms for meeting meetings, which are referred to as Rapulun Adat and are led by one traditional leader as tribal head, and have a jointly protected customary area which is outlined in a participatory map approved by the village government, and has different traditional rituals such as NABAR (Tulak Bala), Pungka Inu (customary forest welfare), zakat alms every post-harvest season, Enang Uran (asking for rain) in Tiu Mareng. Also, customary law rules and property are left behind to maintain ancestral tradition
The Influence of Sheikh Abdul Fattah in the Development of Islam in Natal City (1745-1855)
This article explores the pivotal role played by Sheikh Abdul Fattah in shaping the development of Islam in Natal City and its environs from 1745 to 1855. Initially, the populace of the South Tapanuli region was lacking in Islamic knowledge. However, with the advent of Sheikh Abdul Fattah, concerted efforts were made to enhance Islamic religious education. Through the establishment and nurturing of the Sheikh Abdul Fattah Private Islamic College (STAIS), he catalyzed profound transformations. STAIS was founded upon his return from studies in Makkah, where he effectively disseminated the knowledge acquired to his community in Natal. By implementing innovative approaches, STAIS Sheikh Abdul Fattah emerged as a beacon, attracting hundreds of students from Natal City and its vicinity, thus revolutionizing Islamic education in the area. The endeavor to cultivate a refined and progressive society became central to Sheikh Abdul Fattah's vision. Inspired by this ethos, he successfully revolutionized the landscape of Islamic education in Kota Natal, leaving an indelible mark on the expansion of religious knowledge and the advancement of Muslim civilization in the region
PELATIHAN MENJAHIT BUSANA WANITA DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILL: ANALISIS PERENCANAAN PROGRAM DI LKP RACHMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perencanaan program pengembangan keterampilan menjahit busana wanita di LKP Rachma. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, mengungkapkan proses perencanaan program pendidikan nonformal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan informan dari kepala LKP Rachma, instruktur, dan peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dimulai dengan identifikasi kebutuhan masyarakat, yang menjadi dasar dalam merancang program yang relevan dan menarik minat masyarakat. Proses rekrutmen peserta didik dilaksanakan setelah tahap persiapan program selesai, dengan promosi melalui berbagai media untuk menarik calon peserta. Proses ini menunjukkan bahwa perencanaan yang baik sangat penting untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan program pendidikan nonformal dan mencapai tujuan yang diinginkan
Pengaruh Persepsi Siswa Pada Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Guru Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 6 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa pada pelaksanaan pembelajaran matematika guru terhadap motivasi belajar matematika siswa SMP Negeri 6 Samarinda. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitaif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 6 Samarinda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam peelitian ini berupa angket persespsi siswa pada pelaksanaan pembelajaranm matematika guru dan angket motivasi belajar matematika siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan bantuan SPSS 26 dengan taraf signifikan 5% . Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara persepsi siswa pada pembelajaran matematika guru dan motivasi belajar matematika siswa yang ditunjukan dari nilai koefisien korelasi sebesar . Lebih lanjut ditemukan adanya pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa pada pembelajaran matematika guru dan motivasi belajar matematika siswa SMP Negeri 6 Samarinda yang ditunjukan oleh nilai sig. yang kurang dari 5% atau 0,007 < 0,05