Journal of Nahdlatul Ulama Sidoarjo University
Not a member yet
1110 research outputs found
Sort by
Implementasi Sistem K3 Melalui Pendekatan Metode Delpi dan HFACS Guna Meminimalisir Risiko Kecelakaan Kerja (Studi Kasus: Mesin Rip PT. X)
Industri manufaktur mengolah bahan baku menjadi produk setengah jadi atau jadi. Penelitian ini menyoroti mesin rip kayu yang sering menjadi penyebab kecelakaan kerja. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa banyak karyawan tidak mematuhi SOP, sehingga analisis K3 sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode Delphi dan HFACS untuk menentukan potensi bahaya kecelakaan kerja dan usulan perbaikan menggunakan 5W+1H untuk mengetahui penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja mesin rip kayu, sehingga dapat melakukan perbaikan yang lebih efektif dan efisien. Hasil menunjukkan dua potensi bahaya utama: kesadaran karyawan yang tidak memilih bahan sesuai dan keluhan kesehatan karyawan. Analisis HFACS menemukan bahwa human factors pada kecelakaan berulang berada pada tahapan organisasi. Kegagalan tertinggi ditemukan pada proses organisasi, seperti visi dan misi, kebijakan, struktur, dan budaya K3 yang tidak efektif. Hasil usulan perbaikan menunjukkan bahwa kegagalan paling berpengaruh melibatkan karyawan, manajer operasional, dan manajer produksi
Kano Method: Development of Multi-Function Walker Product Attributes
Sensory and motor disorders experienced by a person can reduce the ability to walk. The triggers for these disorders vary, including age factors. Older adults who are at high risk have limitations in their daily activities. Therefore, they must improve their walking ability using rehabilitation aids (walkers). This study aims to design a multi-function walker that can work optimally in older people. The urgency of this study is that the types of walkers on the market are still limited, so they need to be developed into a multifunctional design. The method used in this study is the Kano method. The expected research results are the development of a design for one type of walker with multiple functions, namely functioning as a walking aid (walker) and functioning as a wheelchair, with a comfortable level of seating and can adjust its height
Sosialisasi Internet Sehat dan Pengenalan Media Pembelajaran Interaktif di Sekolah Menengah Pertama
Internet adalah teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, dengan mayoritas penggunanya di Indonesia adalah remaja. Teknologi memiliki peran penting dalam pendidikan. Selain internet, penerapan media pembelajaran interaktif di sekolah sangat diperlukan untuk menghindari kejenuhan dan kurang fokus pada siswa yang hanya belajar dengan media LKS atau paket pelajaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang penggunaan internet yang aman dan sehat serta memberikan pengetahuan baru mengenai media pembelajaran interaktif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan workshop yang melibatkan siswa SMP Dharma Wanita 7 Tanggulangin. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang penggunaan internet secara sehat dan aman, serta antusiasme mereka terhadap media pembelajaran interaktif yang baru diperkenalkan. Kontribusi pengabdian masyarakat ini terletak pada peningkatan literasi digital di kalangan remaja dan pengenalan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif di sekolah.
The Internet is an information and communication technology that is developing rapidly, with most users in Indonesia being teenagers. Technology has an important role in education. Apart from the internet, implementing interactive learning media in schools is very necessary to avoid boredom and lack of focus for students who only learn using worksheets or lesson packages. This community service aims to increase teenagers\u27 awareness about safe and healthy internet use and provide new knowledge about interactive learning media. The method used in this community service is socialization and workshops involving students from Dharma Wanita 7 Tanggulangin Middle School. The results of community service show an increase in students\u27 understanding of healthy and safe use of the internet, as well as their enthusiasm for the newly introduced interactive learning media. The contribution of this community service lies in increasing digital literacy among teenagers and introducing more interesting and effective learning methods in schools
TRANSFORMASI ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN IPS: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Assessment through a holistic approach in social studies learning in madrasah ibtidaiyah is very relevant today. This approach not only helps students to understand the complex relationships between humans, technology, and society, but also develops skills and values that are essential to face the challenges of this new era. This research uses a qualitative approach, namely the data obtained (in the form of words, pictures, behavior) is not poured in the form of numbers or numbers but remains in qualitative form, its nature is to analyze and provide an explanation of the situation under study in the form of narrative descriptions. By applying a holistic approach, social studies learning can play a key role in preparing young people to become competent, ethical, and adaptive citizens in a changing worl
PENGARUH LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP MINAT BELAJAR SAINS
The surrounding environment has a significant impact on students\u27 interest in learning science, both directly and indirectly. This article examines the crucial role of the environment as a learning resource that can enhance student engagement and learning outcomes in science. Previous studies show that utilizing environmental media, such as the natural surroundings and supportive educational facilities, can create more contextual and engaging learning experiences. Several factors, including the quality of teaching, parental involvement, and the physical conditions of the environment, contribute to shaping students\u27 interest in science. In this context, environmental-based education not only focuses on improving science skills but also on developing students\u27 character, fostering awareness of environmental issues. Through an integrated approach and a flexible curriculum, it is hoped that science education can become more relevant and enjoyable, while enhancing students\u27 understanding of scientific concepts. This article concludes that to optimize students\u27 interest in learning science, it is essential to create an environment that supports and enriches their learning experiences, involving all elements of education in the process.
 
POLA ASUH BERBASIS ETNOPARENTING BUDAYA JAWA PADA ANAK USIA DINI
Penelitian ini membahas tentang pola asuh berbasis etnoparenting dalam budaya Jawa mengingat degradasi moral di kalangan anak merupakan isu yang semakin mengkhawatirkan, terutama di era digital menjadikan orang tua mempunyai kewajiban mengasuh anak anak mereka dengan memperhatikan nilai nilai budaya Jawa. Penelitian inj menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode kajian literatur atau library research. Etnoparenting merupakan model yang berkembang sebagai lanjutan dari riset kajian parenting local yang sebelumnya muncul dengan istilah indigeneous parenting, parenting tradition, local wisdom parenting, kearifan lokal dalam pengasuhan. Core value dalam pengasuhan berbasis budaya jawa menekankan bagaimana memberikan pelayanan kepada anak dengan hati hati, halus, hangat, bahagia, Ikhlas, santai, tidak memaksa dan mengajarkan kesantunan dalam bersikap dan bertutur kata untuk menjadikan generasi berbudaya ditengah kebebasan akses informasi tanpa batas
 
Penggunaan Media Visual Papan Jaring-Jaring untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas 2
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 2 SDN Rangkah Kidul Sidoarjo pada materi bangun ruang dengan bantuan media visual papan jaring-jaring. Subjek peneliti ini adalah 18 peserta didik kelas 2 SDN Rangkah Kidul Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bantuan media visual papan jaring-jaring.hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Pada siklus I ketuntasan klasikal peserta didik masih belum maksimal, hanya mencapai 33%, kemudian meningkat pada siklus II yaitu 78%. Penggunaan media visual papan jaring-jaring efektif meningkatkan hasil belajar bangun ruang pada siswa kelas 2 SDN Rangkah Kidul Sidoarjo, dengan pengalaman visual yang menarik dan interaktif, memudahkan pemahaman konsep bangun ruang. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar pendidik mempertimbangkan penggunaan media visual papan jaring-jaring sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mengajar materi bangun ruang.
This study aims to improve the learning outcomes of grade 2 students of SDN Rangkah Kidul Sidoarjo on spatial geometry material with the help of visual media of net boards. The subjects of this study were 18 grade 2 students of SDN Rangkah Kidul Sidoarjo. This study used a classroom action research method. The results of the study showed that with the help of visual media of net boards, students\u27 learning outcomes increased. In cycle I, the classical completeness of students was still not optimal, only reaching 33%, then increasing in cycle II, namely 78%. The use of visual media of net boards effectively improved the learning outcomes of spatial geometry in grade 2 students of SDN Rangkah Kidul Sidoarjo, with an interesting and interactive visual experience, facilitating the understanding of spatial geometry concepts. The recommendation from this study is for educators to consider the use of visual media of net boards as one of the effective learning strategies in teaching spatial geometry material
Efektivitas Fitoremediasi Limbah Pabrik Kerupuk Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Kayu Apu (Pistia Stratiotes) dalam Menurunkan BOD dan COD
Mayoritas industri kerupuk skala kecil di Sidoarjo menghasilkan limbah cair dengan kadar BOD dan COD tinggi yang berpotensi mencemari perairan. Teknologi fitoremediasi dengan eceng gondok dan kayu apu diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan eceng gondok dan kayu apu untuk menurunkan kadar BOD dan COD dalam air limbah industri kerupuk, serta pengaruh waktu detensi. Metode fitoremediasi digunakan dengan menyesuaikan jumlah tanaman di tiga reaktor batch: reaktor 1 dengan 10 batang kayu apu, reaktor 2 dengan 10 batang eceng gondok, dan reaktor 3 dengan masing-masing 5 batang kayu apu dan eceng gondok. Efisiensi terbaik tercapai dengan kayu apu, dengan penurunan BOD 98% dan COD 97% di reaktor 1.
Most small-scale cracker industries in Sidoarjo produce liquid waste with high BOD and COD levels, which have the potential to pollute water. Phytoremediation technology with water hyacinth and apu wood is needed to overcome this problem. This research aims to determine the role of water hyacinth and apu wood in reducing BOD and COD levels in cracker industry wastewater and the effect of detention time. The phytoremediation method was used by adjusting the number of plants in three batch reactors: reactor 1 with 10 apu wood stems, reactor 2 with 10 water hyacinth stems, and reactor 3 with 5 each apu wood and water hyacinth stems. The best efficiency was achieved with apu wood, with a reduction in BOD of 98% and COD of 97% in reactor 1
Strategi dan Mengatasi Tantangan dalam Pengajaran di Sekolah Dasar
Dinamika interaksi antara guru dan siswa dengan berbagai karakteristik, serta bagaimana nilai spiritual diintegrasikan dalam pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang praktik pengajaran yang efektif di sekolah dasar dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan guru. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan refleksi pribadi selama periode praktik lapangan. Sumber data utama adalah catatan harian, refleksi kegiatan mengajar, dan tanggapan dari guru serta siswa di MI An-Nahdliyin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesabaran, empati, dan keberanian adalah kualitas penting yang harus dikembangkan oleh calon guru dalam menghadapi berbagai tantangan pengajaran. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang holistik dengan memperhatikan aspek spiritual serta akademik dalam pengajaran.
The dynamics of interaction between teachers and students with various characteristics, as well as how spiritual values are integrated in education. The purpose of this study is to understand more about effective teaching practices in primary schools and provide recommendations for improving the quality of teacher education. The method used was a case study with a qualitative approach, where data were collected through direct observation, interviews and personal reflection during the field practice period. The main data sources were daily notes, reflections on teaching activities, and responses from teachers and students at MI An-Nahdliyin. The results showed that patience, empathy, and courage are important qualities that prospective teachers should develop in facing various teaching challenges. In addition, this study emphasizes the importance of a holistic approach to education by paying attention to spiritual as well as academic aspects of teaching.
The dynamics of interaction between teachers and students with various characteristics, as well as how spiritual values are integrated in education. The purpose of this study is to understand more about effective teaching practices in primary schools and provide recommendations for improving the quality of teacher education. The method used was a case study with a qualitative approach, where data were collected through direct observation, interviews and personal reflection during the field practice period. The main data sources were daily notes, reflections on teaching activities, and responses from teachers and students at MI An-Nahdliyin. The results showed that patience, empathy, and courage are important qualities that prospective teachers should develop in facing various teaching challenges. In addition, this study emphasizes the importance of a holistic approach to education by paying attention to spiritual as well as academic aspects of teaching
Pembelajaran Berbasis Proyek Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kolaboratif di Sekolah Dasar
Pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kolaborasi antar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari berbagai studi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan sosial, berpikir kritis, dan motivasi belajar. Selain itu, guru melaporkan kemudahan dalam pengelolaan kelas dan peningkatan dinamika kelompok. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris tentang manfaat pembelajaran berbasis proyek dan mendorong implementasinya dalam kurikulum sekolah dasar.
Project-based learning is an approach that can increase student involvement and create a collaborative learning environment in elementary schools. This research aims to evaluate the effectiveness of project-based learning in increasing collaboration between students. The research method used is a systematic literature review of various related studies. The results showed that students who engaged in project-based learning showed significant improvements in social skills, critical thinking, and learning motivation. Additionally, teachers reported ease in classroom management and improved group dynamics. The contribution of this research is to provide empirical evidence about the benefits of project-based learning and encourage its implementation in the elementary school curriculum.Project-based learning is an approach that can increase student involvement and create a collaborative learning environment in elementary schools. This research aims to evaluate the effectiveness of project-based learning in increasing collaboration between students. The research method used is a systematic literature review of various related studies. The results showed that students who engaged in project-based learning showed significant improvements in social skills, critical thinking, and learning motivation. Additionally, teachers reported ease in classroom management and improved group dynamics. The contribution of this research is to provide empirical evidence about the benefits of project-based learning and encourage its implementation in the elementary school curriculum