Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
    1842 research outputs found

    Manajemen Program Pendidikan Kecakapan Hidup dalam Meningkatkan Kemandirian Peserta Didik di PKBM Handayani Bojonegoro

    Get PDF
    Lack of management of PKBM institutions makes some people less enthusiastic in participating in the implementation of the program. PKBM as an institution, forum, and place for community learning needs services. Entrepreneurship encourages community enthusiasm in learning. The objectives developed are to study and describe the management of life skills education programs in student independence at PKBM Handayani Bojonegoro. This study uses a qualitative approach with a survey. Data collection techniques, using in-depth interviews, participatory observation and documentation. The subjects of the study were managers, tutors, and students. Using qualitative analysis techniques with data reduction steps, data display, data verification for drawing conclusions. The results of the study showed that the development of the PKBM program followed the following steps: identifying learning needs, determining learning priorities, involving community leaders in preparing program planning, considering local potential and local wisdom; and entrepreneurship-based empowerment programs at PKBM, preparing programs that produce superior products for program sustainability, managers working professionally to make PKBM independent in each program, and opening networks with business partners for marketing superior products

    TECHNOLOGICAL, PEDAGOGICAL, AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) PERCEPTIONS OF JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN SAMARINDA

    Get PDF
    Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competency is a relevant competency that teachers must have in line with the 4.0 era where technological developments are very necessary. This research aims to find out how Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) perception of junior high school English Teachers in Samarinda and find out whether there are differences in the TPACK perception on factors of gender, age and teaching experience. The sample of study was 42 teachers who were willing to fill out the questionnaire on the distributed Google Form. The results of this research were that the highest TPACK perception was in the Content Knowledge component at 77.98% and the lowest was in the TPK component at 70.12%. The results of this research show that there are no differences in perception based on gender, age, or teaching experience where the Sig (2-tailed) value is> 0.05 so there is no difference in three factors. &nbsp

    ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE PRESERVICE TEACHERS' EXPERIENCE IN PLAYING ONLINE GAMES FOR READING COMPREHENSION

    Get PDF
    This research was conducted to determine whether playing games affects English-speaking students, especially students' reading comprehension skills in the academic field/in the classroom. The students studied were students of the English language education program at the Faculty of English, Mulawarman University, class of 2019. This research used a mixed methods approach with a case study design. This research involved 5 English students from the English Faculty of Mulawarman University class of 2019. Mixed method data is taken from interviews and quantitative data is taken from tests as a tool to validate and convince interview data. This research found that students felt helped by playing online games and improving their English language skills, especially their ability to read and understand in class. This research also found that although in theory, online games can improve students' English skills, there are also challenges behind it all. For the students themselves, they face challenges such as unfamiliar words which make it difficult for them to understand the context/message they want to convey when reading while playing online games

    THREE ATTITUDE MODELS ON THE USE OF QR CODE IN EFL INDEPENDENT LEARNING AT CORDOVA ELEMENTARY SCHOOL

    Get PDF
    This research was about three attitude models on the use of QR Code in EFL independent learning at Cordova elementary school. The design of this study was qualitative phenomenology. This study use semi-structured interview from four selected students to collect the data. Participants were selected using purposive sampling with the criteria that had been prepared by the researcher. This research aimed to find out three attitude models based on Spooncer (1992) theory, the occurred of students feeling, beliefs, and behaviours. First, the students feelings there were two main points advantages and attractiveness. Advantages regards to ease and learning media. Attractiveness regards to interesting and fun. Secondly, the students beliefs there were two main points improve ability and preferences. Improve ability regards to soft skill and hard skill. Preferences regards to agreements of students. Last, the students behave there were one main point about experiences of students. The Experiences regards to problems of media, problems of tools, and personality problems. Therefore, it is suggested that teachers will try to implement digital-based learning in schools and facilitate students with the internet and media. &nbsp

    Pelatihan Akrilik Guna Memberikan Keterampilan Baru Dan Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas X SMAN 3 Samarinda

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipicu oleh meningkatnya permintaan produk akrilik, namun diimbangi oleh kekurangan pekerja terampil dalam mengelola materi tersebut. Siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki potensi besar untuk memahami serta menguasai teknik pembuatan kerajinan akrilik. Tujuan latihan ini yaitu memberikan keterampilan baru, mengembangkan kreativitas, menyemai semangat berwirausaha, serta memberikan bantuan kepada sekolah dalam menjalankan proyek berkesinambungan. Implementasi latihan ini mengadopsi metode workshop dan praktikum yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi, sesi tanya jawab, praktik langsung, dokumentasi, pameran karya, dan sesi testimoni. Kegiatan latihan terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup koordinasi dengan pemilik usaha mikro di bidang akrilik, permohonan izin, persiapan peralatan dan materi, serta penyiapan tempat. Tahap pelaksanaan melibatkan penerimaan peserta, pembukaan dan perkenalan kegiatan, penyampaian materi workshop, demonstrasi dan praktik, bimbingan dan pengawasan, evaluasi, dan penutupan. Hasil latihan menunjukkan bahwa 97% peserta memahami teori dengan baik, 91% peserta menguasai sepenuhnya proses pembuatan akrilik, 79% peserta menunjukkan kerjasama yang sangat baik, dan 83% peserta memiliki tingkat kreativitas desain akrilik yang sangat baik. Tantangan dalam pelaksanaan latihan adalah keterbatasan ruang untuk kegiatan akrilik dan ibadah sholat. Untuk mengatasinya, diperlukan upaya mencari ruang tambahan atau menyesuaikan waktu pelatihan dengan seoptimal mungkin

    Pengembangan Keterampilan Melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan Akrilik Di SMPN 1 Samarinda

    Get PDF
    Peningkatan permintaan produk akrilik dan kekurangan tenaga kerja terampil dalam mengolah bahan tersebut telah mendorong dilaksanakannya kegiatan pegabdian ini. Pelatihan pembuatan kerajinan akrilik bagi peserta didik SMP dirancang untuk memberikan keterampilan baru, mengemabngkan kreativitas, menumbuhkan jiwa wirausaha, serta membantu sekolah dalam proyek berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyampaian materi, praktik, bimbingan, dan pengawasan. Langkah-langkah kegiatan ini dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik, sekolah, dan mahasiswa penyelenggara. Peserta didik akan meningkatkan keterampilan, kreativitas,d an jiwa kewirausahaan. Sedangkan sekolah memperoleh keuntungan dengan melesatarikan kegiatan pelatihan akrilik dan membangun komunitas yang kuat. Sementara itu, mahasiswa penyelenggara dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan, disiplin, dan profesionalisme

    Pendampingan Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Gaya Belajar Pada Topik Energi Terbarukan Di SMAN 10 Samarinda

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini berangkat dari analisis situasi yang mengidentifikasi kesulitan guru dan mayoritas peserta didik dalam pembelajaran fisika yang berdiferensiasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam mengeksplorasi gaya belajar peserta didik serta responnya terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada materi energi terbarukan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pendampingan. Metode dan bentuk kegiatan pengabdian sesuai dengan tujuan kegiatan meliputi 3 langkah kegiatan yaitu: 1) tes gaya belajar, 2) kegiatan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar, dan 3) observasi dan refleksi. Sasaran kegiatan pembinaan ini adalah 1 orang guru dan 35 peserta didik pada mata pelajaran fisika. Hasil kegiatan ditunjukkan dengan hasil belajar siswa melalui assessment of learning dan assessment for learning. Hasil kegiatan pembinaan dan pelatihan menyimpulkan peserta sudah memahami gaya belajar serta memiliki refleksi yang positif terhadap pembelajaran berdiferensasi. Hasil wawancara menunjukkan pembelajaran diferensiasi pada proses pendampingan telah meliputi, diferensiasi konten, proses, produk dan lingkungan belajar. Respon guru dan peserta didik menunjukkan mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini

    Respon siswa terhadap pembelajaran guided discovery learning berbasis indigenous knowledge di SMA Negeri 5 Samarinda

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran kimia secara daring menggunakan model guided discovery learning (GDL) berbasis indigenous knowledge di SMA Negeri 5 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Pembelajaran dilaksanakan sebanyak 2 pertemuan selama 2 pekan menggunakan aplikasi Google Classroom dan WhatsApp.  Partisipan dalam penelitian ini adalah 108 siswa kelas XI IPA di SMAN 5 Samarinda yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Respon siswa yang disurvei adalah kemudahan memahami materi, keaktifan dalam pembelajaran, penggunaan model GDL berbasis indigenous knowledge, LKPD yang digunakan, dan ketertarikan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner (angket) tertutup. Data yang  diperoleh dianalisis secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan rerata respon siswa diperoleh sebesar 80% dengan interpretasi tergolong kriteria kuat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap penggunaan model GDL berbasis indigenous knowledge pada pembelajaran kimia secara daring dimasa pandemi Covid-19

    MENGAKAR DALAM KEBERLANJUTAN: PERUBAHAN SISTEMIK DALAM PRAKTIK PERTANIAN LOKAL MELALUI INOVASI SOSIAL PROGRAM “MANTAP BETUL, BAH”

    Get PDF
    Program “Mantap Betul, Bah” merupakan inovasi sosial berbasis komunitas yang diinisiasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) oleh Pertamina EP Bunyu Field. Program ini hadir sebagai solusi terhadap tantangan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, sebuah wilayah kepulauan yang rentan terhadap krisis ekologis dan keterbatasan sumber daya. Melalui pemanfaatan sumber daya lokal seperti akar pakis, kotoran hewan burung walet, botol plastik bekas, serta teknologi tepat guna berupa sistem pemanenan air hujan, program ini membentuk ekosistem pertanian hidroponik dan konvensional yang ramah lingkungan dan inklusif. Pendekatan partisipatif serta integratif dalam pelaksanaan program ini menghasilkan dampak multidimensi meliputi peningkatan kesejahteraan, pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi lokal, hingga pembentukan kebijakan desa. Analisis dengan kerangka Social Innovation Spiral dan Sustainability Compass menunjukkan bahwa Mantap Betul, Bah telah mencapai tahap perubahan sistemik (systemic change), ditandai dengan efisiensi biaya produksi, peningkatan kapasitas kelompok rentan (lansia dan pemuda), serta pelembagaan praktik berkelanjutan melalui regulasi desa. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menciptakan solusi teknis, tetapi juga mendorong transformasi sosial dalam sistem pertanian lokal

    INNDESA DALAM PERSPEKTIF AGROEKOLOGI: ARAH BARU CSR UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Artikel ini menganalisis bagaimana pelaksanaan program INNDESA dalam kacamata agroekologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pada program CSR PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan resmi perusahan, literatur ilmiah, serta laporan berita. Pemilihan pendekatan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana implementasi program dan penerimaan masyarakat terhadap program. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program INNDESA dalam kacamata agroekologi dilakukan dengan mengoptimalkan sinergi atas dua dimensi, yakni sosial-ekonomi dan lingkungan. Selain itu, pembentukan Kelompok Forum INNDESA dimaksudkan sebagai payung pelaksanaan program yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan serta dikelola secara kolektif oleh masyarakat

    1,605

    full texts

    1,842

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal FKIP Universitas Mulawarman (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇