Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    1842 research outputs found

    Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi Dan Penyusunan Modul Ajar Di SMPN 6 Balikpapan

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan penyusunan modul ajar di SMPN 6 Balikpapan. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh seluruh guru SMPN 6 Balikpapan. Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi kelompok, dan praktek langsung dalam penyusunan modul ajar. Para peserta sangat antusias dan aktif dalam setiap sesi, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk meningkatkan keterampilan mereka. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi dan kemampuan mereka dalam menyusun modul ajar yang lebih variatif dan sesuai dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di SMPN 6 Balikpapan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat kerjasama yang baik antara tim pelaksana, pihak sekolah, dan para peserta. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih personal dan inovatif

    Respon Calon Guru Fisika terhadap Physics Education Technology (PhET): Studi Kasus pada Mata Kuliah Termodinamika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon calon guru fisika terkait penggunaan simulasi PhET berbasis laboratorium virtual pada mata kuliah Termodinamika, khususnya materi bentuk dan perubahan energi. Angket diberikan kepada mahasiswa pendidikan fisika Universitas Mulawarman angkatan 2021 yang telah mengikuti praktikum termodinamika mengenai materi tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis, indikator tampilan PhET mendapatkan presentase sebesar 75% dengan kategori cukup baik. Indikator aksebilitas PhET mendapatkan presentase sebesar 71% dengan kategori cukup baik. Indikator substansi berbasis PhET mendapatkan presentase sebesar 75% dengan kategori cukup baik. Indikator isi materi mendapatkan presentase 77% dengan kategori baik. Indikator pemenuhan kebutuhan belajar mahasiswa mendapatkan presentase 79% dengan kategori baik. Indikator kemampuan materi dengan laboratorium virtual berbasis PhET mendapatkan presentase 73% dengan kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat  disimpulkan bahwa penggunaan simulasi PhET memberikan respon yang cukup baik dari calon guru fisika

    Analisis Soal Fisika Level HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Ujian Sumatif Kelas X SMA/MA di Kota Tarakan

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus untuk menganalisis soal ujian sumatif pelajaran Fisika SMA/MA kelas X di kota Tarakan dengan mengetahui dimensi proses kognitif soal HOTS dan dimensi pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian diambil dari 4 sekolah dengan teknik pengumpulan data yaitu lembar analisis soal. Hasil penelitian menunjukkan proporsi soal dari 4 sekolah tersebut berada pada dimensi proses kognitif dengan kategori level HOTS yang paling besar yaitu kategori soal C4 sebesar 11,6%, dan tidak ditemukan kategori soal C5 maupun C6. Sementara dari tinjauan dimensi pengetahuan, soal level HOTS yang berjumlah 10 butir soal masuk ke dalam kategori pengetahuan Prosedural yaitu sebanyak 9 butir soal, pengetahuan Konseptual sebanyak 1 butir soal, dan tidak ditemukan soal yang menggali pengetahuan Faktual maupun Metakognitif. Dengan demikian, soal level HOTS pada ujian sumatif diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk siswa

    Pemanfaatan media Educandy dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika Siswa kelas V Sekolah Dasar

    Get PDF
    Belum ada media pembelajaran menarik yang digunakan oleh Guru dalam pembelajaran matematika Sekolah Dasar Negeri 3 Waelata. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan menganalisis perbedaan antara movitasi dan hasil dari proses pembelajaran matematika Sekolah Dasar dengan penggunaan aplikasi, yaitu Educandy. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Dari total populasi Siswa sejumlah 40 orang, terbagi lagi ke dalam dua kelompok eksperimen dan kontrol yang tiap kelompoknya sejumlah 20 orang. Selanjutnya untuk memeroleh data motivasi digunakan angket dan nilai hasil pembelajaran digunakan tes. Perolehan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data mengungkapkan bahwasanya adanya perbebedaan cukup singnifikan dalam penggunaan aplikasi pembelajaran Educandy terhadap peningkatan motivasi dan nilai hasil pembelajaran Siswa. Dari hasil analisis ini dapat dinyatakan bahwa aplikasi Educandy begitu baik dipergunakan saat proses belajar matematika bagi Siswa Sekolah Dasar

    Video Animasi Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Adobe Flash yang Diintegrasikan dengan Powtoon Pada Materi Dinamika Atmosfer di SMA Negeri 1 Suwawa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi berbasis Adobe Flash yang diintegrasikan dengan Powtoon pada materi Dinamika Atmosfer. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Tahapan pengembangan meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Validasi media oleh ahli media, ahli materi, dan guru mata pelajaran Geografi. Implementasi dilakukan pada siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 Suwawa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis Adobe Flash yang diintegrasikan dengan Powtoon telah melewati uji validitas oleh ahli materi yang mendapatkan persentase nilai sebesar 88,88% (sangat valid). Hasil validasi ahli media diperoleh persentase nilai 86,36% (sangat valid). Validasi oleh Guru Mata Pelajaran Geografi memperoleh persentase nilai 95,78% (sangat Valid). Hasil respon siswa pada implementasi media diperoleh 83,29% memberikan respon yang sangat baik terhadap media pembelajaran  berbasis Adobe Flash yang diintegrasikan dengan Powtoon . Dengan demikian media tersebut dapat digunakan dalam proses pembelajaran dikelas terkait dengan materi dinamika atmosfe

    Pengaruh Model Pembelajaran Model Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial Di SMAN 13 Samarinda

    Get PDF
    Problem based learning is learning model that is considered capable of improving spatial thinking skills is the problem-based learning. This model is a learning model that is based on constructivism and accommodates student involvement in learning and engaging in contextual problem solving. This research was conducted with the aim of knowing the effect of the problem-based learning model on the spatial thinking skills of SMA Negeri 13 Samarinda class students in geography subject. The sample in this study consisted of 2 classes, namely class X IPS 1 as the experimental class using the problem based learning and class X IPS 2 as the control class using the discovery learning model. The data collection method was carried out using a test in the form of a pre-test and post-test. Based on the results of the analysis using the anova test, it can be seen that the sig values ​​(p-values) for the experimental and control classes were 0.000 and 0.001 respectively, which were smaller than the significance level of 0.05. It was concluded that problem based learning affects the ability to think spatially. &nbsp

    Upaya Kepala Dinas untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur

    Get PDF
    Setiap organisasi dipimpin oleh seorang pemimpin yang memegang peran kunci dalam menentukan arah serta tujuan dari organisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan program, strategi, dan hambatan kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kinerja pegawai. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Sub Bagian, Kepala Bidang, dan Kepala Seksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan kinerja pegawai melibatkan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), memberikan keteladanan, memberikan ruang untuk berdiskusi, menyelenggarakan kegiatan seminar, pelatihan, peningkatan etos kerja, semangat kerja, pencapaian target, dan kerjasama antar pegawai. Strategi yang diterapkan melibatkan kepemimpinan situasional untuk pegawai dengan tingkat komitmen kerja yang berbeda, peningkatan etos kerja, motivasi pegawai, instruksi pembuatan worksheet, kunjungan dan diskusi langsung dengan pegawai, serta penerapan gaya kepemimpinan demokratis. Faktor-faktor yang menjadi hambatan mencakup keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), keterampilan terbatas pegawai, kurangnya pengetahuan, dan keterbatasan penggunaan teknologi

    Perencanaan Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Negeri 21 Samarinda Berdasarkan Implementasi Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Perencanaan pembelajaran berdasarkan implementasi kurikulum merdeka memiliki beberapa hal baru yang secara tidak langsung membuat guru sebagai tenaga pendidik harus mempelajari bagaimana perencanaan pembelajaran dalam kurikulum merdeka agar dapat membuat perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan kebijakan baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rangkaian kegiatan perencanaan pembelajaran matematika di kelas VIII SMPN 21 Samarinda pada elemen geometri fase D. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitiannya adalah guru matematika yang mengajar di kelas VIII SMPN 21 Samarinda, sedangkan objek penelitiannya adalah perencanaan kegiatan pembelajaran matematika pada materi menyelidiki sifat-sifat bangun geometri dan segitiga. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rangkaian kegiatan perencanaan yang dilakukan oleh guru, yaitu (1) Menganalisis capaian pembelajaran untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, yang dalam hal ini guru memanfaatkan contoh yang disediakan oleh pemerintah untuk dikembangkan dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik; (2) Melaksanakan asesmen diagnostik kognitif, dan asesmen diagnostik non-kognitif gaya belajar yang dilakukan pada awal tahun ajaran baru dan sebelum memasuki lingkup materi baru; (3) Mengembangkan modul ajar dalam komunitas belajar guru matematika di SMPN 21 Samarinda. Secara keseluruhan rangkaian kegiatan perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika di SMPN 21 Samarinda telah sesuai dengan panduan pembelajaran dan asesmen oleh Kemendikbudristek

    The Controversy of The Hijab for Students in State Schools During the New Order Era (1978-1991)

    Get PDF
    Hijab is a form of identity for Muslim women. Muslim women are required to cover their nakedness from head to toe except for the face, palms and soles of the feet. The ban on wearing the head scarf in public schools was considered an act of Islamic activism and religious primordialism by the New Order government. Hijab is an Arabic term which means loose clothing that covers the genitals from the shoulders to the feet, so it doesn't form curves. The use of headcarves for female students in public schools stems from the influence of the ITB Salaman Mosque da'wah movement and the PII (Indonesian Islamic Students) organization. The Iranian revolution of 1979 has increased the enthusiasm of santri and Islamic values, including the widespread use of the head scarf among young women. The prohibition and discrimination of wearing the head scarf during the New Order led to a polemic for religious organizations. Therefore, this article will examine the relationship between Muslim organizations and the New Order government and discrimination in the use of the head scarf in educational institutions during the New Order. To answer this problem, the writing of the article will use a descriptive analysis approach and data collection by conducting a literature search

    Development of History Documentary Learning Media (VIDORA) on the '45 Struggle Monument in Gresik to Enhance Learning Motivation and Student Learning Outcomes in Class XI at Amanatul Ummah Senior High School, Surabaya

    Get PDF
    Ideal history learning is not merely about the process of transferring ideas or knowledge, which students then memorize. Rather, it involves a process of maturation for students to understand identity, self-awareness, and national character through the historical understanding that has been taught. This research has a general goal to produce VIDORA with a local history theme for the 11th-grade Indonesian history subject. The next goal is to improve learning outcomes and learning motivation in 11th-grade history learning at MA Amanatul Ummah. This research uses the ADDIE research model. Based on the research results, it is concluded that VIDORA is highly suitable for use as teaching materials in Indonesian history learning. Based on the research results in schools, there is an increase in learning outcomes from an average of 57.24 to 90.17. This indicates that all students have achieved mastery. Based on the results of the learning motivation questionnaire, a percentage of 82.21% was obtained

    1,605

    full texts

    1,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇