Agroteknika (E-Journal)
Not a member yet
    195 research outputs found

    Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Sirsak (Annona muricata) terhadap Kejadian dan Intensitas Serangan Hama pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.)

    Full text link
    Penggunaan pestisida sintetik umum digunakan masyarakat untuk mengurangi OPT pada tanaman budidaya, namun pestisida ini memiliki kekurangan diantaranya tidak ramah lingkungan, hama sasaran menjadi resisten, dan musuh alami yang bukan sasaran ikut musnah. Pemanfaatan pestisida nabati merupakan salah satu upaya untuk menekan populasi hama pada tanaman, dan meminimalisir pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keefektifan ekstrak metanol biji A. muricata terhadap kejadian dan intensitas serangan pada daun dan buah C. annum. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian merupakan ekstrak biji A. muricata dengan konsentrasi P0 (0%), P1 (0,25%), P2 (0,5%), P3 (1%), P4 (2%), P5 (4%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 Perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang efektif untuk menurunkan intensitas dan kejadian serangan hama pada buah C. annum terdapat pada konsentrasi 1% (P3)

    Respon Pertumbuhan Bunga Matahari di Lahan Pesisir Pantai pada Aplikasi Beberapa Dosis Mikoriza dan Kompos Maggot

    Full text link
    Bunga matahari termasuk salah satu jenis komoditi pertanian yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. Hal ini bukan tanpa alasan karena setiap bagian dari bunga matahari dapat digunakan untuk makanan, pakan ternak, bahan baku industri, kecantikan dan obat-obatan. Saat ini pengembangan bunga matahari telah bergeser ke penggunaan lahan marginal seperti lahan pesisir namun memiliki banyak permasalahan. Untuk itu perlu dilakukan berbagai inovasi dan penerapan teknologi. Salah satunya adalah penggunaan mikoriza dan kompos maggot. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan bunga matahari di lahan pesisir pantai pada aplikasi beberapa dosis mikoriza dan kompos maggot. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok secara faktorial dengan 4 taraf pada masing-masing perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis mikoriza dan dosis kompos maggot yang diberikan akan berbanding lurus terhadap pertumbuhan bunga matahari pada lahan pesisir pantai

    Efektivitas Deteksi Warna Tanah Secara Cepat dengan Software Berbasis Android

    Full text link
    Praktik-praktik pertanian intensif saat ini banyak berakibat pada menurunnya status kesuburan tanah. Salah satunya adalah banyak lahan pertanian mempunyai faktor pembatas kadar bahan organik tanah rendah hingga sangat rendah. Pengukuran kadar bahan organik tanah membutuhkan waktu yang lama, mahal, dan tidak tersedia di semua laboratorium sehingga banyak perkembangan ilmu pengetahuan belum terimplemetasikan di lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengukur efektivitas penentuan warna tanah berbasis andorid terhadap warna tanah. Warna tanah didasarkan pada warna yang ada dalam Munsell Soil Color Chart. Penelitian dilakukan di Kota Bogor, Jember, dan Bondowoso serta di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Universitas Jember. Penelitian dilakukan dengan metode survey lapang dan pengamatan warna tanah di laboratorium dengan sampel tanah kering angin dan lembab dengan jarak pemotretan dengan tanah 20 cm, 25 cm, dan 30 cm dengan alat bantu photo box. Fokus penelitian ini pada nilai value dan chroma. Penggunaan andorid untuk menentukan warna tanah mudah dan cepat namun berdasarkan evaluasi efektivitasnya masih kurang efektif yaitu nilai tertinggi pada faktor tunggal value tanah kondisi kering angin dan jarak pemotretan 20 cm sebesar 57,89% dan chroma tanah lembab jarak pemotretan 30 cm sebesar 52,63%. Oleh karena itu sebelum software ini digunakan secara luas perlu perbaikan untuk meningkatkan nilai efektivitasnya. Saran untuk meningkatkannya adalah sampling tanah yang akan diuji disiapkan dalam kotak dengan luasan sesuai dengan fokus pengambilan gambar dan ketebalan yang telah ditetapkan untuk mendapatkan warna tanah homogen

    Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) dengan Berbagai Konsentrasi POC Urine Kelinci dan Pemangkasan Buah

    Full text link
    POC urine kelinci mengandung berbagai macam hara yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pemangkasan buah bermanfaat untuk menghasilkan kualitas semangka. Tujuan dari penelitian yaitu mengkaji pengaruh konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Rancangan Acak Kelompok berfaktor dengan faktor pertama yaitu konsentrasi POC urine kelinci (10 mL.L-1, 15 mL.L-1, 20 mL.L-1, dan 25 mL.L-1), dan faktor kedua yaitu pemangkasan buah (satu buah disisakan dan dua buah disisakan), pengulangan dilakukan sebanyak tiga ulangan. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah berpengaruh nyata pada parameter panjang sulur tanaman. Perlakuan P3 (20 mL.L-1) memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan P1(10 mL.L-1), perlakuan P3 (20 mL.L-1) menghasilkan sulur terpanjang yaitu 159.25 cm, sedangkan perlakuan P1 (10 mL.L-1) menghasilkan sulur terpendek yaitu 125.20 cm. Perlakuan pemangkasan buah mempengaruhi pertumbuhan panjang sulur pada umur 28 HST. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah tidak mempengaruhi jumlah daun, warna daun, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlarut. Konsentrasi POC urine kelinci yang terbaik yaitu 20 mL.L-1 pada parameter jumlah daun, warna daun, panjang sulur, berat buah, panjang buah, bulat buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlalut buah sedangkan pemangkasan buah yang terbaik yaitu B1 (satu buah semangka) pada parameter berat buah, panjang buah, lingkar buah, dan ketebalan kulit buah

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Padi Sawah (Oriza sativa L.) di Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango, Indonesia

    Full text link
    Penambahan luas lahan sawah penting dilakukan untuk meningatkan produksi padi sawah, tetapi informasi potensi lahan tersebut sering belum tersedia. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu menentukan kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas penggunaan lahan untuk padi sawah, serta menilai kelayakan usahatani padi sawah. Pelaksanakan penelitian dari Juni hingga Agustus 2021 di wilayah Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian menggunakan metode pemadanan antara kriteria kesesuaian tanaman padi sawah dengan karakteristik lahan setiap satuan lahan, sehingga didapatkan kelas kesesuaian aktual dan faktor pembatas lahannya. Setelah faktor pembatas diperbaiki, maka didapatkan kelas kesesuaian potensial yang diteruskan dengan analisis kelayakan usaha padi sawah berdasarkan aspek finansial. Hasil analisis menunjukan bahwa secara aktual, kelas kesesuaian lahan didominasi sesuai marginal (kelas S3) diikuti cukup sesuai (kelas S2) untuk padi sawah di Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango dengan pembatas adalah faktor kejenuhan basa. Selanjutnya, setelah perbaikan kelas dengan pemberian bahan organik dan kapur, maka secara potensial kelas kesesuaian lahan untuk padi sawah didominasi kelas S2 diikuti kelas S1 (sangat sesuai). Usahatani padi sawah di wilayah ini relatif menguntungkan karena R/C rasio lebih besar 1

    Pengujian Kompos Kiambang dan Kompos Mukuna dengan Berbagai Taraf Dosis terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.)

    Full text link
    Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan kelompok tanaman semusim, tetapi tanaman tembakau termasuk golongan tanaman perkebunan. Luasan areal tanam didominasi oleh perkebunan rakyat sebanyak 99,98% dan 0,02 % dari perusahaan swasta. Penggunaan Pupuk anorganik sudah mulai memberikan dampak lingkungan seperti menurunnya kandungan bahan organik tanah, rentannya tanah terjadi erosi, permeabilitas tanah menurun, populasi mikroba tanah berkurang. Pengembalian kemampuan lahan pertanian sangat penting untuk dilakukan dengan pemberian bahan organik terhadap tanah. Sumber bahan organik yang dapat diberikan kepada tanah adalah kompos. Sumber yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos adalah tanaman kiambang dan tanaman mukuna. Tujuan penelitian mendapatkan jenis kompos dan dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau. Pelaksanaan penelitian ini dari bulan April sampai dengan Juli 2021. Rancangan Percobaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama kompos berbahan kiambang dan mukuna. Faktor kedua dosis pemberian yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, dan 200 gram per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis ANOVA dan uji lanjut LSD taraf 5%. Parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, berat basah daun dan berat kering daun. Pemberian jenis pupuk kompos memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetative tanaman tembakau. Pemberian jenis kompos kiambang merupakan kompos yang memberikan pertumbuhan terbaik. Peningkatan dosis menunjukkan pengaruh yang berbeda, didapatkan dosis terbaik 200 gram per tanaman kompos kiambang

    Efektivitas Pupuk Organik Cair terhadap Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor) pada Budidaya Microgreen

    Full text link
    Urban farming merupakan teknik budidaya yang lazim diterapkan di wilayah perkotaan, dengan masa panen yang lebih singkat dibandingkan penanaman secara konvensional. Salah satu teknik budidaya yang dapat diterapkan adalah microgreen. Bayam (Amaranthus tricolor) merupakan salah satu tanaman yang mudah di budidayakan dengan urban farming secara microgreen. Salah satu alasannya karena banyak diminati oleh masyarakat karena kandungan gizinya. POC merupakan salah satu pupuk organik dengan kandungan nutrisi yang diperlukan tanaman cukup banyak, sehingga untuk menambah nutrisi pada tanaman microgreen untuk meningkatkan kandungan gizi diperlukan pupuk tambahan salah satunya pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perlakuan pupuk organic cair (POC) berbahan dasar sisa sayuran rumah tangga terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam microgreen. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dimana perlakuan yang digunakan berupa kontrol/air sumur (Ao), POC bayam (A1), POC kentang (A2) dan POC kangkung (A3). Data pengamatan dianalisis menggunakan (ANOVA) dengan beda nyata pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan proses pembuatan POC berbahan dasar limbah sayuran rumah tangga dapat diaplikasikan ke tanaman sebagai alternatif pengganti pupuk kandang. Dari pengaplikasian pada tanaman bayam microgreen menunjukkan tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan dengan berbagai macam POC. Perlakuan tanpa POC yakni penggunaan air sumur (Ao) pada microgreen bayam menunjukkan pola pertumbuhan dan hasil yang optimum dibandingkan dengan pemberian berbagai macam POC. Hal ini diyakini penggunaan air sumur kaya akan mineral yang siap diserap tanaman dibandingkan penggunaam POC

    Analisis Rancang Bangun Solar Cooker Berbasis Consentrated Solar Power (CSP)

    Full text link
    Kompor surya memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi panas untuk proses memasak. Cahaya matahari dipantulkan dan diubah menjadi energi panas melalui konsentrator surya, cahaya difokuskan menjadi satu titik pada wadah kompor pemasak. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan desain kompor surya, melakukan uji kinerja dan mengetahui pengaruh waktu, daya energi matahari terhadap suhu yang dihasilkan pada kompor surya dengan menggunakan thermocouple tipe K. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan struktural dan fungsional alat, pembuatan komponen alat dan pengujian kinerja kompor surya. Komponen kompor surya diantaranya adalah konsentrator parabola dish, dudukan kompor, rangka penyangga, kaki tumpuan, kompor, thermocouple tipe K dan Arduino. Kompor surya yang dirancang menggunakan konsentrator surya parabola yang dilengkapi dengan sistem kontrol. Suhu yang dihasilkan oleh konsentrator parabola berbeda-beda karena tergantung pada cahaya matahari, titik fokus yang dihasilkan oleh konsentrator dan kecepatan angin pada saat pengujian. Intensitas cahaya matahari pada saat pengujian adalah antara 1098 – 1344 W/m2, dan kecepatan angin 0,2 – 0,5 m/s. Rentang suhu selama proses pemasakan adalah 84 sampai 116 0C dan waktu pemasakan antara 3,48 sampai 5,38 menit

    Effect of Aeration and KNO3 in Seed Priming on The Germination of Tomato (Solanum lycopersicum) Seeds

    Full text link
    Seed priming by soaking in KNO3 has been used to enhance seed performance and crop establishment in tomatoes. However, seeds that are immersed in a solution for a long time may be deprived of oxygen during critical phases of imbibition. Aeration during priming is a solution to solve this problem. Thus, this study aims to determine the effect of aeration and KNO3 in seed priming on the germination of tomato seeds. The seeds used in this study were tomato seeds var. Palupi. This study used seven treatments i.e. non-primed, KNO3 moistened paper, KNO3 soaking, KNO3 aeration, water moistened paper, water soaking, and water aeration. The study was arranged in a completely randomized design (CRD). All data were statistically analyzed using one-way ANOVA and followed by means analysis using Fisher’s LSD (Least Significant Difference) test at P<0.05. The result showed that all priming treatments gave a better performance in FGP (Final Germination Percentage), MGT (Mean Germination Time), and GRI (Germination Rate Index) compared to the non-primed. The best treatments, however, were observed in the aeration method in either KNO3 or water in all parameters observed. KNO3 gave a slightly better performance than water in all parameters, although there was no statistical difference between the two treatments

    Rancangan Bangun Mesin Pemipil Jagung dengan Sistem Otomatis Berbasis Sekuensial Kontroller

    Full text link
    Mesin pemipil jagung sudah banyak dikembangkan dan bahkan diproduksi secara massal.  Beberapa kelemahan yang masih ditemukan proses pemipilan diantaranya adalah masih melibatkan operator secara intensif dan luaran hasil pemipilan masih bercampur antara bonggol dan jagung. Selain itu pada mesin-mesin dengan penggerak motor listrik, terdapat potensi energi yang terbuang pada saat motor aktif sementara jagung yang akan dipipil tidak ada.  Pada penelitian ini dikembangkan mesin pemipil jagung semi otomatis untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Metode untuk merealisasikan mesin ini terdiri dari perancangan sistem mekanik, perancangan sistem kontrol, dan integrasi sistem. Disain mekanik mesin dirancang sehingga mampu memisahkan antara jagung hasil pipilan dengan bonggolnya. Pada mesin ini juga ditambahkan fitur sistem otomatis untuk mengendalikan aktivasi motor penggerak menggunakan sensor proximity. Indikator pengujian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pemipilan menggunakan mesin ini mencapai 98,25%, kecepatan proses pemipilan (rate) sebesar 1,8 Kg/menit atau 108 Kg/jam, dan berhasil memisahkan jagung hasil pipilan dengan bonggolnya pada tempat yang terpisah. Fitur sistem otomatis dapat bekerja sesuai dengan perencanaan, dimana motor akan berada pada keadaan mati (standby) ketika jagung pada hoper tidak terdeteksi oleh sensor proximity. Dengan daya motor tanpa beban sebesar 985,6 Watt, potensi penghematan energi adalah sebesar 57,9 KJ yaitu ketika motor dimatikan secara otomatis pada saat jagung pada hoper tidak terdeteksi selama satu menit

    194

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agroteknika (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇