Agroteknika (E-Journal)
Not a member yet
    195 research outputs found

    Uji Daya Hasil Genotipe cabai Rawit di Lahan Pasca Penambangan Timah Bangka

    Full text link
    Cabai rawit merupakan sayuran pedas yang penting bagi masyarakat. Tanaman cabai rawit perlu dikembangkan pada lahan marginal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Uji adaptasi tanaman cabai di lahan pasca tambang timah dilakukan untuk mendapatkan genotipe yang toleran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola adaptasi serta daya hasil genotipe yang paling toleran dari 13 genotipe pada lahan pasca penambangan timah. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Metode penelitian yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan dengan bahan penelitian adalah 10 genotipe cabai rawit dan 3 varietas pembanding koleksi IPB. Pengamatan terdiri dari kualitatif dan kuantitatif. Pengamatan kuantitatif menghasilkan data kuantitatif yang akan dianalisis Varians (Anova) kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI). Hasil penelitian menunjukkan genotipe uji berpengaruh nyata pada karakter tinggi tanaman dan berpengaruh sangat nyata pada karakter lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, panjang buah, bobot buah perbuah, jumlah buah pertanaman dan bobot buah pertanaman. Uji LSI pada genotipe cabai rawit menunjukkan hasil tertinggi pada genotipe F63723407-28-6-2 sebesar 87,25 g. ”Genotipe F63723407-28-6-2 lebih unggul terhadap kondisi lahan pasca tambang timah yang di tunjukkan pada beberapa karakter penting pertumbuhan dan hasil genotipe tanaman tersebut

    Enhancing Germination and Early Seedling Growth of Eggplant (Solanum melongena L.) Through Aeration Priming with Potassium Nitrate (KNO₃)

    Full text link
    Eggplant (Solanum melongena L.) is an important horticultural crop in tropical and subtropical regions. However, suboptimal seed germination and poor early seedling growth often impede successful crop establishment. Seed priming with potassium nitrate (KNO₃) is widely recognized for enhancing seed performance, but prolonged soaking in priming solutions can limit oxygen availability during imbibition, potentially inhibiting metabolic activity and reducing priming efficiency. This study aimed to evaluate the effectiveness of aerated KNO₃ priming in improving germination and seedling vigor of eggplant. A completely randomized design with seven treatments, including control, KNO₃ concentrations (0%, 1%, 2%), and priming conditions (with and without aeration), was applied. Results showed that seed priming significantly improved germination parameters, stem diameter, and dry mass. The best germination performance was observed in seeds primed with 2% KNO₃ under aeration with 88.50% germination, the highest germination rate index (23.08), and the shortest mean germination time (3.38 days). While priming did not significantly affect plant height at 35 days after planting, and the concentration of KNO₃ did not significantly affect the seedling performances, aeration significantly increased stem diameter and seedling dry mass. These findings suggest that aerated priming with 2% KNO₃ can be recommended as an effective technique to enhance germination performance and seedling vigor in eggplant

    Rancang Bangun dan Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Tetes Tenaga Surya untuk Budidaya Cabai Berkelanjutan

    Full text link
    Permasalahan keterbatasan ketersediaan air dan tingginya biaya energi untuk irigasi menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis solar cell sebagai solusi efisiensi penggunaan air dan energi terbarukan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel fotovoltaik, pompa DC, controller dengan timer otomatis, jaringan pipa lateral, serta emitter tetes yang terhubung pada setiap polybag tanaman cabai. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai diperlukan pompa dengan kapasitas 0,2 hp, panel surya 26,3 WP, Solar charge controller 30 A dan baterai dengan daya 67,5 watt. Pengujian debit air pada pompa dapat dikatakan mampu memenuhi kebutuhan air tanaman cabai dengan rata-rata debit yaitu 394,8 ml/menit untuk 48 tanaman. Parameter yang diamati meliputi debit emtter, kestabilan distribusi air, konsumsi energi, dan respon pertumbuhan tanaman cabai. Hasil rata – rata dari pengujian debit emitter 24 sampel tanaman menghasilkan nilai 197,4 ml selama 5 menit. Hasil Keseragaman air mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,01%, di mana nilai ini termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional hingga 100%, sehingga menekan biaya operasional. Pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan respon positif dengan tingkat kesegaran daun lebih baik dibandingkan dengan penyiraman manual. Dengan demikian, sistem irigasi tetes berbasis solar cell terbukti efektif, efisien, dan berpotensi mendukung budidaya cabai berkelanjutan di daerah dengan keterbatasan energi dan air

    Analisis Pengaruh Penambahan Senyawa Oksidator KMnO4 Terhadap Kualitas Briket Campuran (Daun Jati dan Arang Bonggol Jagung)

    Full text link
    Briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) dapat menjadi bahan bakar alternatif yang mendukung terwujudnya program Green Economy yaitu pengurangan limbah. Selain menggunakan limbah, penambahan bahan kimia juga dapat dilakukan untuk mencari formulasi briket berkualitas baik. Salah satu jenis oksidator yang dapat dipakai sebagai zat aditif pada briket adalah KMnO4. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas briket melalui perlakuan penambahan oksidator KMnO4 pada briket berbahan dasar campuran daun jati dan arang bonggol jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Variabel bebasnya adalah briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) yang ditambah KMnO4 dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%,15%. Untuk perbandingan kompisisi daun jati dan arang bonggol jagung sebesar 2:1. Untuk variabel terikat penelitiannya adalah kualitas briket yang meliputi: waktu pertama api menyala, lama nyala briket hingga menjadi abu, nilai kalor, kadar abu, volatile, dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Semakin besar konsetrat senyawa oksidator KMnO4, maka waktu yang dibutuhkan briket untuk menyala semakin singkat; (2) Semakin tinggi konsetrat senyawa oksidator KMnO4, maka lama pembakaran briket menjadi abu semakin singkat; (3) Briket campuran (daun jati dan arang bonggol jagung) dengan penambahan oksidator KMnO4 dengan semua perlakuan belum memenuhi standar SNI No. 1/6235/2000, karena memiliki nilai kalor < 5000 Kal/gram, tetapi telah memenuhi standar kualitas briket padaPeraturan Menteri ESDM No. 47/2006 yaitu > 4400 Kal/gr pada BK0 dan BK 5; (4) Semakin besar konsentrat oksidator KMnO4 pada perlakuan pembuatan briket camnpuran (daun jati dan arang bonggol jagung), maka kadar airnya semakin rendah; (5) Semakin banyak penambahan senyawa oksidator KMnO4, maka semakin tinggi kadar abu yang dihasilkan. (6). Semakin tinggi konsentrat oksidator KMnO4, semakin menurun kadar volatile briket. Namun, kadar volatil semua briket yang dibuat belum memenuhi standar nasional karena lebih dari 15%

    Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tipe Penggunaan Lahan Cabai Rawit di Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

    Full text link
    Cabai menjadi bagian dari kebutuhan makanan keseharian, tetapi produksinya masih rendah. Penilian kesesuaian lahan beserta kelayakan usahatani tipe penggunaan lahan (TPL) cabai rawit menjadi tujuan penelitian ini yang berlokasi di Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Metode survei tanah diterapkan dengan observasi lahan dan pengambilan sampel tanah, serta survei usahatani cabai. Analisis kesesuaian lahan dengan memadankan antara kriteria kesesuaian lahan dengan karakteristik lahan sampai didapatkan kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial, sementara R/C rasio digunakan untuk menilai kelayakan usahataninya. Hasil yang diperoleh bahwa TPL cabai rawit yang terpilih dengan kesesuaian aktual hanya kelas sesuai marjinal (S3) seluas 3.608,14 ha dan kelas kelas tidak sesuai (N) seluas 33.584,24 ha dengan curah hujan, drainase, N total, pH, P2O5, tekstur, kedalaman tanah, dan bahaya erosi  sebagai faktor pembatas. Meskipun N total, dan pH dapat diperbaiki, tetapi faktor pembatas lainnya sulit diperbaiki, sehingga kelas dan luas kesesuaian lahan potensial sama. Budidaya cabai rawit menguntungkan karena nilai R/C 2,0 (R/C > 1), sehingga layak diusahatanikan. Dengan demikian, berdasarkan kelas kesesuaian lahan dan kelayakan usahatani cabai rawit ini, maka budidaya cabai rawit dapat dikembangkan pada lahan yang sesuai yang tersebar di wilayah tengah dan barat Kecamatan Pinolosian

    Hubungan Modal Sosial, Modal Insani, dan Orientasi Kewirausahaan dalam Mendukung Ketahanan Bisnis pada Industri Kopi Bubuk di Kabupaten Tanah Datar

    Full text link
    Peningkatan produksi kopi, menjadi peluang terhadap perkembangan industri pengolahan kopi di Indonesia. Industri harus memiliki kemampuan bertahan, karena dihadapkan pada gangguan secara internal dan eksternal yang akan mengancam keberlanjutan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan bisnis pada sentra kopi bubuk lokal di Nagari Koto Tuo, Kabupaten Tanah Datar, dengan mendeskripsikan hubungan modal sosial, modal insani, dan orientasi kewirausahaan terhadap ketahanan bisnis.  Nagari Koto Tuo dipilih sebagai wilayah penelitian karena 75% masyarakat Nagari Koto Tuo merupakan pelaku usaha kopi bubuk.  Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 139 pelaku usaha kopi bubuk di Nagari Koto Tuo. Variabel penelitian yaitu modal sosial (X1), modal insani (X2), orientasi kewirausahaan (X3), dan ketahanan bisnis (Y). Setiap variabel penelitian diinterpretasikan secara statistik deskriptif berdasarkan nilai masing-masing variabel dan menggunakan uji Korelasi Pearson Product Moment untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki nilai variabel 72%, modal insani memiliki nilai variabel 87%, orientasi kewirausahaan memiliki nilai variabel 53%, dan ketahanan bisnis memiliki nilai variabel 71% dari hasil 100% yang diharapkan. Selanjutnya hasil uji Korelasi Pearson Product Moment menunjukkan modal insani berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah, orientasi kewirausahaan berhubungan positif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan kuat, sedangkan modal sosial berhubungan negatif dengan ketahanan bisnis dan kategori hubungan sangat rendah. Dalam hal ini, pelaku usaha harus lebih maksimal dalam meningkatkan modal insani yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman serta orientasi kewirausahaan yang meliputi inovatif, proaktif, dan berani mengambil resiko

    Desain Pertanian Berkelanjutan di Lanskap Karst Gunungkidul: Integrasi Pemanenan Air, Akuakultur, dan Irigasi Tetes

    Full text link
    Lanskap karst seperti di Gunungkidul, Yogyakarta, menghadapi tantangan serius dalam sektor pertanian akibat kelangkaan air dan kondisi tanah yang dangkal serta mudah tererosi. Keterbatasan ini menghambat produktivitas pertanian dan ketahanan terhadap variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pertanian berkelanjutan yang secara khusus disesuaikan dengan karakteristik wilayah karst. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan pemanenan air hujan, ekstraksi air tanah yang terkendali, akuakultur, dan irigasi tetes. Penerapan dilakukan di Desa Sumbergiri, Gunungkidul. Air hujan dikumpulkan dari atap bangunan dan disimpan untuk digunakan saat musim kemarau, sehingga mengurangi ketergantungan pada air tanah. Air tanah diambil melalui sumur dalam dengan pompa bertenaga surya sebagai sumber cadangan. Limbah akuakultur yang kaya nutrisi dimanfaatkan untuk mengairi tanaman melalui sistem irigasi tetes yang menyalurkan air langsung ke zona akar tanaman secara efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi ini meningkatkan efisiensi penggunaan air, mendukung daur ulang nutrisi, dan meningkatkan hasil panen, bahkan selama musim kemarau. Sistem ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk pertanian berkelanjutan di wilayah karst dan daerah yang kekurangan air

    Karakteristik Minuman Kopi Celup Robusta dengan Penambahan Berbagai Rempah

    Full text link
    Tujuan dari inovasi minuman kopi celup dengan penambahan berbagai rempah yaitu untuk memperoleh aroma dan citarasa baru serta memperoleh efek atau nilai kesehatan bagi penikmatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik secara kimia dari bubuk kopi celup dengan adanya berbagai rasa rempah (sereh, jahe, kapulaga dan cengkeh) dari pengujian organoleptik terbaik. Tahapan penelitian ini meliputi: 1) persiapan bahan baku: penyangraian kopi, pengeringan rempah dan pengecilan ukuran rempah menjadi bubuk, 2) penentuan formulasi dari bubuk kopi celup dengan penambahan rempah, 3) pengemasan bubuk kopi rempah celup, 4) analisis karakteristik kimia bubuk kopi rempah celup dari pengujian organoleptik terbaik. Metode yang digunakan untuk pengujian organoleptik yaitu hedonik/kesukaan. Analisis kimia kopi celup rempah menggunakan metoda eksperimen dan data diolah serta disajikan secara deskriptif yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar kafein dan kadar antioksidan. Hasil analisis bubuk kopi rempah celup dari uji organoleptik terbaik untuk kadar air berkisar antara 0,99 % - 1,80 % (memenuhi SNI). Nilai kadar abu dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan berkisar antara 5,48 % - 7,30 %. (tidak memenuhi standar SNI). Kadar kafein dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan 0,61 % - 0,83% (memenuhi SNI). Aktivitas antioksidan dari bubuk kopi rempah celup yang dihasilkan 248,81 ppm – 601,06 ppm. Minuman kopi jahe celup menunjukkan perlakuan terbaik

    Identifikasi Risiko Produksi Melon Hidroponik di Kabupaten Lima Puluh Kota (Studi Kasus di PT Ladang Paloma)

    Full text link
    Melon hidroponik merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. PT Ladang Paloma adalah pelopor budidaya melon hidroponik premium di Sumatera Barat. Namun, proses produksi komoditas ini menghadapi berbagai risiko yang dapat menyebabkan target panen tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko pada proses produksi melon hidroponik di PT Ladang Paloma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 26 sumber risiko dalam seluruh tahapan proses produksi diantaranya persiapan awal, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen

    Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Elisitor Cu2+ Terhadap Kandungan Katekin pada Kalus Tanaman Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) Secara In Vitro

    Full text link
    Tanaman gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) merupakan komoditi unggulan Sumatera Barat penghasil senyawa polifenol terutama katekin yang memiliki manfaat sebagai antioksidan sehingga digunakan dalam berbagai bahan baku industri seperti farmasi, kosmetik, dan pangan. Prospek pasar ekspor yang tinggi namun mutu gambir yang diekspor masih rendah. Penggunaan kultur suspensi sel dengan penambahan elisitor seperti ion tembaga Cu²⁺ dapat menjadi solusi efektif dengan meningkatkan produksi metabolit sekunder dalam jumlah banyak dan waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi elisitor Cu2+ terbaik dalam peningkatan kandungan katekin kalus gambir. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian elisitor Cu2+ (0, 2, 4, dan 6 mg/l) sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian elisitor Cu2+ belum mampu untuk meningkatkan kandungan senyawa katekin pada kalus gambir karena hanya ditemukan pada perlakuan 0 ppm 7 HSS dan terdapat beberapa senyawa bioaktif yang muncul pada kromatogram pengujian HPLC yang tidak dapat teridentifikasi oleh standar katekin yang digunakan

    194

    full texts

    195

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agroteknika (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇