Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
DrDMembangun Karakter Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Untuk Anak Usia 5-6 Tahun Di Kelompok Bermain Getsemani Samarinda
Character values are very important for students at the school level, especially for young children. One method that can be used to implement character education is storytelling. Therefore, this research was conducted with the aim of understanding how to build character and what strategies can be used to develop the character of children aged 5-6 years through storytelling using storybooks at KB Getsemani. This research employed a qualitative descriptive method, with data collected through interviews with classroom teachers, the principal, and parents. In addition to interviews, observations and documentation were also carried out to gather data. The analysis technique involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research on building character education through storytelling for children aged 5-6 years at KB Getsemani, the results show that teachers have implemented storytelling methods along with certain steps. These steps were then evaluated using a rubric for assessing the implementation of storytelling in class. The results showed that 93% of the process aligned with the assessment guidelines. Moreover, the strategy used, namely the empirical learning strategy, also successfully influenced the children to remember and connect the activities with stories of goodness because it was done creatively and was not boring. From these results, it can be concluded that the application of the storytelling method and the use of empirical learning strategies succeeded in developing the character of children aged 5-6 years at KB Getsemani
Analisis Nilai Budaya Pada Naskah Memanda Raja Sultan Aji Khalifah Umar Panglima Kumbang
Penelitian ini membahas nilai budaya dalam Naskah Memanda Kutai berjudul Raja Sultan Aji Khalifah Umar Panglima Kumbang. Kajian ini berfokus pada lima aspek nilai budaya: hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri. Penelitian bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam naskah tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, pencatatan, dan analisis naskah. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi nilai budaya dalam cerita. Hubungan manusia dengan Tuhan tercermin melalui tokoh Raja yang patuh dan takut hanya kepada Allah SWT. Hubungan manusia dengan alam ditunjukkan oleh tokoh Hulubalang yang menggambarkan harmoni antara alam dan makhluk hidup. Hubungan manusia dengan masyarakat terlihat pada sifat Raja yang peduli terhadap rakyat tanpa membedakan status sosial. Hubungan manusia dengan orang lain tampak melalui tokoh Panglima Perang yang menunjukkan sikap tolong-menolong. Hubungan manusia dengan diri sendiri tercermin pada karakter Raja yang percaya diri, tegas, bertanggung jawab, dan taat kepada Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Naskah Memanda Kutai tidak hanya mencerminkan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menyampaikan pesan moral universal yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, memperkaya wawasan tentang budaya Kutai
Budidaya Tanaman Sayur Organik Di SDN 007 Sungai Pinang
Budidaya tanaman merupakan usaha pembibitan suatu jenis tanaman dengan cara-cara tertentu. SDN 007 Sungai Pinang merupakan salah satu instansi pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung program-program lingkungan hidup, kesehatan, dan pembelajaran praktis bagi peserta didiknya. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mengajarkan nilai-nilai berkelanjutan, sekolah ini telah berpartisipasi aktif dalam kepedulian terhadap lingkungan. Dalam pengamatan langsung pada lingkungan sekolah, diidentifikasi bahwa potensi lahan yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. Meskipun sekolah telah mengambil langkah-langkah menuju keberlanjutan, seperti pengelolaan sampah dan konservasi energi, namun kegiatan budidaya tanaman masih belum tergarap sepenuhnya. Dengan mempertimbangkan potensi lahan yang tersedia dan dukungan dari Kepala Sekolah proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pendidikan dan lingkungan di SDN 007 Sungai Pinang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan bertanam dengan teknik yaitu mencakup persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan di SDN 007 Sungai Pinang dan diikuti oleh beberapa peserta didik perwakilan dari setiap kelas sebanyak 20 peserta didik. Hasil evaluasi dari pelaksanaan kegiatan Budidaya Tanaman Sayur Organik di SDN 007 Sungai Pinang yaitu peserta didik mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dari penyampaian materi oleh narasumber terkait teknik budidaya sayuran organik serta dapat melakukan praktik langsung dengan menanam sayuran organik di lahan greenhouse yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan atau lokasi budidaya tanaman organik dengan teknik media tanam polybag atau sejenisnya, sehingga dari kegiatan budidaya tanaman ini peserta didik dapat belajar menciptakan suasana yang asri dan menyenangkan, serta mengembangkan lahan hijau di lingkungan sekolah
KAJIAN TENTANG PEMBELAJARAN PROGRAM KURSUS BAHASA INGGRIS DI LKP GHANESA KOTA SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pelaksanaan pembelajaran dalam program kursus Bahasa Inggris di LKP Ghanesa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pengelola, instruktur, dan peserta kursus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di LKP Ghanesa dimulai dengan pengkondisian awal untuk mempersiapkan peserta didik, dilanjutkan dengan apersepsi yang membantu menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan materi baru. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah untuk memberikan pemahaman awal, diikuti dengan metode praktek untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris peserta didik. Evaluasi dan tindak lanjut dilakukan untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran dan membantu peserta mengatasi kesulitan yang dialami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pendekatan dan metode yang tepat dalam pembelajaran dapat menghasilkan hasil yang maksimal dalam penguasaan bahasa Inggris
The Role of Fort Asa City as a Basic Defense of The Bima Kingdom in 1667
The resistance of the Bima people in defending the kingdom's territory from Dutch colonial colonialism has taken quite a long time, where Asakota Fort has an important role as a maritime defense strategy. The aim of this research is to find out the struggle of the Bima people against the VOC (Verenigde Oost Indische) government from the territory of the Bima kingdom. The results of the research show that the Asakota Fortress had an important role in defending the naval resistance attacks between the Bima kingdom and the VOC government, because it was located in a strategic place to repel VOC warships that wanted to enter the Bima kingdom's territory. Asakota Fort was built during the time of Sultan Abdul Khair Sirajuddin as a sea defense fort at the entrance to the Bima kingdom. At that time the Gowa-Tallo kingdom had been defeated by the Dutch Company and ended with the Bongaya agreement
Al-Jam’iyatul Al-Washliyah Educational Institutions (1930-2000): Existence, Typology of Education, and Its Issues
Al-Jam'iyatul Al Washliyah is an Islamic educational institution in Indonesia founded in 1930 in Medan, North Sumatra by Haji Mohd Arsyad Al Banjari, it aimed to disseminate Islamic teachings and strengthen the identity of Muslims in Indonesia. This research employs a literature study method relying on bibliographic sources from recent journal articles and books related to the core issues and data interpretation through expert insights with a constructive approach and content analysis interpretation. The scope of the study encompasses the period from the establishment of Al Washliyah in 1930 until the end of the 20th century, specifically the year 2000. Al Washliyah was established during the Dutch colonial period to unite Muslims and advocate for Indonesian independence. They demonstrated a high commitment to education by establishing schools and madrasas and forming the Education, Teaching, and Cultural Council. During the 14th Al Washliyah Congress, they formulated educational development plans focusing on household education, madrasa/higher education, and community education. The Al Washliyah management was dedicated to education, having its curriculum for madrasas
GUPPI Educational Institutions (1968-1992)
This research aims to examine the efforts of GUPPI in reforming Islamic education in Indonesia. This study employs a literature review methodology, utilizing a qualitative approach with a historical method. Data is collected through literature from various journals and relevant websites concerning the research subject. The findings reveal that GUPPI experienced fluctuations, both during the New Order era and the Reform era. During the New Order era, GUPPI saw institutional development in assets and territory, indicating significant progress due to its political ties with Golkar. However, GUPPI's idealism to further develop Islamic education stagnated during the Reform era. In the VII GUPPI Congress in 1998, GUPPI disaffiliated from the Golkar party and returned to being an independent organization. Post-VII and VIII Congresses from 2005 to 2011, GUPPI continued to grapple with internal issues and sought strategies for revival
Harmonizing Economic Principles, Islamic Values, and Entrepreneurial Attitudes for a Sustainable Environment
The pressing environmental challenges of climate change, resource depletion, biodiversity loss, and pollution demand integrated solutions combining economic principles, Islamic values, and entrepreneurial attitudes. This study investigates how reorienting economic models to include environmental costs, guided by Islamic principles of stewardship (khalifah), balance (mizan), and justice (adl), can promote sustainability. It highlights the role of entrepreneurial innovation in developing sustainable technologies and business models. A qualitative methodology, including literature review and thematic analysis, aims to develop a conceptual framework that harmonizes these elements. By integrating green accounting, ethical teachings, and social entrepreneurship, this approach provides a comprehensive strategy for achieving a sustainable environment, supported by policy development, education, and community engagement
Analisis Pro-Environmental Behavior Berbasis Gender pada Siswa SMP di Samarinda
Pro-environmental behavior (PEB) merupakan sikap mengehindari kerusakan lingkungan alam dan memperbaiki kerusakan demi lingkungan sehat. Penelitian ini fokus pada PEB siswa SMP di kota Samarinda dengan menggali aspek gender, persepsi, dan dampaknya terhadap sikap pro lingkungan. Penelitian ini melibatkan 290 siswa kelas IX dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor PEB perempuan (3,67) lebih tinggi daripada laki-laki (3,58). Kecenderungan persepsi siswa SMP terhadap lingkungan mencerminkan aspek apresiasi. Analisis statistik memverifikasi adanya pengaruh signifikan dari gender terhadap PEB siswa. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pro-lingkungan di kalangan remaja, dengan implikasi potensial untuk pengembangan pendidikan lingkungan yang berfokus pada perbedaan gender. Oleh karena itu, pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi PEB dapat membuka jalan bagi upaya pemasyarakatan perilaku pro-lingkungan yang lebih efektif di kalangan siswa SMP
Comparative Study of Achievement and Participation in the National Science Olympiad: A Case Study of Java and Non-Java Regions
The Merdeka Curriculum provides opportunities for all Indonesian students to explore their talents, one of which is through the National Science Olympiad (OSN). This study aims to analyze student participation and achievement in OSN across regions in Indonesia. This research was conducted using a quantitative approach and cluster random sampling technique. Respondent categories were divided based on student domicile areas: Java and non-Java. The participation and achievement of students in both regions showed that students domiciled in Java Island still dominate participation and achievement in OSN. The study also found that school facilities, costs, and lack of support from teachers and parents are the main obstacles for students outside Java. The impact of OSN is also very beneficial, especially in supporting students' studies and careers, as well as increasing the chances of better educational opportunities in the future. These results provide essential information on equitable improvements in support and access for students and schools in all parts of Indonesia to participate in the OSN