Journal of Nahdlatul Ulama Sidoarjo University
Not a member yet
1110 research outputs found
Sort by
Praktik dan Hambatan Kultural dalam Implementasi Daur Ulang Kimia Plastik Skala Rumah Tangga
Masalah pengelolaan sampah plastik rumah tangga di Indonesia masih menghadapi hambatan besar, terutama karena rendahnya praktik daur ulang dan pengaruh budaya lokal yang belum mendukung perilaku berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik dan hambatan kultural dalam implementasi daur ulang kimia plastik pada skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan wawancara semi-terstruktur terhadap rumah tangga di wilayah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan, praktik yang tidak konsisten, dan norma sosial menjadi faktor utama penghambat keberhasilan daur ulang. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan pendekatan budaya dalam analisis daur ulang plastik dan merekomendasikan intervensi edukatif yang lebih kontekstual bagi pembuat kebijakan dan pelaku komunitas.
The problem of household plastic waste management in Indonesia still faces major obstacles, mainly due to low recycling practices and the influence of local culture that does not support sustainable behavior. This study aims to identify cultural practices and barriers in the implementation of chemical recycling of plastics at the household scale. The method used is a qualitative approach with case studies and semi-structured interviews with households in selected areas. The results show that low knowledge, inconsistent practices, and social norms are the main factors inhibiting the success of recycling. This study provides a new contribution by integrating a cultural approach in the analysis of plastic recycling and recommending more contextual educational interventions for policymakers and community actors.
 
Purchasing Decision: Shopping Momentum, Shopping Experience, and Price Discounts as Mediators on the Shopee Platform in the Gerbangkertosusila Region
The intense competition in the Indonesian e-commerce industry demands that platforms capture the driving factors of consumer purchasing decisions. This study aims to analyze the direct influence of Shopping Momentum and Shopping Experience on Purchase Decisions, as well as examine the role of Price Discounts as a mediating variable in this relationship. Using an explanatory quantitative approach, the research sample is Shopee users in the Gerbangkertosusila area selected through purposive sampling. This study has 170 active Shopee platform users in the Gerbangkertosusila area selected through a purposive sampling technique. Primary data were collected through a self-administered questionnaire and analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with SmartPLS 4.0. This implies that price discounts function as a crucial trigger mechanism, effectively converting the positive impact of psychological conditions (shopping momentum) and cognitive evaluations (shopping experience) of users into actual purchasing actions
ANALISIS PENENTUAN METODE TERBAIK TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. X
This research discusses the problem of raw material inventory control at PT. X, a company engaged in providing high-quality label printing solutions. Monthly demand fluctuations cause irregularities in raw material ordering, leading to risks of stockouts or overstock situations that impact cost efficiency and production continuity. To address this issue, the study implements three inventory control methods: Economic Order Quantity (EOQ), Periodic Order Quantity (POQ), and Min-Max. The effectiveness of each method is compared using the Simple Additive Weighting (SAW) method with criteria including optimal quantity, ordering frequency, and total inventory cost. The results show that the POQ method is optimal for controlling inventory of vinyl, art paper, and castcoat raw materials, while EOQ is more suitable for lamination materials. The appropriate use of inventory methods has proven to reduce inventory costs and minimize the risks of stock shortages or overstock at PT. X
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Waktu dan Durasi melalui Media Jam Analog pada Kelas II Sekolah Dasar
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi waktu dan durasi melalui penggunaan media jam analog. Subjek penelitian terdiri dari 27 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil pra-tindakan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan membaca jam dan menghitung durasi, sehingga nilai ketuntasan masih rendah. Pada Siklus I, penggunaan media jam analog mulai berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan hasil belajar, meskipun ketuntasan klasikal baru mencapai 66,6% dan belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan yang dilakukan pada Siklus II meliputi peningkatan kualitas instruksi, optimalisasi penggunaan media, serta pembelajaran yang lebih interaktif. Hasilnya, aktivitas guru mencapai 90,38%, aktivitas peserta didik meningkat menjadi 92,5%, dan ketuntasan hasil belajar mencapai 100%. Temuan tersebut membuktikan bahwa penggunaan media konkret berupa jam analog efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep waktu dan durasi, serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna.
This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the learning outcomes of second-grade students at Pucang 4 Elementary School, Sidoarjo, on the topic of time and duration using analog clocks. The subjects of the study consisted of 27 students. The study was conducted in two cycles, including planning, action implementation, observation, and reflection. The pre-action results showed that most students had difficulty reading the clock and calculating duration, resulting in low completion scores. In Cycle I, the use of analog clocks began to successfully improve teacher activity, student activity, and learning outcomes, although classical completion only reached 66.6% and had not yet met the success indicators. Improvements made in Cycle II included improving the quality of instruction, optimizing media use, and making more interactive learning. As a result, teacher activity reached 90.38%, student activity increased to 92.5%, and learning outcome completion reached 100%. These findings prove that the use of concrete media in the form of analog clocks is effective in improving students\u27 understanding of the concepts of time and duration, and can create more active, interesting, and meaningful learning
Quality of Service Jaringan Internet di Command Center Polresta sebagai Dasar Evaluasi Kualitas Layanan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan Wirereshark sebagai alat analisis jaringan untuk menganalisis jaringan internet nirkabel mengenai kualitas layanan. Latar Belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kualitas jaringan internet yang stabil dan andal untuk mendukung kegiatan operasional di Command Center Polresta Sidoarjo. Studi ini berfokus pada latensi tinggi, kehilangan paket, dan input lalu lintas yang tidak konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kinerja jaringan internet berdasarkan parameter QoS seperti keseluruhan, packet loss, Delay, Jitter, dan kebutuhan untuk perbaikan jika perlu. Metode yang digunakan adalah analisis jaringan dengan bantuan alat Wireshark untuk menangkap dan menganalisis paket data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan internet di Command Center Polresta Sidoarjo dengan Wireshark dapat disimpulkan bahwa kinerja jaringan umumnya diklasifikasikan sebagai baik. Parameter seperti QoS, penundaan, kehilangan paket, dan Throughput menunjukkan hasil yang sesuai dengan kriteria yang diperlukan untuk mematuhi standar operasional di Command Center Polresta Sidoarjo. Namun, pemantauan rutin diperlukan untuk memastikan kualitas layanan yang konsisten.
The purpose of this study is to use Wireshark as a network analysis tool to analyze wireless internet networks regarding quality of service. The background of this study is based on the importance of stable and reliable internet quality to support operational activities at the Sidoarjo Police Command Center. This study focuses on high latency, packet loss, and inconsistent traffic input. The purpose of this study is to assess internet network performance based on QoS parameters such as overall, packet loss, Delay, Jitter, and the need for improvement if necessary. The method used is network analysis with the help of the Wireshark tool to capture and analyze data packets. The results of the study show that the internet network at the Sidoarjo Police Command Center with Wireshark, can be concluded that network performance is generally classified as good. Parameters such as QoS, delay, packet loss, and Throughput show results that are in accordance with the criteria required to comply with operational standards at the Sidoarjo Police Command Center. However, regular monitoring is needed to ensure consistent quality of service
Model Pengambilan Keputusan Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja Berbasis ANP pada Divisi Air Conditioning di Industri Manufaktur
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam industri manufaktur, khususnya pada sektor elektronik yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Divisi Air Conditioning (AC) memiliki tingkat kerentanan yang signifikan akibat aktivitas teknis seperti pemasangan komponen berat, paparan listrik tegangan tinggi, dan bahan kimia pendingin. Risiko yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada produktivitas, biaya operasional, dan reputasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi risiko kecelakaan kerja di divisi AC dengan menggunakan pendekatan Analytic Network Process (ANP). Metode ANP dipilih karena mampu menangani keterkaitan antar faktor risiko dan menentukan skala prioritas mitigasi secara sistematis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara ahli, dan pemodelan struktur ANP dengan bantuan perangkat lunak Super Decisions. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang paling prioritas adalah memaksimalkan waktu istirahat sebelum bekerja, diikuti dengan penggunaan sarung tangan dan alat bantu berbahan besi. Rasio konsistensi perhitungan menunjukkan nilai CR ≤ 0.1 yang valid dan reliabel. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penentuan strategi mitigasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko K3 di sektor industri
Pemberdayaan Rumah Hijau “Asman Kelor” Melalui Implementasi Tong Komposter untuk Pengelolaan Limbah Organik
Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, menjadi isu yang mendesak di RT 14 Desa Bangah, Gedangan, Sidoarjo, akibat minimnya pengelolaan yang memadai. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi "Tong Komposter" sebagai solusi pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi partisipatif, yang didukung oleh kolaborasi antara warga, karang taruna, dan pemerintah desa. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah, serta produksi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian lokal. Pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi sederhana memberikan dampak signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. Program ini memiliki implikasi besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberikan potensi ekonomi bagi masyarakat.
The problem of household waste management, especially organic waste, has become a pressing issue in RT 14 Bangah Village, Gedangan, Sidoarjo, due to the lack of adequate management. This program aims to empower the community through the innovation of "Tong Komposter" as a solution for processing organic waste into compost. The methods used include socialization, training, and participatory evaluation, supported by collaboration between residents, youth organizations, and the village government. The results show an increase in community awareness and participation in waste management, as well as the production of compost that can be used for local agriculture. A community-based approach with simple technology has a significant impact on the environment and society. This program has major implications for supporting environmental sustainability and providing economic potential for the community.The problem of household waste management, especially organic waste, has become a pressing issue in RT 14 Bangah Village, Gedangan, Sidoarjo, due to the lack of adequate management. This program aims to empower the community through the innovation of "Tong Komposter" as a solution for processing organic waste into compost. The methods used include socialization, training, and participatory evaluation, supported by collaboration between residents, youth organizations, and the village government. The results show an increase in community awareness and participation in waste management, as well as the production of compost that can be used for local agriculture. A community-based approach with simple technology has a significant impact on the environment and society. This program has major implications for supporting environmental sustainability and providing economic potential for the community
Melestarikan Kesenian Tradisional Ludruk Berbasis Modern sebagai Upaya Menjaga Identitas Budaya Lokal
Upaya pelestarian dan pengembangan ludruk menjadi penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari kekayaan budaya ini. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sumorame, RT 02 RW 11 Kabupaten Sidoarjo. Pagelaran ludruk milenial di Desa Sumorame RT 02 RW 11 merupakan suatu upaya warga setempat untuk mencegah punahnya kesenian di tengah gempuran budaya asing. Kelancaran kegiatan pagelaran ludruk milenial di RT 02 RW 11 Desa Sumorame mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa pengabdi, dan berbagai pihak terkait dalam melestarikan budaya tradisional dengan sentuhan modern.
Preservation and development of the ludruk are crucial to ensure that future generations can continue to enjoy and learn about this rich culture. This community service activity was conducted in Sumorame Village, RT 02 RW 11, Sidoarjo Regency. The millennial ludruk performance in Sumorame Village, RT 02 RW 11, represents a local effort to prevent the extinction of this art form amidst the onslaught of foreign cultures. The successful implementation of the millennial ludruk performance in RT 02 RW 11, Sumorame Village, reflects the successful collaboration between the community, student community service participants, and various related parties in preserving traditional culture with a modern touch
Edukasi Keamanan Data Pribadi di Dunia Digital sebagai Upaya Pencegahan Kejahatan Siber pada Masyarakat
Pengamanan data pribadi sangat penting dalam era sekarang karena individu mempunyai hak melindungi data maupun akan berbagi atau tidaknya data yang dimiliki. Sosialisasi keamanan data pribadi ialah kegiatan yang memberikan informasi terhadap warga mengenai beberapa jenis peringatan digital untuk keamanan data pribadi masyarakat. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dari kegiatan masyarakat yang ditujukan kepada warga RT 16 lingkungan Semaji, desa Kemasan. Pelaksanaan kegiatan ini secara tatap muka. Sekitar kurang lebih 40 orang dari wargaRT 16, termasuk tokoh masyarakat, ketua RT, dan generasi muda hadir. Tujuan terlaksananya kegiatan ini adalah untuk membantu warga RT 16 mengedukasi tentang keamanan data pribadi, menginformasikan apa saja kejahatan dunia digital, melakukan pencegahan kejahatan dunia digital, dan lain sebagainya.
Personal data security is crucial in today\u27s era because individuals have the right to protect their data and decide whether or not to share it. Personal Data Security Socialisation is an activity that provides information to residents about various digital warnings for personal data security. This activity is one form of community outreach aimed at residents of RT 16 in the Semaji neighbourhood, Kemasan village. This activity was implemented face-to-face. Approximately 40 people from RT 16, including community leaders, the RT head, and the younger generation, attended. The purpose of this activity was to help educate RT 16 residents about personal data security, inform them about digital crimes, prevent digital crimes, and so on
Pendidikan Karakter di Era Modern melalui Program Fun Character Education untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai-Nilai Moral Anak
Pada zaman modern kita yang penuh masalah ini, pendidikan karakter lebih penting dari sebelumnya untuk membentuk identitas dan tindakan warga negara masa depan. Pengabdian masyarakat ini membahas implementasi program Fun Character Education di RT 34 Desa Sidokepung, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak mengenai nilai-nilai karakter melalui metode yang menyenangkan. Program ini melibatkan 20 anak berusia 5 hingga 12 tahun dan menggunakan media audio visual serta permainan interaktif untuk menyampaikan tema-tema penting seperti adab, kerja sama, dan bullying. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai karakter, dengan perubahan positif dalam perilaku mereka setelah mengikuti program. Umpan balik dari orang tua dan masyarakat juga menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inisiatif ini. Hasil-hasil ini menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang dimulai sejak usia dini dan perlunya masyarakat, keluarga, dan sekolah bekerja sama untuk menumbuhkan suasana yang mendorong anak-anak mengembangkan karakter mereka.
Particularly in this troubled modern age, character education is crucial in molding the identities and actions of future generations. In this civic duty, we look at how RT 34 Sidokepung Village has been using the Fun Character Education program to raise kids\u27 character awareness and comprehension via engaging in positive activities. The program involved 20 children aged 5 to 12 years and used audio-visual media and interactive games to convey important themes such as manners, cooperation, and bullying. The evaluation results demonstrated that the program had a beneficial impact on the children\u27s conduct and that their grasp of character qualities significantly improved. Feedback from parents and the community also showed strong support for this initiative. These findings emphasize the importance of character education implemented from an early age and the need for collaboration between schools, families, and the community to create an environment that supports children\u27s character development