Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Pemahaman Kurikulum Merdeka di Pendidikan Keguruan : Studi pada Calon Guru Sekolah Dasar
Kurikulum pendidikan formal, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar yang dinamis membuat tidak hanya guru, namun juga calon guru perlu dipersiapkan memahami kurikulum yang baru. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa calon guru sekolah dasar terkait kurikulum merdeka dan mengetahui pengalaman belajar mereka terkait kurikulum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, sehingga terfokus pada menjelaskan keadaan yang sebenarnya tanpa dilakukan perlakuan. Teknik random sampling digunakan untuk memperoleh sampel mahasiswa sebanyak 152 orang dengan tingkat semester berbeda. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa semester I, III, dan V memiliki tingkat pemahaman yang bervariasi terhadap kurikulum merdeka, namun semakin tinggi semester maka semakin besar kecenderungan mereka untuk memahami kurikulum merdeka. Sebagian besar pengalaman belajar kurikulum tersebut mereka peroleh dari hampir seluruh mata kuliah yang ada di program studi yang telah mengintegrasikan pemahaman kurikulum merdeka di dalamnya. Namun, penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada tingkat mahasiswa masih rendah
Analisis Standarisasi Laboratorium Fisika SMA Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi standar laboratorium fisika di tingkat SMA untuk mendukung pembelajaran efektif. Analisis penelitian difokuskan pada kelengkapan alat laboratorium fisika di Kecamatan Talisayan berdasarkan Permendiknas No 24 Tahun 2007, manajemen laboratorium fisika, dan standar tenaga laboratorium berdasarkan Permendiknas No 26 Tahun 2008. Penelitian dilakukan di dua sekolah, yaitu SMAN 3 dan SMAN 13 Berau, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan alat laboratorium fisika di kedua sekolah belum memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, manajemen laboratorium di masing-masing sekolah juga belum berjalan dengan baik. Sementara itu, tenaga laboratorium di SMAN 3 sudah memenuhi standar, sedangkan SMAN 13 belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya peningkatan jumlah dan kualitas peralatan, peningkatan keterampilan pengelola laboratorium untuk penggunaan peralatan yang efisien, serta pelatihan untuk staf laboratorium agar dapat menjalankan tugas dengan lebih efektif
Eksplorasi Persepsi dan Kesiapan Peserta Didik Sekolah Menengah terhadap Bencana Alam Lokal di Tengah Peristiwa Cuaca Ekstrem
Peristiwa cuaca ekstrem semakin berkontribusi terhadap bencana alam lokal, yang menimbulkan tantangan signifikan bagi masyarakat, terutama di wilayah rentan seperti Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan kesiapan peserta didik sekolah menengah terhadap bencana alam lokal di tengah peristiwa cuaca ekstrem. Menggunakan desain penelitian fenomenologis kualitatif, penelitian ini melibatkan 21 peserta didik sekolah menengah yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, yang memberikan wawasan mendalam tentang perspektif partisipan. Analisis tematik dilakukan dengan menggunakan kerangka Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peserta didik menunjukkan kesadaran dasar terhadap cuaca ekstrem, mereka menghadapi tantangan dalam memahami kaitan antara fenomena tersebut dengan bencana alam lokal. Kesiapan individu bervariasi, dan upaya mitigasi strategis terbatas, yang menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengetahuan dan perilaku proaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penting untuk mengintegrasikan pendidikan bencana yang disesuaikan dengan konteks lokal ke dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan ketahanan peserta didik, agar mereka dapat menghadapi risiko yang semakin meningkat akibat perubahan iklim
PENINGKATAN DAYA BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN KOTA BONTANG SEBAGAI KOTA INDUSTRI MELALUI PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA
By critically thinking, individuals are capable of analyzing anything around them. This can occur when an individual has applied critical literacy in their life. Literacy also impacts the environment, which can be implemented through knowledge, skills, attitudes, and behaviors. If students, especially those from Bontang City, can think critically and apply environmental literacy, then the ecological conditions of Bontang City will improve. This research aims to describe the extent of the influence of critical thinking and ecological literacy abilities of Bontang City students on the environmental conditions of Bontang City through Indonesian language lectures. This research was conducted using a qualitative method in the form of library research that uses books and other literature as objects. The results of this research indicate the extent of the influence of students on the environmental conditions of Bontang City through critical thinking and literacy abilities. If students' critical thinking and ecological literacy abilities are good, then the environmental conditions will be preserved
Analisis Semiotik Riffaterre pada Puisi "Malinau" Karya Korrie Layun Rampan
Sebuah karya sastra dianggap sebagai sarana dan wadah imajinasi pengarang, sehingga objek sastra dihubungkan dengan pengarang, latar pengarang penciptaan, dan konvensi lain yang memungkinkan adanya makna. Makna pada puisi dapat mengungkapkan beragam bentuk ketandaan yang membutuhkan ketelitian. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bentuk makna heuristik, bentuk ketidaklangsungan ekspresi puisi, bentuk makna hermeneutik, bentuk matriks, model, dan varian, serta hipogram puisi. Sumber data penelitian diperoleh dari puisi “Malinau” dalam antologi puisi Dayak! Dayak! Di manakah Kamu? karya Korrie Layun Rampan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode padan ekstralingual dengan teknik dasar pilah sebagai pembeda referen dan metode agih dengan alat penentu yang berasal dari bagian bahasa itu sendiri yakni bait pada puisi “Malinau” dengan menerapkan teknik lanjutan jenis sisip. Pada proses analisis data digunakan pendekatan kajian semiotik Riffaterre. Penelitian ini memperoleh hasil berupa (1) makna heuristik puisi yang menceritakan perjuangan dan perasaan seseorang dalam melakukan pencarian; (2) ketidaklangsungan ekspresi puisi terdiri dari pergantian arti oleh adanya penggunaan berbagai gaya bahasa; penyimpangan arti akibat ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense; penciptaan arti oleh penggunaan rima, enjambemen, dan tipografi; (3) makna hermeneutik puisi yang menggambarkan perasaan kegelisahan pencarian yang divisualisasikan dalam bentuk ungkapan kata-kata mengandung kiasan dan dituangkan seperti sebuah dinding yang mengeluarkan suara dan seperti burung laut yang terbang tak tahu arah; (4) matriks puisi ini adalah pencarian seseorang, model yang dinyatakan dengan pernyataan menanyakan seseorang dan varian puisi yang tertuang pada tiap bait pada puisi; (5) Hipogram potensial puisi ini berupa penjabaran matriks dan hipogram aktual berasal dari imajinasi pengarang saat berada di Palangkaraya serta teks yang berjudul Adam Berasal dari Borneo (Kajian Quran). Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pada puisi “Malinau” mengandung unsur-unsur semiotik Riffaterre.
Kata Kunci: Semiotik Riffaterre, Puisi, Korrie Layun Rampan
Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha
This study analyzes the influence of social media and entrepreneurship education on the entrepreneurial interest of Economics Education students at Mulawarman University. Using a descriptive method with a quantitative approach, data were collected from 100 students through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that social media has a positive and significant effect on entrepreneurial interest, with a t-Count of 2.377 > t-table 1.984, and a significance value of 0.019 < 0.05. Additionally, entrepreneurship education positively and significantly affects entrepreneurial interest, with a t-Count of 6.746 > t-table 1.984, and a significance of 0.000 < 0.05. Simultaneously, the use of social media and entrepreneurship education significantly influences entrepreneurial interest, with an f- Count of 71.229 > f-table 3.09 and a significance of 0.000 < 0.05. The conclusion of this study is that both social media and entrepreneurship education, individually and together, play an important role in enhancing the entrepreneurial interest of students
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Ide Pokok dan Ide Pendukung Teks Deskripsi di Kelas IX-B SMP Negeri 5 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ide pokok dan ide pendukung teks deskripsi di kelas IX-B SMP Negeri 5 Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif, yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas IX-B SMP Negeri 5 Samarinda melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang siswa kelas IX-B SMP Negeri 5 Samarinda. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kuantitatif berupa hasil tes pemahaman siswa sebelum dan sesudah penerapan model TPS, serta data kualitatif yang diperoleh melalui observasi, angket, catatan lapangan, dan wawancara mengenai keterlibatan serta tanggapan siswa terhadap pembelajaran TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TPS mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Siswa lebih aktif berdiskusi, bertukar pendapat, dan mampu mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung dengan lebih baik. Hal ini terlihat dari hasil tes yang menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pemahaman siswa sebesar 30% setelah penerapan model TPS. Dengan demikian, model TPS dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi teks deskripsi
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Melalui Pendekatan Sosial Emosional Pada Peserta Didik Kelas VI SDN 001 Samarinda Ulu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya nilai hasil belajar IPAS di kelas VI SDN 001 Samarinda Ulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS melalui pendekatan pembelajaran sosial emosional pada peserta didik kelas VI SDN 001 Samarinda Ulu tahun 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI SDN 001 Samarinda Ulu dengan jumlah 27 dan objek penelitian ini adalah hasil belajar IPAS. Observasi, tes, dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan persentase aktivitas guru dan peserta didik, ketuntasan hasil belajar, rata-rata, nilai akhir, dan peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pada pra siklus yaitu 62,40 dengan persentase tuntas 40,74%, pada siklus I menjadi 75,56 dengan persentase peningkatan hasil belajar sebesar 21,09% dan persentase tuntas sebesar 66,67%. Pada siklus II nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 86,07 dengan persentase peningkatan 37,93% dan persentase tuntas sebesar 85,18%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, disimpulkan bahwa terdapat adanya peningkatan hasil belajar IPAS melalui pendekatan pembelajaran sosial emosional pada peserta didik kelas VI SDN 001 Samarinda Ulu tahun pembelajaran 2024/2025
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Oleh Mahasiswa PPG PGSD Prajabatan Lintas Jurusan Pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) PGSD Prajabatan Lintas Jurusan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pembelajaran berdiferensiasi sangat penting dalam pendidikan dasar, karena memungkinkan guru menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan persepsi mahasiswa PPG lintas jurusan selama PPL. Wawancara dilakukan terhadap sejumlah mahasiswa yang melaksanakan PPL di beberapa sekolah mitra. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa lintas jurusan memiliki pemahaman teoritis tentang pembelajaran berdiferensiasi, banyak di antara mereka yang menghadapi tantangan dalam penerapannya. Tantangan tersebut meliputi adaptasi terhadap konteks pendidikan dasar, pengelolaan kelas dengan tingkat kemampuan yang beragam, serta keterbatasan pengalaman praktis. Faktor latar belakang akademis dan dukungan dari guru pamong serta sekolah mitra turut memengaruhi kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan dan pendampingan praktis untuk mahasiswa lintas jurusan agar lebih siap menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif di pendidikan dasar
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Pada Materi Pola Hidup Gotong Royong Dengan Menggunakan Metode Bermain Peran
Penelitian ini dilatar belakangi dengan rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV SDN 001 Samarinda Ulu Tahun Pembelajaran 2024/2025. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila materi pola hidup gotong royong dengan menggunakan metode bermain peran pada siswa kelas IV SDN 001 Samarinda Ulu tahun pembelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 001 Samarinda Ulu terdiri dari dua siklus yang dimana setiap siklunya terdiri dari 2 kali pertemuan dengan prosedur penelitian perencaan, pelaksaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, tes, dan dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data yaitu, rata-rata, persentase, peningkatan hasil belajar dengan indikator keberhasilan yaitu 75%.Hasil penelitian menunjukkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terlihat pada siklus I dengan nilai rata-rata 67,30 dengan persentase ketuntasan sebesar 50% dan persentase peningkatan pra siklus ke siklu I sebesar 23,08%. Hasil belajar siswa kembali mengalami peningkatan pada siklus II dengan memperoleh nilai rata-rata 85,15 dengan persentase ketuntasan sebesar 96,15 dan persentase peningkatan pra siklus ke siklus II sebesar 64,70%