Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
1842 research outputs found
Sort by
Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap Kemampuan Kognitif Anak 5-6 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Atfal 4 Samarinda
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan ialah anak kelompok B yang berjumlah 39 anak. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest adalah 15.28 dengan 25.64% mulai berkembang dan 74.36% belum berkembang. Setelah adanya treatment nilai rata-rata posttest menjadi 29.94 dengan 25.64% berkembang sangat baik, 74.35% berkembang sesuai harapan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest diperoleh n-gain score dengan kategori sedang, yaitu normalized gain 0.59 dengan 59.92% yang berarti kemampuan kognitif setelah diberikan perlakuan (treatment) melalui media audio visual berada pada kategori cukup efektif. Untuk menguji hipotesis menggunakan sample paired t-test dengan melihat nilai signifikansi pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh ialah kurang dari α, atau 0,00 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelompok eksperimen, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Samarinda
Studi Kasus Gangguan Mutisme Selektif (Selective Mutism) pada Anak Kelompok A di Children Center Brawijaya Smart School UB
Mutisme selektif mempunyai gejala yang berbeda dari sekedar sifat pemalu. Anak mutisme selektif memiliki kemampuan berbicara dan mendengar dengan baik. Hasil studi pendahuluan terhadap seorang anak TK A di CC BSS UB ditemukan bahwa anak sering tidak menjawab pertanyaan dari guru dan lebih banyak diam ketika di sekolah. Orang tua mengatakan bahwa anak sangat aktif berbicara ketika di rumah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif studi kasus. Hasil penelitian diperoleh bahwa anak berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Salah satu faktor penyebabnya yaitu malu dan kurang percaya diri. Kendala yang dialami guru dalam mengatasinya yaitu sulit mendorong agar mau berbicara. Cara penanganan yang dilakukan yaitu menjadikan anak sebagai pemimpin
Upaya Mengenalkan Nilai-nilai Kearifan Lokal melalui Permainan Tradisional Balogo Kalimantan
Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang perlu untuk dilindungi dan dilestarikan, salah satunya adalah permainan tradisional. Adanya sikap abai terhadap permainan tradisional mengakibatkan bergesernya keberadaan permainan tradisional itu sendiri termasuk Balogo beserta nilai-nilai kearifan lokalnya. Tujuan penelitian ini guna mendeskripsikan permainan tradisional Balogo yang di dalamnya memuat sejarah hukum bermain, nilai-nilai kearifan lokal, dan upaya mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal permainan Balogo. Metode penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan yang mengacu pada literatur buku, artikel, dan e-journal. Upaya mengenalkan permainan tradisional Balogo dari berbagai pihak telah dilakukan, salah satunya dengan adanya perlombaan di festival budaya yang diselenggarakan bahkan di komunitas daerah permainan Balogo ini. Nilai-nilai kearifan lokal terus dilestarikan agar di kemudian hari masih menjadi bagian dari identitas budaya dan diwariskan kembali
Manfaat Permainan Tradisional Egrang dalam Melatih Keseimbangan Tubuh Anak
Permainan tradisional pada anak usia dini merupakan suatu bentuk implementasi budaya-budaya luhur bangsa dalam diri peserta didik untuk menambah pengetahuan budaya sejak dini dan meminimalisir penggunaan permainan moderen dan game online. Permainan tradisional memiliki peran penting dalam perkembangan anak khususnya dalam aspek motorik dan keseimbangan. Di era modern yang yang didominasi oleh permainan berbasis teknologi, permainan tradisional seperti egrang mulai terlupakan. Permainan egrang memberikan manfaat yang signifikan bagi anak, terutama dalam mengembangkan keterampilan keseimbangan, kemandirian, dan kepercayaan diri. Dengan bermain egrang dapat melatih koordinasi motorik, kekuatan otot, serta kesadaran tubuh anak. Selain itu, egrang juga mengasah kemampuan fokus, konsentrasi, dan keberanian anak untuk menghadapi resiko secara mandiri. Kajian ini mengulas manfaat permainan egrang berdasarkan studi literatur, serta pengalaman langsung oleh peneliti dalam bermain egrang yang menunjukkan bahwa permainan egrang dapat mendukung dan melatih keseimbangan serta keberanian pada anak, dan mendukung perkembangan motorik kasar. Penelitian ini juga bertujuan mengesplorasi potensi permainan egrang sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan keseimbangan dan keterampilan fisik anak
Permainan Tradisional Be Gasing sebagai Sarana Pengembangan Nilai Karakter Anak Usia Dini di Kalimantan Timur
Permainan tradisional merupakan jenis permainan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Permainan tradisional mengandung unsur dan nilai-nilai yang memiliki manfaat besar bagi para pemainnya. Gasing adalah suatu permainan yang berputar pada suatu sumbu dan menjaga keseimbangan pada suatu titik tertentu. Kebudayaan di Kalimantan Timur tidak hanya akan memperluas pengetahuan kita tentang keanekaragaman budaya, tetapi juga membantu dalam melestarikan adat istiadat dan praktik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi, terutama pada anak usia dini. Metode penelitian dalam kajian ini menggunakan metode Studi Literatur Review, penelitian ini menekankan sumber pada penggunaan ide - ide tertulis pada analisis dan interpretasi. Penanaman karakter berbasis budaya lokal merupakan metode yang optimal untuk mengembangkan sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang berkualitas. Hal ini disebabkan oleh adanya keberagaman budaya yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur perilaku dan komunikasi masyarakat ketika berinteraksi dengan individu, kelompok, atau lingkungan alam sekitar. Dengan melibatkan anak-anak dalam permainan tradisional seperti Be Gasing, masyarakat berupaya untuk melestarikan budaya lokal dan memastikan bahwa generasi mendatang tetap mengenal dan menghargai warisan budaya mereka
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Edpuzzle pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke sesuai Kurikulum Merdeka
Media pembelajaran memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Salah satu media yang digunakan adalah Edpuzzle, platform video interaktif yang mendukung pembelajaran aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis Edpuzzle pada materi elastisitas dan Hukum Hooke sesuai Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, difokuskan pada tiga tahap awal: Analyze, Design, dan Development. Uji kelayakan dilakukan oleh satu ahli media, satu ahli materi, dan satu pendidik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak, dengan rata-rata skor kelayakan sebesar 90%. Ahli media memberikan nilai 91% dan ahli materi 92%, keduanya masuk kategori sangat layak. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Edpuzzle dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran fisika, khususnya dalam meningkatkan keterlibatan siswa, membantu pemahaman konsep, serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi melalui video interaktif
Correlating Practicum Performance and Student Perceptions in Virtual Basic Physic III: A Mixed-Methods Study
This study examines the perspectives and experiences of Physics education students regarding the virtual implementation of Basic Physics III practicum. Using a mixed method approach, data was collected from 30 students at Mulawarman University through purposive sampling. The analysis was conducted using Spearman's rho correlation test to measure the correlation of basic physics practicum grades I and II to III, Likert scale analysis to measure readiness and perspective, metaphor analysis and free response answers to analyze feelings and experiences.The results showed a moderate correlation between the final grades of Basic Physics practicum I and III, but there was no significant correlation between grades II and III. The Likert scale and metaphor analysis showed that students' experience was like a rollercoaster ride, where they felt happy when they understood but confused when they did not understand. This study also found that learning styles (auditory, visual, kinesthetic), did not have a significant influence on the final grade of Basic Physics III practicum. Thus, this study supports the need for improvement and provision of basic physics practicum III tools, to be able to maximize student understanding in learning
Development of learning animation media to improve students' mathematical understanding
Mathematical comprehension ability is essential for students to achieve proficiency in mastering mathematical material. Innovation is needed, such as using animated learning media that can display illustrations visually to increase student interest. The purpose of this study was to develop valid and effective animated video learning media to improve the mathematical comprehension ability of grade VIII students. The method used was the Research and Development with the Bergman & Moore model. The instruments were questionnaires and tests. The study results showed that the learning animation video was valid and interesting with a percentage of validation by material experts of 81,3% (valid of a good predicate) and media experts of 89% (valid of a good predicate). The learning animation video effectively improved students' mathematical understanding abilities with an average class N-Gain score of 0,58 (moderate)
Pengaruh Motivasi Belajar dan Kedisiplinan Belajar terhadap Kepuasan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Muhammadiyah Kota Samarinda
Peran motivasi belajar dan kedisiplinan belajar sebagai faktor internal yang berpengaruh pada kinerja akademik penting yang dimiliki siswa khususnya dalam implementasi pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan belajar terhadap kepuasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian menggunakan analisis pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda, dengan sampel 60 siswa yang memilih mata pelajaran ekonomi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner. Hasil uji f diperoleh nilai Fhitung = 18,498 > Ftabel 3,16, dengan signifikansi 0,000 < 0,05 maka disimpulkan motivasi belajar dan kedisiplinan belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan belajar siswa. Berdasarkan hasil perhitungan uji koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai R square sebesar 0,394 artinya motivasi belajar dan kedisiplinan belajar berpengaruh sebesar 39,4% terhadap kepuasan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa motivasi belajar dan kedisiplinan belajar memiliki hubungan yang erat dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih positif dan meningkatkan kepuasan siswa dalam pembelajaran ekonomi
Pre-Service Teachers’ Performance in Applying the ARCS Model on Technology in Education Course
This study aimed to find: (1) to elaborate pre-service teachers’ performance in applying the ARCS model on technology in education course; (2) to elaborate pre-service teachers’ difficulties and solution in integrating ARCS to technology in education. The Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS) model is an instructional design framework developed by Keller (2010), the model focuses on strategies to motivate and engage learners in the educational process. This study used a case study with qualitative approach. In this study, the participants were three student-teachers of English Education Department at who met the criteria. The data of this research were collected through interviews and analyzed by using Thematic Analysis adopted from Braun & Clarke (2006). The researcher found that the pre-service teachers in the Technology in Education course relatively had good knowledge of ARCS components. It was concluded that most of the pre-service teachers were able to integrate the core components of ARCS. Some of The EFL pre-service teachers taught their content lesson effectively by using ARCS instructional models with specific technology strategies. The result also showed that various difficulties were faced by the pre-service teachers in integrating ARCS to Technology in Education course. The difficulties were from designing the content, translating the material to media, choosing the suitable template, making the material relevance, and set learning objective. To overcome the difficulties, the pre-service teachers looked for the example, making the outline, and also making careful planning in translating the material