Lembaga Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa Makassa
Not a member yet
691 research outputs found
Sort by
EKOLITERASI SISWA MELALUI KEGIATAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS GROUP INVESTIGATION di SMAN 1 MOYO UTARA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekoliterasi siswa setelah melakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018. Dari pengamatan menunjukkan ekoliterasi siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari sikap ketidakpedulian siswa terhadap lingkungan sekolah yang ditunjukkan dengan perilaku masih banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan, terdapat sampah berserakan di dalam dan di luar kelas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, metode ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai ekoliterasi siswa melalui kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 secara mendalam dan komprehensif. Subyek penelitian ini adalah kelas X-MIA 2 yang terdiri dari 32 responden. Data yang digunakan ialah data primer dan sekunder yang diperoleh dari tekhnik obseevasi, wawancara dan kuisioner (angket). Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekoliterasi siswa setelah melakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 dikategorikan cukup, hal tersebut terlihat dari indikator pengetahuan siswa dikategorikan baik sebanyak 28 responden (90%), indikator kesadaran siswa dikategorikan cukup terlihat pada jawaban ‘selalu’ sebanyak 15 responden (41%), ‘jarang’ sebanyak 8 responden (27%), kadang-kadang sebanyak 5 responden (17%), tidak pernah sebanyak 4 responden (15%), dan aplikasi siswa dikategorikan cukup sebanyak 17 responden (52%). Serta hasil lembar observasi dari kegiatan tersebut dikategorikan cukup. Dari hasil penelitian ini, maka disarankan siswa SMA Negeri 1 Moyo Utara agar tetap menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Manfaat dari pentingnya pengelolaan sampah dapat mewujudkan pribadi yang sehat dan lingkungan yang bersih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekoliterasi siswa setelah melakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018. Dari pengamatan menunjukkan ekoliterasi siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari sikap ketidakpedulian siswa terhadap lingkungan sekolah yang ditunjukkan dengan perilaku masih banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan, terdapat sampah berserakan di dalam dan di luar kelas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, metode ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai ekoliterasi siswa melalui kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 secara mendalam dan komprehensif. Subyek penelitian ini adalah kelas X-MIA 2 yang terdiri dari 32 responden. Data yang digunakan ialah data primer dan sekunder yang diperoleh dari tekhnik obseevasi, wawancara dan kuisioner (angket). Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekoliterasi siswa setelah melakukan kegiatan pengelolaan sampah berbasis group investigation di SMAN 1 Moyo Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 dikategorikan cukup, hal tersebut terlihat dari indikator pengetahuan siswa dikategorikan baik sebanyak 28 responden (90%), indikator kesadaran siswa dikategorikan cukup terlihat pada jawaban ‘selalu’ sebanyak 15 responden (41%), ‘jarang’ sebanyak 8 responden (27%), kadang-kadang sebanyak 5 responden (17%), tidak pernah sebanyak 4 responden (15%), dan aplikasi siswa dikategorikan cukup sebanyak 17 responden (52%). Serta hasil lembar observasi dari kegiatan tersebut dikategorikan cukup. Dari hasil penelitian ini, maka disarankan siswa SMA Negeri 1 Moyo Utara agar tetap menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan. Manfaat dari pentingnya pengelolaan sampah dapat mewujudkan pribadi yang sehat dan lingkungan yang bersih
THE USE OF BOARD RACE GAME IN IMPROVING STUDENTS' VOCABULARY MASTERY AT SECOND GRADE OF TSANAWIYAH BABUL KHAER BULUKUMBA
Vocabulary is the heart of a language because it involves the basic building of English sentences. Without a meaningful vocabulary, the four basic skills of language namely speaking, listening, reading, and writing would never be complete. As vocabulary is the principal issue for English learning, this current research was conducted to see the effectiveness of the Board Race Game to improve the students’ mastery of vocabulary. The research was conducted in Tsanawiyah Babul Khaer, Bulukumba. There were 30 students of the second grade in the academic year 2018/2019 who participated in this study which was selected through purposive sampling. In collecting the data, the researchers used the pre and post design of the experimental group. The researchers analyzed the average score of each test to find out the increase in students’ vocabulary mastery after the action was conducted. After the researchers have treated the game in four meetings, the students’ vocabulary mastery has increased significantly. It could be seen from the score of pre-test was 30,46 and the posttest was 78,2 where the gain of both tests was 47,73. After applying the action, the researchers were able to solve the problem in increasing students’ vocabulary mastery. Thus, because of this kinesthetic game was successfully to create a fun atmosphere in the teaching and learning process and increase the students’ mastery of vocabulary, it is suggested to use board race game as the alternative media in teaching English.Vocabulary is the heart of a language because it involves the basic building of English sentences. Without a meaningful vocabulary, the four basic skills of language namely speaking, listening, reading, and writing would never be complete. As vocabulary is the principal issue for English learning, this current research was conducted to see the effectiveness of the Board Race Game to improve the students’ mastery of vocabulary. The research was conducted in Tsanawiyah Babul Khaer, Bulukumba. There were 30 students of the second grade in the academic year 2018/2019 who participated in this study which was selected through purposive sampling. In collecting the data, the researchers used the pre and post design of the experimental group. The researchers analyzed the average score of each test to find out the increase in students’ vocabulary mastery after the action was conducted. After the researchers have treated the game in four meetings, the students’ vocabulary mastery has increased significantly. It could be seen from the score of pre-test was 30,46 and the posttest was 78,2 where the gain of both tests was 47,73. After applying the action, the researchers were able to solve the problem in increasing students’ vocabulary mastery. Thus, because of this kinesthetic game was successfully to create a fun atmosphere in the teaching and learning process and increase the students’ mastery of vocabulary, it is suggested to use board race game as the alternative media in teaching English
AUTHENTIC MATERIALS AS A TEACHING MEDIA TO MOTIVATE EFL STUDENTS
The objective of the research was to know the use of an authentic material as teaching media to motivate students in learning English. The writer used qualitative design with the total number of samples in this research being 40 students. The researcher applied questionnaire and interview. The researcher analyzed the data using interactive model of analysis. In analyzing the numerical data, the writer used SPSS for windows. After conducted the research, the writer concludes that authentic materials can improve the students to understand the real context used by native speaker, improve students’ knowledge, Improve students’ English competence in both spoken and written, improve students’ vocabulary, introduce the culture of native speaker, improve students’ listening ability, motivate students to learn, motivate students to learn autonomously and it is compulsory subject from the school
USING QUESTIONS EFFECTIVELY AS A TEACHING DEVICE
English teaching is a process that the teacher interacts with students. Asking and answering are the primary ways to communicate with each other, so questioning plays a central role in classroom. It urges students to think actively and develops their creative thinking. Because of the importance of questions to the research process, one of the things a teacher at a university tries to teach students is how to ask good questions, and how to answer them appropriately. This makes the process of questioning important in every class taught at a university. Questions are important to the students in a class for two reasons: (1) Students learn to ask questions by asking questions. Students learn to ask good questions by asking questions and then receiving feedback on them. Students learn to become scholars by learning to ask good questions; (2) student asking a question is at that moment a self-motivated learner - a researcher. This is the behavior trying to nurtureEnglish teaching is a process that the teacher interacts with students. Asking and answering are the primary ways to communicate with each other, so questioning plays a central role in classroom. It urges students to think actively and develops their creative thinking. Because of the importance of questions to the research process, one of the things a teacher at a university tries to teach students is how to ask good questions, and how to answer them appropriately. This makes the process of questioning important in every class taught at a university. Questions are important to the students in a class for two reasons: (1) Students learn to ask questions by asking questions. Students learn to ask good questions by asking questions and then receiving feedback on them. Students learn to become scholars by learning to ask good questions; (2) student asking a question is at that moment a self-motivated learner - a researcher. This is the behavior trying to nurtur
RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID PADA SMP NEGERI 8 PALOPO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu siswa SMP dalam memahami obyek bangun ruang pada mata pelajaran matematika dan mengetahui tingkat kelayakan aplikasi yang dikembangkan ditinjau dari aspek functional dan usability. Penelitian dan pengembangan aplikasi menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian yang bertujuan menghasilkan produk tertentu serta menguji efektivitas produk tersebut. Produk dikembangkan dengan menggunakan metode waterfall proscess model. Model pengembangan perangkat lunak waterfall memiliki enam tahapan, yaitu system enginering (perancangan sistem), analysis (analisis), design (perancangan), coding (pengkodean), testing (pengujian) dan maintenance (pemeliharaan). Aplikasi media pembelajaran bangun ruang ini menggunakan Unity 3D diuji melalui metode Black Box Testing dan pengujian kuesioner. Dengan adanya aplikasi pembelajaran tersebut dapat membantu guru dalam mengajarkan materi bangun ruang melalui media aplikasi sehingga proses belajar lebih interaktif dan sebagai alternatif lain bagi siswa untuk belajar materi bangun ruang di luar sekolah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi yang dapat membantu siswa SMP dalam memahami obyek bangun ruang pada mata pelajaran matematika dan mengetahui tingkat kelayakan aplikasi yang dikembangkan ditinjau dari aspek functional dan usability. Penelitian dan pengembangan aplikasi menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian yang bertujuan menghasilkan produk tertentu serta menguji efektivitas produk tersebut. Produk dikembangkan dengan menggunakan metode waterfall proscess model. Model pengembangan perangkat lunak waterfall memiliki enam tahapan, yaitu system enginering (perancangan sistem), analysis (analisis), design (perancangan), coding (pengkodean), testing (pengujian) dan maintenance (pemeliharaan). Aplikasi media pembelajaran bangun ruang ini menggunakan Unity 3D diuji melalui metode Black Box Testing dan pengujian kuesioner. Dengan adanya aplikasi pembelajaran tersebut dapat membantu guru dalam mengajarkan materi bangun ruang melalui media aplikasi sehingga proses belajar lebih interaktif dan sebagai alternatif lain bagi siswa untuk belajar materi bangun ruang di luar sekolah
STUDENTS SATISFACTION ON BILINGUAL PROGRAM IN MAKASSAR
The objectives of the research were (1) to describe the students satisfaction on bilingual program at secondary school in Makassar and (2) to find out the students’ interest and motivation in learning English through Bilingual Program. The researcher applied mixed method namely triangulation mixed method design (QUAN-QUAL). The population of this research was the students of SMPN 12 Makassar in academic year 2015/2016. This research used purposive sampling. The sample of this research consisted of 40 students; 20 students from seventh grade and 20 students eight grade. In this research also, the researcher took 40 parents and 10 teachers as a sample. The research data were collected by questionnaire which was analyzed by descriptive statistic through SPSS version 16 for windows program. The result of data analysis shown that bilingual program improve English students skills, bilingual program makes the students mastery in English and learn it in their subjects matter (Mathematics, Science, and English). Bilingual also makes the students have better skills in learning English and, bilingual program has helped the students to develop as a person (students’ personality). The implementation of bilingual program at secondary school make the students are interested and motivated in learning English. From this fact, it points out the way of school and the governments to keep this program and make a policy to make this program keep goingThe objectives of the research were (1) to describe the students satisfaction on bilingual program at secondary school in Makassar and (2) to find out the students’ interest and motivation in learning English through Bilingual Program. The researcher applied mixed method namely triangulation mixed method design (QUAN-QUAL). The population of this research was the students of SMPN 12 Makassar in academic year 2015/2016. This research used purposive sampling. The sample of this research consisted of 40 students; 20 students from seventh grade and 20 students eight grade. In this research also, the researcher took 40 parents and 10 teachers as a sample. The research data were collected by questionnaire which was analyzed by descriptive statistic through SPSS version 16 for windows program. The result of data analysis shown that bilingual program improve English students skills, bilingual program makes the students mastery in English and learn it in their subjects matter (Mathematics, Science, and English). Bilingual also makes the students have better skills in learning English and, bilingual program has helped the students to develop as a person (students’ personality). The implementation of bilingual program at secondary school make the students are interested and motivated in learning English. From this fact, it points out the way of school and the governments to keep this program and make a policy to make this program keep goin
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG MATERI HIMPUNAN KELAS X SMA NEGERI 9 BULUKUMBA
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran siswa sebelum penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Untuk mengetahui hasil aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Himpunan dan untuk mengetahui apakah kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) atau classroom action research. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah sebanyak 25 siswa,terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrument yang diguanakan dalam penelitian ini adalah angket, test, LKS, dan lembar observasi.Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis secara kualitatif artinya data yang di peroleh dari pelaksanaan observasi akan di analisis secara kualitatif. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah disajikan , maka disimpulkan bahwa (1) Gambaran proses pemblajaran siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah menggunakan metode ceramah sehingga kurang melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran dan kurang aktif dalam berdiskusi, sehingga peserta didik didik merasa bosan karena selalu metode ceramah yang di ajarkan disaat proses belajar mengajar berlangsung, maka perlu diadakan perubahan metode belajarnya yaitu dengan menerapkan kooperatif tipe jigsaw. (2) Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan aktivitas peserta didik pada materi Himpunan pada peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Bulukumba, dan (3) Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Himpunan pada peserta didik kelas X SMA Negeri 9 BulukumbaPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran siswa sebelum penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Untuk mengetahui hasil aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Himpunan dan untuk mengetahui apakah kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) atau classroom action research. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah sebanyak 25 siswa,terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrument yang diguanakan dalam penelitian ini adalah angket, test, LKS, dan lembar observasi.Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis secara kualitatif artinya data yang di peroleh dari pelaksanaan observasi akan di analisis secara kualitatif. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah disajikan , maka disimpulkan bahwa (1) Gambaran proses pemblajaran siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah menggunakan metode ceramah sehingga kurang melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran dan kurang aktif dalam berdiskusi, sehingga peserta didik didik merasa bosan karena selalu metode ceramah yang di ajarkan disaat proses belajar mengajar berlangsung, maka perlu diadakan perubahan metode belajarnya yaitu dengan menerapkan kooperatif tipe jigsaw. (2) Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan aktivitas peserta didik pada materi Himpunan pada peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Bulukumba, dan (3) Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Himpunan pada peserta didik kelas X SMA Negeri 9 Bulukumb
PENGARUH REMEDIAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD NEGERI 003 BALLA KECAMATAN BALLA KABUPATEN MAMASA
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest, yaitu memberikan tes sebelum adanya perlakuan, kemudian memberikan tes setelah adanya perlakuan dengan menggunakan Remedial Teaching. Perlakuan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Remedial Teaching terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 003 Balla Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa berpengaruh positif atau tidak terhadap hasil belajar. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis juga dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Remedial Teaching terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 003 Balla Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung> ttabel atau 8,04 > 2,61. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Remedial Teaching terhadap hasil belajar siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI ALAT PERAGA KARTU GESER PADA SISWA KELAS I SD INPRES BANGKEN BONTO KECAMATAN ULUERE KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat melalui alat peraga kartu geser pada siswa kelas I SD Inpres Bangken Bonto. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I sebanyak 14 orang, yang terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan tanggapan siswa pada dua siklus yang masing-masing dilaksanakan 4 kali pertemuan. Observasi dilakukan setiap proses pembelajaran berlangsung dan tanggapan siswa tentang penggunaan alat peraga kartu geser yaitu diambil pada akhir siklus II. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Hasil yang dicapai setelah penggunaan alat peraga kartu geser mengalami peningkatan, baik dari segi perubahan sikap siswa, keaktifan dan kesungghan serta motivasi siswa belajar matematika. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 71,78 dengan standar deviasi 11,37 yang berada pada kategori cukup, kemudian pada siklus II menjadi 78,92 dengan standar deviasi 12,89 yang berada pada kategori baik. Selain itu, ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% menjadi 85,71%. Untuk observasi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu kehadiran 80,35% menjadi 92,85%, memperhatikan materi 83,92% menjadi 91,07%, mendemostrasikan alat peraga kartu geser 37,05% menjadi 46,42%, mengajukan pertanyaan 33,92% menjadi 50%, menyelesaikan soal dipapan tulis 41,07% menjadi 57,14%, mengerjakan soal atau tes 60,71% menjadi 82,14%, aktif dalam kelompok 69,64% menjadi 89,28%, dan mengalami penurunan bimbingan guru dalam menyelesaikan soal-soal atau LKS 69,64% menjadi 32,14%. Keaktifan dan rasa percaya diri siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar juga menunjukkan adanya kemauan dan kesungguhan yang nampak dari hasil observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut di atas mengindikasikan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas I SD Inpres Bangken Bonto dapat ditingkatkan melalui penggunaan alat peraga kartu geser
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS IV SD NEGERI I LABAKKANG KECAMATAN LABAKKANG KABUPATEN
Masalah dalam penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata bagaimanakah penerapan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Negeri I Labakkang Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Negeri I Labakkang Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Jika pendekatan kontekstual diterapkan maka hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SD Negeri I Labakkang Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep meningkat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus disajikan dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Fokus penelitian ini adalah penerapan pendekatan kontekstual dan hasil belajar siswa. Pelaksanaan kegiatan ini, peneliti bertindak sebagai observer dan guru bertindak sebagai fasilitator atau guru yang mengajar. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil observasi guru pada siklus I berada pada kategori cukup (C) dan siklus II berada pada kategori baik (B). Adapun hasil observasi siswa siklus I berada pada kategori cukup (C) sedangkan siklus II berada pada kategori baik (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 68,9 dan berada pada kategori baik (B) sedangkan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 86,5 dan berada pada kategori sangat baik (SB). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas IV SD Negeri I Labakkang Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep