Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Problem Based Learning Menggunakan Permainan Bingo dalam Mengidentifikasi Teks Deskripsi Kelas III SDN Tanah Tinggi 7 Kota Tangerang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran diferensiasi dengan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan permainan Bingo dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas III SDN 7 Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari observasi proses pembelajaran dan dokumen terkait implementasi pembelajaran diferensiasi menggunakan model PBL dan permainan Bingo. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi dengan model PBL dan permainan Bingo memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia
Analisis Penggunaan Shuujoshi Joseigo pada Tokoh Perempuan dalam Anime “Kiki’s Delivery Service”
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk, fungsi, dan faktor yang melatarbelakangi penggunaan partikel akhir kalimat pada ragam perempuan (shuujoshi joseigo) oleh tokoh perempuan dalam anime Kiki’s Delivery Service. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah Simak dan Catat. Analisis data menggunakan metode Padan Intralingual dan Ekstralingual. Teori yang digunakan adalah milik Okamoto (1995), Reynolds (1985), dan teori SPEAKING Hymes (1974). Hasil penelitian menunjukkan dari 148 data yang ditemukan, shuujoshi joseigo ‘no’ dan ‘wa’ merupakan yang paling banyak digunakan. Sedangkan fungsi yang paling banyak dinyatakan adalah memberikan penjelasan dalam pernyataan dan pernyataan deklaratif. Faktor dominan yang memengaruhi penggunaan shuujoshi joseigo adalah Situation, Participants, Ends, dan Key. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan satu bentuk bisa menyatakan beberapa fungsi, sedangkan satu fungsi bisa dinyatakan oleh beberapa bentuk shuujoshi joseigo.
 
Implikasi Kebijakan Revitalisasi Pasar terhadap Masyarakat Pasar Kota Padangpanjang Sumatera Barat
Pasar pusat Kota Padangpanjang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Perubahan pola konsumsi menyebabkan penurunan intensitas kunjungan dan transaksi di pasar tersebut. Pemerintah daerah merespons kondisi ini melalui kebijakan revitalisasi pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perubahan sosial serta implikasinya terhadap masyarakat pasar Kota Padangpanjang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive sampling yang meliputi pedagang, pengunjung, pengelola pasar, serta aparat pemerintah terkait. Analisis data menggunakan teori perubahan sosial Lauer dan konsep peranan pemerintah sebagai pendorong perubahan sosial menurut Chodak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pasar merupakan proses perubahan sosial yang berlangsung bertahap dan bersifat ambivalen. Proses perubahan ditandai oleh lima bentuk pembaruan kebijakan. Implementasi kebijakan memberikan implikasi positif berupa penguatan fungsi pasar sebagai ruang ekonomi dan sosial, peningkatan interaksi, kunjungan, serta transaksi. Namun, kebijakan revitalisasi menimbulkan implikasi negatif bagi pedagang akibat perubahan lokasi berdagang
Dampak Pelanggaran Etika terhadap Reputasi Korporasi dan Loyalitas Konsumen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak kumulatif dari pelanggaran etika terhadap reputasi korporasi dan loyalitas konsumen, menggunakan Studi Kasus Skandal Emisi dalam sektor Otomotif Global yang terjadi pada tahun 2015. Pelanggaran etika, seperti Penipuan Produk dan Publik, merupakan ancaman signifikan terhadap aset non-finansial perusahaan yang paling berharga. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dengan mengumpulkan data dari Google scholar dan Gemini AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden pelanggaran etika memicu penurunan signifikan dan cepat pada Indeks Reputasi Korporasi (IRC) perusahaan, ditandai dengan anjloknya harga saham dan peningkatan sentimen negatif media. Selain itu, loyalitas konsumen turut tergerus; analisis perilaku menunjukkan adanya peningkatan churn rate (tingkat perpindahan konsumen) dan penurunan Net Promoter Score (NPS). Temuan ini menegaskan bahwa integritas etika berfungsi sebagai pilar penting bagi kepercayaan stakeholder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa respons korporasi yang transparan, akuntabilitas, dan upaya corporate social responsibility (CSR) yang kredibel pasca-insiden sangat krusial dalam mediasi pemulihan reputasi dan loyalitas. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan implikasi praktis bagi manajer krisis dan pengambil keputusan mengenai urgensi penguatan tata kelola etika sebagai strategi pertahanan nilai jangka panjang
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresi Dewasa Awal dalam Berpacaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang sedang menjalin hubungan berpacaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 120 individu dewasa awal berusia 18–25 tahun di Kota Bekasi yang sedang menjalani hubungan pacaran dan memiliki pengalaman pola asuh otoriter dari orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur perilaku agresi dan Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan perilaku agresi pada dewasa awal yang berpacaran. Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresi dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku dan kemampuan regulasi emosi individu pada masa dewasa awal.
 
Manajemen Pengeloaan Lembaga Pendidikan Madrasah Aliyah Swasta Ujung Kubu Kabupaten Batu Bara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan lembaga pendidikan di sebuah madrasah aliyah di Desa Ujung Kubu, Kabupaten Batu Bara. Fokus penelitian meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, serta faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi efektivitas manajemen pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, tenaga pendidik, staf, dan tata usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan Madrasah Aliyah Swasta Ujung Kubu telah dilaksanakan secara sistematis dan baik, ditandai dengan program kerja yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan pembelajaran berorientasi kurikulum, serta pengawasan yang dilakukan secara berkala. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, terutama pada aspek sarana dan prasarana, yayasan dan kepala sekolah berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan masyarakat baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Kerja sama ini menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengelolaan lembaga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rujukan untuk pengembangan manajemen lembaga pendidikan madrasah ke arah yang lebih efektif
Penerapan Sistem Jaminan Halal : Pengecekan Sertifikat Produk Makanan Via Web BPJPH dalam Kegiatan Magang LPPOM MUI Sumut
Penerapan Sistem Jaminan Halal (SJH) merupakan bagian penting dalam menjamin kehalalan produk makanan yang beredar di masyarakat. Salah satu bentuk implementasi SJH adalah melalui pengecekan status sertifikat halal produk secara daring melalui situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan magang ini dilaksanakan di LPPOM MUI Sumatera Utara dengan tujuan untuk memahami mekanisme penerapan SJH serta proses verifikasi sertifikat halal produk makanan melalui web BPJPH. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang ini meliputi observasi, praktik langsung pengecekan sertifikat halal, serta studi dokumentasi terhadap data produk yang telah tersertifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan web BPJPH mempermudah proses pengecekan kehalalan produk secara cepat, transparan, dan akurat, baik bagi lembaga pendamping halal maupun masyarakat umum. Dengan demikian, penerapan SJH melalui sistem digital BPJPH berperan strategis dalam meningkatkan kepercayaan konsumen serta mendukung pengawasan produk halal secara berkelanjutan
Penerapan Metode Sima\u27i untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur\u27an Dipondok Pesantren MA Nurul Huda
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses penggunaan metode sima\u27i dalam pembelajaran menghafal al-qur\u27an dan juga mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan menghafal Santri/wati MA Nurul Huda. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Informasi diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan adalah tahapan-tahapan sistematis dalam melakukan analisis data. Menurut penelitian tersebut, pendekatan Sima\u27i sangat efektif dalam membantu siswa mempelajari Al-Qur\u27an secara sistematis di mana guru berperan sebagai pendengar dan pembimbing, serta santri/wati aktif dalam mendengarkan, mengulang, dan menyetorkan hafalan secara langsung. Faktor penunjang kesuksesan termasuk motivasi dari guru dan santri/wati, serta fasilitas pendukung seperti pemutaran murottal dan lingkungan belajar yang kondusif. Masalah yang dihadapi adalah keterbatasan waktu belajar, kejenuhan santri/wati, dan gangguan kebisingan di sekitar lingkungan. Penelitian ini menyarankan agar menambah waktu pembelajaran, variasi suasana belajar guna mengurangi kebosanan, meningkatkan fasilitas pendukung, serta melibatkan orang tua dan memberikan pelatihan kepada guru tahfizh agar proses pembelajaran dapat lebih efektif dan menyenangkan.
 
Siger sebagai Simbol Akulturasi Budaya Sunda-Jawa dalam Tradisi Pernikahan Adat di Kota Jambi
Penelitian ini mengkaji fenomena akulturasi budaya dnegan memfokuskan pada mahkota siger sebagai lambang budaya sunda yang diterima dalam tradisi pernikahan adat Jawa di Jambi. Kota Jambi yang bersifat multikultural menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku dan budaya , termasuk suku Jawad an Sunda. Salah satu contoh akulturasi yang mencolok adalah pemakaian siger oleh pengantin wanita Jawa, yang sebelumnya bukan merupakan bagian dari tradisi mereka. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan narasumber seperti pengantin wanita, perias, dan tokoh adat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa siger telah mengalami perubahan simbolik dan diterima secar luas sebagai lambang keanggunan, kehormatan, dan identitas budaya yang baru. Media sosial memiliki peran signifikan dalam menyebarkan tren ini dan memfasilitasi kolabirasi budaya dalam acara pernikahan. Akulturasi budaya pada tradisi pernikahan di Kota Jambi tidak hanya menambah ke indahan, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang inklusif dan berkembang.
 
Pengaruh Kompetensi, Pelatihan, dan Perkembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pelatihan, dan perkembangan karir terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh pegawai BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 48 orang, yang seluruhnya dijadikan responden melalui metode sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS Statistics 26. Hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa kompetensi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 2,078 > t tabel 1,677 dan sig. 0,044 < 0,05. Pelatihan (X2) juga berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 2,208 > 1,677 dan sig. 0,033 < 0,05. Sementara itu, perkembangan karir (X3) memiliki pengaruh paling dominan dengan t hitung 2,867 > 1,677 dan sig. 0,006 < 0,05. Adapun hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai F hitung 28,368 dan sig. 0,000 < 0,05