Lembaga Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa Makassa
Not a member yet
691 research outputs found
Sort by
IMPROVING THE LISTENING COMPREHENSION TO THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ACCOUNTING DEPARTMENT IN ECONOMIC FACULTY BY USING DICTOGLOSS TECHNIQUE
This study examined the effect dictogloss technique in improving the listening comprehension. Dictogloss comes from two words, they are dictation and glosary. Beside that, dictogloss is a technique in which the teacher reads a short text and the learners make brief notes and then try to reconstruct the text in groups. The populations of this research are the second semester of accounting department Academic Years 2015/2016 in which the number of population are 280 students. Because of the population is too large, the researcher used cluster random sampling. This research used quasy experimental with control cass and experimental class. This research also use the pre test and post test find out the different between the class with teach by dictogloss technique and teach by conventionl methode. In this technique, the students teach by using multi media. So, the students listen from the speaker about the materials. But, before come to listening the teacher give explanation and describe about the materials that will teach then the students try to predict what kind of the materials. In this method there are some stages, they are; preparing, dictation, reconstructions, analysis and correction. Based on the research findings, most of the students enjoy and like with this methode because they can find out more new words. The data research show that null hypothesis was rejected and then the alternatife hypothesis was acceptedThis study examined the effect dictogloss technique in improving the listening comprehension. Dictogloss comes from two words, they are dictation and glosary. Beside that, dictogloss is a technique in which the teacher reads a short text and the learners make brief notes and then try to reconstruct the text in groups. The populations of this research are the second semester of accounting department Academic Years 2015/2016 in which the number of population are 280 students. Because of the population is too large, the researcher used cluster random sampling. This research used quasy experimental with control cass and experimental class. This research also use the pre test and post test find out the different between the class with teach by dictogloss technique and teach by conventionl methode. In this technique, the students teach by using multi media. So, the students listen from the speaker about the materials. But, before come to listening the teacher give explanation and describe about the materials that will teach then the students try to predict what kind of the materials. In this method there are some stages, they are; preparing, dictation, reconstructions, analysis and correction. Based on the research findings, most of the students enjoy and like with this methode because they can find out more new words. The data research show that null hypothesis was rejected and then the alternatife hypothesis was accepte
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE PADA SISWA KELAS XII IPA 1 SMA NEGERI 10 BULUKUMBA
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan dalam pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian tindakkan kelas (classroom action research). Penelitian ini terdiri atas serangkaian siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba tahun pelajaran 2017/2018 semister genap yang berjumlah sebanyak 24 siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi guru dan siswa. Adapun teknik data deskriptif kualitatif digunakan untuk menghitung presentase nilai rata – rata. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan pada mata pelajaran Fisika adalah 75. Jadi nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba mengalami peningkatan setelah diadakan pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have, dengan indikasi sebagai berikut (1) Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba setelah diberi tindakan pada Siklus I berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 66,70 dari skor ideal 100, (2) Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba setelah diberi tindakan pada Siklus II berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 79,12 dari skor ideal 100, (3) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari kategori sedang pada Siklus I dan Siklus II pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 66,70 menjadi 79,12 sehingga mengalami peningkatan, (4) Persentase kehadiran siswa juga mengalami peningkatan dari 97,5 persen menjadi 98,3 persen pada siklus II, dan (5) Pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have dalam kegiatan belajar mengajar dapat memberikan motivasi kepada siswa agar lebih inovatif dan kreatif dalam membuat pertanyaan serta mengemukakan pertanyaan – pertanyaan dan tidak canggung untuk mengemukakan pendapatnyaPenelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan dalam pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian tindakkan kelas (classroom action research). Penelitian ini terdiri atas serangkaian siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba tahun pelajaran 2017/2018 semister genap yang berjumlah sebanyak 24 siswa, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi guru dan siswa. Adapun teknik data deskriptif kualitatif digunakan untuk menghitung presentase nilai rata – rata. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan pada mata pelajaran Fisika adalah 75. Jadi nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba mengalami peningkatan setelah diadakan pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have, dengan indikasi sebagai berikut (1) Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba setelah diberi tindakan pada Siklus I berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 66,70 dari skor ideal 100, (2) Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Bulukumba setelah diberi tindakan pada Siklus II berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 79,12 dari skor ideal 100, (3) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari kategori sedang pada Siklus I dan Siklus II pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 66,70 menjadi 79,12 sehingga mengalami peningkatan, (4) Persentase kehadiran siswa juga mengalami peningkatan dari 97,5 persen menjadi 98,3 persen pada siklus II, dan (5) Pembelajaran kooperatif tipe Question Student Have dalam kegiatan belajar mengajar dapat memberikan motivasi kepada siswa agar lebih inovatif dan kreatif dalam membuat pertanyaan serta mengemukakan pertanyaan – pertanyaan dan tidak canggung untuk mengemukakan pendapatny
PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 10 BULUKUMBA
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peseta didik dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan untuk mengetahui aktivitas pendidik selama proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakkan kelas (classroom action research). Penelitian ini terdiri atas serangkaian siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba tahun pelajaran 2017/2018 semister genap yang berjumlah sebanyak 35 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi guru dan siswa. Adapun teknik data deskriptif kualitatif digunakan untuk menghitung presentase nilai rata – rata. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan pada mata pelajaran Fisika adalah 75. Jadi nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian tindakan dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fisika standar kompetensi memahami konsumsi dan investasi di kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba kabupaten Luwu. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes belajar peserta didik, dimana dari hasil observasi tersebut terdapat pengembangan baik dari segi kehadiran serta keaktifan dan dari hasil tes peserta didik terdapat peningkatan dimana hasil tes siklus I peserta didik yang tuntas sebanyak 66,00 persen, sedangkan peserta didik yang tuntas pada tes siklus II sebanyak 83,00 persenPenelitian ini bermaksud untuk mengetahui tingkat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI), Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peseta didik dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dan untuk mengetahui aktivitas pendidik selama proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian tindakkan kelas (classroom action research). Penelitian ini terdiri atas serangkaian siklus, setiap siklus meliputi empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba tahun pelajaran 2017/2018 semister genap yang berjumlah sebanyak 35 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Adapun Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar observasi dan test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi guru dan siswa. Adapun teknik data deskriptif kualitatif digunakan untuk menghitung presentase nilai rata – rata. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan pada mata pelajaran Fisika adalah 75. Jadi nilai siswa dapat dikatakan tuntas apabila mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian tindakan dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fisika standar kompetensi memahami konsumsi dan investasi di kelas X1 SMA Negeri 10 Bulukumba kabupaten Luwu. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes belajar peserta didik, dimana dari hasil observasi tersebut terdapat pengembangan baik dari segi kehadiran serta keaktifan dan dari hasil tes peserta didik terdapat peningkatan dimana hasil tes siklus I peserta didik yang tuntas sebanyak 66,00 persen, sedangkan peserta didik yang tuntas pada tes siklus II sebanyak 83,00 perse
PEMBELAJARAN MENULIS ARTIKEL OPINI BERBASIS PROYEK
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mengetahui hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada pretest, (2) mengetahui hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada posttest, dan (3) mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran menulis artikel opini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan model true experimental design bentuk one group pretest posttest design. Untuk memperoleh data pada penelitian ini, menggunakan instrumen lembar observasi dan tes. Data analisisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada pretest berada pada kategori tidak tuntas karena persentase hasil belajar mahasiswa yang tuntas belum mencapai standar ketuntasan hasil belajar, yakni (≥85 % - 100%), (2) hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada postest berada pada kategori tuntas karena persentase hasil belajar mahasiswa yang tuntas telah mencapai standar ketuntasan hasil belajar, yakni (≥85% - 100%), dan (3) model pembelajaran berbasis proyek efektif digunakan dalam pembelajaran pembelajaran menulis artikel opini pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar karena kriteria keefektifan telah terpenuhi, yaitu nilai t hitung > nilai t tabel (4, 779 > 2,04).Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) mengetahui hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada pretest, (2) mengetahui hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada posttest, dan (3) mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran menulis artikel opini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan model true experimental design bentuk one group pretest posttest design. Untuk memperoleh data pada penelitian ini, menggunakan instrumen lembar observasi dan tes. Data analisisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini tanpa menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada pretest berada pada kategori tidak tuntas karena persentase hasil belajar mahasiswa yang tuntas belum mencapai standar ketuntasan hasil belajar, yakni (≥85 % - 100%), (2) hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran menulis artikel opini dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada postest berada pada kategori tuntas karena persentase hasil belajar mahasiswa yang tuntas telah mencapai standar ketuntasan hasil belajar, yakni (≥85% - 100%), dan (3) model pembelajaran berbasis proyek efektif digunakan dalam pembelajaran pembelajaran menulis artikel opini pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar karena kriteria keefektifan telah terpenuhi, yaitu nilai t hitung > nilai t tabel (4, 779 > 2,04)
USING JUMBLED LETTERS TO IMPROVE STUDENTS VOCABULARY MASTERY
Vocabulary considered one of the important things to learn for students, the vocabulary is basic thing that students must be mastered in foreign language lessons, especially in English. Without vocabulary students will have difficulty in mastering skills in English such as writing, reading, listening and speaking. Therefore, it is very important to find out the solution to enhance students’ vocabulary. The objective of the research is to find out whether or not using Jumbled letters can improve the students vocabulary of the tenth grade students in MAN 2 Barru and to find out whether or not using Crossword puzzle can improve the students vocabulary of the tenth grade students in MAN 2 Barru. This research applied quasi-experimental group design with two groups experimental and control class. The population of this research was the tenth grade students of MAN 2 Barru in academic year 2018/2019. The Total sample of the research was taken by using clustering random sampling which consisted of 141 students. From two classes taken from the population of the tenth grade students of MAN 2 Barru, X MIA 1 as the experimental class consisted 29 students and X MIA 3 as the control class that consisted 29 students. The result of the data analysis showed that there was a significant difference of students’ vocabulary before and after teaching vocabulary through jumbled word letters. The value of t-test pre-test 2.09 was higher than t-table 2.000, and the value of post-test 4.62 was higher than t-table 2.000, at the level significance a =0.05 and degree of freedom (df) = 56. It can be concluded that jumbled word letters can enhance the vocabulary of the tenth grade students’ of MAN 2 BarruVocabulary considered one of the important things to learn for students, the vocabulary is basic thing that students must be mastered in foreign language lessons, especially in English. Without vocabulary students will have difficulty in mastering skills in English such as writing, reading, listening and speaking. Therefore, it is very important to find out the solution to enhance students’ vocabulary. The objective of the research is to find out whether or not using Jumbled letters can improve the students vocabulary of the tenth grade students in MAN 2 Barru and to find out whether or not using Crossword puzzle can improve the students vocabulary of the tenth grade students in MAN 2 Barru. This research applied quasi-experimental group design with two groups experimental and control class. The population of this research was the tenth grade students of MAN 2 Barru in academic year 2018/2019. The Total sample of the research was taken by using clustering random sampling which consisted of 141 students. From two classes taken from the population of the tenth grade students of MAN 2 Barru, X MIA 1 as the experimental class consisted 29 students and X MIA 3 as the control class that consisted 29 students. The result of the data analysis showed that there was a significant difference of students’ vocabulary before and after teaching vocabulary through jumbled word letters. The value of t-test pre-test 2.09 was higher than t-table 2.000, and the value of post-test 4.62 was higher than t-table 2.000, at the level significance a =0.05 and degree of freedom (df) = 56. It can be concluded that jumbled word letters can enhance the vocabulary of the tenth grade students’ of MAN 2 Barr
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ORANGTUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD INPRES NO 198 SULI-SULIKABUPATEN MAROS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan bimbingan belajar orangtua terhadap prestasi belajar siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner (angket) utama dalam pengumpulan data. Sedangkan responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang berasal dari para siswa kelas IV SD Inpres No 198 Suli-suli. Pada proses analisis data, penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dengan bimbingan belajar orangtua sebagai variabel independen dan prestasi belajar sebagai variabel dependen. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan belajar memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hal tersebut terbukti dengan adanya hasil pengujian dari analisis Uji T, dimana pada analisis tersebut nilai t hitung > t tabel yaitu sebesar 3,56209> 2,09302. Hal ini menjelaskan bahwa dalam hipotesis yang diterima pada uji T adalah H1. Dimana arti dari H1 adalah bimbingan belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas IV SD Inpres No 198 Suli-sul
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS V SD INPRES TELLO BARU II KOTA MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan hasil belajar IPS materi Perjuangan Parah Tokoh Pejuang pada Penjajahan Belanda dan Jepang melalui model Role Playing pada siswa jelas V SD Inpres Tello Baru II penelitian ini merupakan penilitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik tes dan observasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres Tello Baru II Makassar dengan jumlah 30 siswa. Penelitian pembelajaran IPS Perjuangan Parah Tokoh Pejuang pada Penjajahan Belanda dan Jepang siswa menujukkan baik setelah dilakukan pada siklus II berdasarkan permasalahan yang dialami siswa pada siklus I. Hal ini dibuktikan dari siklus I, yaitu yang mendapatkan nilai 85 ke atas sebanyak 4 orang atau 13,33%. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai nilai kurang dari sebanyak 26 orang atau 86,66%. Sedangkan pada siklus II, ada peningkatan menujukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai 85 ke atas sebanyak 21 orang atau 70%. Sedangkan jumlah siswa yang mencapai nilai kurang dari 85% yaitu 9 orang atau 30%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan hasil belajar materi Perjuangan Parah Tokoh Pejuang pada Penjajahan Belanda dan Jepang pada siswa kelas V SD Inpres Tello Baru II mengalami peningkatan setelah diterapkan model role playing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SDN 112 BOTTO KABUPATEN WAJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran scramble dengan menggunakan media video terhadap hasil belajar IPS siswa kelas III. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 112 Botto Kabupaten Wajo tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental Design bentuk One-Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri dari 1 kelas yang berjumlah 17 siswa. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pretest dan postest yang berupa soal pilihan ganda berjumlah 6 soal. Proses analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS 16,0.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas III yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran scramble dengan menggunakan media video lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar IPS siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 33,06 > 70,59. Selain itu, berdasarkan hasil perhitungan uji pengaruh (effect size) dengan menggunakan rumus perhitungan Cohen’s d, diperoleh nila effect size (d) sebesar 1,00. Dengan demikian nilai effect size yang diperoleh menginterpretasikan bahwa penggunaan model pembelajaran scramble dengan menggunakan media video memiliki pengaruh dalam kategori besar. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari penggunaan model pembelajaran scramble dengan menggunakan media video terhadap hasil belajar IPS siswa SDN 112 Botto Kabupaten Wajo
EFEKTIFITAS MEDIA KOMPUTER DENGAN PERANGKAT LUNAK POWERPOINT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MATERI PRONOUN PADA PESERTA DIDIK KELAS X TEKNIK SURVEYING DI SMK NEGERI 3 GORONTALO TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berbasis komputer dengan perangkat lunak PowerPoint yang diimplementasikan pada peserta didik kelas X program keahlian Teknik Surveying, dengan harapan dapat meningkatkan ketuntasan belajar Bahasa Inggris peserta didik pada materi Pronoun. Dari data pada siklus I menunjukkan : peserta didik memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 15 peserta didik (40,54 %)dan rentang nilai lebih dari 75 sebanyak 22 peserta didik (59,46%). Daya serap peserta didik mencapai 75,5 %. Aktifitas peserta didik dari 37 orang terdapat 21 peserta didik (56,76%) termasuk sangat aktif dan aktif, dan 16 peserta didik (43,24 %) tergolong kategori kurang aktif dan tidak aktif. Pada siklus II dari 37 peserta didik diperoleh data nilai kurang dari 75 sebanyak 2 peserta didik (5,41 %) dan rentang nilai lebih dari 75 sebanyak 35 peserta didik (94,59 %). Daya serap peserta didik mencapai 81,49 %. Aktifitas peserta didik dari 37 orang terdapat 29 peserta didik (78,38 %) termasuk sangat aktif dan aktif , dan 8 peserta didik (21,62%) termasuk kategori cukup aktif dan kurang aktif. Data pemanfaatan media dalam proses pembelajaran diperoleh bahwa semua peserta didik sangat tertarik dengan penggunaan media power point. Hal ini dapat dilihat bahwa 100 % peserta didik menyatakan menyenangkan, 89,19 % menyatakan menerima pelajaran dengan mudah, 86,49 % peserta didik menjadi lebih aktif, peserta didik sangat termotivasi sebanyak 75,68 % dan 83,78 % peserta didik menyatakan paham, peserta didik yang menyatakan jenuh dalam menerima pelajaran tidak ada, tetapi yang menyatakan tidak merasa bosan sebanyak 33 peserta didik (89,19 %). Tingkat kesungguhan peserta didik dalam memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan dengan media pembelajaran sangat besar yaitu 75,68 %, dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang menyatakan nilainya menjadi lebih bagus sebanyak 29 peserta didik (78,38 %), meningkatkan semangat dalam belajar peserta didik menyatakan lebih giat belajar sebanyak 35 peserta didik (94,59 %). Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan media perangkat lunak power point secara signifikan lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dilakukanPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berbasis komputer dengan perangkat lunak PowerPoint yang diimplementasikan pada peserta didik kelas X program keahlian Teknik Surveying, dengan harapan dapat meningkatkan ketuntasan belajar Bahasa Inggris peserta didik pada materi Pronoun. Dari data pada siklus I menunjukkan : peserta didik memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 15 peserta didik (40,54 %)dan rentang nilai lebih dari 75 sebanyak 22 peserta didik (59,46%). Daya serap peserta didik mencapai 75,5 %. Aktifitas peserta didik dari 37 orang terdapat 21 peserta didik (56,76%) termasuk sangat aktif dan aktif, dan 16 peserta didik (43,24 %) tergolong kategori kurang aktif dan tidak aktif. Pada siklus II dari 37 peserta didik diperoleh data nilai kurang dari 75 sebanyak 2 peserta didik (5,41 %) dan rentang nilai lebih dari 75 sebanyak 35 peserta didik (94,59 %). Daya serap peserta didik mencapai 81,49 %. Aktifitas peserta didik dari 37 orang terdapat 29 peserta didik (78,38 %) termasuk sangat aktif dan aktif , dan 8 peserta didik (21,62%) termasuk kategori cukup aktif dan kurang aktif. Data pemanfaatan media dalam proses pembelajaran diperoleh bahwa semua peserta didik sangat tertarik dengan penggunaan media power point. Hal ini dapat dilihat bahwa 100 % peserta didik menyatakan menyenangkan, 89,19 % menyatakan menerima pelajaran dengan mudah, 86,49 % peserta didik menjadi lebih aktif, peserta didik sangat termotivasi sebanyak 75,68 % dan 83,78 % peserta didik menyatakan paham, peserta didik yang menyatakan jenuh dalam menerima pelajaran tidak ada, tetapi yang menyatakan tidak merasa bosan sebanyak 33 peserta didik (89,19 %). Tingkat kesungguhan peserta didik dalam memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan dengan media pembelajaran sangat besar yaitu 75,68 %, dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang menyatakan nilainya menjadi lebih bagus sebanyak 29 peserta didik (78,38 %), meningkatkan semangat dalam belajar peserta didik menyatakan lebih giat belajar sebanyak 35 peserta didik (94,59 %). Dari data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan media perangkat lunak power point secara signifikan lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang selama ini dilakuka
PRE-SERVICE TEACHERS PERFORMANCE IN IMPLEMENTING TEACHING METHODS AT TEFL CLASS
This study aimed to describe the implementation of microteaching activity by pre-service teachers in TEFL 2 class as well as to get an overview of the problems faced during microteaching so that they are able to improve the competence of teaching English later in both schools and other educational institutions. In this study, the method used was descriptive qualitative. The subject of the study were taken purposively by considering the achievement gained in previous subject namely in TEFL I class they reached the average value of 90 out of 100 with the number of subjects four (4) pre-service teachers. Data were collected through observation using video recording and field note as well as semi structured-interview. Aspects to be analyzed were methods used from opening, main, and closing activities by considering the characteristics of the method applied. The results of this study showed that Grammar Translation Method (GTM) and Audio-Lingual Method (ALM) became a method preference during the microteaching. Pre-service teachers showed no hesitation and well prepared in applying the methods. Translation activities, dialogue memorization, repetition technique, word pair technique, and game grammar technique were occurred. Problems faced were the gap between the theories and the practice of teaching methods such as lack of skills in facial and body expression, classroom management, and stresses with noises from classmates as the studentsThis study aimed to describe the implementation of microteaching activity by pre-service teachers in TEFL 2 class as well as to get an overview of the problems faced during microteaching so that they are able to improve the competence of teaching English later in both schools and other educational institutions. In this study, the method used was descriptive qualitative. The subject of the study were taken purposively by considering the achievement gained in previous subject namely in TEFL I class they reached the average value of 90 out of 100 with the number of subjects four (4) pre-service teachers. Data were collected through observation using video recording and field note as well as semi structured-interview. Aspects to be analyzed were methods used from opening, main, and closing activities by considering the characteristics of the method applied. The results of this study showed that Grammar Translation Method (GTM) and Audio-Lingual Method (ALM) became a method preference during the microteaching. Pre-service teachers showed no hesitation and well prepared in applying the methods. Translation activities, dialogue memorization, repetition technique, word pair technique, and game grammar technique were occurred. Problems faced were the gap between the theories and the practice of teaching methods such as lack of skills in facial and body expression, classroom management, and stresses with noises from classmates as the student