Agroteknika (E-Journal)
Not a member yet
    195 research outputs found

    Pemanfaatan Limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sebagai Energi Alternatif Biogas Melalui Sistem Biodigester

    Get PDF
    Suatu agroindustri menghasilkan limbah yang tidak berguna dan mempunyai dampak terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pabrik kelapa sawit dalam sehari menghasilkan lebih dari 1 ton limbah. Limbah pabrik dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif biogas melalui sistem biodigester. Metode yang digunakan dalam penbelitian ini adalah metode kuantitatif dan perolehan data berupa data primer dan data sekunder dan metode eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit menjadi biogas melalui sistem biodigester. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hasil gas paling banyak terdapat pada limbah 1 yang dihasilkan dengan kecepatan sebesar 2,4 ml/jam untuk jumlah limbah 200 ml. Untuk 1 liter limbah yang diolah mampu menghasilkan 12 ml gas setiap jam. Maka dalam 1 hari, limbah tipe 1 akan menghasilkan 288 ml biogas setiap satu liter limbah

    Rancang Bangun dan Kinerja Mesin Pengupas Sabut Kelapa Muda

    Get PDF
    Mesin pengupas sabut kelapa muda berfungsi untuk mempermudah dalam mengupas kelapa muda karena cukup efektif dibanding cara manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan uji kinerja mesin pengupas sabut kelapa muda. Hasil pengujian menunjukan kapasitas pengupasan mesin adalah 120 buah/jam. Analisa ekonomi mesin pengupas sabut kelapa muda didapat biaya tetap Rp 1.793.220 /tahun, biaya tidak tetap Rp 16.943/jam, biaya pokok Rp. 147/buah dan break event point (BEP) sebanyak 4.995 buah/tahun

    Rancang Bangun Mesin Pengupas Sabut Kelapa

    Get PDF
    Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman serbaguna dimana seluruh bagian tanaman mulai dari akar, batang, daun dan buah dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Mesin pengupas sabut kelapa secara mekanik merupakan pengembangan dari alat bantu pengupas sabut kelapa tradisional dan semi mekanik. Pengupas kelapa secara manual dan semi mekanik kurang efektif karena masih menggunakan tenaga manusia sebagai sumber tenaga utama dan kapasitas kerja yang kecil. Mesin pengupas sabut kelapa ini erdiri atas dua silinder yang memiliki gigi yang berfungsi untuk merobek sabut. Silinder ini berputar dengan arah yang berlawanan. Dari uji kinerja diperoleh kapasitas kerja yang lebih besar yaitu 100 buah/jam. Hasil analisa ekonomi mesin pengupas kelapa ini adalah biaya tetap Rp 2.240.784,- /tahun, biaya tidak tetap  Rp 11.911,26,- /jam, biaya pokok Rp 129,89,-/buah dan Break Event Point  12.387,55 buah/tahun

    Substitusi Tepung Bengkuang pada Pembuatan Brownies

    Get PDF
    Brownies bengkuang merupakan salah satu bentuk pengaplikasian tepung bengkuang pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung bengkuang pada pembuatan brownies. Pada penelitian ini dilakukan subtitusi tepung terigu dengan tepung bengkuang dengan perlakuan kontrol, 60%, 70%, 80% dan 100%. Analisa yang dilakukan pada brownis bengkuang adalah analisis proksimat dan analisis organoleptik. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar karbohidrat, kadar lemak, kadar protein, kadar abu dan kadar serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa substitusi tepung bengkuang pada pembuatan brownies memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada karbohidrat, protein dan serat kasar brownies bengkuang. Berdasarkan analisis organoleptik yang telah dilakukan diketahui bahwa semakin banyak penambahan tepung bengkuang, brownies yang dihasilkan memiliki tekstur yang semakin padat dan berserat. Hasil analisis organoleptik menunjukkan substitusi tepung bengkuang yang paling disukai panelis adalah brownies yang disubstitusi tepung bengkuang 60%, dengan memberikan penilaian terhadap warna 4,20 (agak suka), aroma 3,92 (agak suka), rasa 4,20 (agak suka), dan tekstur 3,96 (agak suka). Brownies dengan substitusi tepung bengkuang 60% memiliki kadar air 31,24%, kadar karbohidrat 43,42%, kadar lemak 14,14%, kadar protein 10,57%, kadar abu 0,63%, dan kadar serat kasar 1,81%

    Analisis Kelayakan Usaha Agroindustri Tape Singkong di Desa Candi Binangun Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Agroindustri tape singkong adalah  agroindustri unggulan yang mempunyai peran dalam peningkatan pendapatan masyarakat  di kabupaten Pasuruan. Agroindustri tape singkong adalah usaha  pengolahan singkong melalui proses fermentasi menjadi tape singkong. Tujuan dari riset  ini adalah guna mendapatkan kelayakan usaha agroindustri tape singkong di desa Candibinangun kecamatan Sukorejo kabupaten Pasuruan. Sistem riset  yang digunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data digunakan dengan cara sensus. Analisis kelayakan usaha yang dikaji yaitu, harga pokok penjualan,  biaya investasi dan produksi, juga kriteria kelayakan  usaha antara lain R/C Ratio  , PBP, dan NPV. Perhitungan yang diperoleh adalah R/C Ratio setara 1.6 nilainya lebih besar dari 1, PBP 1 tahun 7 bulan tidak melebihi periode yang direncanakan, NPV Rp. 52.568.847 bernilai positif > 0 dan akan tercapai BEP jika produksi sebesar 28.462 Kg dan harga produk Rp. 6.325. Berdasarkanperhitungan analisis kelayakan tersebut dapat disimpulkan agroindustri tape singkong layak dijalankan

    Rancang Bangun Mixer Adonan Kerupuk Tipe Horizontal

    Get PDF
    Kerupuk ikan termasuk jenis makanan kering bertekstur renyah yang digemari masyarakat luas. Kerupuk terbuat dari bahan-bahan yang mengandung pati cukup tinggi. Dalam proses produksi kerupuk ikan, diperlukan beberapa peralatan salah satunya adalah mixer adonan kerupuk tipe horizontal. Mixer adonan kerupuk tipe horizontal memiliki keunggulan, seperti mudah dalam perawatan dan pengoperasian serta harga jual yang murah dan  terjangkau oleh produsen skala menengah dan kecil. Mixer adonan kerupuk tipe horizontal memiliki kapasitas kerja rata-rata 138,5 kg/jam

    Rancang Bangun Alat Pencacah Daun dan Ranting Gambir

    Get PDF
    oai:ojs2.agroteknika.id:article/16Tanaman Gambir merupakan tanaman perdu yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ekstrak (getah) daun dan ranting gambir mengandung asam katechu tannat (tanin), katechin, pyrocatechol, florisin dan lilin fixed oil. Sumatera Barat merupakan penghasil gambir terbesar di Indonesia namun bila dilihat dari produktivitas per hektar masih rendah yaitu berkisar antara 300 sampai 400 kg gambir kering per hektar per tahun. Hal ini disebabkan pengolahan gambir yang masih tradisional. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan dibuatnya alat pencacah daun dan ranting gambir. Alat pencacah daun dan ranting gambir ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam proses pengempaan karena daun dan ranting gambir sudah dicacah terlebih dahulu. Kapasitas alat pencacah ini adalah 53,83 kg/jam dan laju pengumpanan 63,6 kg/jam. Untuk analisa ekonomi teknik didapat total biaya tetap Rp.1.911.052/tahun, total biaya tidak tetap Rp. 91.088,8 / jam, biaya sewa alat Rp. 1.706,9 /jam dan BEP untuk pengoperasionalan alat 2.365,45 Kg/jam. Harga jual alat pencacah daun dan ranting gambir adalah Rp. 7.463.000 dengan laba 30

    Rancang Bangun Mesin Pengiris Buah Pinang Muda Tipe Horizontal

    Get PDF
    Biji pinang merupakan salah bahan campuran dalam memakan sirih, bahan campuran pembuatan permen, zat pewarna merah alami, dan diekstrak untuk mendapatkan zat-zat antioksidan alami yang menguntungkan seperti tanin. Pinang muda diolah ditingkat petani dalam bentuk irisan yang kemudian dikeringkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat proses produksi dan mengurangi kecelakaan kerja karena pengolahan buah pinang muda biasanya dilakukan dengan cara diiris tipis dengan menggunakan pisau. Prinsip pengirisan pinang ini dilakukan secara horizontal dengan mengubah gerak rotasi dari motor listrik menjadi gerak linear bolak-balik. Dengan adanya mesin ini diharapkan pekerjaan pengirisan akan lebih efektif dan efisien dari segi waktu serta aman bagi pekerja itu sendiri. Perbandingan kinerja mesin pengiris pinang muda dengan alat manual dengan menggunakan mesin pengiris adalah 1 :15,54. Dari uji analisa ekonomi maka didapat harga jual Rp. 5.070.000, biaya tetap (Fixed cost) Rp 1.277.640,- /tahun, biaya tidak tetap (Variable cost) Rp 11.361,56,-/jam, biaya pokok Rp.458.869 dan Break Event Point 20.607,09 kg/tahun

    Rancang Bangun Mesin Pengiris Bawang Merah Tipe Vertikal

    Get PDF
    Bawang goreng merupakan salah satu bentuk olahan dari bawang merah yang dalam proses pembuatannya melalui tahap pengirisan. Tahap pengirisan dalam pembuatan bawang goreng di usaha industri kecil masih dilakukan secara manual. Pengirisan bawang merah secara manual memiliki kelemahan seperti memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaan waktu dan tenaga kerja dalam proses pengirisan bawang merah, dirancanglah mesin pengiris bawang merah tipe vertikal. Pengujian kinerja mesin pengiris bawang merah tipe vertikal diperoleh kapasitas alat 56,21 kg/jam dengan kecepatan pengirisan 162 RPM, efisiensi pengirisan 89%, rendemen 89 %, persentase kerusakan hasil 11%, kehilangan hasil rata-rata 0,11 kg, laju pengumpanan 63,50 kg/jam, dan tebal rata-rata pengirisan 0,21 mm. Analisa ekonomi mesin pengiris bawang merah didapat biaya pembuatan mesin pengiris bawang merah Rp 2.574.200,-, harga jual Rp 3.346.200,-, biaya tetap Rp 843.242,4,-/tahun, biaya tidak tetap Rp 10.550,39,- /jam, biaya pokok Rp 539,05 Kg, Break Event Point (BEP) 1.038,09,- kg/jam, B/C ratio Rp 1,3,-

    Rancang Bangun Alat Pengasap Ikan

    Get PDF
    Alat pengasap ikan merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengeringkan ikan dengan panas yang terdapat pada asap. Pengasapan ikan merupakan teknik pengolahan hasil pertanian yang bertujuan untuk mengawetkan ikan serta meningkatkan harga jual ikan di pasaran. Selain meningkatkan harga jual, pengasapan ikan juga berfungsi untuk meningkatkan cita rasa ikan. Penelitian ini menghasilkan purwarupa alat pengasap ikan dengan spesifikasi, panjang 120 cm, lebar 61 cm, tinggi 135 cm. Hasil analisa ekonomi yang alat pengasap ikan ini memiliki harga jual sebesar Rp 1.540.000, dengan biaya pokok Rp 23.401/kg dan Break Event Point (BEP) sebanyak 16 kg/tahun

    194

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Agroteknika (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡