Jurnal Universitas Hasyim Asy'ari
Not a member yet
    3638 research outputs found

    Efektivitas Peran Canva Dalam Peningkatan Hasil Belajar Teks Prosedur Bahasa Indonesia

    No full text
    Teknologi dalam dunia pendidikan dapat mengubah sumber daya serta memperbaiki  pengalaman pada siswa. Pengajaran  yang  membutuhkan gaya belajar  dapat diterapkan dengan media pembelajaran pada era digital ini. Melalui penelitian ini untuk mengetahui efektivitas canva untuk upaya memperbaiki gaya belajar teks prosedur dalam materi di Bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini  menerapkan metode deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan dikelas VII-B SMP Negeri 1 Jombang dengan hasil penelitian yang diperoleh sebelum menerapkan media canva yaitu 77,69% sedangkan setelah menerapkan pembelajaran dengan media canva hasil belajar siswa yaitu 84,53%, maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas peran canva dalam meningkatkan hasil belajar mengalami peningkatan yang sangat baik. Dalam penelitian ini peneliti menemukan hasil peserta didik mampu menemukan ide untuk menyusun teks prosedur serta dapat menyusun teks prosedur dengan efektiv berupa kreativitas yang dimilikinya. Hal ini juga dapat mendorong pengembangan sebuah kemampuan yang terdapat pada konteks pembelajaran, pada peningkatan kemampuan hasil belajar siswa dalam menemukan ide-ide yang lebih efektif dan berkualita

    ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM BERITA DARING KOMPAS.COM DENGAN KAIDAH KEBAHASAAN INDONESIA

    No full text
    This study aims to examine writing errors found in Kompas.com online news. These errors include spelling errors, grammatical errors, and punctuation errors. When writing news, writers sometimes neglect to adhere to language rules or regulations. A lack of understanding of writing and language rules is the primary reason why errors are still frequently encountered in news articles. For example, in the Kompas.com online news site, published between September 2025 and October 2025, this study utilized a qualitative descriptive method. Data collection used a listening and note-taking technique, which was then divided into four stages: recording, identifying, classifying, and correcting errors. This analysis of language rules is expected to provide further insight to readers and contribute to the world of journalism.Dalam penelitian ini, bertujuan untuk membahas kesalahan penulisan yang terdapat dalam berita online Kompas.com. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi kesalahan penulisan ejaan dan kesalahan penggunaan kata tidak baku, serta Penggunaan pola kalimat yang tidak tepat. Pada penulisan berita terkadang penulis tidak memerhatikan kaidah kebahasaan atau peraturan dalam penulisan suatu berita. kurangnya pemahaman tentang praturan penulisan dan kebahasaan menjadi masalah utama kenapa masih sering dijumpai beberapa kesalahan dalam penulisan suatu berita. Seperti pada situs berita daring Kompas.com yang di terbitkan pada bulan September 2025 sampai Oktober 2025. Penelitian ini memanfaatkan sebuah metode yakni deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang diterapkan ialah teknik simak dan catat yang kemudian dibagi kedalam empat tahap yaitu mencatat, mengidentifikasi, mengkasifikasikan dan memperbaiki kesalahan. Adanya analisis mengenai kaidah kebahasaan diharapkan mampu memberikan wawasan lebih lanjut kepada pembaca ataupun kontribusi dalam dunia jurnalistik

    Levels and Factors of Mathematics Anxiety in Prospective Teacher Students

    No full text
    Mathematics anxiety is one of the inhibiting factors in learning which can interfere with the performance of cognitive functions such as concentration, remembering, concept formation and problem solving. Therefore, mathematics anxiety needs to be minimized by examining more deeply the levels and factors of mathematics anxiety. The purpose of this research is to explain the level and factors of mathematics anxiety in prospective teacher students at Mathematics Education Department Universitas Islam Lamongan. Instrument used is questionnaire of mathematics anxiety. The number of subject is 24 students. Based on the questionnaire of mathematics anxiety level, it was found there are three levels of anxiety experinced by the students, namely heavy, medium, and low mathematics anxiety. Heavy mathematics anxiety is experienced by 7 students, medium mathematics anxiety is experienced by 10 students, and low mathematics anxiety is experienced by 7. The factors that affect the level of mathematics anxiety are don't believe himself about his abilities, unpleasant experience in the past, unable to understand the mathematics material well, and pressure from parents to become a mathematics teacher. It can be concluded that prospective teacher students in mathematics education department Universitas Islam Lamongan experience the medium to heavy anxiety level

    Investigasi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas 8 dalam Menyelesaikan Soal Cerita Dilatasi

    No full text
    Kemampuan penalaran matematis penting dimiliki oleh siswa dalam memahami materi pembelajaran. Kemampuan penalaran matematis yang dimiliki siswa berbeda-beda sehingga perlu dilakukan investigasi. Salah satu materi yang dapat mengukur kemampuan tersebut yaitu materi dilatasi pada transformasi geometri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi kemampuan penalaran matematis siswa kelas 8 dalam menyelesaikan soal cerita dilatasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pemberian soal tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, rubrik penalaran matematis, dan rubrik penilaian soal tes. Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM serta guru dan dosen sebagai validator. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM tergolong tinggi. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis dalam kategori tinggi sebanyak 81%. Sedangkan untuk siswa dengan kemampuan penalaran matematis kategori sedang sebanyak 14% dan kategori rendah sebanyak 5%.Kemampuan penalaran matematis penting dimiliki oleh siswa dalam memahami materi pembelajaran. Kemampuan penalaran matematis yang dimiliki siswa berbeda-beda sehingga perlu dilakukan investigasi. Salah satu materi yang dapat mengukur kemampuan tersebut yaitu materi dilatasi pada transformasi geometri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi kemampuan penalaran matematis siswa kelas 8 dalam menyelesaikan soal cerita dilatasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pemberian soal tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, rubrik penalaran matematis, dan rubrik penilaian soal tes. Subjek penelitian terdiri dari 21 siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM serta guru dan dosen sebagai validator. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII-C SMP Laboratorium UM tergolong tinggi. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis dalam kategori tinggi sebanyak 81%. Sedangkan untuk siswa dengan kemampuan penalaran matematis kategori sedang sebanyak 14% dan kategori rendah sebanyak 5%

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA : PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA (Studi Kasus Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Al-Hikam Jatirejo Diwek Jombang)

    No full text
     Abstract: This examination looks at the use of a task based learning model to build the imagination of class XI understudies at Madrasah Aliyah Al-Hikam Jatirejo Diwek Jombang. A learning model is a plan or model that is utilized as a device in coordinating learning in the home so that the learning targets that will be passed on to understudies can be accomplished well and in an efficient way. In its acknowledgments, there are different kinds of learning models, one of which is the effort based learning model. Hence, executing an endeavor based learning model can build understudies' creative mind. One of the points of this examination is to apply an undertaking based learning model. These specialists utilized a contextual investigation based subjective methodology for this exploration. This methodology utilizes interviews, insight and documentation strategies. The consequences of the exploration examined are 1) The effort based learning model is a learning plan that spotlights on understudies where understudies move powerfully while teaching and learning practices that are given over by instructors by making the undertaking an issue that should be reviewed. 2) to build understudies' innovativeness, another learning model is required that they have never known. So understudies will feel inquisitive to follow each step towards an instructive encounter. 3) Execution of a learning model in view of tasks that understudies get ready prior to being carried out in class, with project tasks that are changed at each gathering. The appraisal stage begins from coordinating understudy efforts to presenting project results.Abstrak : Penelitian ini mengkaji tentang penerapan model berbasis proyek (project Based Learning) untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Al-Hikam Jatirejo Diwek Jombang. Model pembelajaran adalah suatu susunan atau contoh yang digunakan sebagai alat bantu dalam mengatur pembelajaran di kelas agar tujuan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa dapat tercapai dengan baik dan teratur. Dalam realisasinya terdapat berbagai macam model pembelajaran, salah satunya adalah model pembelajaran berbasis ventura. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran berbasis ventura dapat meningkatkan imajinasi siswa. Salah satu tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Periset ini yang digunakan Pendekatan kualitatif berbasis studi kasus digunakan untuk penelitian ini. Strategi ini menggunakan metode wawancara, persepsi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diteliti adalah 1) Model pembelajaran berbasis ventura adalah rencana pembelajaran yang terfokus pada siswa dimana siswa bergerak secara dinamis pada saat mendidik dan latihan pembelajaran yang diturunkan oleh pendidik dengan menjadikan tugas sebagai suatu permasalahan yang harus dicari jawabannya. 2) dalam rangka meningkatkan daya cipta siswa, diperlukan suatu model pembelajaran baru yang belum pernah mereka ketahui. Sehingga siswa akan merasa penasaran untuk mengikuti setiap langkah menuju pengalaman pendidikan. 3) Pelaksanaan model pembelajaran berdasarkan tugas mempunyai siswa yang disusun sebelum dilaksanakan di kelas, dengan tugas proyek yang diubah setiap pertemuan. Tahap penilaian mulai dari menyusun usaha pelajar hingga memperkenalkan hasil proyek

    Pengaruh Word of Mouth dan Authenticity Merek terhadap Loyalitas Pelanggan: Studi Pada Toko Kelapa Buk Lim Pasar Megaluh Jombang

    No full text
    Loyalitas pelanggan memegang peran penting bagi bisnis tradisional seperti Toko Kelapa Buk Lim di Pasar Megaluh Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Word of Mouth (WOM) dan authenticity merek terhadap loyalitas pelanggan pada usaha lokal tersebut. Metode kuantitatif dengan melibatkan 68 responden pelanggan aktif yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen kuesioner skala Likert diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis melalui uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas) dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Word of Mouth  (WOM) maupun authenticity merek secara parsial berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, dan secara simultan kedua variabel tersebut saling memperkuat dalam membentuk keterikatan pelanggan. Pembahasan menyoroti bahwa rekomendasi berbasis pengalaman nyata dan keaslian merek yang terwujud melalui interaksi personal serta warisan budaya usaha menjadi fondasi emosional yang mendorong pelanggan untuk tetap setia dan merekomendasikan toko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga keaslian merek dan memberdayakan pelanggan sebagai agen Word of Mouth  (WOM) merupakan strategi efektif untuk meningkatkan loyalitas dalam bisnis tradisional

    Peran Brand Trust dan Customer Relationship dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen pada UMKM Kuliner Lokal di Kota Kediri

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran brand trust dan customer relationship dalam meningkatkan loyalitas konsumen pada UMKM kuliner lokal di Kota Kediri. Brand trust mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan reputasi UMKM, sedangkan customer relationship menekankan pada pengelolaan hubungan jangka panjang melalui pelayanan yang baik, komunikasi efektif, dan interaksi personal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada konsumen UMKM kuliner lokal di Kota Kediri yang telah melakukan pembelian minimal satu kali dalam kurun waktu tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 23 untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas konsumen, dengan jumlah responden 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand trust memiliki pengaruh signifikan dalam membangun kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap UMKM, sedangkan customer relationship berperan penting dalam menciptakan pengalaman positif dan memperkuat kedekatan emosional antara UMKM dan konsumen. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Temuan ini menegaskan bahwa UMKM kuliner lokal perlu fokus pada strategi peningkatan kepercayaan merek dan pengelolaan hubungan konsumen untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan

    TRADISI KALANGKAh DALAM PERKAWINAN ADAT SUNDA PERSPEKTIF ‘URF: in Desa Pananjung , Kecamatan Pangandaran , Kabupaten Pangandaran

    No full text
    This study investigates the persistence and social significance of the Kalangkah tradition in Sundanese customary marriages in Pananjung Village, Pangandaran District, Indonesia. The Kalangkah tradition refers to a prohibition against younger siblings marrying before their older brothers or sisters, a practice deeply rooted in local belief and cultural norms. While some community members perceive dire consequences—such as disharmonious households or difficulty finding a marital partner—for violating this tradition, others regard it merely as ancestral advice or myth with no tangible effects. Employing a qualitative field research design with a sociological approach, the study collects data through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that, although the Kalangkah tradition continues to shape marriage practices and beliefs among villagers, its practical impact is subjective and varies among individuals. Community leaders emphasize that such customs should be interpreted flexibly, recognizing divine will (Qada and Qadar of Allah SWT) as the ultimate determinant in life events. From the perspective of Islamic law, the prohibition embedded in local custom does not pose a religious issue as long as it does not contradict the principles of sharia or state regulations. In line with the theory of 'Urf (customary law), the study concludes that cultural traditions like Kalangkah can coexist with Islamic norms and be preserved without legal or religious conflictPenelitian ini mengkaji keberlangsungan dan signifikansi sosial tradisi Kalangkah dalam perkawinan adat Sunda di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Indonesia. Tradisi Kalangkah merupakan larangan bagi adik untuk menikah sebelum kakak, sebuah praktik yang berakar kuat pada kepercayaan dan norma budaya setempat. Meskipun sebagian anggota masyarakat mempercayai adanya konsekuensi seperti disharmonisasi rumah tangga atau kesulitan mendapat jodoh bagi yang melanggar tradisi, sebagian lainnya memandangnya hanya sebagai nasihat leluhur atau mitos yang tak berdampak nyata. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif lapangan dan pendekatan sosiologis, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Kalangkah tetap membentuk praktik dan keyakinan pernikahan masyarakat desa, tetapi dampaknya bersifat subjektif dan berbeda antar individu. Para tokoh masyarakat menekankan bahwa adat semacam ini sebaiknya ditafsirkan secara fleksibel, dengan tetap mengakui kehendak Allah SWT (Qada dan Qadar) sebagai penentu utama dalam kehidupan. Dari sudut pandang hukum Islam, larangan dalam adat lokal bukan masalah selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah maupun peraturan negara. Sesuai dengan teori 'Urf (hukum kebiasaan), penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi budaya seperti Kalangkah dapat tetap lestari sejajar dengan norma Islam tanpa menimbulkan konflik hukum atau agama

    Transformative Learning Method for Indonesian Language Using Digital Literacy Perspective

    No full text
    This study aims to analyze the implementation of digital literacy-based transformative learning in teaching Indonesian language and literature, with a focus on the shift from conventional methods (lectures, memorization) to a more interactive and technology-oriented approach. Through a literature review method with a qualitative approach, this study examines various digital platforms and strategies, including interactive e-learning (Ruang Guru, Quizizz), virtual classes (Zoom, Google Meet), online collaboration (Google Docs, Instagram), gamification (Kahoot!, ClassDojo), and AI-based adaptive technology (Squirrel AI). The results of the study indicate that these methods not only increase active participation, learning motivation, and learning personalization, but also develop skills such as critical thinking, creativity, and collaboration. However, challenges such as the digital divide (limited internet access, lack of understanding of digital literacy in remote areas) hinder optimal implementation. This study recommends strengthening digital infrastructure, teacher training, and developing hybrid models to reach all levels of society. Overall, the transformation of learning through digital literacy has proven to be able to create a more meaningful and relevant learning experience with the demands of the digital era, while maintaining the pedagogical essence in language and literature education

    Applying Media Literacy in Literary Learning: Understanding Literature Through a 21st Century Lens: Pembelajaran sastra

    No full text
    This research aims to examine the application of media literacy in 21st century literary learning, considering the influence of technology and digital media on learning methods. Media literacy is important to help students understand literary works and enrich their learning experiences. The use of digital media such as films, social media, and web-based learning platforms can connect literary texts to broader social and cultural contexts, as well as develop critical thinking skills. This study uses a qualitative approach with literature studies and observations on the application of media literacy in literary learning. The results of the study show that media literacy can improve students' understanding of literary works, offer new ways of interpreting texts, and encourage critical engagement with media content. Digital technology also makes it easier to access interesting and relevant learning resources. Therefore, it is important to develop literary learning methods that are in accordance with technological developments so that students can understand literature in a more in-depth and contextual way

    2

    full texts

    3,638

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Hasyim Asy'ari
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇