Journal of Nahdlatul Ulama Sidoarjo University
Not a member yet
1110 research outputs found
Sort by
Analisis Pemindahtanganan dan Penghapusan Aset berupa Armada Tangki (AMT) pada Sector Industry Minyak dan Gas
Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana proses pemindahtanganan dan penghapusan aset Armada Mobil Tangki (AMT) di sektor industi minyak dan gas bumi serta menilai kelayakan penggunaan aset tersebut melalui skema sewa untuk mendukung kegiatan bisnis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode finansial untuk menganalisis kelayakan investasi. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), ARR (Accounting Rate of Return), dan PI (Profitability Index). Kredibilitas data kualitatif diuji terlebih dahulu untuk memastikan keakuratannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemindahtanganan dan penghapusan AMT harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti penjualan, hibah, tukar menukar, atau penyertaan modal pemerintah pusat. Perhitungan depresiasi menunjukkan bahwa potensi layanan dan nilai ekonomi aset ini tidak lagi ada, dengan biaya perolehan tahun 2005 menghasilkan kerugian tahunan dan nilai buku menjadi negatif karena seharusnya dilakukan penyusutan pada tahun 2013. Analisis kelayakan investasi sewa aset AMT menunjukkan NPV sebesar Rp1.480.523.057.243, menandakan investasi layak (NPV > 0); IRR sebesar 973,65% selama 10 tahun, melebihi suku bunga tahunan 15%; ARR sebesar 288,15%, menegaskan kelayakan berdasarkan depresiasi aset; dan PI sebesar 23,37%, menunjukkan proposal investasi dapat diterima (PI > 1)
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi, Literasi Digital, dan Penguatan Sosial di Desa
Program Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di RT 13 Desa Sumberejo melalui edukasi, literasi digital, dan penguatan sosial. Kegiatan ini meliputi pendidikan formal seperti les mata pelajaran, mengajar mengaji, serta kegiatan sosial berupa bakti sosial dan perlombaan olahraga serta kreativitas. Inovasi teknologi seperti pemberian teknologi running teks dan pembuatan tong sampah digunakan untuk meningkatkan komunikasi publik dan pengelolaan lingkungan. Implementasi program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam aspek pendidikan, kesehatan, digitalisasi, dan sosial, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan nasionalisme. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, partisipasi aktif, dan kreativitas warga, serta terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan maju secara sosial dan teknologi. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan kolaborasi efektif dapat menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
This Community Service Program aims to improve the quality of life of the community in RT 13, Sumberejo Village through education, digital literacy, and social empowerment. These activities include formal education such as tutoring subjects, teaching the Quran, as well as social activities such as community service and sports competitions and creativity. Technological innovations such as the provision of running text technology and the creation of trash cans are used to improve public communication and environmental management. The implementation of this program is expected to strengthen community capacity in the aspects of education, health, digitalization, and society, while also fostering a sense of togetherness and nationalism. The results of the activities show an increase in awareness, active participation, and creativity of residents, as well as the creation of a clean, healthy, and socially and technologically advanced environment. This program demonstrates that technology-based community empowerment and effective collaboration can create independent and sustainable villages
Pemberdayaan Literasi Masyarakat Melalui Program Warung Literasi dan Bimbingan Belajar Cerdas Ceria
Program Warung Literasi dan Bimbingan Belajar Cerdas Ceria dilaksanakan di Dusun Luwung, Desa Sarirogo, sebagai upaya pemberdayaan literasi masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah kurangnya akses bahan bacaan, minimnya ruang belajar non formal, serta rendahnya tingkat pendampingan belajar anak-anak. Program Warung Literasi menyediakan ruang baca terbuka dengan berbagai koleksi buku mulai dari buku cerita, komik edukasi, dan bacaan umum, sedangkan Cerdas Ceria memberikan bimbingan belajar interaktif dengan metode kreatif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat lebih menikmati proses pembelajaran. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan adanya peningkatan minat baca, kemampuan memahami bacaan, serta keterampilan menulis anak-anak. Selain itu, program ini juga berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat, mulai dari orang tua, perangkat desa, guru, hingga tokoh masyarakat dalam mendukung keberlangsungan kegiatan. Dengan demikian, program berbasis komunitas ini terbukti mampu meningkatkan budaya literasi sekaligus memperkuat pendidikan nonformal di lingkungan pedesaan.
The "Smart and Cheerful" Literacy Shop and Tutoring Program was implemented in Luwung Hamlet, Sarirogo Village, as an effort to empower community literacy through a Participatory Action Research (PAR) approach. The background to this activity was the lack of access to reading materials, the lack of non-formal learning spaces, and the low level of learning assistance for children. The "Smart and Cheerful" Literacy Shop provides an open reading space with a variety of book collections ranging from storybooks, educational comics, and general reading, while "Smart and Cheerful" provides interactive tutoring with creative and fun methods so that children can enjoy the learning process more. The results of this program implementation showed an increase in reading interest, reading comprehension skills, and writing skills of children. In addition, this program also succeeded in encouraging active community participation, from parents, village officials, teachers, to community leaders in supporting the sustainability of the activity. Thus, this community-based program has proven to be able to improve literacy culture while strengthening non-formal education in rural areas
Modernisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Revitalisasi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Tanaman obat keluarga menjadi peranan penting dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat jika dikelola dengan baik. Program kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan yang terjadi dikarenakan taman tanaman TOGA yang terbengkalai. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus meliputi observasi, wawancara, diskusi kelompok dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan triangulasi sumber dan teknik guna menjaga validitas data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa taman TOGA yang awalnya terbengkalai berhasil dimodernisasi sehingga tertata dengan rapi, lebih indah dan bersih. Selain itu, modernisasi taman TOGA mencegah sarang nyamuk sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran kesehatan masyarakat.
Family medicinal plants play an important role in maintaining the environment and public health if managed properly. This community service program was implemented as an effort to address the problems that arise due to neglected TOGA (herbal medicine) garden. This community service program uses a qualitative descriptive approach through a case study method, including direct observation, interviews, group discussions, and documentation. Data analysis was conducted descriptively with triangulation of sources and techniques to maintain data validity. The results of the activity show that the TOGA garden, which was initially neglected, has been successfully modernized so that it is neatly arranged, more beautiful, and clean. In addition, the modernization of TOGA gardens prevents mosquito nests while improving environmental quality and public health awareness
Peran Aktif Masyarakat dan Mitra Akademik dalam Mendukung Pertanian Hortikultura untuk Pemberdayaan Desa
Kegiatan pengabdian masyrakat ini dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan hortikultura berbasis partisipasi. Desa Gempol Klutuk memiliki potensi lahan hortikultura dengan komoditas utama jambu kristal dan mangga, yang dikelola secara gotong royong bersama perangkat desa dan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendampingan aktif berupa kegiatan penyiraman rutin, pendataan kondisi tanaman, serta pendokumentasian perkembangan kebun untuk menjaga transparansi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam perawatan kebun, tumbuhnya kesadaran akan potensi desa wisata hortikultura, serta peningkatan pemahaman warga terhadap teknik dasar budidaya. Kolaborasi tim pengabdi dan warga tidak hanya menghasilkan perawatan kebun yang lebih baik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan rasa memiliki terhadap aset desa. Meskipun terdapat kendala teknis seperti penyiraman manual, program ini tetap berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal berbasis hortikultura berkelanjutan sekaligus mendorong inovasi teknologi tepat guna.
This community service activity was implemented as an effort to empower the community through participatory horticultural assistance. Gempol Klutuk Village has potential horticultural land with the main commodities of crystal guava and mango, which are managed through cooperation with village officials and students. The method used in this service is active assistance in the form of routine watering activities, recording plant conditions, and documenting garden development to maintain transparency with the community. The results of the activity showed increased community involvement in garden maintenance, growing awareness of the potential of horticultural tourism villages, and an increase in residents\u27 understanding of basic cultivation techniques. The collaboration between the service team and residents not only resulted in better garden maintenance but also strengthened social ties and increased sense of ownership of village assets. Despite technical obstacles such as manual watering, this program still succeeded in increasing community capacity, strengthening social solidarity, and opening opportunities for sustainable horticulture-based local economic development while encouraging innovation in appropriate technology
Legalisasi Usaha Mikro: Pelatihan dan Pendampingan NIB, P-IRT, dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Berbasis Digital Online Single Submission
Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Perumahan Bumi Intan Permai RT 20 dengan fokus pada pendampingan digitalisasi perizinan usaha mikro dan kecil (UMK) melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMK adalah minimnya pemahaman mengenai prosedur perizinan serta kendala teknis dalam pendaftaran daring, khususnya terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui studi awal, sosialisasi, workshop, pendampingan praktis pembuatan akun OSS, serta pemberian materi sertifikasi halal sesuai regulasi terbaru BPJPH. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMK tentang pentingnya legalitas usaha. Sebanyak 75% peserta berhasil membuat akun OSS dan memproses NIB, sementara seluruh peserta memperoleh pemahaman mengenai prosedur sertifikasi halal. Program ini tidak hanya menghasilkan manfaat praktis berupa dokumen legal, tetapi juga memberikan implikasi strategis dalam meningkatkan daya saing, kredibilitas, dan akses pasar UMK.
This community service program was conducted at Bumi Intan Permai Housing Complex, RT 20, with a focus on assisting with the digitalization of micro and small business (MSE) licensing through a risk-based Online Single Submission (OSS) system. The main problems faced by MSEs were a lack of understanding of licensing procedures and technical obstacles in online registration, particularly related to Business Identification Numbers (NIB), Home Industry Food (PIRT), and halal certification. The implementation method used a participatory approach through initial studies, outreach, workshops, practical assistance in creating OSS accounts, and providing halal certification materials in accordance with the latest BPJPH regulations. The results of the activity showed an increase in understanding and awareness among MSEs regarding the importance of business legality. As many as 75% of participants successfully created OSS accounts and processed NIBs, while all participants gained an understanding of halal certification procedures. This program not only produced practical benefits in the form of legal documents but also had strategic implications in increasing MSEs\u27 competitiveness, credibility, and market access
Manajemen Sumber Daya dan Proses dalam Penataan Nomor Rumah untuk Penguatan Administrasi dan Pelayanan Publik
Program pengabdian masyarakat tahun 2025 di Desa Wadungasih RT 06 RW 02, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo difokuskan pada penataan nomor rumah sebagai upaya menciptakan keteraturan administrasi, mempermudah identifikasi alamat, serta mendukung kelancaran pelayanan publik. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, perencanaan desain plakat, pengadaan material, pembuatan, hingga pemasangan plakat nomor rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keteraturan alamat serta kemudahan bagi masyarakat dan pihak eksternal, seperti kurir, aparat desa, dan petugas kesehatan, dalam menemukan lokasi tujuan. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan menegaskan pentingnya kolaborasi antara warga dan perangkat desa dalam menyelesaikan permasalahan lokal, sehingga program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis, tetapi juga menjadi model inspiratif yang dapat direplikasi di wilayah lain.
The 2025 community service program in Wadungasih Village, RT 06 RW 02, Buduran District, Sidoarjo Regency, focused on the arrangement of house numbers as an effort to create administrative order, facilitate address identification, and support the smooth running of public services. The implementation method included field observations, interviews with village officials, plaque design planning, material procurement, production, and installation of house number plaques. The results of the activity showed an increase in address order and ease for the community and external parties, such as couriers, village officials, and health workers, in finding their destinations. In addition, the active involvement of the community in all stages of the activity emphasized the importance of collaboration between residents and village officials in solving local problems, so that this program not only provides practical benefits but also becomes an inspiring model that can be replicated in other areas
Penerapan Buku Bergambar Sebagai Media untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar di Jakarta
This study examines a common problem faced by elementary school students: the limited mastery of English vocabulary, which often hinders their ability to understand and communicate effectively. Many students struggle to remember new vocabulary when learning through traditional methods that lack engaging visual elements. The purpose of this research is to determine the effectiveness of using illustrated books in improving elementary students’ English vocabulary mastery. A total of 20 students participated in the study, which employed a pre-test–post-test design. Before the treatment, students took a pre-test to measure their initial vocabulary ability, with an average score of 18%. Then, the students received instruction using illustrated books that presented the target vocabulary through pictures. After the intervention, a post-test was conducted to assess improvement. The results showed a significant increase in vocabulary scores, from 18% to 82%. These findings indicate that illustrated books provide strong visual support and contextual cues that enhance students’ understanding and retention of new vocabulary. Therefore, the use of illustrated books is proven effective in improving elementary students’ vocabulary mastery while making the process of learning English more engaging, memorable, and enjoyable
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Role Playing dalam Seni Teater pada Siswa Kelas III
Penelitian ini mengkaji upaya peningkatan kemampuan berbicara peserta didik kelas III dengan menggunakan model pembelajaran role playing di SD Cahaya Budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara sekaligus mengetahui bagaimana reaksi mereka ketika model role playing digunakan dalam pembelajaran. Perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi merupakan empat kegiatan utama dalam masing-masing dua siklus penelitian tindakan kelas (PTK) yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, ujian dan angket digunakan sebagai metode pengumpulan data. Angket dan lembar tes digunakan sebagai alat bantu belajar. Berdasarkan temuan penelitian, kemampuan berbicara peserta didik meningkat dari 30% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II. Selain itu, reaksi peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran role playing juga meningkat. Pada siklus I, tingkat respon peserta didik meningkat menjadi 70%, dan pada siklus II mencapai 90%, yang termasuk tergolong "sangat efektif". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas III SD Cahaya Budaya dapat meningkatkan kemampuan berbicara melalui penerapan model pembelajaran role playing.
This study examines efforts to improve the speaking skills of third-grade students using the role-playing learning model at Cahaya Budaya Elementary School. The purpose of this study was to improve speaking skills and to determine their reactions when the role-playing model was used in learning. Planning, implementation, observation, and reflection were the four main activities in each of the two cycles of classroom action research (CAR) used in this study. In this study, tests and questionnaires were used as data collection methods. Questionnaires and test sheets were used as learning aids. Based on the research findings, students\u27 speaking skills increased from 30% in cycle I to 80% in cycle II. In addition, students\u27 reactions to the application of the role-playing learning model also increased. In cycle I, the student response rate increased to 70%, and in cycle II it reached 90%, which is categorised as "very effective." Thus, it can be concluded that third-grade students at Cahaya Budaya Elementary School can improve their speaking skills through the application of the role-playing learning model
Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik Kelas IV SDN Pucang 4 Sidoarjo pada Materi Bangun Datar melalui Media Origami
Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep bangun datar melalui penggunaan media origami. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dari 61,31% menjadi 91,6% dan aktivitas siswa dari 56,65% menjadi 89,1%. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 72 pada siklus I menjadi 78 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal naik dari 71% menjadi 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan origami efektif meningkatkan pemahaman konsep bangun datar melalui pengalaman belajar konkret. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan bukti empiris penggunaan media manipulatif sederhana dalam PTK untuk meningkatkan pemahaman konseptual geometri siswa sekolah dasar.
This study aims to improve students’ understanding of plane shapes through the use of origami as a manipulative learning medium. The study employed classroom action research conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 21 fourth-grade students. Data were collected through observation of teacher and student activities and learning outcome tests. The results showed an increase in teacher activity from 61.31% to 91.6% and student activity from 56.65% to 89.1%. The average learning score improved from 72 in Cycle I to 78 in Cycle II, while classical mastery increased from 71% to 95%. These findings demonstrate that origami effectively enhances conceptual understanding of plane geometry through concrete learning experiences. The novelty of this study lies in strengthening empirical evidence of simple manipulative media within classroom action research to support conceptual geometry learning in elementary education