Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Penguatan Identitas Budaya Anak Migran Indonesia Melalui Pelajaran Bahasa Indonesia
Pengabdian kepada masyarakat ini membahas upaya penguatan identitas budaya anak migran Indonesia melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Anak-anak migran seringkali menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan mengembangkan identitas budaya leluhur mereka di tengah lingkungan budaya yang berbeda. Bahasa Indonesia, sebagai cerminan budaya bangsa, memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai, tradisi, dan kekayaan budaya Indonesia. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui serangkaian kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang diintegrasikan dengan materi kebudayaan Indonesia, seperti cerita rakyat, lagu daerah, permainan tradisional, dan pengenalan tokoh-tokoh inspiratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kecintaan anak-anak migran terhadap budaya Indonesia, serta kemampuan mereka dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia secara lebih percaya diri. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya bangsa dan pembentukan identitas diri yang kuat pada generasi muda Indonesia di perantauan
Pengembangan Media Pembelajaran Canva Interaktif menggunakan Teori Bruner pada Materi Bangun Datar Kelas 1 SD
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sekolah dasar memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif peserta didik. Materi bangun datar pada kelas I sekolah dasar menuntut penyajian yang bersifat visual, konkret, dan bertahap agar selaras dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Canva dengan pendekatan teori Bruner pada materi bangun datar kelas I sekolah dasar serta meninjau kelayakan dan efektivitas media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dikembangkan memuat materi pembelajaran, video, kuis interaktif, ice breaking, serta Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai sarana pendukung pembelajaran. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 3 Nagrakaler, Purwakarta pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026
Studi Pendahuluan Perspektif Guru terhadap Literasi Sains dan Pemahaman Konsep dalam Pembelajaran Biologi SMA
Science literacy is essential for understanding biology concepts in high school, yet its integration within the Merdeka Curriculum remains limited due to low reading interest and student misconceptions. This study aims to analyze science literacy conditions and conceptual understanding based on biology teachers\u27 perceptions. Employing a descriptive qualitative approach, research was conducted at SMAN 8 Kota Serang with one grade X biology teacher as the sample. Semi-structured interview guidelines served as the instrument, analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings reveal partial science literacy integration through discussions, but conceptual understanding varies due to limited data interpretation skills and complex terminology. Teachers emphasize the need for systematic science literacy assessment. This preliminary study justifies the need for subsequent quantitative research
Guru Perempuan dalam Pemberitaan Media Daring: Studi Kasus Melani Miryam Wamea
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi guru perempuan dalam pemberitaan media daring terkait kematian Melani Miryam Wamea di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian luas media dan memunculkan beragam narasi mengenai konflik, keamanan, serta pengabdian guru di wilayah dengan situasi sosial yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills, yang menitikberatkan pada penelusuran posisi subjek dan objek dalam teks serta konstruksi posisi pembaca. Data penelitian berupa sejumlah teks berita daring nasional dan lokal yang diterbitkan pada Oktober 2025 dan dianalisis melalui struktur narasi, pemilihan narasumber, serta penggunaan bahasa dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung menempatkan aparat negara dan pejabat publik sebagai subjek dominan dalam wacana, sementara guru perempuan direpresentasikan sebagai objek pemberitaan. Melani Miryam Wamea lebih banyak ditampilkan sebagai korban dan simbol pengabdian, tanpa ruang yang memadai bagi suara dan pengalaman personalnya. Selain itu, pembaca dikonstruksi untuk menerima narasi resmi dan merespons peristiwa secara simpatik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberitaan media daring belum sepenuhnya menghadirkan perspektif yang berimbang dalam merepresentasikan guru perempuan dan konteks struktural di wilayah konflik.
 
Kemampuan Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B melalui Aktivitas Menggunting dengan Media Kertas di Ra Roudlotul Khuffadz Aimas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di RA Roudlotul Khuffadz Aimas, khususnya dalam kegiatan menggunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui aktivitas menggunting dengan media kertas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam memegang gunting, menggunting garis lurus, zig-zag, serta lengkung dengan rapi dan terkoordinasi. Disimpulkan bahwa kegiatan menggunting dengan media kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di RA Roudlotul Khuffadz Aimas .Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan,tindakan, observasi, dan refleksi. Dan berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan menggunting dengan media kertas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak, hal ini terlihat dari pencapaian ketuntasan belajar 58,00% pada siklus I dan meningkat menjadi 81,00% pada siklus II
Optimalisasi Program Kkn Melalui Plang Edukasi Sampah Anorganik Dan Produk Ecobrick Sebagai Solusi Inovatif Di Nagari Pilubang
Permasalahan pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik, masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Nagari Pilubang. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya sampah plastik serta minimnya sarana edukasi menjadi alasan dilaksanakannya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan warga melalui dua kegiatan utama, yaitu pemasangan plang edukasi tentang lamanya waktu penguraian sampah anorganik dan pelatihan pembuatan ecobrick dari limbah plastik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat ikut serta dalam setiap tahap pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa plang edukasi yang ditempatkan di lokasi strategis efektif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara visual. Selain itu, pelatihan ecobrick berhasil mengajak anak-anak dan remaja berpartisipasi dalam proses pengolahan sampah menjadi produk fungsional berupa kursi. Kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sekitar. Program seperti ini bisa dijadikan contoh dan diterapkan di wilayah lain
Analisis Dampak Metode Pretend Play Terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pretend play terhadap perkembangan motorik anak usia 5–6 tahun, serta mengkaji peran guru dalam meningkatkan kemampuan motorik anak melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui reduksi informatif. Subjek penelitian adalah enam guru RA Ath Thaharah di Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan validasi data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pretend play memberikan dampak yang terlihat nyata terhadap perkembangan motorik anak. Aktivitas seperti berlari, menata benda, menulis, dan menirukan peran mampu merangsang koordinasi gerak, keseimbangan, serta ketangkasan anak. Kreativitas dalam bermain peran juga berkorelasi positif dengan perkembangan motorik. Temuan ini menegaskan bahwa pretend play adalah strategi pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan bagi pendidikan anak usia dini, sehingga perlu diintegrasikan secara rutin dalam pembelajaran tematik di PAU
Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Teknik Ecoprint
Penelitian ini penerapan teknik ecoprint di PAUD Ar Rayyan Darussalam Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak, terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kegiatan ecoprint dilakukan dengan cara bermain yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini, yaitu anak diajak memilih daun atau bunga dari lingkungan sekitar, menyusun dan menata bahan tersebut di atas kain, kemudian menutupnya dan memukulnya secara perlahan menggunakan palu kecil hingga pigmen alami berpindah ke kain. Selama proses ini, anak dibimbing untuk mengoordinasikan gerakan mata dan tangan saat meletakkan, menempel, serta memukul bahan ecoprint, sehingga kegiatan berlangsung aman, menyenangkan, dan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat secara signifikan setelah diterapkannya kegiatan ecoprint. Pada tahap pra-siklus, sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Setelah pelaksanaan siklus I, kemampuan anak meningkat ke kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan pada siklus II sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, teknik ecoprint terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kesabaran, dan kepedulian terhadap lingkungan
Analisis Hukum Ekonomi Syariah terhadap Perbedaan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Bukittinggi
Dengan adanya perbedaan harga tiket masuk kebun Binatang Bukittingi antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang bekisar untuk wisatawan domestik anak-anak Rp 20.000 untuk domestik dewasa Rp 25.000 dan umtuk mancanegara Rp 50.000 sehingga menimbulkan ketidakadilan bagi pengunjung karena fasilitas dan pelayanan yang mereka dapatkan sama saja. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil yaitu; bagaimana pandangan hukum ekonomi syariah terhadap pebedaan harga tiket masuk kebun binatang bukittinggi dan bagaimana kesesuaian etika bisnis islam dan prinsip-prinsip ekonomi syariah, terhadap perbedaan harga tiket masuk kebun binatang Bukittingi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode empiris dan normatif, dimana penelitian ini menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia baik verbal yang dapat diwawancarai maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung kemudian dianalisis sejauh mana penerapan hukum tersebut sesuai dengan norma-norma hukum yang seharusnya berlaku (normatif). Adapun hasil analisis perbedaan tiket masuk kebun binatang Bukittinggi, yaitu mengikuti peraturan daerah kota Bukittingi Nomor 8 tahun 2023 tentang restribusi daerah dan pajak daerah, yang mana perbedaan ini didasari pada asal negara, kemampuan daya beli yang lebih dan penerapan subsidi silang. Jika dianalisis dari hukum ekonomi syariah dan fiqih muamalah maka dapat disamakan dengan akat ijarah yaitu sewa menyewa manfaat dari barang atau objek. Dalam agama Islam menerapkan 5 sifat atau dasar dari etika, yaitu konsep tauhid, konsep keseimbangan, konsep kehendak bebas, konsep tanggung jawab dan ihsan. Perbedaan harga tiket antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara salah satu bentuk perilaku karena dalam perakteknya terdapat unsur diskriminasi harga tiket masuk terhadap wisatawan asing yang dimanfaatkan sebagai tambahan pemasukan. Disinilah letak diskriminasi sehingga etika bisnisnya tidak sesuai dengan etika bisnis Islam.
 
Pengaruh Self-Esteem dan Media Sosial terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-esteem dan intensitas penggunaan media sosial terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 200 siswa SMA kelas X–XII yang berasal dari empat sekolah, yaitu dua SMA negeri dan dua SMA swasta, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur self-esteem, Skala FOMO yang dikembangkan oleh Przybylski, serta skala intensitas penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat self-esteem pada kategori sedang (45,5%), intensitas penggunaan media sosial pada kategori tinggi (44,5%), serta tingkat FOMO pada kategori sedang hingga tinggi (83%). Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap FOMO (B = -0,421; sig. 0,000), yang berarti semakin tinggi self-esteem siswa, semakin rendah tingkat FOMO yang dialami. Sementara itu, intensitas penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO (B = 0,536; sig. 0,000), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin tinggi pula tingkat FOMO siswa. Secara simultan, self-esteem dan intensitas penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap FOMO dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,482, yang berarti kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 48,2% variasi FOMO pada siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa FOMO pada siswa SMA merupakan hasil interaksi antara faktor internal berupa penilaian diri (self-esteem) dan faktor eksternal berupa paparan media sosial. Siswa dengan self-esteem rendah dan penggunaan media sosial yang tinggi cenderung lebih rentan mengalami FOMO. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling di sekolah dalam meningkatkan self-esteem siswa serta memberikan edukasi penggunaan media sosial secara sehat guna mendukung kesejahteraan psikologis siswa