Jurnal Pendidikan Tambusai (Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai)
Not a member yet
21048 research outputs found
Sort by
Analisis Sentimen Media Sosial terhadap Layanan Publik Menggunakan Apache Spark (Studi Kasus: Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang)
Pemanfaatan media sosial oleh masyarakat di tingkat lokal memberikan sumber data alternatif bagi pemerintah desa untuk memahami persepsi publik terhadap kualitas layanan yang dirasakan secara langsung oleh warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap layanan publik Desa Kertasari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, menggunakan pendekatan big data dengan Apache Spark. Data dikumpulkan dari media sosial Twitter/X dan Facebook melalui teknik web scraping berdasarkan kata kunci yang relevan dengan layanan desa. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, prapemrosesan teks, pelabelan sentimen, serta klasifikasi sentimen menggunakan algoritma Naive Bayes pada lingkungan Apache Spark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan big data mampu mengolah data dalam jumlah besar secara efisien dan menghasilkan informasi sentimen yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan kualitas layanan publik di tingkat desa
Model SIR Deterministik dengan Perawatan Jenuh: Analisis Matematis dan Simulasi Numerik
Penyebaran penyakit menular sering dimodelkan menggunakan sistem persamaan diferensial deterministik tipe SIR. Namun, sebagian besar model klasik mengasumsikan bahwa laju penyembuhan bersifat linier dan tidak mempertimbangkan keterbatasan kapasitas fasilitas kesehatan. Pada kondisi nyata, kemampuan rumah sakit dalam memberikan perawatan bersifat terbatas sehingga terjadi kejenuhan ketika jumlah pasien meningkat. Penelitian ini mengusulkan modifikasi model SIR dengan memasukkan fungsi perawatan jenuh berbentuk rasional untuk merepresentasikan keterbatasan kapasitas pengobatan. Model dianalisis secara matematis melalui penentuan titik kesetimbangan, bilangan reproduksi dasar, serta analisis kestabilan lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas perawatan dapat menurunkan nilai bilangan reproduksi dasar dan mengurangi puncak infeksi. Simulasi numerik memperlihatkan bahwa kejenuhan perawatan berpotensi menyebabkan dinamika wabah yang lebih kompleks dibandingkan model SIR klasik. Model yang diusulkan memberikan gambaran yang lebih realistis terhadap pengaruh keterbatasan sistem kesehatan dalam pengendalian penyakit
Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Mutu Layanan Pendidikan di SDTK Anugerah Sinagoge
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah suatu pendekatan dalam pengelolaan pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengatur dan memanfaatkan sumber daya secara mandiri dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru serta mutu layanan pendidikan di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Selain itu, MBS juga berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan melalui terciptanya iklim sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kendala yang dihadapi dalam penerapan MBS meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, namun dapat diatasi melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah dan kolaborasi dengan masyarakat.
 
Analisis Efisiensi dan Manfaat Ekonomi Penerapan Sistem Drainase Terpadu Sebagai Strategi Pengurangan Risiko Banjir di Kota Medan
Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering melanda wilayah perkotaan di Indonesia, termasuk Kota Medan. Fenomena ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, urbanisasi pesat, alih fungsi lahan, serta keterbatasan sistem drainase konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, manfaat ekonomi, serta persepsi masyarakat terhadap penerapan sistem drainase terpadu dibandingkan sistem konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis hidrologi, cost-benefit analysis dan survey kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem drainase konvensional memiliki keterbatasan signifikan, dimana luas genangan banjir meningkat dari 1.200 ha pada tahun 2021 menjadi 1.750 ha pada tahun 2025. Sebaliknya, sistem drainase terpadu mampu menekan luas genangan hingga 40% lebih kecil, yaitu dari 800 ha menjadi 1.000 ha pada periode yang sama. Dari sisi ekonomi, meskipun investasi awal drainase terpadu lebih besar, biaya pemeliharaan tahunan lebih rendah (30 miliar dibandingkan 50 miliar), serta kerugian akibat banjir dapat ditekan hingga 50%. Selain itu, penerapan drainase terpadu meningkatkan nilai property hingga 15% di kawasan bebas banjir. Survey terhadap 200 responden menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat mendukung penerapan drainase terpadu, dengan 72% bersedia terlibat dalam pemeliharaan dan 85% mendukung peningkatan ruang terbuka hijau. Temuan ini menegaskan bahwa drainse terpadu bukan hanya solusi teknis, melainkan juga memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sistem ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengurangan risiko banjir di Kota Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia
Hubungan Self Awareness dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Akhir di Kota Makassar
Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis yang ditandai kebingungan arah hidup, keraguan terhadap kemampuan diri, dan tekanan menghadapi transisi kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self awareness dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Makassar. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 178 mahasiswa yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Situational Self Awareness dan Skala Quarter Life Crisis yang disusun berdasarkan teori Fenigstein, dkk serta Robbins dan Wilner. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara setiap dimensi self awareness dan quarter life crisis (r = -0,234; -0,353; -0,422; p = 0,000). Semakin tinggi tingkat quarter life crisis, semakin rendah self awareness. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self awareness sebagai upaya preventif pada mahasiswa tingkat akhir
Analisis Tingkat Literasi Keagamaan tentang Penciptaan Manusia dalam Surah Al-Mu’minun (23:12–14)
Literasi keagamaan merupakan salah satu keterampilan penting dalam membentuk pemahaman yang menyatukan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mempelajari konsep penciptaan manusia yang terdapat dalam Al-Qur\u27an. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pengetahuan siswa tentang proses penciptaan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Mu\u27minun ayat 12 sampai 14, dengan menggunakan pendekatan Ilmu Pengetahuan Alam dan perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara dengan responden untuk memahami makna dan isi ayat tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman keagamaan siswa bervariasi, terutama dalam menjelaskan penjelasan teks ayat tersebut dengan konsep ilmiah tentang tahapan pertumbuhan embrio manusia. Beberapa responden mampu menghubungkan isi ayat tersebut dengan proses embriologis secara konseptual, sementara yang lain masih memahaminya secara normatif tanpa penjelasan ilmiah yang mendalam. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman yang luas dan komprehensif tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama. Dengan demikian, peningkatan pemahaman agama diharapkan dapat membantu membentuk cara berpikir yang lebih menyatukan dalam memahami hakikat penciptaan manusia
Nilai-Nilai Etika Pancasila dalam Dunia Seni Tari Indonesia: Menjaga Integritas Budaya di Era Modern
Pancasila sebagai sistem etika menjadi landasan bagi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yang hidup dan berkembang di setiap aspek kehidupan bermasyarakat—termasuk dalam seni tari. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, menjaga integritas seni tari Indonesia menjadi hal penting untuk kelangsungan identitas budaya bangsa. Artikel ini membahas bagaimana nilai etika Pancasila (kejujuran, penghormatan, kebersamaan) diimplementasikan dalam seni tari, serta hubungannya dengan prinsip antikorupsi. Selain itu, artikel ini juga mengungkap peran Pancasila sebagai dasar dalam mengembangkan ilmu tari di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menginternalisasikan etika Pancasila, seni tari Indonesia tetap mampu mempertahankan keaslian dan relevansinya. Secara keseluruhan, penerapan etika Pancasila terbukti efektif untuk menjaga makna dan makna seni tari Indonesia di era kontemporer
Pengaruh Model Pembelajaran Konstektual (CTL ) terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VII MTs Istiqlal Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas VII MTs Istiqlal Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, soal pretest-posttest berbentuk uraian, dan angket. Validasi instrumen dilakukan menggunakan Aiken\u27s V dengan rata-rata 0,925 (kategori sangat tinggi). Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) profil pembelajaran sebelum penerapan CTL didominasi metode ceramah yang membuat siswa pasif; (2) rata-rata nilai pretest siswa berada di bawah KKM (nilai tertinggi 71,43 dan terendah 35,71); (3) setelah penerapan CTL terjadi peningkatan sebesar 56,02%; (4) hasil uji Paired Samples t-Test diperoleh nilai t = 9,115 dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran kontekstual terhadap kemampuan menulis cerpen. Modul pembelajaran berbasis CTL yang mencakup tujuh komponen (konstruktivisme, inquiry, bertanya, pemodelan, masyarakat belajar, refleksi, dan penilaian autentik) terbukti efektif meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa secara signifikan
Strategi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di SMAN 11 Muaro Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kendala yang dihadapi dan upaya dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMA Negeri 11 Muaro Jambi yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 11 Muaro Jambi selama dua bulan dengan cara observasi,wawancara dan studi dokumentasi. Setelah data dikumpulkan , data dianalisis secara pendekatan kualitatif dan jenis fenomenologi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa strategi wakil kepala sekolah bidang kurikulum terbagi menjadi 4 Tahap yaitu tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengarahkan seluruh guru untuk menyusun rancangan pembelajaran terlebih dahulu, kemudian menyesuaikannya dengan hasil pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Pada tahap pengorganisasian, wakil kepala sekolah bidang kurikulum melaksanakansosialisasi terkait konsep dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, serta mengadakan berbagai kegiatan penguatan kompetensi guru seperti workshop, in house training dan seminar. Pada tahap pelaksanaan, strategi yng diterapkan melalui penguatan komunitas belajar mata pelajaran dan lintas mata pelajaran sebagai wadah berbagi pengalaman, diskusi kendala dan refleksi praktik pembelajaran upaya mengatasi kendala tersebut, wakakur melakukan penguatan komunitas belajaar guru, peningkatann pendampinggan teknis melalui monitoring dan observasi kelas, penguatan pelatihan berbasis praktik, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan
Eksplorasi Pengalaman Pengguna terhadap Kemudahan Akses dan Fitur Pencarian Produk Halal pada Website BPJPH
Digitalisasi layanan publik menjadi strategi penting dalam meningkatkan transparansi dan aksesibilitas informasi, termasuk dalam penyediaan informasi sertifikasi produk halal. Di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyediakan website resmi yang memungkinkan masyarakat memverifikasi status kehalalan produk melalui fitur pencarian produk halal. Meskipun platform ini memiliki peran strategis sebagai sumber informasi publik, kajian yang secara khusus menelaah pengalaman pengguna dalam memanfaatkan sistem tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengguna dalam mengakses website BPJPH serta menilai efektivitas fitur pencarian produk halal yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai persepsi dan interaksi pengguna terhadap sistem. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi terhadap interaksi pengguna dengan website, serta studi dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu individu yang pernah menggunakan website BPJPH untuk mencari informasi produk halal. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pengalaman pengguna terkait aksesibilitas, navigasi, dan efektivitas pencarian informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website BPJPH secara umum memberikan pengalaman pengguna yang positif dalam hal kemudahan akses dan struktur navigasi, serta membantu pengguna memverifikasi status halal produk secara efisien. Namun demikian, beberapa keterbatasan masih ditemukan, seperti kemampuan sistem yang terbatas dalam mengenali variasi kata kunci, respons sistem yang terkadang lambat, serta keterbatasan detail informasi pada hasil pencarian. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan algoritma pencarian, kelengkapan basis data, serta penyempurnaan desain antarmuka untuk meningkatkan efektivitas layanan informasi halal berbasis digital dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem sertifikasi halal.